# Dari Klub Malam ke Islam – Aku Memiliki Segalanya… Hingga Aku Menghadapi Kematian! @TheDeenShowTV

- Language: id
- Published: 2026-08-26
- Canonical: https://blog.towardseternity.com/id/blog/from-nightclubs-to-islam-i-had-it-all-until-i-faced-death-at-thedeenshowtv
- Source video: https://www.youtube.com/watch?v=TjBEUU7DydY
- Channel: Towards Eternity

This is the cleaned transcript of the source video. The speech is unaltered.

---

Mengejar uang, kekuasaan, status, hanyalah hidup yang dipenuhi keinginan. Kami lihat ada beberapa pria di jalan, dan hari sudah larut malam. Mereka bertanya pada kami, "Hei, ada apa?" Dia semakin dekat. Aku pukul orang itu. Sementara itu, salah satu dari mereka ambil pecahan botol lalu menusukku dari belakang. Temanku memberitahuku, "Hei, kamu berda**h." Sekarang kamu mulai mempertanyakan hal penting. Apa tujuan hidup? Mengapa aku di sini? Mengapa aku diciptakan? Aku ingat pernah pergi ke pesta dan liftnya rusak. Bayangkan aku di dalam lift yang penuh sesak dengan orang, dan aku berkeringat. Menit pertama, oke, aku bisa tenang. Kedua, lalu bayangkan kamu mengalami klaustrofobia.

Bagaimana jika aku meninggal dalam keadaan ini, pulang dari pesta dan tidak menjalani tujuan hidup yang benar seperti yang di inginkan Allah Sang Pencipta Pada saat itu, aku ingin tahu, apa yang Allah inginkan dariku? Apa yang diinginkan Sang Pencipta dariku? + Assalamu'alaikum, saudara Eddie Redzovic. Terima kasih telah menerima undangan kami dan menjamu kami. Kami sangat senang kamu bersama kami. Aku ingin memulai dengan, siapakah Eddie Redzovic? Bisakah ceritakan hidupmu secara singkat? - Wa'alaikumussalaam warahamatullah wabarakatuh. Namaku Eddie Redzovic. Aku adalah profesor jiu jitsu Gracie Brasil. Aku juga pembawa acara The Deen Show, dan saat ini kami sedang membuka Deen Center.

Aku lahir di Buffalo, New York, dibesarkan di Chicago, dan aku telah menyebarkan pesan Islam sejak awal tahun 2000-an. + Bisakah kamu menceritakan kehidupanmu sebelum masuk Islam? Lingkungan tempatmu hidup, kebiasaanmu? Proses seperti apa yang kamu lalui? - Kehidupanku sebelum Islam, aku menganggapnya sebuah kegelapan. Hanyalah kehidupan yang penuh keinginan. Kehidupan yang penuh hasrat, mengejar uang, kekuasaan, status. Jika tidak punya teman yang positif, panutan yang baik, mereka akan jadi panutanmu. Jadi, saat kamu duduk menonton musik, video rap, video musik, bintang Hollywood, merekalah yang kamu kagumi. Merekalah yang ingin kamu tiru, yang kamu kagumi. Merekalah yang kamu contoh.

Lingkungan yang ada di sekitarku, di tengah kehidupanku adalah lingkungan yang sangat buruk, dan lingkungan dengan kehidupan geng, lingkungan yang penuh dengan kehancuran. Jadi, orang-orang yang tersesat. Aku mengikuti mereka yang tersesat. Kami hanya berpindah dari satu masalah ke masalah berikutnya. Sekelompok orang pembuat onar, orang-orang yang masih muda dan bodoh, dan mencoba meraih kekuasaan, mencoba meraih sesuatu yang menurutmu akan memberimu lebih banyak rasa hormat dan kredibilitas dalam hidup. Merekalah teman yang aku kenal. Jadi aku sangat kompetitif. Aku mencoba menjadi yang terbaik dalam hal-hal buruk. Selalu bertarung.

+ Apakah kamu ingat kenangan masa lalu yang dapat kamu ceritakan pada kami? - Yah, hal-hal seperti ketika kita mengetahui kru lain berada di tempat tertentu, mungkin di bar atau klub malam. Mungkin mereka akan menyerang kita sewaktu-waktu. Jadi saat kami tahu mereka akan keluar dari tempat tertentu. Kami akan menunggu mereka. Merekalah orang-orang kami. Lalu mereka keluar dan kami melihat orang-orang mereka, jadi ada banyak aktivitas langsung, ya kan? Jadi mereka keluar dan lalu kami kembali. Jika mengingat masa lalu, mengapa aku harus berkelahi? Aku bahkan tidak ingat. Itu hal yang bodoh. Ya. + Jika kamu tidak berhenti dan masuk Islam, kamu akan jadi orang seperti apa?

