Mengapa dalam Islam Wanita Tidak Memiliki Hak Yang Sama Dengan Pria?'’
Diterbitkan pada
Islam nggak menghargai wanita. Sistem Islam sangat represif. "Bagi yang mengklaim "Wanita tidak bisa bebas", kita bilang: "Jika wanita tahu penghormatan, kenyamanan dan kedamaian dari Islam untuk mereka maka mereka semua akan segera masuk Islam" kita sangat meyakini hal ini. Ya, topik ini mungkin yang paling kontroversial bagi orang yang belum tahu banyak tentang Islam Ayo kita kaji topik ini lebih dalam. Mari mulai dengan pertanyaan. Kenapa kesaksian 2 wanita setara kesaksian 1 lelaki? Ada alas an mendalam dan logis tentang ini. Lelaki itu tangguh, ulet, kuat fisiknya, stabil emosinya dan mudah memutuskan.
Di sisi lain, wanita itu lemah fisiknya dan mudah sakit, labil emosinya, antusias, simpatik dan penyayang. Ya, wanita mengandalkan emosi. Jadi biasanya lebih mengutamakan hati daripada otak ketika memutuskan. Mereka sering tidak bisa objektif ketika terjadi sesuatu. Mereka mengandalkan intuisi karena sisi penyayang dan simpatik mereka mendominasi. Allah tidak membiarkan wanita sendirian dalam hal ini. Penambahan satu wanita lagi berfungsi agar mereka saling mendukung untuk memutuskan dengan baik dan mengatasi perasaan serta luapan emosi. ketika memberi kesaksian, ada juga unsur ancaman dan bahaya.
Contohnya, jika bersaksi atas pembunuh atau pencuri, seorang wanita mungkin nggak bisa berkata benar ketika diancam sehingga menjadi takut dan cemas karena dia lemah dan rentan. Pada tahap ini, penting agar wanita itu dilindungi sehingga dia nggak sendirian dengan kehadiran satu saksi lagi. Sekarang ayo kita lihat masalah warisan, Contoh nya. Seorang wanita yang berada dalam keluarga, Nggak perlu mengeluarkan uang. Ayahnya atau saudara di rumah ayahnya yang menanggung dirinya. Semua kebutuhannya dipenuhi mereka. Jadi wanita itu nggak perlu bersusah payah, hal serupa terjadi setelah menikah. Suaminya bertanggung jawab atas penghidupannya, dan kebutuhannya. Jadi lelaki harus bertanggung jawab.
Sekali lagi, dia nggak perlu mengeluarkan uang atau bekerja keras. Di sini, Islam mewajibkan lelaki bertanggung jawab. Lagi pula, wanita berhak mendapat mahar ketika menikah. Lelaki bertanggung jawab untuk bekerja dan bebannya semakin meningkat setelah menikah karena harus menanggung istri dan anaknya dan orang tuanya jika membutuhkan. Oleh karena itu lelaki diberikan dua kali jumlah warisan, dibanding satu kali bagi wanita. Walaupun lelaki sepertinya menerima lebih banyak, sebenarnya wanita yang mendapatkan lebih banyak. Islam nggak bisa disalahkan atas tindakan orang-orang yang tidak tahu.
Jika melihat kehidupan Nabi kita (saw.) maka kita bisa memahami betapa penting dan berharganya wanita. Contohnya, dalam satu hadis Dia berkata "Orang terbaik di antara kamu adalah yang terbaik kepada istrinya". Juga... "Surga di bawah telapak kaki ibu" adalah satu lagi hadis terkenal. Seseorang datang kepada Rasulullah (saw.) dan bertanya "Siapa orang yang paling layak ku perlakukan dengan baik?" Nabi (saw.) menjawab "Ibumu". Dia melanjutkan, "Siapa lagi?" "Ibumu", kata Nabi (saw.) lagi. "Siapa lagi?" tanyanya. "Ibumu", kata Nabi (saw.) Dia bertanya lagi, "Siapa lagi?" Lalu Nabi (saw.) menjawab "Baru ayahmu". "Orang yang paling beriman adalah orang dengan akhlak terbaik.
Dan orang terbaik adalah orang yang paling baik dalam memperlakukan istrinya" Jaman sekarang ini kita nggak bilang "Betapa penyayangnya" kepada lelaki yang membuka pintu mobil bagi istrinya membiarkan mereka masuk duluan. Jadi apa yang dilakukan Nabi (saw.)? Anas (ra) menerangkan dan berkata "Kami pulang dari Khaybar menuju Madinah. Kami lihat Rasulullah meletakkan rompinya di atas punuk unta agar Safiya bisa duduk dengan nyaman. Lalu dia berjongkok di samping unta, lututnya menyentuh tanah dan Safiya naik ke unta dengan menginjak lutut Rasulullah (saw).” Nabi kita (saw.), yang merupakan contoh bagi kita, menunjukkan penghargaan yang harus diberikan kepada istri kita.
