# “Aku Tenggelam dalam Depresi Hingga Islam Menyelamatkanku” - Kisah Mualaf Luar Biasa @WAYOFLIFESQ

- Language: id
- Published: 2026-08-26
- Canonical: https://blog.towardseternity.com/id/blog/i-was-drowning-in-depression-until-islam-saved-me-the-incredible-revert-story-of-at-wayoflifesq
- Source video: https://www.youtube.com/watch?v=9M-T0pFPPr4
- Channel: Towards Eternity

This is the cleaned transcript of the source video. The speech is unaltered.

---

Kenangan tentang wanita itu, Aku terus memikirkan wanita itu. Aku tidak bisa melupakannya. Dia benar-benar ada dalam pikiranku setiap saat. Jadi, saat itu aku sedang mengemudi di jalan tol, Sekitar 120, 128 KM per jam. Dan aku menginjak gas. Tangan di sini. Dan aku memejamkan mata. Lima. Empat. Tiga. Dua. Satu. Dan pada titik ini, aku menyadari bahwa aku harus mencari sesuatu yang lebih dalam dan bermakna. Sekarang aku mulai berpikir untuk melihat buku dan berbagai kepercayaan untuk membantuku. Jadi aku mempelajari Buddhisme, mempelajari Hinduisme, mempelajari Taurat, mempelajari Injil, Alkitab. Dan semuanya sama sekali tidak masuk akal bagiku. Aku mengunduh aplikasi Al-Qur'an.

Aku baru saja mulai membacanya. Dua puluh menit telah berlalu. Dan aku seperti, tunggu, tunggu sebentar. Aku tidak memikirkan wanita itu selama 25 menit terakhir. Ini luar biasa. Lalu aku menemukan ayat ini. Bagaimana Al-Qur'an tahu itu? Tidak mungkin ia mengetahuinya. Bagaimana ia tahu itu? + Assalamu'alaikum, Saudara SQ. Terima kasih banyak telah menerima undangan kami. Kami sangat senang kamu bersama kami. Dan aku ingin mulai dengan bertanya, siapa Saudara SQ? Bisakah kamu menceritakan secara singkat tentang kehidupanmu? - Aku menggambarkan diriku sebagai seorang yatim piatu dari Bronx, hanya seorang pria biasa. Awalnya sederhana.

Aku mengalami banyak hal dalam hidup, dengan keluargaku, ayahku. Kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan. Aku seorang pengungsi. Orang-orang tidak mengetahuinya, karena ayahku, Subhanallah, sangat kasar pada ibuku, padaku, dan saudara perempuanku. Hanya aku dan saudara perempuanku. Subhanallah. Penganiayaan bertambah dan semakin parah semakin parah dan semakin parah hingga nyawa kami terancam. Suatu hari, saat Ayahku baru saja tidur, kami melarikan diri. Aku datang ke New York, New York, tanggal 10 September 2001. Beberapa jam sebelum 9/11. Dan aku bukannya tidak tahu apa itu 9/11, tetapi ini mengubah hidupku sepenuhnya.

Jika kamu berkulit sawo matang dan kamu sedikit berbeda, kamu akan dikritik, kamu akan diganggu. Kamu akan mendapatkan segalanya. Aku ingat hari pertama sekolah, semua orang berkata, "Yo, di mana Bin Laden?" Dan mereka belum tahu banyak. Mereka masih anak-anak, kau tahu? Mereka hanya tahu apa yang didengar orang tua mereka dan apa yang diberitakan oleh berita. Islamofobia saat itu sangat buruk. Jika sekarang kamu menganggapnya buruk, saat itu, mereka tidak tahu apa-apa. Dan aku mengaitkannya dengan Islam. Seperti, Islam ini sudah menyebabkan begitu banyak masalah bagiku, dan aku tidak ingin terlibat dengan hal ini. Seperti, itu tidak ada hubungannya dengan...

seluruh kejadian ini dan tidak ada hubungannya denganku. Mereka menuduhku atas sesuatu yang tidak ada hubungannya denganku, ya kan? Aku tidak ingin terlibat dengan hal itu. Jadi bagiku saat itu, Islam dan terorisme adalah satu kesatuan. Islam dan terorisme adalah satu kesatuan, aku percaya itu. Ya, Muslim adalah teroris, ya seperti itulah. + Meski dulu kamu seorang Muslim? - Ya, aku percaya itu. Jadi, saat masih kecil, melihat hal itu tumbuh, aku tidak ingin berhubungan dengan Islam. Saat orang bertanya dari mana asalku, aku akan menjawab aku orang Puerto Rico. Aku akan memberi tahu mereka aku orang Dominika.

