# Pertanyaan Sulit kepada Muslim Cina! - 90% Penduduk Cina itu Ateis? @Isa Ma

- Language: id
- Published: 2026-08-25
- Canonical: https://blog.towardseternity.com/id/blog/tough-questions-to-chinese-muslim-90-of-chinese-are-atheist-at-isamapc
- Source video: https://www.youtube.com/watch?v=HseOIoxdZ04
- Channel: Towards Eternity

This is the cleaned transcript of the source video. The speech is unaltered.

---

Benarkah 90% penduduk Cina itu ateis? Benarkah orang Cina makan apa saja selain manusia? Aku dengar konten-konten tentang Islam diblokir pemerintah Cina. Awalnya, mereka terkejut. Mereka bilang, kenapa kamu melakukan ini? Siapa yang mengajari? Apa ini? Apakah kamu orang buruan di Cina? Bisakah perkenalkan dirimu kepada kami? Tentu. Bismillah. Namaku Isa, aku dari provinsi Gansu, daerah barat laut Cina. Aku lahir dalam keluarga Muslim yang nggak mengamalkan Islam. Jadi aku nggak tahu banyak tentang Islam sampai aku kuliah di universitas di mana aku berjumpa banyak kawan Muslim dari berbagai negara.

Pada waktu itulah aku mulai mendidik diriku kembali tentang Islam, dan mengamalkan kembali Islam pelan-pelan. Aku nggak tahu kamu dulunya Muslim, dan aku mau bertanya, dari mana kamu mendengar Islam pertama kali? Mereka Muslim, tapi mereka nggak sholat, nggak membaca Al-Qur'an. Mereka nggak tahu banyak tentang rukun Islam atau hal lain tentang Islam. Dan nggak ada yang pernah memberitahuku cara hidup sebagai Muslim. Singkatnya dalam keluargaku, aku dibuat percaya bahwa nggak ada perbedaan antara Muslim dan non-Muslim, kecuali kami nggak makan babi. Ya. Jadi aku mulai belajar tentang Islam di kampus lalu menyampaikan pengetahuanku ke keluargaku.

Kemudian, ke audiens yang lebih luas, ke teman-temanku, ke kolega-kolegaku. Bagaimana keluargamu merespons keputusan besar ini? Awalnya, mereka terkejut. Kejutan baik atau buruk? Sikap umumku terhadap kehidupan, menjadi lebih termotivasi dan positif, jadi mereka menghargai perubahanku dan akhirnya bahkan mendukungku, Alhamdulillah, terutama ibuku. Perubahannya, kupikir, bahkan lebih intens dariku. Karena dia juga dulu nggak mengamalkan Islam. Tapi setelah melihat perubahanku, dia menghargainya. Dan mulai mengubah dirinya juga, dengan sangat cepat. Jadi aku bersyukur kepada Allah (swt.) bahwa keluargaku juga, mengikutiku mengamalkan Islam.

Apa hasil mesin pencari di Cina ketika mengetik Islam? Jika mencari Islam? Kupikir awalnya kamu akan menemukan Perkumpulan Islam di banyak provinsi atau kota melalui situs resmi karena di setiap provinsi, setiap kota, ada yang disebut ''....'' artinya Perkumpulan Islam, yaitu lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah. Kemudian, pada laman pencarian ke 10 dan seterusnya, kamu akan menemukan tanya jawab tentang Islam. Karena di Cina, kami juga punya situs seperti Quora. Situs tanya jawab, di mana orang bertanya dan orang lain menjawab. Jadi kamu bisa melihat orang bertanya secara acak tentang Islam dan orang memberikan jawaban acak tentang Islam karena kebanyakan orang yang menjawab bukan Muslim.