- Ada dua kemungkinan. Jika aku terus menjalani kehidupan seperti itu, aku akan masuk penjara, atau aku akan mati. Selalu ada anak muda baru yang muncul dan kamu merasa paling berkuasa, tapi kemudian ada orang lain yang lebih lapar, dan mereka sekarang lebih nekat. Kamu mulai menua dan mulai sedikit lebih peduli. Namun anak muda itu, mereka tidak peduli. Jadi, jika terus menjalani kehidupan itu, kita hanya perlu menyaksikan. Karena banyak idola dan selebriti yang aku kagumi, namun saat melihat mereka di kehidupan nyata, dan merekalah orang-orang yang mulai aku kagumi. Tapi kita mulai dengan film, Tony Montana dan Scarface, lalu Goodfellas dan Al Pacino, Robert De Niro, film-film Mafia.

Lalu kamu mulai bergaul dengan mafia sungguhan di kehidupan nyata, kamu berpikir, "Wah, ini lebih keren lagi." Aku sebenarnya meniru mereka atau menjalani cara hidup orang-orang di TV. Lalu kamu mulai membentuk kru kecilmu sendiri. Sekarang aku berpikir, "Oke, aku berhasil mencapai puncak." Tapi sebenarnya kamu berada di dasar. + Jadi, kamu punya geng dan + lalu kamu pemimpinnya? - Ya. + Oh kamu pemimpinnya? - Ya. - Jadi, kami mulai di sekolah menengah. Di sekolah menengah, mereka memiliki kru yang berbeda dan mereka memiliki... Seperti tim basket, tim sepak bola . Tapi kami punya kru kecil dan kru itu... Sebenarnya, sebelum itu aku pernah terlibat dalam geng jalanan saat aku masih kecil.

Lalu dari situ, kehidupan geng jalanan mulai terasa tidak menarik lagi, ya kan? Lalu kamu mulai membentuk kelompok. Jadi, kamu mengumpulkan beberapa orang yang melakukan hal yang sama sepertimu. Sekarang kamu punya geng untuk berkumpul, berpesta denganmu, pergi ke klub bersamamu dan mendukungmu. Jika terjadi sesuatu, merekalah yang akan membantumu. Jika ada sesuatu yang perlu diurus, merekalah yang akan mengurusnya. Jadi aku semakin dikenal. Aku adalah orang yang suka berkelahi, seseorang yang juga selalu ingin membuktikan diri di jalanan. Dan aku menjadi pempimpin geng kecil itu. + Apakah kamu pernah bermasalah dengan polisi, atau ditangkap atau yang lainnya?

- Ya, ya, itu pernah terjadi dulu. Ya. + Dan kamu masuk penjara? - Aku tidak masuk penjara federal. Aku tidak masuk... Seperti orang-orang yang ditangkap lalu dikirim jauh. Tidak. Aku masuk Penjara Cook County. Aku masuk penjara karena berkelahi lalu keluar keesokan harinya, hal-hal seperti itu. + Adakah kenangan kehidupan gengmu yang dapat kamu ceritakan pada kami? Towards Eternity membutuhkan dukunganmu. Kami adalah organisasi non profit yang bertujuan menyebarkan pesan Islam ke seluruh dunia dalam sepuluh bahasa. Dengan dukunganmu, kamu dapat membantu orang masuk Islam, meninggalkan yang haram, mulai salat, memakai hijab, belajar membaca Al-Qur'an dan sebagainya.

Jadilah bagian dari semua amal baik ini, InsyaAllah. Mari donasi untuk Towards Eternity dan jangan lewatkan kesempatan emas ini. - Ya, ada banyak sekali. Aku ingat suatu kali aku... Aku ingat aku mencukur kepalaku dan aku memakai dua anting di telingaku. Aku ingat suatu kali kami baru pulang dari pesta, dan kami berjalan di persimpangan, Lawrence Street. Ada aku dan beberapa anggotaku. Kami turun dan menemui suatu area di depan. Kami melihat ada beberapa orang di jalan, dan saat itu sudah larut malam. Mungkin saat itu pukul 10 atau 11 malam. Dan saat kami mendekat, pria itu bertanya pada kami, "Hai, apa kabar? Apa yang kalian lakukan?" Jadi sekarang mereka...

Di Chicago dan berbagai tempat di Amerika Serikat, mereka punya gerakan tangan ini. Jika salah melakukan gerakan tangan, kamu bisa terbunuh. Jika kamu berada di area yang salah. hanya dengan gerakan tangan yang bodoh. Jadi, kami berkata, dengar... Pada titik ini, aku sudah bukan anggota geng, dan aku bersama kru. Jadi, ini bukan masalah geng, tapi orang-orang ini adalah anggota geng. Kami berkata, "Dengar, kami tidak berniat apa-apa." dan kami mencoba pergi. Namun, mereka tetap memaksa. Dan keadaan mulai memburuk. Lalu orang di depan kami yang terus memprovokasi. Aku tahu akan terjadi keributan, dan dia semakin dekat. Dan kamu harus membela diri, ya kan? Jadi, aku pukul orang itu.

Lalu orang lain melompat masuk, dan dari sana, seperti sekumpulan tikus, dari mana-mana, mulai keluar. Karena ada bar di sebelah kiri. Lalu orang-orang itu mulai bersiul. Jadi, kami berada di area mereka. Jadi, mereka keluar dan jumlahnya terlalu banyak. Jadi, kami mulai mundur. Namun, salah satu temanku, masih terperangkap di sana di tengah kerumunan orang yang memukuli mereka. Jadi aku lari kembali, melempar orang ini, melempar orang ini, berusaha mengeluarkannya dari sana. Sementara itu, salah satu dari mereka ambil pecahan botol lalu menusukku dari belakang. Saat itu aku tidak tahu aku tertusuk dan aku terus berlari. aku terus berlari saat kami menjauh, kami berlari, berlari.

