# Ibu atau Istri | Bagaimana Bisa Menikah tanpa Pacaran? - Ali Dawah & Tanya Jawab Pernikahan

- Language: id
- Published: 2026-08-26
- Canonical: https://blog.towardseternity.com/id/blog/mom-or-wife-how-can-we-get-married-without-flirting-ali-dawah-marriage-questions
- Source video: https://www.youtube.com/watch?v=SPvjJeNw2RA
- Channel: Towards Eternity

This is the cleaned transcript of the source video. The speech is unaltered.

---

- Assalamu 'alaikum bro dan sis, jadi ada sejumlah pertanyaan yang telah diajukan bro-bro kita ke saya, dan saya akan menjawab satu per satu. Yang ini belum dilipat rapi, jadi akan kujawab yang ini duluan. Jika ada konflik antara ibu dan istri, kepada siapa suami berpihak? Jangan tanya hal ini. Berikutnya? + Oh pertanyaan yang sulit kukira. - Antara ibu dan istrinya. Kurasa pertanyaannya salah. Pertanyaan salah. Memilih satu atau yang lain bukan pilihan. Siapa yang akan dipilih? Karena kamu bisa berdialog dengan keduanya. Dan dalam situasi ini, kamu tahu, terkadang bergantung kepada persoalannya.

Tapi satu hal yang mau kubilang adalah jangan mengeluh tentang pasanganmu, apakah suamimu atau istrimu, kepada keluargamu. Karena apa yang akan terjadi keluargamu akan memiliki persepsi buruk terhadap mereka. Kamu menyebabkan fitnah antara mereka. Apapun yang terjadi, selama tidak besar jangan beritahu ibu atau ayahmu. Tapi jika ada masalah di rumah tangga, apapun masalahnya, mungkin kecil, dst. aku akan memberitahu istriku, terkadang ibuku salah, apapun kesalahannya, tapi kamu harus paham mereka lebih tua, jadi kita harus menghormati mereka.

Selama tidak melanggar hak kamu, selama ibu saya tidak memukulmu dan memaksamu melakukan sesuatu, masalahnya nggak serius berlaku adillah, seperti perintah Allah termasuk menilai dirimu sendiri. Jika kamu tahu ibumu menindas istrimu, kamu harus dengan halus dan baik memberitahu ibumu kesalahannya. Nggak adil. Jika sebaliknya, kamu harus memberitahu istrimu karena apapun kesalahannya, ketika istri nggak menghormati seorang ibu dia sebenarnya kurang beradab. Sangat penting. Kamu mungkin nggak setuju. Ibu itu mungkin jahat, tapi minta pendapat suamimu. Dan jika masalahnya nggak selesai. Baru libatkan keluargamu. Tapi nggak akan kubilang harus berpihak ke istri atau ibu.

Nggak bisa begitu karena mereka berdua dalam hidupmu. Jadi harus hidup bersama mereka berdua Jadi kupikir nggak bisa memilih salah satu. Ok. Apa yang akan kamu katakan kepada seseorang yang berkata, "Aku mau menikah? tapi aku nggak punya uang." Nah, lupakan apa yang kubilang, Apa yang Allah katakan di Al-Qur'an adalah jika kamu takut kemiskinan Allah yang akan memberikan rezeki. Kita tahu Allah pemberi rezeki. Jadi yang perlu kamu pahami adalah jika setiap makhluk hidup di bumi diberi rezeki dan dipelihara. Kenapa Allah tidak akan memeliharamu jadi Allah akan memberikan rezeki, tapi kamu harus keluar mencarinya. Nggak bisa tinggal di rumah saja dan menunggu uang datang.

Allah akan memberikan rezeki dan solusi. Ada banyak pilihan tapi kamu harus berusaha. Jadi jangan berpikir... Jika aku nggak punya uang, Allah berkata Jika kamu bertakwa, akan kuberikan rezeki. Allah yang memberi rezeki. Jadi berusahalah dan Allah akan mengaruniamu rezeki, insya Allah. Kita perlu kebutuhan dasar. Kita perlu tempat tinggal Kita perlu makan. Tapi kita berharap mendapat lebih banyak, yang menyebabkan masalah. Resepsi pernikahanku harus mahal. Mobilku harus yang itu. Aku harus ke sana. Kamu membuat masalah sendiri. Allah bisa menyediakan kebutuhan dasar, dan itu yang kamu butuhkan.