Jadi, ya, kupikir kamu nggak akan menemukan banyak informasi dakwah langsung jika mencari ''Islam''. Bagaimana orang Cina mengenal Islam dalam sejarah mereka? Ada videonya dalam kanal YouTubeku. Jadi Cina adalah salah satu wilayah awal yang mengenal Islam. Jadi ada banyak pendapat yang berbeda-beda tentang kapan Islam pertama kali datang ke Cina. Tapi secara umum dikatakan sepuluh tahun setelah Nabi (saw.) wafat. Jadi sangat awal, dan sejumlah sejarawan bahkan percaya sebelum Nabi (saw.) wafat, sudah ada beberapa sahabatnya sebagai duta yang dikirim ke Timur, ke Cina pada abad ketujuh lebih awal dari banyak negara Muslim sekarang, dan bagaimana ia diperkenalkan di awal .

Kupikir ada duta Muslim resmi yang mengenalkan Islam, tapi mereka bukan orang yang berpengaruh besar karena jumlah mereka sedikit, satu atau dua. Mungkin hanya beberapa orang yang mengunjungi Kaisar, sehingga dampak mereka nggak besar. Dampak yang besar datang dari pedagang Arab yang datang dalam jumlah besar ke wilayah selatan Cina untuk berdagang. Tapi seperti yang kamu tahu, ke mana pun Muslim pergi, mereka membawa hikmah Islam, kan? Jadi mereka pergi ke Cina, lalu mereka harus sholat, jadi mereka, mencari tempat dan menjadikannya masjid. Merka sholat bersama. Dan ketika berdagang, akhlak mereka Islami. Mereka jujur, riang, hormat, secara alami.

Jadi awalnya, mereka ada komunitas sendiri, komunitas Muslim, kebanyakannya orang asing, tapi secara perlahan datang orang Cina di sekeliling mereka, yang memeluk Islam sehingga menjadi Muslim Cina. Jadi sebenarnya Islam mulai di Cina dari selatan lebih dulu dari Utara. Kemudian terjadi perdagangan. Ada pedagang dari utara juga, dari Jalur Sutera yang terkenal itu. Tapi jumlahnya jauh lebih sedikit karena melewati jalan pada saat itu jauh lebih sulit dari melewati laut. Jadi ada lebih banyak Muslim dari selatan, dan dampaknya lebih dari pedagang yang bertransaksi dan gaya hidup mereka. Begitulah Islam mulai di Cina. Apakah benar orang Cina makan apa saja selain manusia?

Kupikir ini kesan populer dari orang asing terhadap orang Cina. Bahkan di Hong Kong, banyak kawan Muslimku berkata, bahwa kamu semua makan apa saja kan. Kamu makan kecoa dan semut kan? Dan aku bahkan... nggak bisa membayangkannya. Mungkin di beberapa daerah, kupikir di selatan, orang-orang di sana lebih liberal tentang pilihan makanan mereka. Mereka membuat makanan yang aneh bagi orang lain, terutama di provinsi Canton. Begitu kupikir. Jadi tergantung daerahnya. Nggak di semua wilayah Cina. Bagi kami, orang Cina terlihat serupa satu sama lain. Apakah orang Cina merasa sama melihat kami? Kupikir iya. Tapi tergantung negaranya karena Turki adalah kasus khusus.

Karena maksudku, Turki, kamu tahu, mencakup sebagian wilayah Asia Eropa. Dan karena sejarahnya sebagai kekaisaran yang luas , banyak warganya dari berbagai suku dan etnis. Tapi untuk negara seperti, katakanlah, Uzbekistan, baru kami melihat mereka serupa dan mereka semua serupa seperti orang Cina di mata kami. Dan kupikir sejumlah orang Cina juga nggak bisa membedakan orang-orang Arab antara, misalnya orang Syria dan Palestina, yang bagi mereka terlihat sama. Benarkah 90% orang Cina itu ateis? Aku nggak bisa percaya. Tolong jelaskan padaku. Hampir mustahil mengukurnya karena ada begitu banyak orang.