Islam memberikan banyak penghargaan sosial kepada wanita. Wanita mendapatkan banyak hak dari Islam yang sebelumnya nggak mereka dapatkan. Al-Qur'an dan Sunnah nggak mengecualikan wanita dari ilmu. "Sebaliknya, Nabi kita (saw.) secara khusus mendorong pendidikan wanita dan mewajibkan perlindungan hak mereka. Mengantisipasi pengabaian hak ini. Ayo kita lihat dua antisipasi ini. Bagi wanita, penggunaan uangnya, dibelanjakan untuk apa, dalam aturan syariah, sepenuhnya terserah padanya. Dia bisa memberikan maharnya atau asetnya yang lain jika ada, Untuk amal atau aktivitas sosial. Atau dia bisa berinvestasi dalam perdagangan.
Biaya sehari-hari seorang wanita, juga biaya perawatan serta obatnya adalah tanggung jawab suami. Jika seorang lelaki ingin istrinya mempercantik diri biayanya juga menjadi tanggung jawabnya. Tergantung situasi seorang wanita, dia bisa memohon pembantu kepada suaminya, dan gaji pembantu itu dibayar suaminya. Jika wanita itu nggak mau tinggal bersama keluarga suaminya maka suaminya harus menyiapkan rumah lain. Seperti contoh yang diberikan, ada hak wanita dalam hampir setiap ranah kehidupan. Tapi, berapa banyak dari kita yang sadar tentang informasi ini adalah hal lain. Hak wanita dalam masyarakat akan semakin jelas seiring kita semakin memahami Al-Qur'an dan Sunnah.
Terkait topik kesetaraan gender kita harus membedakan kesetaraan dan keadilan. Bandingkan dua kelas berbeda, masing-masing mengerjakan Tes matematika. Ada 10 pertanyaan, dan pertanyaan pertama bagi dua kelas ini berbeda karena kedua kelas ini diajarkan topik yang berbeda oleh guru mereka Sembilan pertanyaan lainnya sama. Bisakah dibilang tesnya nggak adil? Nggak. Sama halnya, Allah menciptakan lelaki dan wanita yang berbeda cirinya, kepribadiannya, dan kecenderungannya. Wanita diciptakan secara berbeda, sehingga tes mereka disesuaikan pula. Contohnya, karena wanita itu cantik, menarik, penyayang dan perenung tesnya disesuaikan sedemikian rupa.
Lelaki itu tangguh, kuat fisiknya, dan tahan banting sehingga dia berdaya menghadapi tantangan jadi tesnya disesuaikan sedemikian rupa pula. Namun, baik lelaki ataupun wanita wajib mematuhi semua perintah Islam, seperti sembilan pertanyaan tes yang sama dalam contoh tadi. Hanya pertanyaan pertama yang berbeda. Ini adalah keadilan Allah (swt.). Tapi nilai balasan yang sama setelah tes diberikan kepada keduanya. Ya, kawan-kawan, tolong like dan komentari video kami. Jika belum, ayo silakan subscribe. Sampai jumpa pada video berikutnya, kami akan menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit. Jaga diri baik-baik ya…
Di sisi lain, wanita itu lemah fisiknya dan mudah sakit, labil emosinya, antusias, simpatik dan penyayang. Ya, wanita mengandalkan emosi. Jadi biasanya lebih mengutamakan hati daripada otak ketika memutuskan. Mereka sering tidak bisa objektif ketika terjadi sesuatu. Mereka mengandalkan intuisi karena sisi penyayang dan simpatik mereka mendominasi. Allah tidak membiarkan wanita sendirian dalam hal ini. Penambahan satu wanita lagi berfungsi agar mereka saling mendukung untuk memutuskan dengan baik dan mengatasi perasaan serta luapan emosi. ketika memberi kesaksian, ada juga unsur ancaman dan bahaya.
Contohnya, jika bersaksi atas pembunuh atau pencuri, seorang wanita mungkin nggak bisa berkata benar ketika diancam sehingga menjadi takut dan cemas karena dia lemah dan rentan. Pada tahap ini, penting agar wanita itu dilindungi sehingga dia nggak sendirian dengan kehadiran satu saksi lagi. Sekarang ayo kita lihat masalah warisan, Contoh nya. Seorang wanita yang berada dalam keluarga, Nggak perlu mengeluarkan uang. Ayahnya atau saudara di rumah ayahnya yang menanggung dirinya. Semua kebutuhannya dipenuhi mereka. Jadi wanita itu nggak perlu bersusah payah, hal serupa terjadi setelah menikah. Suaminya bertanggung jawab atas penghidupannya, dan kebutuhannya. Jadi lelaki harus bertanggung jawab.
Sekali lagi, dia nggak perlu mengeluarkan uang atau bekerja keras. Di sini, Islam mewajibkan lelaki bertanggung jawab. Lagi pula, wanita berhak mendapat mahar ketika menikah. Lelaki bertanggung jawab untuk bekerja dan bebannya semakin meningkat setelah menikah karena harus menanggung istri dan anaknya dan orang tuanya jika membutuhkan. Oleh karena itu lelaki diberikan dua kali jumlah warisan, dibanding satu kali bagi wanita. Walaupun lelaki sepertinya menerima lebih banyak, sebenarnya wanita yang mendapatkan lebih banyak. Islam nggak bisa disalahkan atas tindakan orang-orang yang tidak tahu.