Bahkan, aku akan memberi tahu mereka aku orang Meksiko, tapi aku tidak akan memberi tahu mereka aku orang Pakistan. Di New York, ada detektor logam di sekolah kami. Aku tahu itu agak aneh. Jadi aku memastikan bahwa tidak ada metal sama sekali di tubuhku. Mengapa? Karena jika itu bunyi saat aku lewat, aku akan mendengar, "Yo, dia punya bom." "Yo! Teroris." Itu nama panggilanku. Teroris adalah nama panggilanku. Sekarang, coba bayangkan jadi aku, seorang anak berusia 14 tahun atau 15 tahun. Kamu ingin menjadi seorang Muslim? Tentu saja tidak. Menjadi Muslim adalah hal utama yang menghalangiku untuk bahagia. Itulah yang aku rasakan dan yakini. Menjadi seorang Muslim menghalangiku untuk bahagia.

Membuatku menjauhinya. Apa pun yang diinginkan nafsuku, aku lakukan. Jika aku ingin seorang wanita, akan kudapatkan. Jika aku ingin nark*ba, akan kudapatkan. Hal yang nikmat saat ini, tapi lalu ia menginginkan lebih di kemudian hari. Tetapi itulah yang membuatku menemukan depresi yang sebenarnya dalam hidupku, yang menyebabkan aku benar-benar mencapai titik terendah, depresiku. Membuatku benar-benar ingin b*nuh d*ri. Jadi itulah yang membuatku benar-benar menjauh dari Islam. Ibuku, Subhanallah, saat berjalan, jika aku berjalan dengan ibuku, Aku biarkan Ibu jalan di depan jadi aku tidak di sampingnya. Agar orang-orang tidak tahu itu ibuku. Itu buruk.

Aku tidak bangga mengatakan itu, tapi harus kuberi tahu, inilah yang aku alami. Kau tahu, ibuku harus menghadapi begitu banyak hal, karena kami masih, ingat, kami masih remaja yang suka memberontak. Itu masih terjadi, kau tahu? Dan semua hal yang aku bicarakan ini, jahiliyah dan haram, orang yang harus benar-benar menghadapinya adalah ibuku. Ibukulah yang tidak bisa tidur sepanjang malam ketika aku pergi ke klub malam. Kau tahu, saat kamu tak pulang, orang-orang tak menyadarinya, wallahi. Dan jika aku masuk surga, itu karena ibuku. Ibu akan berdoa untukku. Dia berdoa untukku. Dia berdoa untukku. Dia berkata, "Semoga Allah memberinya petunjuk." Dan itu tidak terjadi dalam semalam.

Itu tidak terjadi dalam sebulan. Butuh waktu bertahun-tahun. Butuh waktu. Kau tahu, dia datang ke sini. Ibu tidak bersekolah formal atau apa pun. Dia akan bekerja di, seperti, pom bensin dan semacamnya. Shift larut malam. Malam hari, kawan. Malam hari. Saat orang-orang terburuk dari yang terburuk ada di sana. Seorang wanita di pom bensin. Dia bekerja di sana, dan putranya memaksanya dengan uang yang didapatnya, untuk membelikanku sesuatu yang bagus. "Apa yang Ibu berikan padaku? Mereka menertawakanku di sekolah. Sepatu kets apa ini? Oh, aku harap kamu berpendidikan. Ibu macam apa Ibuku ini? Aku harap kamu berpendidikan. Lakukan sesuatu agar kamu bisa menafkahi kami." Bayangkan.

Orang-orang bertanya apa pekerjaan ibuku. Aku saat itu sangat malu dengan ibuku. Aku malu padanya. Lihat apa yang dilakukannya. Dia bahkan tidak bisa menyediakan atap di atas kepala kami. Audzubillah, anak macam apa aku ini? + Pola pikir seperti apa yang kamu miliki saat itu, Dapatkah kamu menggambarkannya melalui pengalamanmu? Apakah kamu benar-benar bahagia dengan gaya hidup itu? - Akhirnya, aku merasa seperti bertemu wanita yang, ah, aku ingin bersama wanita ini, ini dia, ya kan? Tapi masalahnya dia punya pacar. Tapi Alhamdulillah untuknya. Semoga Allah membimbingnya dan memberkatinya di mana pun, dengan siapa pun atau di mana pun dia berada. Karena itulah yang membuatku masuk Islam.

Karena setelah kami putus, karena aku mulai memiliki begitu banyak perasaan padanya, setelah perasaanku begitu terikat padanya, aku bilang, "Kapan kamu mau putus dengan pria ini?" Hatiku benar-benar terpikat padanya. Aku rasa, aku harus mengakhirinya. + Towards Eternity membutuhkan dukunganmu. Kami organisasi non profit yang bertujuan menyebarkan pesan Islam ke seluruh dunia dalam sepuluh bahasa. Dengan dukunganmu, kamu dapat membantu orang masuk Islam, meninggalkan yang haram, mulai salat, memakai hijab, belajar membaca Al-Qur'an, dan sebagainya. jadilah bagian dari semua amal baik ini, InsyaAllah. Mari berdonasi melalui Towards Eternity, dan jangan lewatkan kesempatan emas ini.