Tapi yang kita ketahui dari berinteraksi dengan banyak orang Cina adalah mereka nggak akan mengidentifikasi diri mereka dengan agama tertentu. Tapi masing-masing memiliki kepercayaan. Kepercayaan spiritual tertentu, dan mereka percaya ada konsekuensi dari tindakan mereka. Terkadang mereka berkata, ''......'' simpan sedikit, simpan sedikit. kira-kira tersembunyi, seperti 'ghaib', keberuntungan tersembunyi. Lakukan hal yang baik jadi ketika ada masalah, keberuntungan itu akan menolongmu. Jadi orang percaya, tapi nggak mesti memeluk agama tertentu. Apakah 90% orang Cina adalah ateis? Aku akan bilang nggak. Aku pikir 90% orang nggak pasti tentang Tuhan ada atau nggak.

Mereka lebih dalam keadaan bingung, bukan seperti ateis yang dengan tegas mengatakan, aku nggak percaya ada Tuhan. Tapi jika kamu tanya orang Cina, apakah kamu pikir ada Tuhan? Kebanyakan mereka, kupikir, akan menjawab, nggak pasti atau aku nggak berpikir tentangnya. Atau mungkin, orang-orang yang kutemui, kebanyakannya menjawab, mungkin. Dan banyak juga yang berpikir bahwa itu bukan urusanku. Mungkin ada Tuhan. Mungkin nggak ada Tuhan. Nggak begitu ada pengaruhnya. Pendidikan punya peranan karena pendidikan kami ateis secara ketat. Sangat jelas bahwa, rezim ini tidak percaya adanya Tuhan. Kamu memproduksi video dengan konten Islami. Apakah kamu orang buruan di Cina?

Kupikir, tentu saja, ketika memproduksi konten Islami. Mereka akan memperhatikanmu. Pihak keamanan akan memperhatikanmu. Dan ada istilah di Cina yang kami sebut dengan bercanda 'Mengundangmu minum teh'. Jadi jika mereka ingin mengenalmu lebih lanjut karena alasan keamanan, mereka mengundangmu minum teh. Jadi, aku sudah diundang minum teh di Cina. Mereka bertanya, Kamu sudah ngapain aja? Kamu lagi ngapain? Kenapa kamu berbuat itu? Siapa yang menyuruh? Apakah kamu terhubung dengan organisasi asing? Kami ingin tahu lebih lanjut tentang percakapan itu. Jika berkenan.

Secara pribadi orang yang kutemui menghormatiku ketika berbicara padaku, mereka sopan dan hormat, jadi mereka tahu aku Muslim dan nggak menyembunyikan kecintaanku kepada Islam dan hasratku menyebarkan Islam dan mereka hormat apa yang paling mereka, secara umum untuk negara sebesar Cina, untuk negara besar umumnya yang paling penting adalah stabilitas pemerintahan stabilitas rezim. Jadi sepanjang mereka yakin bahwa kamu nggak mengancam rezim kamu nggak sedang mau jadi presiden atau serupa, kamu nggak mau berkuasa. Mereka nggak begitu khawatir tentangmu. Jadi dalam percakapan kami, mereka bertanya banyak hal seperti Apa rencanamu untuk masa depan? Di mana kamu belajar tentang Islam?

Dan, contohnya, aku pernah ke Maroko? Untuk kunjungan budaya. Dan aku pulang dan mereka menemuiku dan bertanya, kenapa kamu datang atau kenapa kamu pergi ke Maroko? Apa yang kamu lakukan di sana? Siapa yang kamu temui? Mereka merasa sangat terancam oleh hubungan dengan negara atau organisasi asing. Kudengar konten-konten tentang Islam diblokir oleh pemerintah Cina. Ada yang dihapus. Ada yang disensor. Tapi hanya sejumlah kecil sekitar 10 hingga 20%. 80% konten masih ada, dan biiznillah tetap bertahan. Contohnya, kamu di Cina dan sedang di depan komputer. Ya. Dan kamu ada kanal YouTube. Apa namanya? Namanya Bilibili, kupikir.