Jika melihat kehidupan Nabi kita (saw.) maka kita bisa memahami betapa penting dan berharganya wanita. Contohnya, dalam satu hadis Dia berkata "Orang terbaik di antara kamu adalah yang terbaik kepada istrinya". Juga... "Surga di bawah telapak kaki ibu" adalah satu lagi hadis terkenal. Seseorang datang kepada Rasulullah (saw.) dan bertanya "Siapa orang yang paling layak ku perlakukan dengan baik?" Nabi (saw.) menjawab "Ibumu". Dia melanjutkan, "Siapa lagi?" "Ibumu", kata Nabi (saw.) lagi. "Siapa lagi?" tanyanya. "Ibumu", kata Nabi (saw.) Dia bertanya lagi, "Siapa lagi?" Lalu Nabi (saw.) menjawab "Baru ayahmu". "Orang yang paling beriman adalah orang dengan akhlak terbaik.
Dan orang terbaik adalah orang yang paling baik dalam memperlakukan istrinya" Jaman sekarang ini kita nggak bilang "Betapa penyayangnya" kepada lelaki yang membuka pintu mobil bagi istrinya membiarkan mereka masuk duluan. Jadi apa yang dilakukan Nabi (saw.)? Anas (ra) menerangkan dan berkata "Kami pulang dari Khaybar menuju Madinah. Kami lihat Rasulullah meletakkan rompinya di atas punuk unta agar Safiya bisa duduk dengan nyaman. Lalu dia berjongkok di samping unta, lututnya menyentuh tanah dan Safiya naik ke unta dengan menginjak lutut Rasulullah (saw).” Nabi kita (saw.), yang merupakan contoh bagi kita, menunjukkan penghargaan yang harus diberikan kepada istri kita.
Islam memberikan banyak penghargaan sosial kepada wanita. Wanita mendapatkan banyak hak dari Islam yang sebelumnya nggak mereka dapatkan. Al-Qur'an dan Sunnah nggak mengecualikan wanita dari ilmu. "Sebaliknya, Nabi kita (saw.) secara khusus mendorong pendidikan wanita dan mewajibkan perlindungan hak mereka. Mengantisipasi pengabaian hak ini. Ayo kita lihat dua antisipasi ini. Bagi wanita, penggunaan uangnya, dibelanjakan untuk apa, dalam aturan syariah, sepenuhnya terserah padanya. Dia bisa memberikan maharnya atau asetnya yang lain jika ada, Untuk amal atau aktivitas sosial. Atau dia bisa berinvestasi dalam perdagangan.
Biaya sehari-hari seorang wanita, juga biaya perawatan serta obatnya adalah tanggung jawab suami. Jika seorang lelaki ingin istrinya mempercantik diri biayanya juga menjadi tanggung jawabnya. Tergantung situasi seorang wanita, dia bisa memohon pembantu kepada suaminya, dan gaji pembantu itu dibayar suaminya. Jika wanita itu nggak mau tinggal bersama keluarga suaminya maka suaminya harus menyiapkan rumah lain. Seperti contoh yang diberikan, ada hak wanita dalam hampir setiap ranah kehidupan. Tapi, berapa banyak dari kita yang sadar tentang informasi ini adalah hal lain. Hak wanita dalam masyarakat akan semakin jelas seiring kita semakin memahami Al-Qur'an dan Sunnah.
Terkait topik kesetaraan gender kita harus membedakan kesetaraan dan keadilan. Bandingkan dua kelas berbeda, masing-masing mengerjakan Tes matematika. Ada 10 pertanyaan, dan pertanyaan pertama bagi dua kelas ini berbeda karena kedua kelas ini diajarkan topik yang berbeda oleh guru mereka Sembilan pertanyaan lainnya sama. Bisakah dibilang tesnya nggak adil? Nggak. Sama halnya, Allah menciptakan lelaki dan wanita yang berbeda cirinya, kepribadiannya, dan kecenderungannya. Wanita diciptakan secara berbeda, sehingga tes mereka disesuaikan pula. Contohnya, karena wanita itu cantik, menarik, penyayang dan perenung tesnya disesuaikan sedemikian rupa.
Lelaki itu tangguh, kuat fisiknya, dan tahan banting sehingga dia berdaya menghadapi tantangan jadi tesnya disesuaikan sedemikian rupa pula. Namun, baik lelaki ataupun wanita wajib mematuhi semua perintah Islam, seperti sembilan pertanyaan tes yang sama dalam contoh tadi. Hanya pertanyaan pertama yang berbeda. Ini adalah keadilan Allah (swt.). Tapi nilai balasan yang sama setelah tes diberikan kepada keduanya. Ya, kawan-kawan, tolong like dan komentari video kami. Jika belum, ayo silakan subscribe. Sampai jumpa pada video berikutnya, kami akan menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit. Jaga diri baik-baik ya…