Towards Eternity
Kembali ke blog

Islam Mengakhiri Rasisme 1400 Tahun Lalu! - Kulit Hitam atau Putih? Semua Sama Saja

Diterbitkan pada

Tonton di YouTube

Saat melihat gambar ini, apa yang kamu lihat? Gambar ini diambil di Coney Island, New York, di tahun 1906. Ini adalah kebun binatang manusia. Di tengah, ada seorang anak asli Filipina dikelilingi oleh orang-orang yang meragukan apakah dia seorang manusia. Tapi tanpa ragu, mereka merasa lebih unggul. Saat melihat semua foto ini, satu-satunya kata yang muncul adalah rasisme. Mana yang lebih jelek? Karena dia lebih gelap Sekarang tahun 2025. Berbagai bidang berkembang pesat seperti kecerdasan buatan, perjalanan luar angkasa, dan masih banyak lagi. Namun di saat yang sama, terlepas dari semua kemajuan ini, kita masih belum bisa menyelesaikan masalah rasisme.

Bayangkan di mana ribuan orang bahkan tidak menganggapmu manusia. Bahkan kematianmu dianggap tidak penting karena kamu tidak terlihat seperti mereka. Bagaimana rasisme muncul? Bagaimana rasisme terjadi dalam sejarah? Dan apa yang terjadi kini? Akhirnya, akan terlihat bahwa berabad-abad yang lalu Islam membawa solusi yang luar biasa akan aib terbesar umat manusia ini. Jika kamu siap, mari kita mulai. Mari lihat lagi gambar yang kami tunjukkan di awal. Menurutmu, apakah anak ini bahagia? Dia bahkan tidak tahu dia di mana. Saat melihatnya, mentalitas seperti ini mustahil untuk dipahami. “Kalian pantas diperlakukan buruk dan kejam olehku. Mengapa?

Karena warna kulit dan ras kalian berbeda denganku.” Ya, itulah yang mereka pikirkan. Menurut mereka, orang-orang ini primitif. Mereka mengejeknya karena dianggap orang biadab. Dianggap menyedihkan dan tidak berharga. Kebun binatang manusia hanyalah salah satu contoh paling tragis betapa kejamnya manusia. Hal ini populer di banyak kota besar seperti Paris, Hamburg, London, Milano, New York City, dan Chicago. Di tahun 1906, Madison Grant, Presiden 'New York Zoological Society', bahkan justru memamerkan seorang pria dari Kongo bernama Ota Benga dalam kandang Kebun Binatang Bronx, New York City. Selain itu, dia menempatkannya di kandang yang sama dengan orangutan, gorila, dan simpanse. Mengapa?

Karena yang ada dalam kandang digambarkan sebagai nenek moyang kuno manusia. Jadi pria dari Kongo ini dianggap mata rantai yang hilang dalam evolusi. Dan begitulah setiap orang melihatnya, tak peduli perasaannya. Apakah di Amerika hal ini terjadi hanya pada orang kulit hitam? Sayangnya tidak. Mari kembali ke masa penyiksaan suku asli Amerika. Pembantaian suku Indian. Masa di mana Amerika mulai dijajah. Tragisnya, jumlah orang yang terbunuh masih belum diketahui hingga saat ini. Seseorang datang dari seberang lautan dan membuatmu jadi orang asing di tanah airmu sendiri. Dan coba membersihkan ras etnismu. Halaman-halaman sejarah penuh kisah seperti ini.

Tidakkah orang rasis ini, yang masih sering kita lihat, perlu membuka mata mereka? Kurasa jika saja mereka sadar diri saat 1400 tahun yang lalu, peristiwa ini tidak akan terjadi. Tapi apa yang terjadi 1400 tahun yang lalu? Lebih dari 100.000 orang sedang menunggu kata-kata yang akan keluar dari mulut orang ini, yang diutus Allah pada mereka sebagai rasul-Nya. Peristiwa ini dikenal dalam sejarah sebagai Khotbah Perpisahan. Nabi Muhammad SAW melihat kerumunan orang di depannya dan mulai berpidato pada mereka dan orang-orang dari seluruh abad, dan berkata, “Semua manusia berasal dari Adam dan Hawa.

