# The Miracle Of Creation In Seeds! - You Won't Believe This!

- Language: id
- Published: 2026-08-25
- Canonical: https://blog.towardseternity.com/id/blog/the-miracle-of-creation-in-seeds-you-wont-believe-this
- Source video: https://www.youtube.com/watch?v=7ofaOdDc9To
- Channel: Towards Eternity

This is the cleaned transcript of the source video. The speech is unaltered.

---

Coba ambil kacang arab dengan tanganmu dan perhatikan. Berapa huruf bisa ditulis di atasnya? 5? 6? Kalau dipaksakan, sepuluh huruf kecil muat di sana. Bagaimana pula dengan kitab suci seperti Al-Qur'an? Jika semua hurufnya juga muat di sana, bukankah menakjubkan? Bagaimana jika kubilang contoh seperti ini jumlahnya tak terhingga sepanjang hidup tanpa kita sadari? Lihatlah di sekeliling kita, pohon dengan tinggi sekian meter, bunga dengan segenap baunya, sayur dan buah yang kita makan, bahkan pohon-pohon raksasa asalnya adalah benih dan biji terlebih dulu. Sangat menarik bukan? Kita bisa melihat benih sebagai penyimpan. Faktanya, setiap benih seperti perangkat lunak, penyimpan USB.

Untuk tumbuhan manapun, dalam benihnya tersimpan data jumlah daun dan batang yang akan tumbuh, juga bentuk, warna, ukuran, dan tahapan besar tumbuhan tersebut. Semua hal tentang tumbuhan itu tersimpan dalam benih tersebut. Kita bandingkan benih dan tumbuhannya. Misalnya pohon persik tidak bisa kita hubungkan antara buah dan benihnya. Yaitu, rasa, bau, atau keindahan buah persik tidak terlihat pada benihnya. Paling penting, kehidupan pohon tersebut tidak tercermin dari benihnya. Satu mati, satu lagi hidup. Mungkin ada hal-hal lain yang terlibat. Ayo kita amati hal-hal ini. Benih ini butuh apa untuk menjadi pohon?

Jawabannya adalah: “tanah, pupuk, air, cahaya..." Tapi semua itu juga tidak mengandung rasa dan bau. Apakah perasa dan penciuman kita terganggu, atau kita telah terjangkit Covid dari dulu? Ketika kita makan buah pohon itu, rasa dan baunya dapat kita kecap. Jadi kita harus memahami kalau terdapat rasa seenak dan bau seharum itu dari sumber yang mengandung tanah dll. sebagai bahan bakunya, juga bukan hanya buah ini tapi juga hasil bumi seperti jeruk segar hingga delima merah, seperti prem asam hingga melon manis, seperti stroberi wangi hingga jagung pipilan.

Jika ditemukan lusinan rasa dan bau yang berbeda dari buah-buah ini, jika dilihat warna, bentuk, dan keindahan mereka jadi bagiku, semua ini menunjukkan adanya entitas yang pemurah dan unik keahliannya. Hal-hal menarik tidak berhenti di sini. Dengan pisau, kita potong buah dan lihat ke dalam. Dan apa yang terlihat? Benih seperti yang dulu ditanam. Bukan hanya satu, bahkan bisa ratusan benih ada di dalam buah. Artinya, 1000 pohon bisa berasal dari 1 pohon dan dengan cara ini turunan dari buah yang sama, pohon yang sama, dapat bertahan sehingga bisa ditanam manusia.

Bandingkan barang yang digunakan hari ini yang jadi rusak dalam 100 tahun, tapi buah sejak zaman nenek moyang kita, 1000 tahun lalu, bisa ada turun temurun dengan kesegaran dan keindahan yang sama lewat benih. Bahkan jika tidak ditanam, sebuah benih bisa disimpan dari 10 bulan hingga 100 tahun baru kemudian ditanam. Sekarang perhatikan perincian ini: 1- Sebuah pohon diekstraksi dengan memproses program dalam benihnya. Oke, lalu? 2- Kemudian, ratusan versi perangkat lunak ditulis dalam buah pohon tersebut. Karena menulis perangkat lunak adalah salah satu pekerjaan paling rumit, pemrograman benih ini dengan sempurna tidak bisa terjadi akibat kebetulan, alam, tanah, atau air.

Hanya satu pilihan tersisa: ada sesuatu yang menguasai segalanya, yang bisa membuat segalanya dari satu sumber. Itulah kekuasaan Allah. Jika kita meneliti jumlah spesies tumbuhan di dunia kita menemukan hampir 400,000 spesies tumbuhan, yang terus bertambah jumlahnya. Kebanyakan adalah tumbuhan dengan benih. Ada sekitar 10,000 di Turki. Yang terlihat selama hidup kita jauh di bawah 10,000. Jadi apakah isi benih ini? Pernahkah kita berpikir? Kamu mungkin berpikir, “Kalau ada begitu banyak jenis tumbuhan benih mereka pasti terlihat berbeda satu sama lain”. Tapi tidak seperti itu. Satu benih terlihat serupa dengan yang lain.

Bisa kita bilang karbon, nitrogen, hidrogen, oksigen adalah perekat benih-benih ini. Buah, sayur, dan pohon, yang semuanya berbeda satu sama lain, ternyata benihnya terlihat serupa. Namun, sekitar 400,000 tumbuhan yang berbeda terhasil dari benih-benih ini. Bukankah ini karya yang sempurna jika begitu banyak jenis tumbuhan muncul dari benih yang terlihat serupa? Bayangkan dunia tanpa keajaiban yang telah kita lihat ini. Contohnya, benih yang hanya menghasilkan satu jenis buah, atau buah yang tidak ada benihnya. Kita mungkin harus menunggu lama agar benih itu tumbuh. Semangka mungkin hanya bertumbuh besar setelah 10 tahun.

Bahkan mungkin seperti ini: Bisa saja perlu terus menerus menangani suatu tumbuhan misalnya, harus disentuh setiap menit. Maksudku, sekarang kalau ditanam, ia hanya perlu ditangani secara berkala. Tapi bisa saja penanganannya harus dilakukan setiap waktu, atau bahan yang diperlukan untuk pertumbuhannya bukan air atau cahaya, melainkan bahan yang sulit didapatkan. Umur benih tersebut bisa saja pendek. Contohnya, jika tidak ditanam dalam 10 menit ia akan mati. Kemungkinannya bisa yang mana saja. Banyak kemungkinan negatif seperti ini, sehingga kehidupan menjadi bencana. Tapi hal-hal itu tidak terjadi. Namun, pikirkan lagi, jika makanan kita bukan berbagai jenis, namun hanya satu jenis.

Lidah kita akan selalu merasa sama, contohnya makanannya bisa berbeda tapi rasanya sama, atau kita mungkin tidak memiliki indra perasa. Atau bisa saja kita hanya makan untuk bertahan hidup, tapi daripada semua kemungkinan ini kita sekarang bisa makan lusinan buah dan sayuran. Dengan rasa yang berbeda dari jenis yang berbeda. Jadi kita adalah tamu dari entitas yang sangat pemurah. Kita akhiri dengan merenungkan ayat ini: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ اَفَرَاَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَؕ ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُٓ اَمْ نَحْنُ الزّارِعُونَ Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan? Sampai jumpa di video berikutnya.
