# Awalnya Membenci, Akhirnya Mencintai - Cerita Mualaf Joram van Klaveren

- Language: id
- Published: 2026-08-26
- Canonical: https://blog.towardseternity.com/id/blog/while-writing-anti-islam-book-he-became-muslim-the-story-of-joram-van-klaveren
- Source video: https://www.youtube.com/watch?v=yXCMU72z0Ms
- Channel: Towards Eternity

This is the cleaned transcript of the source video. The speech is unaltered.

---

Bagaimana kehidupanmu dalam hal agama? Apa yang kamu yakini? Bagaimana reaksi orang-orang di sekitarmu? Ketika kamu menjadi muslim. Menurutku Islam adalah kebohongan. Aku mendapat lebih dari 2000 ancaman pembunuhan. Pada akhirnya, aku putuskan untuk menulis buku anti Islam Tuhan memberiku pertanda sehingga aku 100% yakin bahwa inilah jalannya. Aku tidak bisa tidur selama dua hari. Aku tidak bisa menerimanya. Terasa begitu, sangat aneh. Assalamu'alaikum, Saudara Joram Van Klaveren Terima kasih telah menerima undangan kami dan kami senang menyambut kamu di sini. Pertama aku ingin bertanya, siapa itu Joram? Wa'alaikumsalam Terima kasih banyak atas undangannya.

Suatu kehormatan bagiku berada di sini. Joram Van Klaveren lahir pada tanggal 23 Januari tahun 1979, di Amsterdam, di keluarga biasa bersama ayah, ibu, saudara laki-laki, banyak saudara laki-laki, adik perempuan, dan seekor kucing. Di Amsterdam, aku lahir dan dibesarkan di sana di keluarga yang menganut agama Protestan. Setelah aku lulus SMA, aku belajar perbandingan agama. Aku pernah jadi guru selama beberapa tahun. Banyak hal yang terjadi di Belanda, terutama dalam hidupku. Lalu, saat aku melihat secara keseluruhan, ketika berhubungan dengan Islam, aku aktif secara politik untuk Partai Kebebasan.

Aku menjadi anggota Parlemen dan pada akhirnya aku putuskan untuk menulis buku anti Islam, yang awalnya penulisan buku anti Islam, berubah jadi pencarian Tuhan dan akhirnya membuat aku menjadi muslim. Bagaimana kehidupanmu dalam hal agama? Apa yang kamu yakini? Sebelum aku menjadi muslim, aku penganut Kristen Protestan dari Gereja Reformasi. Kami baca Alkitab. Kami semua punya nama Alkitab. Kami semua dibaptis, dan pergi ke gereja, dll. Jadi kami penganut Kristen yang taat pada waktu itu. Tentu saja, aku percaya adanya Sang Pencipta. Aku percaya Surga dan Neraka.

Aku percaya keberadaan para malaikat, wahyu, Dan tentu saja yang membedakan antara Kristen dan Muslim adalah aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Putra Tuhan, dan secara filosofis, tentu aku yakin bahwa Dia adalah Tuhan. Aku percaya pada kebangkitan dan penyaliban Yesus, tentu saja, dan aku percaya pada penebusan dosa. Tapi karena Trinitas adalah konsep yang sangat kompleks, baik kamu percaya atau tidak, tetaplah sangat kompleks, karena apabila ada Tuhan di Alkitab, disebutkan bahwa Tuhan abadi, tapi kalau abadi namun di saat yang sama, juga meninggal, tidak mungkin bisa abadi dan mati di saat yang sama.

Seperti itulah ketika aku beranjak dewasa, 16 atau 17 tahun aku mulai menanyakan hal-hal seperti itu, sangat tidak logis. Aku bicara kepada banyak pendeta, pengkhotbah, bahkan rabi. Namun jawaban yang aku dapat tidak cukup memuaskan. Sehingga terasa sangat rumit bagiku. Dan pada akhirnya aku mulai ragu terhadap hal-hal seperti ini. Namun aku pikir harus aku kesampingkan dan aku berpikir seperti hakim, aku hanya harus percaya. Dan mungkin aku tidak cukup pintar untuk mengetahui semuanya. Dan aku masih percaya pada Tuhan. Aku masih yakin bahwa Yesus adalah orang yang sangat penting. Aku percaya Dia adalah Putra Tuhan. Tapi bagaimana itu terjadi, aku biarkan saja.