Aku sudah berpikir, bagaimana kami akan balas dendam? Benar, itulah mentalitasnya. Jadi aku pergi, berpikir, oke, aku harus pergi, ambil sesuatu lalu kembali. Jangan biarkan orang ini lolos begitu saja. Itu pola yang terus berulang. Begitulah yang terus terjadi. Tapi saat aku melakukannya, aku dengar temanku memberitahuku, "Hei, kamu berdarah." Darahku mengalir deras dari punggungku. Lalu aku mulai pingsan, benar-benar pusing. Lalu mereka datang. Aku duduk. Alhamdulillah, kami sudah cukup jauh. Akhirnya, ambulans datang dan aku dibawa ke rumah sakit. Jadi itu adalah momen yang bisa saja... Itu bisa saja jauh lebih buruk. Aku bisa saja mati saat itu. + Lalu bagaimana dengan orang tuamu?

Bagaimana reaksi keluargamu terhadap kehidupan jalanan dan gaya hidupmu? Apakah mereka khawatir? - Ya, mereka sangat khawatir. Ini mungkin membuat mereka stres, terutama ibuku. Dia benar-benar sangat stres. Itulah mengapa pada suatu saat aku harus pergi. Aku meninggalkan Chicago, dan tinggal di Bosnia selama beberapa tahun untuk menjauh, mencoba untuk berubah, mengubah lingkungan. Itu seperti sebuah hadis. Apa yang kita dengar mengingatkanku pada orang yang membunuh 99 orang. Aku tidak pernah membunuh siapa pun, tetapi hadis menyatakan bahwa orang itu pergi dan meminta bantuan dari seorang ulama, orang yang terpelajar. Orang itu memberinya nasihat untuk pergi.

Ya, selalu ada harapan, selalu ada belas kasihan. Tapi kamu harus keluar dari lingkungan ini, kamu harus memilih beberapa teman baru. Lalu aku meninggalkan negara itu. Itu masa kegelapan. Allah menggambarkan dalam Al-Qur'an, berbagai hewan. Mereka memiliki tujuan. Sapi dan ciptaan yang berbeda. Dia makan, tidur, pergi ke kamar mandi. Jadi manusia bisa lebih buruk daripada hewan karena hewan menjalankan fungsinya. Tetapi manusia sekarang. Apa yang kamu lakukan? Kamu hanya menjalani hidup tanpa peduli. Aku rasa begitulah keadaan hidupku dan kebanyakan orang. Aku tidak benar-benar berpikir lebih dalam, berpikir dan merenung. Apa tujuannya. Bukan sarana untuk mencapai tujuan.

Oke, keluarga, uang. Bagaimana jika tidak bisa punya keluarga? Bagaimana jika kamu tidak menghasilkan uang. Atau kamu menghasilkan uang. Kita memiliki banyak contoh orang yang menghasilkan miliaran, tetapi mereka melompat keluar gedung, bun*h dir*. karena itu tidak mengisi kekosongan di hati. Rasanya seperti menjadi zombie. Orang-orang hanya pergi dari satu pesta ke pesta lainnya, dari satu film ke film lainnya, dan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Uang, seperti lingkaran. Senin sampai Jumat, pesta. Kembali ke hari Senin dan hal yang sama terulang lagi. + Jika aku menanyakan penyesalan terbesar tentang kehidupan masa lalumu, apa penyesalan itu?

- Penyesalan terbesar menurutku, adalah bergaul dengan teman yang salah. Aku bertemu dengan seseorang bernama Paxton. Dia adalah seseorang yang sangat aku kagumi. Dan ini mungkin salah satu penyesalan terbesarku. Dia adalah orang yang menempuh jalan yang salah. Dan aku meniru orang ini. Dan itu membuka pintu fitnah. Itu membuka pintu untuk masuk geng, membentuk ke kru, terjerumus ke semua kehidupan itu. Itu adalah penyesalan terbesarku. Namun pada akhirnya.. Maksudku, ini adalah takdir Allah. Ini adalah hal yang membentuk diriku. Namun jika kau bertanya padaku dari sudut pandang logis, itu akan membuatku menguraikan pentingnya memiliki teman baik. Temanmu seperti lift.

Mereka membawamu naik dan turun. Jadi pilihlah teman baik. Benar-benar bergaullah dengan orang baik, karena teman, mereka benar-benar berdampak padamu. + Bisakah kamu ceritakan pada kami saat hidupmu mulai berubah? Saat kamu bertanya, apa yang sedang aku lakukan? Ke mana tujuan semua ini? - Jadi, aku telah melalui suatu titik di mana, aku telah mengalami banyak hal berbeda dalam hidup. Aku semakin tua sekarang. Jadi aku mulai melihat uban muncul, semuanya terasa tidak sama. Dan aku mulai... Saat itu bulan Ramadan. Itu kejadian penting. Keluargaku, itu semacam... Kamu pernah mendengar istilah Muslim Ramadan?