- Hatiku benar-benar terpikat padanya. Aku rasa, aku harus mengakhirinya. Jadi aku mengakhirinya, oke? Aku akhiri semua itu dengannya dan aku kembali ke majikanku. Aku kembali ke nark*ba. Mengapa orang-orang mengonsumsi antidepresan? Aku akan memberitahumu alasannya. Karena kamu punya segalanya, kamu punya segalanya kecuali Allah. Jadi kamu tidak memiliki apa pun. Kamu menyadari bahwa kamu tidak memiliki apa pun, karena kamu tidak punya Allah di hidupmu. Jadi, saat itu aku sedang mengemudi di jalan tol, sekitar 120, 128 KM per jam. Dan aku menginjak gas, tangan di sini, dan aku memejamkan mata. Lima, empat. Tiga. Dua. Satu. Aku masih di sini. Dan aku berharap aku tertabrak.

Aku berharap sesuatu akan terjadi padaku. Karena aku sudah selesai. Aku tidak menginginkan semua ini. + Bagaimana kamu bisa keluar dari depresi ini? - Aku rasa bagiku, aku bahkan tidak menyadari kalau aku depresi sampai aku berhasil keluar dari masalah itu. Lalu aku sadar bahwa itulah yang telah aku hadapi selama ini. Kau tahu, aku ingat titik didihku terjadi ketika itu terlalu berat bagiku. Aku tidak bahagia. Aku bangun... Dan aku mengingatnya dengan sangat spesifik. Aku sedang mandi. Aku sedang berada di bak mandi, di pancuran air. Airnya menyala dan aku menangis di bak mandi. Aku menangis. Dari luar, kau tahu, sudah kukatakan, uang mengalir dengan sangat lancar.

Wanita datang silih berganti. Nark*ba, alkohol, pesta, popularitas, Semua yang aku inginkan, ya kan? Aku ingin menjadi populer, aku ingin dikenal. Aku adalah bintang pesta. Saat aku masuk, mereka akan berkata, "Yo, dia di sini!" "Teman-teman, ayo!" Mereka tahu itu aku. Pria itu menangis di toiletnya. Pria itu menangis dalam perjalanan pulang. Orang itu ingin b*nuh diri. Orang-orang seperti ini, setiap kali seseorang b*nuh diri, mereka akan berkata, "Tapi aku baru saja bicara dengannya, dia sangat bahagia." Kau tahu? Tidak ada seorang pun menunjukkan pikiran ingin b*nuh diri. Itu tidak akan terjadi. Tapi setan sedang berusaha membujukmu. Karena baginya, sangat penting bagimu untuk b*nuh diri.

Itu sangat penting karena itu adalah tiket yang sempurna, ekspres, VIP, kelas satu ke Neraka. Apa yang kamu lakukan? Setan menang dengan cara itu. Jadi aku di bak mandi dan aku menangis. Posisiku seperti janin. Hanya menangis, menangis, menangis. Dan Allah SWT memberiku inspirasi untuk berdoa kepada-Nya. Namun, aku tidak tahu bahwa aku sedang berdoa. Yang kukatakan hanyalah, "Jika ada sesuatu yang lebih dari ini, maka keluarkan aku dari situasi ini sekarang juga. Izinkan aku pergi, setelah aku menyelesaikan ini, meninggalkan tempat ini di jalur yang benar. Mengetahui apa yang harus aku lakukan, di jalan-Nya. Sebuah petunjuk, berikan aku sesuatu, agar aku tidak perlu mengalami ini.

Jika tidak, akhiri sekarang juga. Akhiri sekarang juga. Aku tidak ingin terlibat dengan hal ini." Jadi Alhamdulillah, mandi itu mengubah hidupku. Aku keluar dan saat itulah Allah SWT memberiku inspirasi. Namun, aku tidak mengetahuinya saat itu. Allah memberiku inspirasi untuk, kau tahu, pergi jalan-jalan ke Pakistan. Aku punya keluarga di sana, jadi mengapa tidak pergi ke sana? Oke, oke. Aku tahu ibuku akan pergi ke Pakistan. Sekarang dia sendirian. Aku berkata, "Bu, izinkan aku ikut." Dan pada titik ini, aku menyadari bahwa aku perlu mencari sesuatu yang lebih dalam dan bermakna.

Jadi sekarang, aku mulai berpikir untuk mencari buku dan berbagai kepercayaan untuk membantuku, dan berpikir tentang bagaimana aku mengatasi badai yang aku rasakan ini. Karena sekarang aku mulai menyadari bahwa ini tidak normal. Ini adalah sesuatu yang lebih dan lebih dalam. Jadi buku pertama yang benar-benar mulai aku baca adalah buku berjudul The Secret. Manifestasi, energi positif, berpikirlah positif, itu akan positif, ya kan? Alam semesta, tolonglah aku, alam semesta. Memanggil alam semesta, mencari tanda-tanda dengan... Angin bertiup, itu pertanda. Apa yang sedang kamu bicarakan? Jadi aku tahu ada beberapa kekurangannya.