Bagaimana dan mengapa kamu putuskan untuk menulis buku anti Islam? Setelah lulus SMA, aku kuliah di universitas dan aku mempelajari perbandingan agama. Dan yang luar biasa, menurutku adalah hari pertama aku kuliah adalah 11 September 2001. Aku langsung berpikir, oke, orang muslim ini, sepertinya sudah gila dan agama ini tidak benar. Kemudian beberapa tahun kemudian, seseorang di Belanda bernama Theo Van Gogh. Dia dibunuh di jalan, dia sutradara film yang terkenal. Dia ditembak dan pelakunya mencoba memotong lehernya dan dia menancapkan pisau ke perutnya bersama sebuah surat untuk gadis lain, Ayaan Hirsi Ali. Dan dikatakan bahwa, kamu selanjutnya.

Kejadian itu memperkuat rasa benciku terhadap Islam sehingga aku putuskan, aku harus aktif secara politik untuk melakukan sesuatu dan menghentikan kejahatan ini mencelakai negeri kami. Kamu terjun ke dunia politik karena Islam. Dan memang benar ada hubungannya dengan Islam. Itulah alasan aku ingin menulis buku untuk menjelaskan bahwa Islam berbahaya bagi dunia. Ketika aku sedang menulis buku, seperti yang tadi aku bilang, berbagai pertanyaan dan keraguanku tentang Kristen mulai muncul lagi. Dan itu tentang kebenaran, tentu saja, karena aku seorang penganut Kristen yang taat dan pertanyaan tentang Kristen yang aku miliki pada akhirnya terjawab dengan cara Islam.

Karena tentu saat aku mulai menulis buku, banyak orang yang berpikir bahwa itu buku politik, namun itu bukanlah buku politik. Itu buku agama karena aku ingin tunjukkan pada orang-orang mengapa Islam adalah agama yang berbahaya. Dan aku tulis buku itu dari sudut pandang Kristen. Jadi pada awalnya, aku membuat perbandingan antara konsep Tuhan sesuai Kristen dan konsep sesuai Islam; jadi mulai aku bandingkan. Tapi karena aku punya keraguan tentang Trinitas dan aku lihat Tauhid; keesaan Tuhan dalam Islam. Ya, terdengar lebih masuk akal. Lalu, aku mulai berpikir. Aku baca ulang Alkitab untuk mencari, untuk mengingat kembali, mengapa konsep Islam tentang Tauhid bukan merupakan konsep Kristen.

Tapi ketika aku baca Perjanjian Lama dan aku lihat nabi dan rasul pada Perjanjian Lama mengatakan, satu Tuhan, satu Tuhan, satu Tuhan. Kemudian aku pikir, oke, aku hanya akan cari perkataan Yesus Kristus di Perjanjian Baru. Kemudian ada suatu kisah di Perjanjian baru, ada seorang pria yang mendatangi Yesus dan bertanya, Apa yang paling penting dalam hidup? Bagaimana caranya aku memperoleh surga? Dan beliau berkata, ada dua hal Beliau berkata di sini oh Israel, di sini Tuhan kamu satu, perlakukan tetanggamu seperti kamu ingin diperlakukan. Jadi aku pikir, bahkan Yesus Kristus di sini. Oh, Israel, Tuhan kamu satu. Jadi aku pikir, seluruh konsep Tuhan bagi Muslim ini terdengar lebih logis.