Terkadang dalam budaya kami, sebagian orang akan berpuasa atau berhenti minum alkohol selama sebulan. Seperti itulah keadaanku saat itu. Baiklah, aku akan mencoba berpuasa. Aku akan meneruskannya dan berhenti minum alkohol. Lalu aku mendengar sebuah cerita, aku punya... Saudara perempuanku cerita tentang seseorang yang telah meninggal. Lalu, sang imam mengizinkan putra orang tersebut, yang tanpa sengaja menjatuhkan dompetnya di kuburan saat pemakaman. Cerita ini benar atau tidak? Kita tidak tahu.

Namun, kenyataan dari kisah ini dan menghubungkannya dengan Islam benar-benar mengguncangku karena saat mereka menggali kuburan, karena anak itu menjatuhkan dompetnya ke dalam kuburan, dan dia harus kembali ke Jerman atau ke suatu tempat. Jadi mereka mengizinkannya menggali kuburan, dan mereka mengeluarkan mayatnya dan mayatnya telah disiksa. Jadi aku berkata, "Apa ini? Apa yang terjadi dengan ini?" Aku menceritakan kembali kisah ini pada pamanku. Dan pamanku memberiku sebuah buku berjudul "Kehidupan, Kematian, dan Akhirat di Alam Kubur." Dan ini konsep dalam Islam yang kita yakini, bahwa ada kehidupan akhirat. Lalu sebelum sampai di Hari Penghakiman, kamu ada di alam kubur.

Ini kenyataannya bagi kita semua. Jadi aku benar-benar merenungkan kisah itu, kematian. Dan aku benar-benar berpikir, aku akan ada di kuburan itu. Aku ingat pernah pergi ke pesta, dan liftnya rusak. Ada banyak orang di sana, kami berada di sana sekitar setengah jam sampai pemadam kebakaran datang mengeluarkan kami. Itu seperti pertanda yang Allah kirim padaku. Jadi aku membayangkan berada di lift yang penuh sesak dengan orang, dan aku berkeringat. Menit pertama, oke, aku bisa tenang. Kedua... Bayangkan kamu mengalami klaustrofobia. Lalu aku menghubungkan cerita ini dengan berada di lift ini sekarang. Aku membayangkan, lihat di mana aku berada. Ke mana aku akan pergi?

Aku akan pergi ke pesta ini. Lihat, liftnya rusak. Aku sudah mengalami transisi ini. Aku sedang memikirkan tujuan hidup. Sekarang, aku membaca buku ini. Kuburan, kita akan berakhir di sana. Bagaimana jika aku meninggal dalam keadaan ini? Bagaimana jika aku meninggal dalam kondisi ini, pulang dari pesta, dan tidak menjalani tujuan hidup yang benar seperti yang diinginkan Allah Sang Pencipta. Itulah momen di hidupku yang sungguh-sungguh... Kematian, memikirkan kematian, akhirat. Hal itu yang sangat-sangat memotivasiku. + Lalu kamu mencari tahu... Kamu mulai mencari tahu agama lain atau hanya Islam? - Nah, pada saat itu aku ingin tahu, apa yang Allah inginkan dariku?

Apa yang Sang Pencipta inginkan dariku? Yang pertama harus kulakukan adalah salat. Jadi, aku langsung memulainya. Aku mulai belajar cara salat. Bahkan aku memasang headphone di telingaku, dan aku membaca buku Yusuf Islam, mantan penyanyi Cat Stevens. Dia menulis tata cara salat. Jadi aku mempelajarinya. Jadi aku jadi berpikir, oke, ini yang Allah inginkan dariku. Aku harus aman, oke? Karena jika kematian datang... Tapi pada saat yang sama, di kepalaku, aku berpikir, bagaimana aku tahu? Karena sekarang setan datang dan keraguanku mulai datang Bagaimana aku tahu ini adalah kebenaran? Bagaimana aku tahu 100% ini kebenaran? Baiklah, di situlah aku harus benar-benar menyelidiki.

Jadi aku mulai menyelidiki, ya kan? Aku mengambil pendekatan analitis ilmiah. Aku melihat semua agama yang berbeda, membuka buku agama dunia, dan aku mulai melihat, oke, bagaimana aku tahu Kekristenan bukanlah kebenaran? Bagaimana aku tahu Buddha bukanlah kebenaran? Bagaimana aku tahu semua isme lainnya? Ada begitu banyak agama yang berbeda. Jadi saat kamu mempelajari Tauhid, tentang monoteisme murni, sekarang aku melihat agama Kristen. Kristen memanggilmu untuk menyembah Yesus, yang kami cintai dan hormati sebagai utusan mulia. Hal ini lalu mengarahkan ke hal yang harus kupahami dengan logika yang rumit. Trinitas. Tuhan adalah Bapa, Putra, Roh Kudus, Bukan tiga, tapi satu.