Orang Arab tidak lebih unggul dari orang non-Arab, atau orang non-Arab tidak lebih unggul dari orang Arab. Juga, orang kulit putih tidak lebih unggul dari orang kulit hitam, maupun orang kulit hitam tidak lebih unggul dari orang kulit putih kecuali pada ketakwaan dan perbuatan baik mereka." Dalam pidato ini masih banyak lagi pesan-pesan kemanusiaan. Coba kita pikirkan. Jika orang di balik kejahatan ini punya kesadaran dan pemahaman tentang Nabi Muhammad dan mendengarkannya pada hari itu, apakah peristiwa ini akan terjadi? Aku rasa tidak.

Dalam ayat ke-13 Surah Al-Hujurat, Allah berfirman, "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti." Mengapa kita terbagi menjadi beberapa bangsa? Untuk saling mengenal, untuk saling bertemu. Bukan saling mengucilkan atau mempermalukan, menjadi sombong, mengeksploitasi atau menjajah yang lain. Kita ditempatkan dalam bangsa berbeda untuk saling bertemu. Pikirkanlah.

Jika semua manusia punya warna kulit yang sama dan bahasa yang sama, akankah kita tertarik bertemu dengan orang lain? Semua manusia akan terlihat sama, ya kan? Tapi Allah menciptakan kita berbeda agar bisa saling menginspirasi dengan cara yang positif. Mengapa kita harus memiliki kedekatan ini? Ayat itu mengatakan, "Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan." Karena kita semua keturunan, anak-anak Adam dan Hawa, itu berarti kita bersaudara satu sama lain. Sepupu satu sama lain. Bukankah logika ayat ini sangat indah? Contohnya, bayangkan kamu punya sepupu, namun tidak saling kenal.

Lalu, kalian bertemu setelah mendengar tentang satu sama lain, pasti ingin saling mengenal, ya kan? Dalam halaman sejarah yang penuh dengan rasisme, ke mana pun Islam pergi, Islam menerangi tempat-tempat itu bagai lampu dan membawa prinsip persaudaraan ini. Di setiap negeri yang disinggahinya, Islam menolak rasisme dan berjuang melawan mentalitas ini. Ada begitu banyak contohnya dalam sejarah. Ini salah satunya. Pada abad ke-15, sebuah dekrit dikeluarkan di Spanyol. Semua orang Yahudi diputuskan untuk diusir dari negara itu. Lebih dari 100.000 orang. Mereka telah tinggal di sana ratusan tahun. Tiba-tiba mereka diusir.

Mereka tak tahu harus ke mana dan harus apa, sebuah negara Muslim menyambut mereka. Kekaisaran Ottoman, menerima ribuan orang Yahudi dan mengizinkan mereka tinggal di tanahnya. Tentu saja, melihat kekejaman yang mereka lakukan pada Muslim Palestina, justru Israel seharusnya bersyukur atas bantuan yang besar ini. Namun sangat menyedihkan bahwa, meski Islam agama yang paling menentang rasisme, Islam jutsru paling banyak dianiaya secara rasial. Di berbagai belahan dunia, kita tahu Muslim didiskriminasi secara rasial. Warga Palestina yang tanahnya telah dicuri oleh penjajah Zionis dan yang telah dibantai, termasuk perempuan dan anak-anak.

Muslim di Myanmar yang telah mengungsi dari rumah mereka oleh rezim Buddha. Jumlah mereka lebih dari 1 juta. Geng-geng di India, dalam protes besar Mengatakan, “Jika seorang Muslim bekerja di tokomu, segera pecat dia. Jika ada penjaga toko yang gagal melakukannya, kami akan menempelkan poster boikot di luar toko mereka.” Genosida dan asimilasi yang tak terbayangkan yang dilakukan Cina pada orang Uighur di Turkistan Timur. Ribuan tempat ibadah dihancurkan dan banyak anak-anak dilarang menerima pendidikan agama. Kamu mungkin bertanya, apakah mereka yang melakukan tindakan rasisme terhadap Islam atau kelompok lain merasa bersalah?

Misal, bagaimana Israel merasa tenang dengan mengebom bayi yang tak berdosa? Inilah konsep psikologi yang dijelaskan dalam sebuah gambar. Demonisasi. Dengan kata lain, membuat orang tidak bersalah terlihat buruk atau rendah. Dengan mempercayai hal ini, mereka membenarkan kekejaman yang mereka lakukan hingga mengurangi kesadaran diri mereka. Persis cara berpikir pemerintah Israel. Bukankah mereka yang mengebom warga sipil setelah bilang, “Kami berperang melawan binatang manusia dan kita bertindak sesuai dengan itu”? Tapi cara mentalitas sakit ini terbentuk dijelaskan dalam Al-Qur'an 1400 tahun yang lalu. Saat bidang psikologi belum dikenal dan kata rasisme belum muncul.