Dan ini adalah konsep yang sama yang aku temukan di Perjanjian Lama dan Baru. Dan aku tahu Kristen sebagai agama mengajarkan hal lainnya, tapi bukan konsep Tuhan yang aku temukan di Alkitab. Setelah mempelajari berminggu-minggu, membaca dan membaca ulang semua jenis buku, aku mulai berpikir, oke, mungkin keesaan Tuhan adalah suatu kebenaran. Begitulah awal mulanya. Apa sumber yang kamu pakai saat melakukan penelitian? Karena aku agak terkejut, aku mulai menulis surat kepada beberapa pihak yang berwenang perihal keagamaan. Dan salah seorang yang aku kirimkan surat adalah Sheikh Abdul Hakim Murad, dan dia profesor dari Universitas Cambridge.

Namun tentu saja semua ini cukup aneh, karena aku masih aktif secara politik waktu itu. Aku menulis buku anti Islam dengan tujuan anti Islam. Dan aku bertanya pada profesor Muslim dari negara lain, maukah kamu membantuku? Jadi aku katakan padanya bahwa aku sedang menulis buku. Aku punya banyak pertanyaan. Jadi aku sangat jelas mengapa aku pikir Islam mendukung terorisme. anti wanita, anti Kristen, anti-anti lainnya. Dan setelah sekitar enam minggu, profesor itu mengirimkan email yang sangat panjang dan dia mulai menjelaskan langsung menjawab banyak pertanyaan dalam diriku. Tapi dia juga berkata, kamu harus baca artikel ini, baca buku ini, baca buku itu, tanya orang ini.

Jadi dia sangat lengkap memberikan penjelasan. Lalu pada akhirnya, setelah aku baca semua buku dan artikel ini dan bandingkan antara nabi dari Perjanjian Lama dengan Nabi Muhammad SAW. Aku tidak punya argumen untuk mengatakan bahwa mereka nabi dan beliau bukan. Lalu aku berpikir, kalau aku bisa menerima Nabi Musa berdasarkan ini dan aku tidak menerima Rasulullah, pasti ada sesuatu yang lain di sini. Aku berpikir, kenapa aku tidak bisa terima dia sebagai nabi? Aku pikir, mungkin karena dia punya banyak istri. Namun sekali lagi, ketika melihat Nabi Sulaiman atau melihat Nabi Daud dan Nabi Ibrahim ada banyak orang di Perjanjian Lama yang punya banyak istri.

Bahkan ketika membaca buku-buku di luar keagamaan, budaya di Eropa, Afrika, Asia, di mana pun, ada orang-orang dengan banyak istri dengan berbagai alasan. Lalu aku pikir, maka bukan itu alasannya. Jadi satu persatu alasan-alasan ini runtuh. Pada akhirnya aku berpikir mereka semua bukan nabi, tapi itu juga sulit dipercaya karena aku pikir, hal-hal yang mereka lakukan, yang mereka katakan, keajaiban yang terjadi, dll. Mereka terbukti benar dalam ucapan dan tindakan. Kalau begitu mereka memang nabi. Kalau begitu, menurutku maka aku harus menerima bahwa Nabi Muhammad SAW. juga adalah seorang nabi. Jadi aku masih meragukannya. Lalu awalnya aku pikir, mungkin karena dia orang paling jahat.

Aku tahu berdasarkan sejarah. Lalu aku pikir, mungkin tidak sejahat itu, tapi dia bukan nabi. Lalu akhirnya aku mulai ragu mungkin dia memang seorang rasul. Ya, itu membutuhkan, tentu saja, aku membaca banyak buku lagi. Dan satu hal yang menurutku sangat bijak oleh Abdul Hakim Murad, dia berkata buku-buku yang kamu baca itu, pendapat anti Islam ditulis oleh non-muslim. Dia berkata, kalau kamu ingin tahu tentang Kristen, kamu tidak akan baca buku dari ateis. Kamu akan baca buku dari Kristen. Mengapa kamu percaya ini? Apa saja argumennya? Jadi kamu juga harus seperti itu terhadap Islam. Mulailah baca buku-buku Islam dari pengajar Islam, dari cendekiawan Islam, dll.