Bilibili, dan kamu mengetik, contohnya, ''Nouman Ali Khan'' ke kanalmu. Bisakah kamu lihat ''Nouman Ali Khan''? Aku belum pernah mencoba, tapi aku tahu ada banyak video terjemahan Nouman Ali Khan, yang beredar di kalangan Muslim Cina. Apakah kamu merasa bebas di Cina? Dari segi kebebasan berpendapat? Aku sering merasa dibatasi dan aku merasa frustasi dengan pembatasan ini, tadi kubilang tentang sejumlah artikel dan videoku yang disensor atau dihapus, padahal aku sudah menghabiskan banyak waktu dan aku merasa kontennya berguna untuk orang lain, tapi aku nggak tahu persis kenapa konten itu dihapus atau disensor. Tentunya, hal ini membuat frustrasi. Ada pendapatmu yang mengkritik sistem.

Menurutmu pihak berwajib yang melihat video ini akan mengundangmu minum teh? Aku bilang ke istriku ada orang Turki yang mau mewawancaraiku. Kupikir aku bisa dipenjara gara-gara video ini. Kubilang kepadanya. Jadi, ya, terkadang aku khawatir. 99% dari ucapanku adalah apa adanya hanya 1% dari ucapanku kalau menyangkut hal yang sangat sensitif, contohnya, tentang suatu wilayah di Cina dan etnis tertentu. Dan kamu tahu tentang hal ini. Jadi topik ini sangat sensitif, dan cenderung menghindarinya karena hanya akan menimbulkan masalah bagiku. Contohnya, bagaimana kamu berdakwah kepada orang Cina sekarang?

Satu cara adalah, seperti kubilang, kami ada akun resmi WeChat, yaitu platform media sosial dengan hampir 60,000 pelanggan, dan aku punya artikel, audio, video tentang Islam. Dan seperti kubilang, kebanyakannya beredar secara bebas. Jadi satu cara melalui media sosial dan juga secara fisik, perjumpaan, pertemuan kecil, nggak besar seperti konferensi yang terjadi di Amerika Utara, karena akan menimbulkan masalah. Tapi kami mengadakan pertemuan kecil, yang biasa di Cina sekarang. Jadi, seorang kepala keluarga mengundang keluarga-keluarga lain, untuk datang makan bersama. Bisakah Muslim Cina sholat dengan bebas. Apakah ada kesulitan tentang sholat?

Di daerahku, nggak ada masalah sholat di masjid kapan saja. Masjid buka setiap saat dan orang bisa sholat berjamaah. Orang sholat Jumat, orang sholat Id di jalan. Ada kota di provinsi Qinghai, dan ada film dokumenter tentang ini. Pada waktu Id ada ratusan ribu Muslim. Nggak pasti. Minimal puluhan ribu Muslim sholat berjamaah. Dan tentunya di dalam masjid nggak cukup. Jadi polisi lalu lintas lokal akan memblokir jalan mengkhususkan satu jalan untuk sholat, yang terjadi setiap tahun. Ada film dokumenter tentang hal ini. Jadi untuk ibadah sholat, kurasakan kebebasan yang ada cukup bagi kami.

Tapi sekarang di banyak masjid, mereka mencegah orang-orang di bawah umur 18 tahun masuk, yang kurasa sangat aneh. Tapi bukan semua masjid, hanya sejumlah masjid di mana mereka mencegah orang di bawah 18 tahun masuk. Dan juga, anggota Partai Komunis nggak bisa masuk masjid karena mereka harusnya ateis, nggak percaya agama apapun. Dalam Islam kita berpuasa di bulan Ramadhan. Apakah kamu merasa sulit berpuasa awalnya? Nggak sulit di kampus, jadi di kampus ada ruangan sholat. Awalnya, sholatku tidak rutin, dan suatu hari tiba-tiba kupikir, tiba-tiba merasa termotivasi, kuingat Allah memerintahkan Muslim sholat 5 kali sehari. Kenapa aku nggak sholat 5 kali sehari?