Karena meskipun aku membacanya, depresiku yang sebenarnya tidak kunjung hilang. Pikiranku tentang wanita ini tidak kunjung hilang. Sebaliknya, itu akan terus datang dan muncul kembali dan aku harus keluar dari sana. Jadi suatu hari aku pergi ke toko buku, dan menemukan buku tentang Buddhisme. Dan mulai bicara tentang tujuh prinsip Buddhisme, hukum kebahagiaan dan semua jenis hal ini. Aku mencoba untuk benar-benar, benar-benar berlatih teknik meditasi ini. Tetapi bagaimana kamu bisa menutup mata dan mencoba menyingkirkan semua pikiran ini, berpikir, bernapas dan berpikir, berfokus pada semua hal ini? Namun, hal itu tidak akan hilang, karena hal itu masih merayapi dirimu.

kamu pikir kamu hanya perlu berpikir positif. Itu tidak berhasil. Dan aku juga mengambil Alkitab, pada saat itu. Dan aku mulai membaca Kitab Kejadian, dan juga semua kitab itu. Jadi meskipun aku membacanya, aku menemukan kekurangannya. Namun pada saat yang sama, hal itu tidak berpengaruh pada hatiku. Benar-benar tidak. Itu tidak bisa menjauhkanku dari depresi yang kurasakan, kenangan tentang wanita ini, aku terus memikirkan tentang gadis ini. Aku tidak bisa melupakannya. Dia benar-benar ada dalam pikiranku setiap hari. Pada titik ini, aku sudah menyerah. Aku sudah menyerah. Aku pernah mengatakan, ini semua omong kosong. Semua ini, semua ini. Buddhisme, seseorang menulisnya.

Orang-orang hanya ingin mengendalikan semua orang dan agama itu palsu. Itu saja. Itulah yang ada di pikiranku. Jadi, saat itu, aku sedang berada di Pakistan. Dan tiba-tiba, Ramadan dimulai beberapa hari lagi. Sudah waktunya puasa dimulai. Dan ibuku datang kepadaku. Dia berkata, "Dengar, Ramadan akan segera dimulai sekarang, dan kamu akan berpuasa. Namun cobalah mendirikan salat juga, karena Allah tidak membutuhkanmu untuk membuat dirimu kelaparan. Dia tidak membutuhkan itu. Cobalah sertakan salat dan cobalah untuk salat. Karena jika kamu benar-benar ingin membuat ini efektif, salatlah." Nah, aku tidak tahu bagaimana cara salat.

Ibuku memberi tahuku hal ini dan itu sungguh sedikit menyentuh hatiku. Dan aku salat seperti kamu salat Seperti, bagaimanapun, aku harus mulai salat. Saat aku berpuasa, itu hari pertama Ramadan. Dan aku mengunduh aplikasi Al-Qur'an di ponselku. Aku bahkan tak punya bukunya. Semua orang... pergi ke toko buku, membeli Al-Qur'an. Yang ini, aku pikir, "Biar aku unduh saja aplikasinya." Dan setelah salat, aku langsung membacanya. Hanya dasar-dasarnya saja. Surah Al-Fatihah. Awalnya, aku hanya melihatnya. Scroll-scroll saja, "Wah, banyak sekali bab di sini." Baiklah. Harus mulai dari satu tempat. Aku mulai dari Al-Fatihah, dan aku baru saja membacanya, ya kan? Hanya bahasa Inggrisnya.

Aku tidak tahu cara membaca bahasa Arab. Hanya membacanya. Aku membacanya. Aku baca, oke, lanjut ke yang berikutnya. Surah Al-Baqarah. Aku membacanya. Aku seperti, oke. Wow. 20 menit telah berlalu. dan aku berpikir, tunggu sebentar. Aku belum memikirkan wanita ini selama 25 menit terakhir. Ini luar biasa. Kamu harus tahu, kawan. Ini adalah pencerahan bagiku. Aku tidak bisa bertahan maksimal lima menit tanpa wanita ini kembali terlintas di pikiranku, menggangguku dari apa pun yang sedang kulakukan. Aku seperti, tunggu sebentar, ini bagus. Dan wallahi, aku menggunakan Al-Qur'an, Audzubillah, untuk keuntunganku sendiri untuk melupakan wanita ini dan tidak memikirkannya.