dan kamu bisa lihat dan bandingkan pada topik yang sama yang ditulis oleh muslim dan yang ditulis oleh non-muslim. Kamu bisa lihat di bagian mana mereka melenceng, di mana mereka salah terjemahkan kata. Terkadang mungkin tidak dengan sengaja, namun karena mereka tidak tahu, mereka tambahkan, mereka kurangi, jadi pada akhirnya kamu temukan keberadaan agama lain ini yang tercipta karena kesalahan ini. Dan itulah yang sudah aku lakukan dan juga sudah aku lakukan terhadap kehidupan Rasulullah, karena aku baca buku dari Martin Lings Muhammad, Kisah Hidup Nabi berdasarkan sumber paling awal tentang Nabi Muhammad. Dan ditulis oleh seorang yang berpindah agama.

Cara dia berpendapat, cara dia menyampaikan, punya daya tarik tersendiri bagiku karena adanya kesamaan budaya. Bagaimana aku mempelajari topik tertentu, dll.? Dan itu pertama kalinya aku melihat beliau, tidak sebagai jenderal perang, karena seperti itulah yang sudah ada di pikiranku. Namun aku lihat dia sebagai figur seorang ayah, dan sebagai sahabat dan guru serta lain sebagainya. Jadi ya, aku lihat sosok di balik karakter ini dan aku rasa banyak yang bisa aku katakan, tapi aku tidak bisa bilang kalau dia bukan orang yang baik. Jadi sosok dia mendorong saya untuk membaca lebih banyak dan ingin tahu lebih dalam Apa yang paling mengejutkan bagimu ketika melakukan penelitian?

Kisah tentang Hindun binti Utbah. Ada sesuatu seperti tombol, seperti aku harus berubah. Dan itu karena menurutku Hind, dia istri dari salah seorang musuh, Abu Sufyan, dan dia memberikan uang untuk membunuh Hamza RA., paman kesayangan Rasul. Dan itu yang terjadi di medan perang. Dia terbunuh. Mereka bahkan berpawai dengan telinganya dan memotong hidungnya dan hal buruk lainnya. Jadi Rasul tentu sangat sedih, atas kejadian tersebut. Dan beberapa tahun kemudian, beliau menjadi berkuasa. Beliau berkuasa di Mekkah. Dan di sana ada Hindun binti Utbah. Saat aku baca buku ini, aku pikir, oke, sekarang dia pasti disalib atau tangannya dipotong atau semacamnya.

Namun Rasulullah berkata, saya tidak bisa melihat dia sekarang, tapi semua orang dimaafkan. Kalau kamu mau tinggal di sini dan hidup bersama orang Muslim, maka silakan. Jika kamu tidak mau, maka kamu boleh pergi. Namun pertumpahan darah telah usai dan aku pikir dia telah dimaafkan. Kalau kamu bisa memaafkan seseorang yang membunuh keluarga, terutama paman kesayanganmu, yang bahkan berpawai dengan bagian tubuhnya, untuk menunjukkan pada orang lain, bahwa dia mempermalukanmu dan semua yang kamu yakini, itu berarti kamu punya sifat yang luar biasa bagus. Itu sangat spesial. Sesuatu yang tidak kamu lihat. Dan itulah yang Rasul lakukan. Lalu aku pikir, ya, beliau memang pria yang sangat spesial.

Dan saat aku tahu itu, aku pikir, aku punya pendapat bahwa beliau seorang Rasul. Aku lihat sosoknya, aku lihat cara beliau memperlakukan orang lain. Aku lihat cara beliau memperlakukan musuhnya. Menurutku beliau seorang Rasul. Kemudian aku menyadari, ini luar biasa, karena aku sudah menerima bahwa Tuhan itu esa dan sekarang aku berkata bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Kalau aku menerima Tuhan Maha Esa dan Muhammad SAW adalah utusan-Nya, maka itu hampir syahadat. Lalu aku pikir, oke, aku tutup dulu buku ini, berhenti. Semua ini menuju arah yang salah. Dan tentu aku sudah bukan anti Islam, setelah yang aku baca dan aku lihat serta aku rasakan.