Kamu tahu, pikiran itu tiba-tiba saja melintas di kepalaku, Aku berkata mulai besok dai subuh, aku akan sholat lima kali sehari. Akan kulihat apa sih dampaknya? Akan kulihat apakah aku sanggup? Aku mau bereksperimen. Dan hari berikutnya, aku bangun cepat. Aku sholat subuh, juga sholat pada waktu yang lain, dan aku merasa, Bisa kok. Dan dampaknya pada jadwalku nggak begitu besar. Nggak membuatku menjadi lebih sibuk. Nggak mengambil banyak waktuku. Jadi aku mulai biasa sholat 5 waktu, dan ketika aku rutin begitu, ibadah lain menjadi mudah.

Jadi ibadah lain seperti puasa, seperti belajar tentang Islam, belajar membaca Al-Qur'an, dan ibadah lain menjadi mudah ketika aku sudah rutin sholat 5 waktu. Jadi nggak heran jika Allah (awj.) berfirman, ''Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.' Minta pertolongan dengan sabar dan sholat. Begitu kamu mulai sholat, pertolongan datang dalam tindakan dan kegiatanmu yang lain. Jadi ya, nggak ada yang sulit bagiku secara khusus. Alhamdulillah, kupikir hal-hal terjadi secara alamiah. Apakah ada kebiasaan burukmu seperti minum alkohol dan pacaran?

Jadi pertama kali aku tahu bahwa Muslim nggak boleh pacaran, ketika bertanya haruskah aku punya pacar, aku terkejut. Reaksiku, Apa? Bagaimana mungkin? Bagaimana orang bisa menikah tanpa, pacaran, tanpa bertemu dan mengenali satu sama lain? Jadi awalnya, sulit bagiku menerima hal itu, dan aku biasa berdiskusi panjang lebar dengan teman-teman Muslimku tentang hal ini. Tapi kemudian, ketika berdiskusi, dan berpikir sendiri dan belajar lagi tentang topik ini dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan, akhirnya aku menerimanya. Dan ada pengalaman lucu. Suatu hari aku sedang berbaring dan berpikir sendiri, Kamu tahu? Kupikir pacaran nggak begitu buruk. Kan aku sholat, puasa.

Aku nggak minum alkohol, jadi aku bisa pacaran. Nggak begitu buruk kok. Aku berpikir sendiri, mungkin aku bisa menjadi Muslim yang lebih liberal. Kamu tahu, aku beribadah, tapi aku juga pacaran. Lalu aku langsung tertidur. Dan aku mendengar suara, ada suara dalam bahasa Inggris. Anehnya, bahasa ibuku itu bahasa Cina, tapi suara itu dalam bahasa Inggris. ''Nggak, nggak boleh.'' Kamu nggak boleh pacaran walaupun kamu tetap beribadah. Dan itu lucu bagiku. Dan mungkin hanya mimpi. Bukan suatu keajaiban atau wahyu. Tapi aku jadi terdorong berpikir lebih lanjut tentang hal ini.

Dan akhirnya, kamu tahu secara logis dan rasional dan juga fakta bahwa kita harus berserah diri ketika ada cukup bukti bahwa kamu harusnya nggak melakukan sesuatu walaupun nafsumu nggak menerima. Adalah kewajiban kita sebagai Muslim untuk berserah diri, menerima walaupun tidak kita inginkan, walaupun melawan perasaan kita. Jadi aku hanya, aku tegas pada diriku dan menerimanya dan aku meyakinkan diriku sendiri untuk nggak pacaran dan akhirnya bisa kok. Ia seperti semacam perlindungan. Apakah kamu sudah menikah? Ya, Alhamdulillah, sudah. +Masya Allah. Bagaimana mungkin menikah tanpa mengenal satu sama lain? Jika haram berpacaran?