Aku menggunakan ini untuk mengalihkan perhatianku dari memikirkannya. Hanya itu yang aku lakukan dengan Al-Qur'an. Al-Qur'an adalah sarana untuk mengalihkan perhatian dari memikirkan wanita ini. Memikirkan mantanku. Aku menggunakannya untuk tidak memikirkan mantanku. Jadi, aku akan membaca seperti aku menemukan cara pintas. Aku menemukannya, aku menemukan cara pintas. Sementara itu, azan berkumandang. Sekarang waktunya untuk salat. Aku mulai salat sesuai dengan yang aku yakini, dan aku mulai bersemangat. Aku akan membaca Al-Qur'an. Aku jadi seperti itu. Mengapa? Karena setiap kali aku tidak membaca Al-Qur'an, depresiku kambuh. Mantanku kembali terlintas di pikiranku.

Dia selalu ada di pikiranku, dan aku mulai merasakan perasaan itu lagi. Aku pikir, "Tidak, aku harus mulai membaca Al-Qur'an." Jadi, aku akan duduk, orang-orang berbicara ini itu. Aku bahkan tidak mendengarkan mereka. Aku hanya membaca Al-Qur'an ku. Hanya membacanya dengan satu tujuan, tidak memikirkannya. + Terjemahannya, kan? - Terjemahan Al-Qur'an. Aku menggunakan terjemahan Al-Qur'an hanya untuk melupakan mantanku. Jadi aku membacanya, aku membacanya. Namun, saat aku melakukannya, Allah SWT perlahan membuka hatiku. Karena aku masih membacanya, ya kan? Aku masih manusia yang punya akal, yang bisa memahaminya sedikit, ya kan?

Dan apa pun yang Allah kehendaki untukku untuk memahami dari terjemahan ini, terjemahan Al-Qur'an dalam bahasa Inggris. Aku terhenti saat membaca sebuah ayat. Dan aku membaca ayat ini, dan kemudian aku akan mulai memikirkannya seperti, "Yo, apa maksudnya ini?" "Apa maksud mereka dengan ayat ini?" Aku hanya melamun sambil berpikir, dan aku hanya melihat ponselku. Ponselku mati. Wallpaper dan layarnya mati. Kau tahu, jika kamu membiarkan ponselmu tidak aktif terlalu lama. Dan aku ingat ponselku akan mati jika tidak aktif selama 15 menit. Aku tenggelam dalam pikiranku sendiri, merenungkan ayat itu selama 15 menit. Saat aku melihat ponselku, ponselku berwarna hitam.

Aku harus mematikannya, memasukkan kembali kata sandiku. Aku pikir, "Wow, ini sesuatu yang hebat." Pada titik ini, aku menyadari bahwa jika ada sebuah kitab, yang berasal dari Tuhan, pastilah kitab ini. Namun, aku belum sepenuhnya yakin. Jadi, aku akan mengujinya. Audzubillah, tapi aku akan mengujinya. Aku berkata, "Baiklah, hari ini aku mengujinya, aku tidak akan membaca Al-Qur'an. Aku tidak akan salat. Aku akan bersantai saja." Aku akan berpuasa, tentu saja, namun santai. Aku tidak akan melakukan semua itu. Saudaraku, percayalah, wallahi percayalah, dalam sepuluh menit saat aku tidak melakukan apa pun secara aktif, aku pergi ke kamar mandi.

Semua pikiran itu mulai muncul kembali dalam pikiranku. Semua gelombang depresi itu, semua hal tentang wanita ini. Semua hal itu mulai muncul kembali di kepalaku. Aku mematikan pancuran, mengeringkan tubuhku dan aku membaca kitab ini. Kitab ini adalah kuncinya. Kitab ini adalah kuncinya. Dan aku membacanya, dan isinya semakin terperinci. Dan aku berpikir bahwa Allah, Tuhan Yang Maha Esa, telah mengungkapkan kitab ini. Mungkin dia menyambarnya dengan petir, seperti yang dia lakukan pada zaman Musa AS dan memberikan Sepuluh Perintah Allah. Aku tidak tahu bagaimana, tetapi konsep wahyu datang kepada Nabi Muhammad, aku bahkan tidak memahaminya.

Aku hanya berpikir Tuhan yang punya kitab ini, dan dia memberi tahu kita banyak hal. Dan aku membacanya, itu memengaruhiku. Dan kemudian aku menemukan ayat ini, dan ayat ini benar-benar membuatku mempertanyakan semua tentang... Bagaimana aku bersikap sebagai seorang pria. Dan ayat tersebut mengatakan bahwa "Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram." Pada saat itu aku benar-benar harus... Aku merinding. Aku mematikan ponselku. Aku bilang, "Aku harus mematikan ini." Aku tidak tahu apa itu. Apa itu? Bagaimana Al-Qur'an tahu itu? Bagaimana ia bisa masuk ke dalam pikiranku seperti itu? Bagaimana dia tahu bahwa di sinilah hatiku menemukan ketenangan?

