Towards Eternity
Kembali ke blog

Lahir di Keluarga Ateis dan Menjadi Mualaf- Cerita Yang Menarik!

Diterbitkan pada

Tonton di YouTube

Bagaimana kamu mengenal Islam pertama kali? Bagaimana perasaanmu ketika bersyahadat? Apa yang paling mengesankanmu tentang Islam? Bagian paling sulit adalah ayahku Karena dia, bisa dibilang ekstrim ateismenya Jadi aku menunggu setahun sebelum memberitahunya aku masuk Islam Dan dia berteriak, menghinaku ''Karena kalian Muslim makanya terjadi perang'' Katanya, kalau mengikuti Bibel, kamu nggak akan berbuat seperti teroris, kamu nggak akan melakukan hal-hal gila seperti sekarang. Namaku Stijn. Aku berasal dari Belgia, aslinya dari Brussel, dan sekarang tinggal di Turki untuk Erasmus, Pertukaran Pelajar dalam bidang ilmu hukum.

Umurku dua puluh tiga tahun dan alhamdulillah sudah enam tahun aku masuk Islam. Bagaimana perasaanmu ketika bersyahadat. Subhanallah Karena kamu bertanya, aku harus mengingat lagi. Kamu tahu, waktu pagi-pagi, dingin di luar matahari sudah terbit dan menyinari kulit, pada dingin pagi. Tapi kamu bisa merasakan panas matahari, kan? Karena cuacanya dingin. Tapi matahari memang istimewa dan kamu bisa merasakan panasnya di kulitmu. Seperti itulah, rasa hatiku ketika aku bersyahadat. Aku nggak bercanda. Begitulah perasaanku sebenarnya. Wallahi, seperti kubilang, aku nggak bisa mengalami perasaan itu lagi karena ia adalah salah satu perasaan termurni yang pernah kualami.

Seperti sesuatu terjadi denganmu ketika bersyahadat. Bagaimana perasaanmu ketika pertama kali salat? Pertama kali salat. aku nggak begitu sadar apa yang kulakukan karena aku nggak mengetahui kenapa salat itu penting, kenapa aku harus melaksanakan salat. Maksudku, aku tahu Allah swt. itu ada dan Allah swt. adalah tuhan yang harus kita sembah, tapi aku nggak tahu, kenapa salat itu penting. Jadi ketika pertama kali salat, rasanya seperti yoga. Kamu tahu, aku seperti merilekskan diriku saja.

Tapi tentu, seiring waktu ketika aku tahu dan bisa mencocokkan semuanya, jadinya seperti, kamu tahu, sesuatu yang dinanti karena, kamu tahu, salat tidak hanya merilekskan, tapi juga memberikan kedamaian yang nggak bisa ditemukan pada aktivitas lain. Kamu tahu, terkadang aku mendengar orang berkata di Turki, terutama, aku merokok dan aku bertanya kenapa? Bro, bro aku jadi begitu damai. Dan aku berpikir Bro, kalau kamu salat jauh lebih baik dari merokok ribuan kali, kamu tahu. Tapi mereka nggak tahu tapi alhamdulillah. Bagaimana kamu mengenal Islam pertama kali? Mudah jawabannya. Aku masih muda ketika 9/11 terjadi Menara Kembar, al-Qaeda dan Osama bin Laden.

Dua frasa ini adalah yang pertama yang kuhubungkan dengan Islam. Jadi itulah cara di mana Islam masuk dalam hidup kami bagi seluruh masyarakat Belgia. Kenapa kamu memilih Islam dan bukan agama lain? Kamu tahu, bukan aku yang memilih Islam karena masuk Islam, adalah petunjuk dari Allah swt. Tapi alhamdulillah, nikmat yang besar bahwa aku masuk Islam. Dan terutama kisahku sedikit unik karena dulu aku nggak percaya agama apapun. Aku benar-benar ateis. Tapi alasan kenapa Islam bagiku agama yang benar Dalam agama, tentu, kita punya apa yang dipanggil ‘’tauhid’’, keesaan Tuhan. Dan konsep Islam sangat jelas.

Itulah kenapa Islam bagiku adalah agama paling murni, karena ia yang paling dekat dengan sumber asalnya. Bagaimana orang di sekelilingmu bereaksi ketika kamu masuk Islam? Bagaimana keluargamu bereaksi? Sedikit lucu, karena ibuku, tentu, rahmah, atau kasih seorang ibu kepada anaknya sangat besar. Maksudku, dia orang pertama yang kuberitahu. Baru satu hari, aku langsung memberitahunya, tanpa keraguan apapun. Kubilang, Mama, aku harus memberitahumu sesuatu. Dia bilang, ok, ada apa? Kubilang, aku masuk Islam. Dan dia merespon begitu baik karena aku tahu ibuku. Pikirannya begitu terbuka. Dia biasa tinggal dengan orang dari latar berbeda. Dia dulu belajar di luar negeri juga.

Jadi aku tahu dia memiliki semacam wawasan global. Dan dia bilang dengan lembut, ok kamu tahu, aku nggak percaya Islam. Aku nggak menerimanya. Tapi tetaplah pada pilihanmu dan aku akan selalu mencintaimu apapun kepercayaanmu. Jadi 50 persen ujianku sudah lulus. Tapi bagian tersulit adalah ayahku, karena ateismenya ekstrim. Bukan hanya kepada Islam, tapi agama secara umum. Dia tidak suka. Jadi aku menunggu setahun sebelum memberitahunya aku masuk Islam karena aku tahu sendiri khususnya pada waktu aku masuk Islam. Kamu tahu, pemberontakan Isis dan masalah di Syria. Jadi aku tahu dia akan jadi takut.