Ya, aku nggak bertemu calon istriku hanya sekali, selama beberapa hari, berturut-turut kami bertemu dan berbicara hal-hal penting tentang pernikahan seperti berapa anak yang diinginkan. Itu pertanyaan penting. Dan apakah kamu ingin bekerja? Apa tujuan hidupmu dan apa hal terpenting bagimu di dunia ini? Tentunya kita semua menginginkan jannah di akhirat. Tapi dalam dunia ini, apa tujuan hidupmu? Bagaimana kamu mengatur kehidupanmu? Semua hal ini kami diskusikan dan ketika cocok, kamu bisa memutuskan dengan bertawakkal kepada Allah (swt,) karena kamu nggak pernah bisa sepenuhnya pasti.

Jadi, ''Begitu memutuskan, bertawakkallah kepada Allah'' begitu telah membuat keputusan, bertawakkallah kepada Allah karena selalu ada hal-hal yang nggak pasti. Tapi ketika sudah memutuskan dan bertawakkal kepada Allah dan telah sholat istikharah, tentunya, ambil saja keputusan dan ketahui bahwa setiap pernikahan ada masalah dan setiap pernikahan, ada kelebihan. Nggak ada pernikahan yang seluruhnya sempurna, dan nggak ada pernikahan yang seluruhnya bermasalah. Yang penting bagaimana menangani masalah, bagaimana melindungi dan membentuk pernikahan itu. Jadi keputusannya rasional dan setelah itu, sekarang dia menjadi istriku. Tapi pada waktu itu, dia dan aku memutuskan untuk langsung menikah.

Dan sejauh ini, Alhamdulillah. Apakah benar? Pemerintah Cina tidak mengizinkan warganya punya banyak anak? Untuk generasiku, pada dekade setelah kelahiranku tahun 1990, ada kebijakan satu anak saja, setiap keluarga hanya bisa punya satu anak untuk mengontrol pertumbuhan penduduk. Dan sekitar satu dekade lalu, kebijakan ini dicabut menjadi dua anak, dua anak saja. Jadi, sekarang orang bisa punya dua anak, dan kukira mereka mengubahnya lagi menjadi tiga anak, karena sekarang kami menghadapi masalah yang lebih besar, yaitu masalah penuaan penduduk. Ada lebih banyak penduduk tua dari penduduk muda sekarang. Kenapa kamu merasa perlu mengkaji tentang Islam?

Sangat normal ketika seseorang mencapai tingkat kedewasaan tertentu. Dia mulai berpikir tentang sejumlah pertanyaan dasar tapi sulit seperti apa tujuan kehidupan? Kenapa aku hidup? Apa yang akan terjadi setelah aku mati? Pertanyaan ini sangat mendasar, tapi juga sangat sulit, kan? Jika menolong orang lain, kamu akan mati. Apa gunanya menolong mereka? Semua orang mati akhirnya. Jadi aku merasa frustrasi di awal, dan aku mulai membaca tentang banyak agama dan mazhab spiritual. Aku mulai mengkaji Islam untuk menjawab pertanyaan yang kurasa dipikirkan setiap orang suatu waktu dalam kehidupan mereka. Jadi sebelum membaca Al-Qur'an kamu juga membaca kitab lain. -Ya. +Benar kan? -Ya.

Kitab apa dan bagaimana reaksimu? Untuk agama Buddha, kubaca dalam bahasa Cina ''.....''. yaitu sebenarnya kumpulan kata-kata bijak seorang biksu terkenal dari wilayah selatan Cina dalam sejarah. Dan ketika membacanya, aku merasa ada kebijaksanaan besar yang terkandung dalam sebagian besar filosofinya. Kamu seperti melakukan introspeksi yaitu melihat ke dalam diri, melihat nafsumu dalam bahasa Islam. Melihat nafsumu dan menahannya. Dan dia berkata dunia seluruhnya adalah cerminan dari nafsumu dan keadaan internal dirimu. Dia berkata, ''......'' ''Sesuatu dengan tampilan adalah palsu''.