Jadi selama kebutuhan dasarmu terpenuhi, kamu nggak miskin bro percayalah, dan terutama jika kamu tinggal di Barat, nggak bisa kubayangkan kamu miskin. Berikutnya. Kapan terakhir kali kamu membeli istrimu hadiah? Kenapa kamu menanyakan hal ini? Hadiah.. Mengenai hadiah, nasihatku adalah, berpada-padalah karena kamu harus paham kita adalah manusia. Kita cenderung mudah bosan. Ya. Jika hadiah dibeli setiap pekan atau jika sebelum menikah kamu berkata, oh, aku lelaki romantis, kamu tahu, aku Romeo. Kamu tahu, kubeli bunga tiap pekan. Yang terjadi adalah kamu membuat istrimu berharap tinggi, dan akan terus seperti itu jadi ketika dihentikan timbul masalah. Begitu..

+ Bro Ali, kami nggak puas dengan jawabanmu. - Jadi apa yang kamu mau kukatakan? + Langsung saja sampaikan. - Poinnya sederhana. Sekarang ayo bicara tentang eksistensi yang wajib, kemandirian.. Jika mentok, kamu harus mengganti topik. Kemerdekaan, kemandirian, kamu, kawanku, bertanya tentang hal yang salah di sini. Dentuman Besar adalah awal semesta, kamu bilang, yang terjadi dari ketiadaan. Ayo ke pertanyaan berikutnya. + Hentikan berfilosofi dan berikan jawaban yang jelas.

- Jadi ringkasnya, jika menonton film dokumenterku tentang pernikahan, menjelang akhir pada bagian kedelapan, kamu sadar bahwa aku membeli hadiah tapi kamu harus menonton film dokumenter itu jika kamu ingin tahu jawabannya. + Sudah lama sekali sejak kamu membeli istrimu hadiah. - Nggak, aku orang tersayang dalam hidupnya, dia melihatku setiap hari. Siapa paling menentukan di rumah? Sejujurnya tergantung, kalau dari perspektif pembicara, aku. Lalu dia memintaku rileks jadi dia yang menentukan. Ya, tergantung. Terkadang aku, terkadang dia. Kita harus adil, kamu tahu. + Itu jawaban politis. - Memang. Terkadang kamu harus politis untuk menyenangkan semua orang.

Bagaimana menyelesaikan masalah antara pernikahan? "... antara satu sama lain?" maaf, antara pernikahan maaf, teringat sisi poligami saya Ya "Bagaimana menyelesaikan masalah antara satu sama lain?" bukan antara pernikahan Masalahnya sering miskomunikasi apa yang paling penting adalah bersangka baik antara suami istri Kusadari sering ketika aku bertengkar dengan istriku, aku atau dia, punya prasangka. Jadi ketika bertengkar aku berprasangka buruk padahal bukan seperti itu. Jadi yang terbaik adalah berprasangka baik terhadap pasanganmu. Jadi kamu nggak berprasangka, Oh, dia begitu karena hal buruk, jadi kamu harus berprasangka baik. Dan mungkin alasan mereka baik.

Jadi kamu urung bertengkar karena ketika dijelaskan dan mereka berkata "Oh, tapi aku nggak tahu." Kamu tahu lebih baik. Begitu juga aku. Jadi penting berprasangka baik daripada berprasangka buruk yang menyebabkan pertengkaran. Lalu kamu temukan bahwa sebenarnya yang terjadi bukan prasangka burukmu. Jadi kupikir jika prasangka terbaikmu nggak terbukti kamu harus bertanya dengan lembut. Kamu tahu, aku jadi sedikit marah. Kenapa kamu lakukan? Bagaimanapun.. Oke, ini dan ini, oh oke. Jadi kupikir miskomunikasi berprasangka buruk adalah masalah besar dalam pernikahan Bagaimana kamu bertemu istrimu?

Aku bertemu dia dan dalam jangka waktu antara lima hingga dua belas jam kupikir sekitar setengah hari aku berbicara dengan ayahnya jadi dalam waktu singkat dan ini menarik karena sangat sulit dilakukan ketika aku berkenal-kenalan untuk menikah berbicara dengan ayah seseorang sulit dan ada sebagian aku dapat langsung berbicara dengan ayahnya. Tapi sebagian mereka menunda-nunda jadi bagiku kejutan besar Akan kuterangkan kenapa begitu dan awalnya aku juga nggak percaya ketika diizinkan berbicara dengan ayahnya dan kupikir, ini penipuan kamu tahu kupikir ayahnya mungkin kawannya yang berpura-pura tapi memang sebenarnya ayahnya dan ada yang sangat menarik.

Tetapi film dokumenter itu harus ditonton. Maaf, aku nggak bisa membicarakannya. Maaf sekali. Kecuali nggak ada hak cipta, kamu tahu? Pernah menyesal telah menikah? Maaf. Ini adalah pertanyaan yang bersifat dokumenter Pertanyaan ini... Sangat kompleks dan + Jawabannya ya atau nggak. - Nggak begitu, karena ada cerita di baliknya. Masalahnya agak kompleks. Aku nggak menyesal telah menikah begini saja aku pernah menyesal tapi kemudian nggak lagi. Dan kamu akan tahu kenapa dalam film dokumenter yang harus kamu tonton. Apa yang harus kita perhatikan ketika memilih pasangan? Bagus sekali. Pertanyaan terkait film dokumenter. Apa yang harus diperhatikan?