Al-Qur'an menjelaskannya dengan konsep Dosa Asal. Istilah ini sering dikaitkan dengan Agama Kristen yang percaya setiap anak lahir dalam keadaan berdosa. Jangan bingung dengan penjelasan agama Kristen. Saat bertanya, “Apa itu Dosa Asal?” dalam Islam, jawabannya sangat berbeda. Aku ceritakan secara singkat. Saat Allah ciptakan manusia pertama, Adam, ada malaikat, dan ada juga jin yang disebut iblis, atau setan. Anehnya, iblis mengatakan kalimat ini pada Allah tentang Adam yang terdengar familiar bagi kita. Dia berkata, “Aku lebih baik darinya, karena Engkau menciptakanku dari api, sedangkan Engkau menciptakannya dari tanah.” Ini jelas pernyataan yang rasis.

Dia merasa superior karena diciptakan dari api dan meremehkan Adam yang diciptakan dari tanah. Beginilah cara Iblis memberontak pada Allah. Dan dosa inilah yang membawa kehancuran. Berfokus pada kisah dalam Al-Qur'an, beginilah rangkaian peristiwanya. Saat Adam sedang diciptakan, setan melihat jenis makhluk yang berbeda. Dia menganggapnya orang asing dan bersikap dingin. Lalu dia mulai berpikir lebih unggul darinya. Akhirnya, dia mengungkapkan yang dia pendam dalam dirinya. Untuk membuktikan keunggulannya, dia mengabaikan kebajikan Adam dan menyerangnya atas dasar kualitas materialnya. Inilah rangkaian di mana rasisme terbentuk.

Jadi, Al-Qur'an sebenarnya menggambarkan psikologi kejahatan yang merupakan aib manusia selama berabad-abad. Hal ini menunjukkan sifat Setan sebagai musuh Allah, sehingga orang beriman dapat melihat keburukan dosa ini dan menjauhinya. Sungguh menakjubkan. Bukankah sangat aneh melihat bahwa bahkan manusia pertama, nenek moyang pertama kita, adalah korban rasisme? Jadi manusia butuh bimbingan agar tak terjerumus dosa ini. Petunjuk dalam ayat ke-13 Surah Al-Hujurat. Dengan kata lain, dalam Islam, nilaimu tidak ditentukan oleh hal-hal di luar kendalimu, yang tidak dapat kamu kendalikan. Namun, kamu yang menentukannya sendiri dengan berbuat baik agar menjadi orang beriman.

Saat mendengar ayat ini, pikiranku tertuju pada satu tempat di dunia ini. Ke titik pertemuan 2 miliar Muslim, entah fisik mereka dapat hadir atau tidak. Ka'bah di Makkah. Kita sekarang berada di jantung dunia Muslim. Kita berada di Makkah. Ka'bah. Di sini, umat Muslim datang dari empat penjuru dunia dengan etnis dan latar belakang berbeda, budaya berbeda, ras berbeda. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama. Para pria berpakaian sama, dua potong kain putih. Para wanita berpakaian sederhana. Mereka datang ke sini hanya dengan satu tujuan, satu tujuan yang sama. Menyembah Tuhan dan mendekat dengan-Nya.

Sekarang aku akan membahas seseorang yang dunianya berubah setelah berkunjung ke Tanah Suci. Malcolm X. Nama ini cukup familiar. Dia warga Amerika berkulit hitam yang memeluk agama Islam. Ia hidup di pertengahan tahun 1900-an dan merupakan tokoh terkenal di seluruh negeri. Selama bertahun-tahun, ia menyaksikan rasisme dan merasa terganggu. Jadi dia mencari solusi untuk masalah ini. Setelah menjadi Muslim, saat ia pergi ke Makkah untuk ibadah haji di tahun 1964, ia melihat hal-hal yang tak terbayangkan. Dalam isi suratnya, dia tuliskan perasaannya sebagai berikut.