Hal yang sebenarnya, esensi dari suatu hal tidak punya tampilan, ia tidak memaparkan tentang apa yang terjadi... Ia tidak memaparkan apa yang akan terjadi setelah aku mati, apa tujuan kehidupanku? Ia lebih tentang bagaimana hidup bahagia, bagaimana hidup damai, bagaimana hidup lebih baik. Itulah Buddhisme. Lalu aku membaca tentang agama Kristen di awal Bibel aku sudah merasa bahwa penggambaran Tuhan dalam Bibel terlalu mirip seperti orang. Nggak sesuai dengan yang kubayangkan sebagai Tuhan. Misalnya, dalam Bibel, kisah Adam (as.). Kamu tahu, dalam Bibel, dia makan apel dan Tuhan jadi sangat marah. Tuhan jadi sangat frustrasi. Kata-kata yang digunakan seperti itu.

Tuhan menyesali pembuatan Adam. Aku ingat seperti itu. Aku jadi berpikir, Tuhan bisa menyesal? Dia tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bagaimana Dia bisa menyesali tindakan masa lalu, nggak masuk akal? Dan ada banyak lagi penggambaran Tuhan seperti ini, seperti manusia, bukan seperti Tuhan, Aku jadi merasa mungkin, orang-orang kemudian mengubah ayat-ayat Bibel. Jadi nggak asli. Aku nggak merasa ayatnya benar-benar dari Tuhan. Kupikir Tuhan nggak seperti itu dan aku menghargai orang yang percaya Bibel, tapi aku merasa Bibel nggak menjawab pertanyaan-pertanyaanku. Aspek apa dalam Al-Qur'an yang paling mempengaruhimu? Ayat apa yang paling menyentuh hatimu?

Mengkaji Islam seperti menaiki tangga. Terus naik dan ada berbagai platform, berbagai tahap. Jadi di tahap awal, yang mengesankanku adalah dampak emosionalnya. Banyak orang merasakan dampak ini ketika membaca Al-Qur'an, seperti Al-Qur'an mengetahui apa yang kamu pikirkan seperti kamu membacanya dan jadi berpikir apa selanjutnya? Ayat selanjutnya menjawab pemikiranmu. Hal seperti ini terjadi bagiku banyak kali. Aku rasa Al-Qur'an mengetahui apa yang kupikirkan dan berbicara dengan sadar kepadaku, denganku secara khusus tentang apa yang kupikirkan. Jadi sangat berdampak.

Aku merasa terkesan dengan cara Allah (swt.) menggunakan bahasa begitu berbeda dari manusia dan begitu unik, juga indah dan berdampak. Itu aspek Al-Qur'an lain yang menyentuhku. Dan satu lagi, yang kubilang sebelumnya, kekuatan Al-Qur'an secara langsung. Ketika membaca Al-Qur'an, kamu tahu bahwa bukan manusia yang berbicara. Manusia tidak berbicara seperti ini. Rasanya seperti Tuhan yang berbicara dari gayanya. Kupikir satu ayat yang benar-benar menyentuhku adalah Surat Hujurat ''Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.

Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Mahateliti." Dia berkata Wahai manusia, sungguh kami ciptakan kamu berbagai bangsa dan berbagai suku, berbagai etnis supaya kamu mengenal satu sama lain. Dan yang paling mulia di antara kamu adalah yang paling bertakwa, yang paling sadar dan beriman, sungguh Allah Maha Mengetahui dan Mahateliti. Jadi ayat ini paling mengesankanku karena ia menyelesaikan masalah rasisme secara mendasar masalah kefanatikan dan bentuk apapun dari konflik antara orang, budaya, atau apapun yang berbeda.

Karena hanya ada satu standar untuk menilai kemuliaan dan standar takwa ini tersembunyi, hanya Allah yang mutlak tahu dan kamu hanya bisa tahu sedikit. Ayat ini sangat menyentuhku. Dan ada banyak ayat lagi. Ketika melihat orang Cina, ada lebih 1 miliar orang yang perlu dakwah ini, yang perlu mendengar tentang Nabi (as.) Aku ingin bertanya, katakanlah ada kesempatan kamu bisa berbicara kepada semua non-Muslim di Cina. Mereka semua mendengarmu sekarang. Apa yang ingin kamu katakan? Kepada saudaraku sesama orang Cina, saudaraku setanah air, saudaraku sebangsa. Aku ingin mengundangmu berpikir tentang makna kehidupan dan tujuan kehidupan dan apa yang akan terjadi setelah kita mati.