Yang aku ceritakan sekarang, terdengar seperti kisah dongeng, namun memang nyata terjadi. Saat itu, ada banyak buku di meja, dan saat aku mulai merasakannya, ya, ini memang syahadat, aku berkata pada diri sendiri. Aku simpan kembali semua buku dan ku letakkan di lemari bagian atas Namun ada banyak sekali buku, dan banyak buku yang berjatuhan dari rak buku. Dan salah satu buku yang jatuh adalah Quran. Dan ketika aku mengambilnya, tanganku berada di halaman Surat 22, Ayat 46 isinya "Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada." Dan aku mulai berpikir, itulah masalahku karena bukan mata. Aku bisa lihat yang aku tulis sendiri.

Tidak ada yang memaksaku untuk menulis buku ini. Tidak ada yang memaksa; kamu harus tulis begini atau begitu. Aku yang mulai menulisnya dan aku bisa lihat dengan mata sendiri, namun aku masih tidak bisa menerima fakta beliau adalah Nabi. Hanya ada satu Tuhan. Aku tetap tidak bisa. Jadi bukan mataku yang buta. Melainkan hatiku. Aku tidak bisa menerimanya. Menurutku jiwaku atau egoku, tidak bisa terima. Dan lalu aku berkata, oh Tuhan aku tidak peduli Tuhan dari Alkitab atau Quran, berikan aku petunjuk atau semacamnya agar aku 100% yakin bahwa inilah jalan yang benar. Lalu aku tidur. Kemudian ketika aku bangun, aku merasa sangat aman. Aku merasa sungguh sangat aman.

Aku belum pernah merasakan aman seperti ini terhadap sesuatu. Semua kegelisahan dan permasalahan keraguan hilang. Seperti salju terkena matahari. Dan aku berpikir, ya, aku seorang muslim. Lalu aku harus mengatakannya pada orang lain. Seperti apa reaksi orang-orang di sekitarmu? Ketika kamu menjadi muslim? Seperti apa reaksi orang di sekitarmu? Ketika kamu menjadi muslim? Sebagian besar bereaksi sangat negatif. Tentu saja, bagi banyak orang, terutama beberapa paman dan bibi, mereka cukup terkejut. Mereka mendengarnya ketika ada di berita. Dan aku bilang ke ibuku dan dia mulai menangis dan istriku cukup terbuka. Ya, dia sangat santai menerimanya.

Dia berkata, baiklah, kamu sungguh percaya pada Islam dan itu yang ada di hatimu. Siapa aku? Dan beberapa orang dari tempatku bekerja sangat agresif. Aku mendapat lebih dari 2000 ancaman kematian dari orang-orang yang sebelumnya mendukungku. Tentu, orang-orang yang memilihku. Orang-orang mengatakan hal-hal mengerikan. Kami akan perkosa istrimu, menembakmu, kami tahu di mana anakmu bersekolah, dan sebagainya. Dan sebagian besar, tentu saja, tidak masuk akal karena mereka orang gila yang mengetik di komputer. Jadi waktu itu terasa rumit, dan tentu aku harus bilang ke tempat kerja, dan itu adalah organisasi Kristen, jadi bilang ke pemimpinnya, dia berkata, aku tidak percaya.

Dia berkata, ya aku memang menyadari perubahan ketika kamu bicara tentang topik tertentu di radio. Kamu terasa agak lebih lembut, tidak kasar lagi, namun kamu menjadi Muslim. Dan setelah aku berkata, ya aku menjadi Muslim, dia berkata aku tidak bisa tidur selama dua hari. Aku tidak bisa terima. Terasa begitu, sangat aneh. Tapi yang paling sulit bagiku adalah bilang ke kakekku karena kakekku sedang sekarat dan usianya 93, 94 tahun, dia dalam kondisi terbaring sakit parah di rumah Aku harus bilang padanya dan ibuku berkata, kamu harus bilang ke kakekmu, yang adalah ayahnya. Lalu aku bilang, baiklah tapi kamu harus ikut bersamaku. Dia seperti pelindung.