Lalu kamu melihat keasliannya. Ada kitab-kitab, Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Dan tak ada dari kitab itu menurut para ahli Alkitab, tak satu pun yang ditulis oleh mereka sendiri. Jadi, kitab-kitab itu dianggap ditulis oleh penulis anonim. Itu pun juga tidak masuk akal. Jadi, kamu memiliki keasliannya. Kamu memiliki pesannya. Itu adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan fitrah, sifat bawaan. Lalu aku beranjak dari situ dan melihat semua agama lainnya. Misalnya, mempelajari agama Hindu, kamu menyembah... Itu hampir sama dengan paganisme. Kamu menyembah berbagai bagian dari ciptaan sapi, tikus, atau perwujudan sesuatu yang mengatakan, Tuhan ada di sini, di mana-mana.

Tidak ada yang masuk akal. Sekali lagi, beralih ke berikutnya, pemujaan leluhur. Jika kamu tahu, penyembahan api, penyembahan leluhur, orang-orang di masa lalu, orang-orang di kuburan mereka. Patung, semua yang dapat dibayangkan manusia pada suatu waktu... Satu per satu kamu mulai menyadari bahwa semua itu, dalam berbagai bentuk, mengajarkan penyembahan ciptaan, untuk menyembah selain Tuhan, untuk menyembah selain Allah. Tauhid, monoteisme Islam yang murni dan absolut. Begitu aku memahami dan benar-benar berpegang teguh pada monoteisme, monoteisme murni Islam, itu menjadi tolak ukurnya. Itulah yang membantuku membedakan kebenaran dari kepalsuan.

Jadi dari sana, selangkah demi selangkah, butuh waktu. Jadi aku langsung berhenti minum alkohol. Aku langsung mulai salat. Aku mulai, sungguh, aku bersikeras. Aku harus melakukan apa yang Allah inginkan dariku, karena kematian... Sekarang aku benar-benar berada di titik itu. Kematian itu pemicunya. Itu benar-benar membuatku takut. Jadi perlahan-lahan, caraku menghasilkan uang, dari teman-teman, semua hal itu. Itu adalah ujian. Jadi sekarang, kamu dihadapkan pada kebenaran. Apakah kamu akan mengikuti kebenaran, atau akankah kamu akan tetap terus membuat alasan dan bertahan di lingkungan itu? dan kemudian kamu akan kehilangan berkahmu? Aku memilih Islam daripada semua hal ini, Alhamdulillah.

+ Ketika kamu bisa hidup tanpa batasan, bergerak sesuka hati, Saat kamu bisa melakukan apa pun, kapan pun dan bagaimana pun caranya. Bukankah sulit beralih ke gaya hidup yang memiliki aturan seperti dalam Islam? - Tidak, justru lebih terstruktur. Lebih masuk akal untuk membantumu... memiliki hidup yang lebih terorganisir, membantumu untuk terstruktur seperti dalam bisnis. Jika seseorang ingin sukses, harus ada semacam blueprint yang kamu ikuti dan lalu bimbingan itu... Seperti kamu memiliki mentor. Seseorang yang benar-benar kamu hormati, seorang pengusaha keuangan, seseorang yang telah menghasilkan miliaran dan orang itu sekarang...

jika ingin menghasilkan miliaran, orang itu akan memberi tahumu caranya. Jadi, jika kita ingin sukses, ada Sang Pencipta yang memberi tahu cara mencapai kesuksesan itu. Dan itu luar biasa. + Jadi mungkin setelah kamu mulai serius dengan agamamu, lalu peristiwa 9/11 terjadi dan... - Menjadi lebih sulit. Ya, itu jauh lebih sulit. Ya. Jauh lebih sulit karena orang-orang sekarang... Informasi tentang Islam, semua orang berpikir, "Oke, Islam mengajarkan terorisme. Islam itu biadab, penuh kekerasan." Padahal sebaliknya. Tugas kita adalah terus bergerak maju dan membantu orang-orang memahami Islam dan Muslim dengan lebih baik. Itulah, menurutku, sebuah panggilan. Itu adalah...

Aku memiliki hasrat dan keinginan yang kuat untuk melakukannya, karena aku melihatnya, itu bukanlah sesuatu... Jika kamu harus terus maju dan menjual produk pada orang-orang yang benar-benar mendapat ulasan buruk, tidak bekerja dengan baik, kadang berhasil, kadang tidak. Namun Islam berasal dari Sang Pencipta. Islam itu sempurna. Islam itu sempurna. Islam bukanlah agama atau cara hidup buatan manusia. Islam berasal dari Tuhan, dari Sang Pencipta. Kepatuhan pada kehendak Tuhan yang Esa. Itulah arti harfiahnya. Jadi sekarang saat orang-orang melanjutkan dan mencari tahu seperti yang kulakukan, jika mereka tulus, mereka akan melihat hal yang sama.

+ Jadi kamu juga melihat Al-Qur'an tentu saja, dan membacanya. - Ya. + Apakah ada Surah atau ayat tertentu yang benar-benar menyentuhmu atau berdampak padamu? - Sangat banyak, begitu banyak. Namun satu hal, "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram." Aku ingat pernah membaca ayat ini dan aku menjadi emosional. Karena aku mulai merasakan ketenangan. Dari gelisah, aku mulai merasakan ketenangan di hatiku. Dan saat aku mulai menerapkan yang Allah perintahkan, aku mulai merasakan Sakinah, ketenangan, kedamaian, di mana banyak orang rela mengeluarkan banyak uang dan harta tapi tidak bisa mendapatkannya.