Menurutku hati-hati terlalu berprasangka baik dalam konteks di mana ada orang yang kamu temui mereka mungkin, orang tua mereka mungkin terlihat religius, kamu tahu tapi jangan pernah menilai berdasarkan penampilan atau perkataan kamu mungkin bertemu seorang wanita dan dia selalu mengucapkan alhamdulillah, subhanallah, allahu akbar, dst. Tapi bagiku itu nggak berarti apa-apa atau seorang lelaki yang berjubah atau kamu tahu, berpenampilan islami tapi jangan mengambil keputusan berdasarkan penampilan seseorang. Memutuskan menikah berdasarkan penampilan seseorang atau perkataannya? Jangan memutuskan berdasarkan itu. Aku jelaskan di film dokumenterku.

Jika anak perempuanmu berumur 28 tahun, kamu akan bilang apa kepadanya? Pertanyaan yang menarik. + Anakmu perempuan kan? - Ya, dua anak perempuan. Kupikir hal utama yang kubilang adalah agar mereka hidup berdasarkan Islam. Berikan Allah haknya. Penuhi hak Allah dan Allah akan memenuhi hakmu dalam hidup karena kupikir ini sangat penting untuk anak muda dan mereka untuk memahami umur mereka 20 tahun mereka masih muda dan hidup mereka masih panjang. Dan perencana terbaik adalah Allah. Jadi jangan pikir aku bisa berbuat sendiri.

Ya itu penting yang kita tahu dari hadis Nabi (saw.) bahwa kita harus mengikat unta lalu bertawakal kepada Allah Tapi akan kubilang: Ya, berusahalah tapi hasil akhir dari Allah jadi pastikan kamu memenuhi haknya. Dan ada hadis dari Nabi (saw.) ketika dia bersama Muaz bin Jabal dan dia sedang berpergian. Nabi (saw.) berkata kepadanya "Oh Muaz, kamu tahu apa atau apa hak Allah terhadap hambanya?" Dia bilang: "Allah dan rasulNya lebih tahu." Dia bilang: "Kamu harus menyembah Dia satu-satunya." dijawabnya, oke. Lalu dia berkata: Oh Muaz kamu tahu apa hak hambaNya terhadap Allah? Dijawabnya, Allah dan rasulNya lebih tahu.

Dia berkata selama kamu hanya menyembahNya Dia nggak akan pernah menghukummu. Jadi kepada anak-anak perempuanku, kukatakan mereka harus bergantung kepada Allah. penuhi hakNya tapi yang terutama ikuti rencana Allah lalu hidup dan mati berbasis tauhid. Kamu menolong istrimu di rumah? Ya jika perlu. Kuperjelas, aku bukan orang yang seperti ini: Ya aku membersihkan jika perlu tapi jika aku bekerja jika aku pergi bekerja dan aku bekerja delapan jam berdiri aku nggak akan pulang dan mencuci atau aku nggak akan melakukan hal lain aku capek, aku pulang dan aku tentu akan sangat menghargai. Alhamdulillah, istriku, dia membuat makanan yang sangat lezat. Makanan paling lezat, ya.

Jadi aku nggak akan begitu di rumah kecuali dia kewalahan jika kulihat misalnya dia mengurus bayi. Bayinya belum tidur, dst. Tentu akan kubantu istriku secara umum polanya adalah aku keluar, bekerja, mencari nafkah dan aku pulang, memasak dan membersihkan, bukan karena nggak maskulin tapi kubilang ada pembagian tugas, oke. Aku mengerjakan tugasku mencari nafkah di luar dst. yang ingin kubilang aku nggak akan pulang lalu mulai membersihkan dan memvakum nggak akan kulakukan itu. Jika ada hari libur dan dia butuh bantuan, 100%, kamu tahu, dan jika dibutuhkan, 100%, kamu tahu tapi aku nggak akan secara khusus pulang setelah bekerja dan mulai membersihkan. + Kamu pernah mencuci piring? - Ya, ya.

Pernah... Sebenarnya jika istriku memintaku akan kubilang aku akan mencuci piring dan memvakum atau yang lain, akan kubantu. Nggak masalah. Aku suka mencuci piring, mudah. Dulu aku mencuci piring di restoran. Aku pernah bekerja di restoran jadi nggak ada masalah bagiku sama sekali. Apa rahasia pernikahan yang bahagia? Jawabannya panjang, bro.