Bagaimana ia tahu itu? Aku sampai pada suatu kesimpulan di titik ini. Misalnya, aku tidak tahu bagaimana hal itu terungkap. Aku tidak tahu logistiknya. Aku tidak tahu apa-apa tentang itu. Namun, ini adalah firman Tuhan, tidak diragukan lagi. Ini adalah firman Tuhan. Jadi, sekarang, Ramadan akan segera berakhir. Perjalananku akan segera berakhir. Dan aku harus kembali ke New York. Aku harus menghadapi kenyataan hidup lagi. Tidak ada jalan keluar. Tidak ada yang seperti ini. Aku sudah banyak membaca Al-Qur'an dan sekarang aku melihat semua hal-hal haram yang dibicarakannya, semua hal tentang mabuk-mabukan yang dibicarakannya, semua hal tentang zina yang dibicarakannya.

Aku berpikir, "Oke, tunggu sebentar." Apa kamu mengerti bahwa aku akan pergi ke Pakistan selama sekitar satu setengah bulan. Semua temanku senang melihatku kembali. Lalu, ketika aku mendarat, mereka mencoba memberiku minuman. Mereka mencoba membuatku g*nja. Mereka mencoba mengajakku jalan-jalan dengan wanita, mereka ingin berpesta. Dan sekarang aku berpikir, aku harus berjanji pada diriku sendiri, oke? Janji pertama adalah, ketika aku kembali, aku tidak akan meninggalkan salat. Salat itu, aku tidak paham itu apa, tapi ada sesuatu yang kuat tentang salat. Kemudian, aku tidak akan meninggalkan membaca Al-Qur'an. Terjemahannya, aku tidak akan meninggalkannya.

Karena aku telah menghubungkan kedua hal ini bersama-sama untuk membantuku melupakan wanita itu dan mengeluarkanku dari depresiku. Allah, menolongku. Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan. Aku kembali, orang-orang senang melihatku. Mereka ingin mengajakku keluar. Mereka ingin mengajakku ke hal-hal itu. Aku berkeliling dan mereka berkata, "Yo, kita akan seru-seruan lagi." Itu artinya kamu akan merokok. "Aku bersamamu, Bung. Ayo, ayo, ayo, ayo." Aku pergi ke sana dan mereka berkata, "Yo, ayo minum." Mereka menuangkannya untukku. "Semua minum pada hitungan 3. 1-2-3!" Dan aku hanya berkata, "Hei. Aku tidak bisa." Mereka berkata, "Kamu tidak minum minumanmu. kamu tidak menyentuh minumanmu.

Minumanmu utuh. Ayo." "Apakah kamu membiarkan minumanmu? Ayo, minumlah." Aku tidak tahu bagaimana cara memberi tahu mereka. Aku merasa seperti pecundang. Aku merasa payah. "Teman-teman, aku tidak akan minum lagi." Jadi, aku tidak melakukannya. Aku hanya berkata, "Aku tidak enak badan. Teman-teman, tidak, perutku. Kawan, aku baru saja turun dari pesawat. Aku tidak tahu kenapa." Baiklah. Kedua kalinya aku keluar dengan mereka. "Yo! Ayo merokok. Ayo lakukan ini. Ayo lakukan itu." Kau tahu? "Teman-teman, aku sedang tidak selera, dan semua hal semacam itu." Baiklah. Ketiga kalinya, mereka berhenti mengundangku. Mereka berhenti mengundangku. Aku mulai terlihat buruk.

"Dia membosankan." Tapi aku mendapat teman yang lain, dan aku mengaku padanya. Aku ingat, aku berada di dalam mobil. Aku berkata, "Kawan.." Dia bertanya padaku. Yang lain tidak. Dia bertanya padaku. Dia berkata, "Hei, aku perhatikan kamu tidak minum lagi. Para wanita itu, kamu tidak melakukan apa yang biasa kamu lakukan sebelumnya. Jadi, apa semuanya baik-baik saja? Semuanya baik-baik saja?" Aku berkata, "Kawan, aku telah mempelajari Islam. Aku telah membaca Al-Qur'an, dan aku merasa itu tidak lagi tepat untukku." Dia berkata, "Benarkah?" Dan aku pikir ini akan menjadi hal yang paling memalukan untukku. Tetapi aku terkejut melihat dia terkesan.

Tetapi siapa tahu ketika kamu berbagi ini dengan mereka, mereka mulai mempertimbangkan hal ini juga. Apa yang diberikannya kepadaku? Apa yang... Aku menyadari bahwa semua yang haram ini membutuhkan biaya. Kamu akan dapat kemurkaan Allah, membuat Allah tidak senang. Kamu membayar dengan uang, tidak hanya dapat api neraka, tapi minuman itu butuh biaya. Wanita butuh biaya. Nark*ba butuh biaya. Rokok butuh biaya. Tetapi berdoa itu gratis. Salat itu gratis, ya kan? Haji itu gratis, baca Al-Qur'an itu gratis. Zikir itu gratis. Ayo, ayo. Kita membayar yang haram. Membayar semua ini, sementara Allah SWT memberi solusi yang benar-benar gratis. Tahukah kamu? Dia masih jadi temanku.