Mereka memiliki segalanya secara materi, tapi tidak menemukan kedamaian itu, apa yang Allah bicarakan dalam ayat itu. + "Menurutmu, apa hal paling berkesan dari kehidupan Nabi Muhammad SAW? - Aku menceritakannya pada keluarga. Aku sering menceritakannya. Saat kita membuka Al-Qur'an dan membacanya, atau kamu membaca Hisnul Muslim, menurutku, pikirkan hal-hal umum ini sebelum kita membahas semua keajaiban Al-Qur'an, nubuat-nubuatnya. Manusia yang punya waktu untuk menyusun semua ini? Akal sehat. Bagaimana? Itu tidak masuk akal. Ketika dia ditawari, seperti politisi zaman kita, hanya pergi dan menggoda mereka dengan sedikit suap, sejumlah uang, menawarkan mereka semacam...

Seperti kebanyakan orang yang dibeli. Dia ditawari setiap... Apakah kamu menginginkan wanita? Kami akan memberikannya. Kamu menginginkan status, kekuasaan? Kami akan menjadikanmu pemimpin kami. Raja kami. Apakah kau menginginkan... Apa pun yang kamu inginkan. Ketenaran, uang, status. Dan dia berkata, "Lihat, jika kau meletakkan bulan di tangan kananku, matahari di tangan kiriku. Tidak peduli apa yang kamu berikan padaku, aku tidak akan meninggalkan misi ini, La ilaha illallah. Itulah yang sangat membuatku terkesan. + Jadi pada masa itu, kamu muncul dengan ide Deen Show? Bisakah kamu ceritakan prosesnya? - Ya. YouTube baru saja dimulai saat itu.

Aku sedang mempersiapkan diri untuk pergi haji untuk pertama kalinya. Jadi, ada seorang Syekh, Syekh Mohamed Sayed Ali. Dia adalah seorang yang pernah aku temui. Dan kami memutuskan untuk, "Oke, mari kita rekam ini." Jadi kami mengadakan diskusi panel kecil tentang berbagai pertanyaan. Kami merekamnya. Dia berkata, "Wah, ini bagus." Aku berpikir ke depan dan menyadari banyak orang dalam budaya ini tidak suka hanya mendengarkan ceramah. Mereka tidak terbiasa dengan itu. Mereka mau melihat... Mereka lebih suka wawancara seperti yang kita saksikan sekarang. Aku berpikir, "Oke, mari kita coba." Lalu berhasil. Kami membuat lebih banyak episode.

Kami mulai menayangkannya dan aku bilang, "Wah, ini cara yang bagus untuk menjangkau banyak orang”, untuk maju dan membuatnya interaktif. Aku memahami ritme budaya dan pertanyaan yang sering orang tanyakan. Aku tahu pertanyaan bagus, yang ada di benak orang-orang. Aku mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu. Kami mulai menyampaikannya dan Alhamdulillah, dari sana segalanya mulai ada kemajuan. Alhamdulillah. + Apakah kamu ingat syahadat pertama yang mungkin terjadi melalui perantaramu? - Aku pemegang sabuk hitam tingkat empat di jiu jitsu Gracie Brasil. Jadi, aku sering berbagi dengan beberapa muridku. Banyak dari mereka yang akhirnya juga bersyahadat.

+ Bagaimana perasaanmu saat pertama kali mengalami momen ini saat muridmu bersyahadat? Itu adalah perasaan yang baik. Sebuah kegembiraan. Sungguh menyenangkan melihat orang-orang... Itu tidaklah sulit. Itu sangat mudah. Sembahlah satu Tuhan, bukan ciptaan. La ilaha illallah. Tidak ada yang layak disembah kecuali Sang Pencipta, dalam bahasa Arab. Dan Muhammad adalah utusan terakhir dan penutup, sama seperti Yesus adalah seorang utusan, Ibraham, Musa. Itu sesuatu yang masuk akal dan mereka tidak menolaknya. Kadang, kita harus jelaskan berulang kali untuk menghilangkan keraguan. Selalu ada keraguan. Kamu menjelaskannya, berulang kali.

Mereka sadar, "Oh, ternyata Islam tidak seperti yang selama ini aku dengar dari para penyebar kebencian dan industri Islamofobia." + Jadi kamu juga berdakwah di jalanan, ya kan? karena kamu sangat bersemangat. Jadi, bagaimana kamu mendekati orang-orang? Aku mendengar cerita dari salah satu wawancaramu, kamu langsung mendekatinya. Bisakah kamu ceritakan upayamu tentang hal ini? - Jadi, kenangan itu.. Ya. Nah, saat kita turun ke jalan, kita sudah siap pergi ke sana dan memberikan mereka, atau kamu melihat beberapa orang, dan ada kesempatan. Karena orang-orang di luar sana menjual produk, menjual produk yang mungkin membantu mereka membersihkan lantai lebih baik dari vakum.