Pertanyaan-pertanyaan ini penting karena tanpa menjawabnya, hidup kita sia-sia dan kita tidak mencapai apapun. Dan akhirnya kamu akan kehilangan semua yang kamu kumpulkan di dunia ini. Mereka tidak akan mengikutimu, dan kamu akan menyesal jika kamu menghabiskan seluruh hidupmu kepada harta sementara atau pekerjaan sementara dalam hidup ini. Jadi aku ingin mengundangmu untuk mulai berpikir tentang tujuan kehidupan dan mulai mencari jawaban. Mulai mencari jawaban. Dan aku ingin mengabarimu kepercayaanku, bukan sesuatu yang aku rekayasa, tapi sesuatu yang dibawa banyak nabi dan rasul dalam sejarah yang datang kepada berbagai bangsa dan menyampaikan pesan bahwa kita diciptakan satu Pencipta.

yang Maha Pengasih, Bijaksana, dan Berkuasa yang berjanji bahwa setelah kehidupan ini, kita akan dibangkitkan dan kita akan dinilai dan orang baik akan ke surga. Tempat yang sepenuhnya dan selamanya membahagiakan dan orang akan sibuk dengan kesenangan dan kedamaian dan Pencipta ini Maha Pengasih dan ingin kita ke surga. Dia ingin kita hidup bahagia dan damai. Dan dia telah memberikan kita jawaban kepada kehidupan akhirat, dan dia telah memberikan kita contoh, kamu tahu, dari nabi dan rasul, terutama yang terakhir Nabi Muhammad, yang menunjukkan cara hidup yang berhasil, cara hidup yang bahagia di dunia, dan juga bahagia di akhirat nanti.

Jadi kamu mungkin nggak percaya hal-hal ini, tapi aku mengundangmu untuk minimal berpikir tentangnya, tentang hal-hal terkait Islam. Dan semoga, kalau kamu orang yang jujur kalau kamu jujur pada hatimu, Aku percaya kamu akan menemukan Islam sesuai dengan apa yang sudah kamu percayai. Kamu akan menemukannya sesuai dengan apa yang kamu ketahui dalam hatimu, makna terdalam dalam dirimu. Dan aku mengundangmu setelah itu untuk menerima Islam dan hidup sesuai dengan contoh yang diberikan Nabi Muhammad. Orang terbaik dari seluruh manusia, jika kamu lihat kehidupannya, jika kamu baca biografinya, kamu bisa melihat bahwa dia memang orang paling mulia dan paling adil dan paling saleh.

Dan aku harap suatu hari nanti kita jadi saudara dan ikatan kita lebih kuat dari darah. Lebih kuat dari tanah air. Ikatan iman dan ikatan ini akan membuat kita saling tolong menolong dalam hidup ini dengan damai dan bahagia dan hidup damai selamanya di akhirat bersama. Jadi mulailah mencari dan minta Tuhan membimbingmu. Jika kamu percaya bahwa ada sesuatu yang lebih tinggi, yang mengetahui pikiranmu, yang menciptakan dunia ini, jika kamu mengakui kemungkinan ini. Mintalah, panggil Dia. Dia mendengarmu. Dia tahu apa yang kamu inginkan dan dia akan membimbingmu. Dan ketika itu, kamu akan menemukan kebenaran, nggak peduli betapa sulitnya.

Jadi mulailah perjalananmu dan semoga Allah, semoga Sang Pencipta membimbing kita semua kepada kebenaran dan kebaikan, kehidupan yang terbaik. Amin. Sangat senang bertemu denganmu. Penyampaianmu baik. Insya Allah, kamu akan menyatukan semua Muslim di Cina tanpa diundang minum teh dengan pihak berwajib, insya Allah.