Dia berkata, "Dengar, kita masih bisa jalan-jalan, kamu tinggal jadi 'Wing man'. Kamu yang menyetir saja, dan kita semua bersenang-senang. Dan kita tidak perlu khawatir, karena kami tahu kamu benar dan kamu hebat." Aku bilang, "Oke, boleh." Apa yang akan kulakukan jika hanya di rumah? Jadi aku akan pergi ke tempat-tempat ini sekarang. Sekarang aku akan pergi ke bar-bar dan klub-klub ini. Tapi sekarang aku tidak mabuk lagi. Kali ini aku tidak melakukan semua itu. Aku akan pergi ke bar, pergi ke klub. Audzubillah, dan aku tidak mabuk kali ini. Sebaliknya, akulah yang menyetir mobil. Dan aku melihat semua orang ini mereka semua tampak kacau. Mereka semua tampak terhipnotis.

Mereka semua tampak kerasukan. Mereka semua tampak seperti... Mereka semua berusaha menjadi seperti satu sama lain. Mereka semua datang ke arah yang sama di sini. Dan aku sadar bahwa aku bahkan tidak ingin ada di sini. Ini mengerikan. Dan sekarang, aku melangkah keluar. Aku berkata, "Hei, lakukan saja, aku akan menunggu di luar saja, aku tidak..." Allah telah mencabut dari hatiku sehingga aku bahkan tidak ingin berada di sana lagi. Jadi, aku duduk di tepi bar. Seorang gadis datang dan duduk di sebelahku. Dia ada di sana. Dan dia bicara panjang lebar denganku. Dia hanya berbicara denganku, dan aku tidak bisa mencegah diriku untuk memberi tahu dia tentang Islam. Aku memberi tahu dia tentang...

Aku berkata, "Aku pernah membaca buku ini dan itu tentang Hari Penghakiman, dan ada Surga setelah ini. Dan kemudian ketika kita meninggal, kita akan pergi ke surga, kamu tahu, kamu bisa terbebas dari hal-hal ini. Dan itu hal yang indah. Dan ada Sang Pencipta dan Dia hanya satu. Dan kamu kembali kepada-Nya, dan Dia memberkatimu dalam hidup ini, dan Dia menguji dirimu." Dan semua hal seperti itu, dan bagaimana semua ini menyebabkan kita melupakan panggilan sejati dan hakikat sejati kita. Hal itu menurunkan frekuensi kita. Hal itu menyebabkan kita tidak menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Dan hal berikutnya yang kamu tahu, wanita itu mulai menangis. Wanita ini di bar, di luar bar.

Dia mulai menangis. Dia berkata, "Ini indah." Aku berkata, "Benar, kan?" Dia berkata, "Aku ingin bertanya sesuatu." Aku sudah bicara selama ini, hanya mengobrol tentang Islam sepanjang waktu. "Aku ingin tanya sesuatu." Aku berkata, "Silakan." Dia berkata, "Kamu mempercayainya. Ya kan?" Aku berkata, "Ya." Dia berkata, "Apa yang kamu lakukan di sini?" Kamu tahu apa yang kukatakan padanya? "Aku tidak tahu." Aku hanya berkata, "Aku tidak tahu." Dia bilang, "Kamu tidak seharusnya di sini." Kamu tidak seharusnya di sini. Dan itulah terakhir kalinya aku pergi ke bar. Dan aku menyadari bahwa Allah telah menaruhnya di hatiku bahwa ini bukanlah tempatmu. Aku hanya ingin pulang dan membaca Al-Qur'an.

Hanya itu yang ingin kulakukan. Baca terjemahan Al-Qur'an, melanjutkannya, dan melupakan wanita ini. Saat itulah momen-momen ini mulai terjadi Aku menyadarinya, kau tahu kawan? Hidupku ini layak dan membutuhkan perubahan. Jika aku ingin berada di jalan ini, aku harus berada di sekitar orang-orang yang berpikiran sama denganku dan ingin mencapai jalan ini juga. Aku tidak tahu itu ada sampai aku mulai pergi ke masjid dan mulai bertemu orang-orang yang berpikiran sama denganku, dan bagaimana mereka juga percaya pada hal-hal ini. Aku pikir, "Yo, ini sempurna.

Orang-orang seperti inilah yang ingin aku ajak berteman." Jadi, singkatnya, ini adalah kisahku tentang bagaimana, Alhamdulillah, Allah mendatangkan Islam ke dalam hati dan hidupku dan Allah SWT menarikku keluar dari situasi ini. Semoga Allah SWT menjagaku di jalan yang lurus, karena sangat mudah untuk kembali ke hal-hal seperti itu dan kembali minum minuman keras dan kembali merokok dan berhubungan dengan wanita. Dan siapa pun yang mendengarkan ini sekarang, jauhi teman-teman seperti itu dan lingkungan seperti itu. Karena bagi kita, menjalani gaya hidup jahiliyah, itu seperti mengendarai sepeda. Kita dapat kembali ke sana dengan cepat.