Tapi kamu sungguh ingin membantu. Allah berfirman dalam Al-Qur'an, menyelamatkan satu orang sama dengan menyelamatkan seluruh dunia. Bayangkan menyelamatkan orang dari api neraka. Karena ada dua tujuan saat kita meninggal, surga dan api neraka. Suatu hari aku keluar bersama sahabatku, Dokter Sabile dan yang lainnya, untuk pergi ke jalan dan membagikan pamflet tentang tujuan hidup, tentang Yesus, Al-Qur'an. Ada banyak orang. Saat kami di sana dan mereka akan datang. Momen yang tak terlupakan saat kami duduk di sana dan ada yang datang dan bicara dengan mereka selama beberapa menit. Lalu mereka masuk Islam.

Namun sebenarnya, Allah telah mempersiapkan hati mereka, dan Alhamdulillah, hidayah itu akhirnya muncul saat itu. Itu sungguh perasaan yang luar biasa. + Apa reaksi paling negatif yang kamu terima dari seseorang saat kamu berdakwah? - Penghinaan terhadap Nabi muhammad. Ada yang menyebutku teroris, agama teroris, hal-hal yang seperti itu, yang tanpa dasar... Orang-orang tidak punya argumen yang cerdas. Jadi mereka akan menyerang tanpa dasar. Mereka marah pada diri sendiri. Mereka tidak punya tujuan hidup. Mereka marah karena jika kamu Kristen yang taat, kamu tidak akan bertindak seperti itu, tidak seharusnya seperti itu.

Karena Yesus mengajarkan kasih, "Pangeran Kedamaian." Tetapi kamu di sini menghina. Itu bukan kasih untuk sesama. Kamu tidak akan bisa menarik seseorang ke Kristen atau agama apa pun yang kamu anut, ya kan? Semua agama punya konsep menjadikan diri manusia yang baik. Itu bukan menjadi manusia yang baik. Kamu hanya menjadi manusia jahat. Sekarang kamu menghina. Kita bahkan tidak seharusnya melakukan itu. Kita tidak menghina agama orang lain dan tidak menghormati Yesus. Allah berfirman, "Jangan menghina Tuhan mereka karena mereka akan menghina Tuhanmu." Jadi, kami tidak melakukan itu. Aku menceritakan sebuah kisah.

Aku bersama anakku dan saudaraku yang lain, dan aku mengajak mereka pergi dan membeli makanan. Mobilku berbelok ke kanan. Tiba-tiba, "Ada apa ini? Ini mobil sewaan. Kenapa malah bermasalah?" Tidak lama kemudian, aku menyadari, saat saudaraku keluar dari mobil, bahwa ban kami kempes. Jadi kami berhenti di restoran, dan aku menelepon layanan derek, dan berpikir, "Aku harus mengganti ban sekarang.." Jadi aku memberi tahu anakku, "Ikutlah denganku." Kamu selalu ingin mencari kebaikan dalam situasi apa pun. Aku pikir sekarang yang tepat untuk mengajarkan anakku keterampilan hidup. Mengganti ban. Jadi, aku melepas ban yang rusak. Alhamdulillah. Aku menaruh ban itu di bawah mobil.

Saat aku mendongkrak mobil... Jadi, saat aku mendongkraknya, bukan seperti ini, tapi seperti ini, untuk memasang ban cadangan, mobilnya jatuh. Mobilnya mundur. Alhamdulillah, ban satunya masih terpasang. Ryan muncul entah dari mana. Saat itu aku tidak tahu namanya. Jadi Ryan muncul. Dia bertanya, "Apa yang terjadi? Oh, itu pernah terjadi padaku sebelumnya. Kamu harus meletakkan dongkrak seperti ini dan itu dan lainnya..." Dan kami mulai bicara. Dia ada di luar sana. Dia pria non-Muslim, pria yang sangat hebat. Dia membantu, membuatnya kotor.

Aku mendekatinya dan bilang, "Perlu aku ambilkan sesuatu?" Dia berkata, "Tidak, tidak, tidak perlu." Kami mulai mengobrol dan akhirnya itu kesempatanku berdakwah. Jadi aku menyampaikan pesan. Aku selalu suka terus menyampaikan pesannya. Akhirnya, aku bertanya padanya. Aku sering melakukan ini. Aku bertanya, "Apa yang kamu ketahui tentang Islam? Apa yang kamu ketahui tentang Islam?" Dan Ryan mengatakan bahwa, "Aku tidak tahu apa pun kecuali apa yang aku pelajari saat Twin Towers runtuh." Jadi dia tidak tahu apa-apa. Ini tidak ada hubungannya dengan Islam. Jadi dia bukan berada di titik nol, tapi di negatif. Aku mengundangnya ke Deen Center, ke Deen Center, tapi kami baru saja...