Kupikir secara pribadi gambarannya seperti ini ya ini bukan illuminati ngomong-ngomong bukan itu, tolong ya, jadi segitiga seperti ini, ada istri dan suami semakin dekat kepada Allah, di atas ini Allah semakin baik hubungan mereka semakin jauh dari Allah semakin renggang hubungan mereka dan kupikir ini menarik karena kebahagian sejati dan berkah datang dari Allah. Allah yang menjodohkan kamu dengan orang yang baik untukmu, insya Allah, ya. Allah mungkin mengujimu dengan pasangan buruk kamu tahu, dan mungkin ada kebaikannya. Kamu ngerti yang mau kubilang?

Jadi aku percaya bahwa Allah subhanahu wa ta'ala adalah sang pemberi berkah dalam hidupmu dan memberikanmu pasangan terbaik di dunia dan di akhirat, itulah sebabnya kita solat istikharah. Jadi ketika melakukan sesuatu yang paling penting adalah kamu harus fokus dengan hubunganmu kepada Allah. Penuhi hak Allah, lakukan hal yang benar. Jauhi dosa besar dst. Lalu Allah subhanahu wa ta'ala akan memberimu seseorang.

Jadi banyak dari kita yang menggunakan logika oh jika kutunjukkan rambutku kamu tahu aku akan berjodoh atau jika kujual narkoba dan membeli mobil bagus akan kudapatkan wanita semua ini persis menggunakan akal daripada wahyu dan itulah sebabnya iblis bersalah karena Allah memintanya bersujud kepada Adam Itu wahyu. Ketika Allah memintamu melakukan sesuatu, dia berlogika yang diberikan Allah kepadanya dan berkata: "Aku lebih baik darinya." Jadi kalau kita menggunakan logika kita bisa lupa meminta kepada Allah. Ini ada pertanyaan terakhir: Menurutmu kita bisa menikah pada zaman sekarang tanpa pacaran? Bagaimana kita dapat mengenal calon pasangan tanpa pacaran?

Apakah semuanya tentang film dokumenterku? Sebagai lelaki Muslim yang mematuhi Islam bagaimana mengenal wanita untuk menikah tanpa pacaran. Ketika pacaran kamu melakukan hal yang melampaui batas yang akan berakhir dengan buruk. Itulah sebabnya Allah berkata dalam Al-Qur'an "Jangan mendekati zina." Jadi pacaran adalah langkah mendekati zina. Setan nggak akan langsung menggodamu berzina. Setan menyuruhmu bercandalah. Dia ketawa dan menemukanmu tampan dan bisa membuatnya tertawa. Wow, dan terus berlanjut hingga akhirnya terjadi perbuatan buruk. Jadi yang benar adalah kamu nggak perlu pacaran untuk menikah.

Siapa bilang kamu perlu pacaran untuk menikah, untuk mengenal seseorang dengan cara yang halal. Dulu aku berkenalan dengan sejumlah wanita untuk menikah berbicara tiga empat kali dengan mereka di tempat publik bersama anggota keluarga dst. kalaupun kami berjalan mereka berjalan di belakang kami sesuai panduan Islam, Dan aku juga membahas bagaimana bertelepon, berkirim pesan, dst. dan mengenal mereka karena kamu perlu mengenal mereka bagaimana bisa berkenalan dengan benar jadi yang penting berbuat secara benar. Nggak ada lagi pertanyaan, selesai. Seperti yang kamu bisa lihat, kosong.

Jadi aku secara pribadi akan menasehati orang yang mau menikah apa yang perlu kamu pahami adalah semua Romeo Juliet konsep Hollywood dan Bollywood dan terutama film-film Turki dan serial tv adalah palsu mereka memberikan persepsi palsu tentang pernikahan dan mengenal dan mencintai semua seperti Romeo dan Juliet adalah palsu seperti menonton Superman yang memakai bajunya lalu ke gedung dan melompat dan kamu berkata oh akan kucoba, kamu akan mati bro, jika kamu melompat seperti Superman. Kenapa? Karena kamu lihat Superman melompat. Kamu mau seperti Hollywood dan film Turki. Jangan samakan dengan realitas. Karena realitas nggak seperti itu.

Jadi camkan bahwa menikahi orang yang salah dapat membunuhmu, secara literal dapat membunuhmu, secara spiritual dan mental, secara fisik dapat membunuhmu jadi sangat penting untuk menikah dengan orang yang benar. Jadi secara pribadi kukatakan berhati-hatilah dan tonton film dokumenterku. Tentu jika kamu menonton film itu, insya ALlah kamu tahu kamu akan dapat istri yang baik. Dan jika sudah menikah kamu akan dapat istri kedua yang baik. Setelah itu istri ketiga dan keempat. Setelah empat istri, para selir. Bercanda. Terekam di kamera?