Kita harus mengubah lingkungan kita, hijrah dari orang-orang seperti itu. Dengan cara yang sama dengan orang yang membunuh 99 orang, ya kan? Lalu dia membunuh 100 orang, lalu dia pergi dan meminta nasihat dari seorang ulama. Ulama itu berkata, "Allah akan mengampunimu, tapi kamu harus berhijrah." Menjauhlah. Mulailah hidup yang benar-benar baru. Mulailah hidup baru untuk orang-orang yang tidak tahu masa lalumu, yang tidak akan mengungkitnya. "Yo! Apa yang terjadi? Kamu berhenti minum. Kamu berhenti merokok. Tidak, tidak, tidak, tidak. Datanglah sekali lagi. Satu kali lagi untukku, untukku, untukku. Sekali lagi. Satu teguk untukku." Kamu harus menjauh dari kehidupan ini.

Itulah satu-satunya cara agar kamu benar-benar bisa menjauh darinya. Awali hidup baru. Ubah niatmu. Jalinlah hubungan dengan Allah SWT Berjanjilah pada dirimu sendiri dan kembali pada Allah SWT Dan wallahi, itu akan sulit, tetapi Allah akan membuatnya mudah, InsyaAllah. + Jadi, apa yang menjadi tujuan hidupmu saat itu? Hingga kamu mulai berdakwah di jalanan. Dapatkah kamu menceritakan kepada kami tentang hari-hari itu juga? - Rasanya, kamu memiliki sesuatu yang kamu cintai dan kagumi. Dan kamu tidak bisa berhenti membicarakannya, ya kan? Wajar jika kita mencintai sesuatu, menelitinya. Adalah fitrah kita bahwa ketika kita peduli tentang sesuatu, kita mempelajarinya.

Kita mempelajari kedalaman dan detailnya dan seluk-beluknya karena kita mencintainya. Ketika mulai belajar tentang Islam, Aku hanya... Alhamdulillah. Alhamdulillah. MasyaAllah. Dengan izin Allah, Dia menaruh cinta ini di hatiku. Aku mulai menyukainya karena aku tahu betapa praktisnya dan efektifnya itu. Karena secara pribadi, Islam menarikku keluar dari depresi. Islam menarikku keluar. Terjemahan Al-Qur'an, membaca Al-Qur'an. Itu menarikku keluar dari depresiku. Aku tahu betapa dahsyatnya itu secara langsung. Dan aku tahu berapa banyak orang yang depresi, diam-diam, tanpa sadar, yang membutuhkan obat ini. Mereka butuh obat ini.

Dan jika Allah bisa menggunakanku untuk menyediakannya bagi seluruh dunia, Wah, bukankah ini tujuan hidupmu? Kalau begitu, maka Allah akan menggunakanku, lanjutkanlah kebaikan itu kepadaku. Mengutusku untuk menyebarkan agama ini dan membiarkan agama ini masuk ke setiap rumah tangga. + Sudah berapa tahun berlalu sejak kamu bertobat? - Aku rasa sudah 12 tahun sekarang. Alhamdulillah. Aku masih bayi. Aku masih berusia 12 tahun. Aku masih anak kecil. Tapi ya, aku rasa 12 tahun. Dengar, ada pasang surut. Hari ini pun masih pasang surut. Tapi Alhamdulillah, kita berada di jalan yang benar, kita berada di atas tauhid dan itulah yang terpenting. Kamu masih akan tergelincir.

Kamu tetap akan mengacaukannya. Tidak mudah untuk meninggalkan tahun-tahun jahiliyah hanya dalam satu malam. Kamu akan melakukannya lagi, kamu akan diuji. Tapi Allah SWT itu Rahim. Allah SWT akan mengampunimu. Jadi siapa pun yang sedang melalui fase jahiliyah ini dan keluar darinya, kamu mungkin akan melakukannya lagi, tapi Allah akan mengampunimu. Setan akan meyakinkanmu bahwa Dia tidak akan melakukannya. Setan akan berterima kasih padamu, semuanya sudah berakhir untukmu. "Hei, kamu munafik. kamu munafik." Tapi tidak. Allah SWT mencintai orang berdosa yang bertobat. Jadi bertobatlah kepada Allah. Dia akan menjagamu. + Terima kasih banyak telah berbagi ceritamu dengan tulus.

Kami belajar banyak darimu. Kami benar-benar terinspirasi dari ceritamu. Semoga Allah membalas kebaikanmu atas semua tindakan yang telah kalian lakukan untuk umat ini. - Sama-sama, terima kasih banyak dan terima kasih pada semua yang telah menonton. Semoga Allah memberkahi kalian semua. Semoga Allah SWT menambah rezeki kalian semua. Dan semoga Allah SWT memberi pahala pada channel ini karena aku sangat menyukainya. Pastikan kamu subscribe channel ini.