Dan aku hanya bilang, Kakek, aku menjadi Muslim. Lalu dia menutup mata aku pikir berhenti bernapas karena sudah sangat tua. Dan dia benar-benar berhenti bernapas sesaat. Kemudian dia mulai bernapas lagi. Dia menatapku dan berkata, Ya, setidaknya kamu tidak menjadi Katolik. Itu sangat lucu. Dan yang terakhir, atasanku dari radio, dia bilang, bagaimana kami tahu bahwa kamu tidak akan pindah ke agama Hindu atau yang lainnya. Aku bilang padanya, aku tidak pernah memilih agama. Hanya sekali, dan itu ketika aku menjadi muslim. Sebelumnya aku tidak pernah memilih agamaku. Aku terlahir di keluarga Kristen. Aku dibesarkan dengan cara Kristen.

Dan aku sangat berterima kasih atas semua hal baik yang aku dapatkan. Tapi itu bukan pilihanku. Dan sekali aku membuat pilihan adalah menjadi muslim. Dan itu adalah seperti kataku tadi, menurutku keputusan paling penting yang aku ambil dan itu keputusan yang aku lakukan dengan rasional. Aku tidak pernah butuh waktu bertahun-tahun untuk memutuskan sesuatu, hanya menjadi muslim. Bagaimana perasaanmu ketika kamu salat untuk pertama kali? Itu, tentu saja, momen sangat indah, tapi juga sangat aneh, karena sebagai Kristen, tidak terbiasa berdoa seperti itu. Berdoa hanya dengan tangan dan mungkin dengan berlutut di depan tempat tidur atau semacamnya.

Namun menurutku sangat indah, kamu benar-benar bersujud, kamu sungguh - sungguh bersujud di hadapan Tuhanmu. Jadi menurutku itu sangat rendah hati, begitu indah. Dan tentu membuatku sangat bahagia. Apa tiga tantangan terbesar yang kamu hadapi ketika kamu masuk Islam? Tentu saja, menjadi muslim adalah tantangan besar karena aku harus mengatakan pada dunia, keluargaku dan itu tantangan yang besar. Ketika berpikir bahwa menjadi muslim itu sangat sulit, karena, terutama Kristen Protestan, tidak banyak yang harus dilakukan terkait keagamaan. Sebagai seorang muslim, pada praktiknya, diwajibkan salat lima waktu dalam sehari. Diwajibkan makan dengan cara tertentu.

Diwajibkan berpikir dengan cara tertentu. Harus menjadi yang terbaik di setiap saat karena hubunganmu dengan Sang Pencipta dan karena fakta bahwa kamu diwajibkan salat lima kali sehari. Jadi kamu selalu ingat pada Sang Pencipta. Sehingga membuat kamu lebih sadar bahwa kamu punya Tuhan dibandingkan dalam Kristen. Seperti itu yang aku rasakan dan aku sempat berpikir, lima kali sehari aku tidak bisa melakukan ini, melakukan itu, tapi harus. Seperti terasa sulit di pikiran. Tapi setelah aku menjadi muslim, sama sekali tidak sulit. Apakah kamu membesarkan anakmu sebagai muslim? Aku coba, tentu saja. Aku tidak tahu kapan benar-benar membesarkan seorang muslim.

Menurutku itu tugas yang sangat sulit, terutama di masa sekarang ini. Tentu ketika aku menikah, aku bukan muslim. Aku dulu berjanji untuk membesarkan anak-anakku sebagai Kristen. Jadi setelah aku menjadi Muslim, aku tidak mendidik anak-anakku sebagai Kristen, tentu saja. Kalau anak-anak punya pertanyaan tentang Kristen, mereka bertanya ke istriku, dan dapat jawaban Kristen, dan kalau mereka bertanya padaku, dapat jawaban Islam. Tapi sering kali, tanyakan saja pada ayahmu. Istriku masak makanan halal untuk semua. Dia sangat baik. Dia berkata, aku tidak akan masak lima hidangan berbeda, jadi semua orang makan yang sama. Kamu mau halal. Semua orang makan halal. Jadi terasa seperti proses alami.