“Belum pernah aku menyaksikan keramahan yang begitu tulus dan semangat persaudaraan sejati yang luar biasa seperti yang dipraktekkan oleh orang-orang dari semua warna kulit dan ras di sini, di Tanah Suci ini. Aku benar-benar terdiam dan terpesona oleh keanggunan yang aku lihat di sekelilingku oleh orang-orang dari semua warna kulit. Amerika perlu memahami Islam karena ini adalah agama ini yang menghapus masalah ras dari masyarakatnya.” Dia katakan hal ini pada saat rasisme jauh lebih intens daripada saat ini. Islam adalah satu-satunya agama yang mampu menghilangkan masalah ras dari masyarakat Amerika. Islam akan menghapus kepercayaan bahwa warna kulit menentukan superioritas.

Islam akan menghentikan serangan rasis pada anak yang tidak bersalah. Tidakkah ini semua jelas bagimu? Sebagai manusia, kita akan terus melakukan tindakan kejam dan tidak adil jika kita dibiarkan tanpa pengawasan di dunia ini. Sering kali, kita justru membenarkan kejahatan dengan alasan seperti demonisasi. Kamu bahkan tidak sadar bahwa itu salah. Pada saat yang sama, kita adalah manusia yang dapat memilih hal yang benar di antara banyak sekali pilihan yang salah. Maksudku, manusia mampu melakukan hal-hal ekstrem, entah hal kejam atau kebaikan. Tidakkah kamu berpikir, Tuhan menciptakan mereka dan mengutus mereka ke dunia ini pasti akan membimbing mereka?

Bahkan jika kita menghasilkan sebuah karya, kita pasti buat karya yang terindah? Jadi tentu saja, Dia yang menciptakan kita juga ingin kita mencapai tingkat terindah. Allah selalu ingin membimbing kita yang terbaik di segala hal melalui wahyu-wahyu yang diberikan pada para Nabi. Apa yang telah kita bicarakan sejak awal hanyalah salah satu bagian dari pesan yang nabi terakhir, Nabi Muhammad, bawa untuk umat manusia. Hanya salah satu dari 6000 lebih ayat Al-Qur'an. Hanya salah satu dari puluhan masalah yang dipecahkan oleh Al-Qur'an dengan sangat bijaksana.

Bahkan jika itu hanya satu solusi yang begitu unik dan kuat, bukankah sudah jelas bahwa kitab ini adalah petunjuk utama yang sangat dibutuhkan umat manusia? 00:00:06,798 Kebun Manusia 00:00:19,881 rasisme 00:00:33,858 Mana yang lebih jelek? Boneka Hitam, Boneka Putih Karena dia hitam 00:00:45,090 kecerdasan buatan 00:01:03,240 Bagaimana rasisme muncul? Bagaimana rasisme terjadi dalam sejarah? Dan apa yang terjadi kini? 00:02:52,360 Pembantaian suku Indian 00:04:32,357 Khotbah Perpisahan 00:04:42,640 Semua manusia berasal dari Adam dan Hawa. Orang Arab tidak lebih unggul dari orang non-Arab, atau orang non-Arab tidak lebih unggul dari orang Arab.

Juga, orang kulit putih tidak lebih unggul dari orang kulit hitam, maupun orang kulit hitam tidak lebih unggul dari orang kulit putih kecuali pada ketakwaan dan perbuatan baik mereka. 00:05:16,961 "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.

Surah Al-Hujarat 49:13 00:05:59,760 "Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan." 00:07:36,960 “Jika seorang Muslim bekerja di tokomu, segera pecat dia. Jika ada penjaga toko yang gagal melakukannya, kami akan menempelkan poster boikot di luar toko mereka.” 00:07:46,876 yang dilakukan oleh Cina terhadap orang Uighur di Turkistan Timur. 00:08:07,432 Demonisasi. Membuat orang yang tidak bersalah terlihat buruk atau lebih rendah. 00:08:40,021 Dosa Asal Agama Kristen setiap anak dilahirkan dalam keadaan berdosa.

00:09:08,549 “Aku lebih baik darinya, karena Engkau menciptakanku dari api, sedangkan Engkau menciptakannya dari tanah.” Sad 38:76 Pernyataan yang rasis Superior 00:11:42,698 “Belum pernah aku menyaksikan keramahan yang begitu tulus dan semangat persaudaraan sejati yang luar biasa seperti yang dipraktekkan oleh orang-orang dari semua warna kulit dan ras di sini, di Tanah Suci ini. Aku benar-benar terdiam dan terpesona oleh keanggunan yang aku lihat di sekelilingku oleh orang-orang dari semua warna kulit. Amerika perlu memahami Islam karena ini adalah agama ini yang menghapus masalah ras dari masyarakatnya.” 00:13:35,784 Subscribe sekarang!