Keesokan harinya, kami kedatangan Royce Gracie. Dia seperti Michael Jordan di MMA, dunia seni bela diri. Tetapi inti ceritanya, dia berjalan melewati Deen Center. Kami menunjukkan semuanya kepadanya. Kami ikut bersamanya dan Sheikh Othman dan aku sendiri. Dan akhirnya dia bersyahadat. Itulah Syahadat pertama kami di Deen Center. Alhamdulillah. + Bagaimana rasanya? Dia benar-benar panutanmu dalam seni bela diri. - Rasanya sulit dipercaya. Rasanya seperti, Subhanallah, Apakah ini benar-benar terjadi, aku tidak bisa... Sudah banyak sekali kami, kami... Hanya untuk berpikir, "Oh, dia akan datang." Sekali lagi bagi orang yang mengenal Royce Gracie, inilah Michael Jordan dari dunia seni bela diri.

Siapa pun yang mengenal Khabib lalu menonton UFC. Jika kembali ke akar sejarahnya, saudaranyalah yang memulai Ultimate Fighting Championships. Dan dialah yang pertama, kedua, dan ketiga. Dialah sang juara dan dialah yang mencatat sejarah. Dialah alasan orang-orang seperti Khabib dan lainnya, menekuni olahraga ini untuk ingin menjadi juara UFC. Itu karena pria ini, Royce Gracie, dan dia akhirnya mengucapkan syahadat, yang pertama di Deen Center. Itu sungguh mengejutkanku. Alhamdulillah. + Bagaimana kamu melihat masa depan Islam di Amerika? Apakah kamu optimis? - Ini adalah sebuah ramalan. Kita melihatnya terwujud dengan atau tanpa kita. Seperti saham yang terus tumbuh.

Aku baru saja melihat ini, dan aku sudah melihatnya sejak lama. Ada beberapa orang yang sangat Islamofobia... Ada seorang wanita bernama Candance Owens, dan baru-baru ini, dia meminta maaf kepada umat Muslim. Kami melihat beberapa karyanya dari sebelumnya, dan dia akan mendatangkan para Islamofobia yang mendukungnya, bahkan Muslim palsu ini, mereka akan muncul, mereka ditempatkan di luar sana dan mereka akan mendatangkannya, dan mereka akan memberikan pandangan yang menyimpang tentang Islam. Kenapa tidak kita bawa juga, kita punya konsensus yang kredibel orang yang melihat orang ini, ulama ini, ini. Kenapa kamu pilih-pilih orang? Orang-orang ini sudah didiskreditkan.

Jadi dia akan bawa orang-orang seperti ini karena perusahaan tempatnya bekerja. Namun, melihat orang seperti itu, dan melihat pendeta yang juga telah aku wawancarai... Dari dia melihat itu, lihat, aku diajari... Dia juga berkata, "Aku merasa tidak enak." Dia meminta maaf kepada umat Islam. Ini seperti perubahan iklim dan atmosfer. Dia seperti berkata, "Aku tidak percaya apa yang dialami umat Muslim setelah 9/11." "Aku diprogram untuk percaya mereka semua teroris. Lalu aku mewawancarai seorang pendeta, pendeta senior, Pendeta Rick." Dia bekerja di CNN, CBN, Christian Broadcast Network.

Dia berkata, "Eddie, dengar, maaf, mereka mengajari kita..." Dan ini juga datang dari industri ini Mereka mendorong melalui film-film. Dan dia berkata, "Eddie, mereka masuk ke gereja-gereja, dan kami diajari itu, dan aku akan percaya bahwa mungkin umat Muslim akan datang dan menusukku atau semacamnya." Dia berkata, "aku merasa sangat bodoh. aku merasa malu dan aku minta maaf." Sekarang orang-orang seperti terbangun, dari trans yang mereka alami, dari pemrograman. Jadi ini adalah perubahan yang hebat. Dan tampaknya ada sedikit harapan sekarang, Alhamdulillah, dan kita melihat, inilah yang Allah katakan pada kita.

Kita melihat ketika semua hal ini terjadi, seperti apa yang terjadi, genosida modern ini di Gaza itu terjadi. Apa yang orang-orang sekarang... Mereka sedang menyelidiki, Mereka mencari, mengapa, bagaimana, orang-orang ini memiliki kekuatan itu. Mereka masih memuji Allah Yang Maha Tinggi. Dan banyak yang bahkan telah masuk Islam karena ini. + Bagaimana seseorang dapat mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berubah dan menjadi seorang Muslim yang taat? Atau mungkin kembali ke Islam seperti yang kamu lakukan? - Tidak ada waktu selain saat ini jika kau menonton ini. Jika Allah memberimu kesempatan sekarang setelah hatimu melembut, itu beresonansi dan masuk akal.

Sebelum kau kembali ke ganja dan obat terlarang dan alkohol dan klub, kamu harus memanfaatkan kesempatan itu. Bersujudlah sekarang juga dan mintalah petunjuk. Aku selalu memberi tahu orang-orang, lalu mulai mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mempelajari Islam, untuk mengeksplorasi. Dan aku beritahu, hal-hal menakjubkan akan terjadi. + Saudara Eddie, terima kasih banyak telah berbagi ceritamu dengan tulus. + Semoga Allah membalasmu atas semua - Aamiin pekerjaan yang telah kamu lakukan untuk umat. Jazakallahu khair. - Aamiin. Terima kasih saudaraku. Terima kasih. Jazakallahu khair.