Apa ucapan terberat dan paling kamu sesali tentang Islam? Menurutku, Islam adalah kebohongan karena itu yang biasa aku katakan. Islam adalah kebohongan, Quran adalah racun. Tapi ketika aku bilang Islam kebohongan, maka itu seluruh agama dan semua yang ada di dalamnya. Jadi itu seperti tingkat tertinggi Jahiliyah. Ya, itulah yang aku sesali karena seperti layaknya payung dan semua berada di bawahnya konsep Islam adalah kebohongan karena itu pemikiran intinya. Dan tentu aku menyalahkan diri sendiri dan aku tahu banyak orang di luar sana yang bukan muslim berpendapat seperti itu. Dan aku mengerti karena secara politik secara sosial, budaya, semua yang dikatakan dan dilakukan ada di sana.

Aku terkadang mendengar argumen dari orang di partai lamaku bahwa aku menyinggung mereka. Ya, itulah yang menggangguku, dan itulah salah satu alasan kita mendirikan organisasi bernama Pusat Pengalaman Islam (IXC). Kami mengunjungi sekolah-sekolah sekolah dasar, menengah, tinggi, universitas, dan juga dua departemen di pemerintahan, organisasi sosial lainnya, gereja untuk menghilangkan miskonsepsi tentang Islam, untuk menyebarkan pesan, menampilkan warna asli Islam. Dan kami lakukan pakai virtual reality (VR) dengan kacamata. Itu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Dan kami seolah mencoba menghapuskan yang sudah aku lakukan dan katakan di masa lalu.

Bagaimana sebaiknya orang-orang belajar tentang Islam? Apakah kamu sarankan hanya mencarinya di Google? Tidak, tentu aku tidak sarankan Google. Itu sama sekali tidak aku sarankan. Aku rasa sebaiknya tutup komputer. Tidak, menurutku sangat penting agar orang-orang membaca buku, buku nyata dengan halaman dan isinya. Aku ingin rekomendasikan kehidupan Nabi Muhammad SAW berdasarkan sumber terdahulunya dari buku Martin Lings. Buku yang tadi aku bicarakan, warnanya hijau. Dan menurutku sangat penting agar orang-orang tidak langsung terjun ke Quran karena itu buku yang sangat kompleks.

Dan kalau kamu tidak punya orang yang bisa ajarkan kamu tentang yang kamu baca terutama sebagian besar orang yang tidak tahu apa-apa tentang Islam tidak fasih bahasa Arab, bahasa Arab kuno. Jadi kamu baca terjemahan Quran alih bahasa, dan sebagian besar bukanlah yang sesungguhnya, tentu. Jadi aku sarankan agar orang-orang mempelajari Sirah. Pelajari karakter dan kehidupan Rasul, karena itu juga yang diajarkan oleh tradisi. Kehidupannya adalah Quran. Dia adalah Quran hidup. Pelajari saja sunah-sunahnya. Dan menurutku itu cara terbaik mempelajari Islam. Apa yang ingin kamu katakan sebagai pesan terakhir?

Aku merasa jauh lebih bahagia setelah menjadi Muslim, jadi aku ingin mengundang semua orang menjadi Muslim karena memberikan kedamaian pada jiwamu dan kedamaian pada hatimu. Agama yang benar. Seirama dengan hati dan jiwa. Setidaknya lihat dari sudut pandang Islam. Cobalah baca dan pelajari kehidupan Rasul. Coba pahami kepercayaan Muslim. Bukan perilaku Muslim, karena banyak Muslim yang tidak menjalani hidup sesuai Muslim, termasuk diriku. Aku tidak selalu hidup seperti muslim. Seharusnya aku lakukan dan kita semua. Tapi kamu sebaiknya melihat contoh terbaik dari semua contoh yakni Rasulullah. Dan kalau kamu pelajari hidupnya, mungkin kamu akan temukan arah yang menuntunmu pada kebenaran.