Makanya aku butuh satu tahun untuk memberitahunya, dan waktu itu pukul dua pagi kami mau berangkat ke Prancis untuk liburan Dan aku ingat betul momen itu, karena aku di depan dengan ayahku, adik-adikku dan ibuku di belakang. Dan aku bilang kepadanya bahwa aku harus memberitahumu sesuatu. Dia melihatku dan berkata, ada apa? Apakah kamu gay? Aku bilang, nggak, aku bukan gay. Bukan itu masalahnya. Jadi apa masalahnya. Jadi kubilang, ’’Papa, kamu kan menemukan sebuah Qur'an dalam kamarku juga sajadah tempat salat. Dan aku memberitahumu bahwa itu barang kawan-kawanku, tapi bukan, itu milikku. Jadi dia melihatku lagi dan berkata, kamu masuk Islam?

Dan aku begitu takut memberitahunya karena aku tahu dia akan terkejut dan mungkin merasa tersinggung. Tapi pada saat yang sama, iman dalam hatiku begitu teguh dan aku percaya sangat kuat dalam Islam sehingga aku berkata, kamu tahu, apapun yang terjadi, aku tahu rencana Allah swt. lebih baik dari harapanku. Dan Allah swt. berkata jika engkau percaya padaku, takut padaku, aku akan melindungimu dengan cara yang engkau tidak bisa bayangkan. Jadi kalaupun kamu mau mengusirku keluar rumah, atau, dari keluarga. Aku tahu akan ada solusi. Jadi aku melihat matanya dan berkata ya aku masuk Islam. Aku seorang Muslim. Selama sepuluh detik, dia tidak mengatakan apapun. Setelah 10 detik.

Dia seperti gunung berapi meledak, berteriak, menghina. Apa yang telah kamu lakukan? Bagaimana kamu bisa masuk Islam? Kita orang Belgium, orang Flandria. Kita bukan Muslim. Kamu nggak bisa jadi orang Arab. Kamu tahu, dia menganggap Muslim dan Arab sama. Dan jadi lucu karena lalu dia berhenti bicara lama sekali. Dan kemudian ibuku, berkata sesuatu yang mengesankan. Dia berkata kepada ayahku, oke, kamu ateis. Dan orang ateis. mengklaim bahwa mereka menghormati semua agama. Tapi jika anakku percaya suatu agama, kamu nggak mau lagi bicara dengannya. Jadi aku juga nggak mau bicara denganmu sampai kamu bicara lagi dengan anakku. Setelah lima menit dia bicara lagi dengan ibuku, alhamdulillah.

Jadi itulah respon yang paling penting, tentu, kawan-kawan juga. Maksudku, ada yang menjauh. Tapi kemudian, mereka balik lagi karena melihat aku nggak berubah seperti akan melakukan hal gila dan meledakkan sesuatu. Tapi mereka berkata bahwa aku berubah lebih baik. Jadi, ya, hari pertama cukup, kamu tahu, aneh. Mereka awalnya menjauh. Tapi alhamdulillah sekarang semuanya baik-baik saja seperti nggak ada yang terjadi, kamu tahu, faktanya, bahkan mereka menghargaiku. Jadi, kamu tahu, kamu harus salat dan berpuasa dan berhaji. Apakah ada di antara hal ini yang terasa sulit bagimu? Em, di awal, ya.

Terasa begitu sulit karena khususnya sebagai muallaf dan aku tahu banyak muallaf dan bro dan sis yang tahu masalah ini, kamu sendirian karena orang akan membimbingmu masuk Islam. Mereka akan bilang, aku memberi buku, Aku punya ini. Aku punya itu kamu tahu, kamu bisa menonton video YouTube, tapi ketika kamu menjadi Muslim, paling-paling mereka berkata, ok, Alhamdulillah dia sudah Muslim, seperti kita. Mereka berhenti. Tapi itu waktu paling krusial, karena ketika seseorang menjadi Muslim, seperti kita tahu, apa yang paling penting? Ilmu Kamu tidak bisa beribadah kepada Allah swt. tanpa berilmu. Jadi jika tidak ada yang mengajarimu ilmu, jadi ada dua pilihan.

Atau kalau kamu punya orang-orang berilmu di sekelilingmu. Dan petunjuk dari Allah swt. Dan kamu akan menuju arah yang benar tapi kebanyakan orang bisa menuju arah yang salah dengan melakukan keburukan atau kurang melakukan ibadah. Dan mereka akan kembali menjadi seperti mereka yang dulu. Jadi alhamdulillah, aku tidak beribadah banyak di awal, tapi alhamdulillah lingkunganku baik dan beribadah di awal begitu sulit karena aku selalu berpikir dan orang sadar Insya Allah aku akan beribadah nanti. Seminggu lagi, Seminggu lagi aku akan salat Seminggu lagi aku berhenti minum alkohol.

Tapi kita tahu sendiri inilah trik setan bukan membuat kita berdosa, trik setan adalah membuat kita kehilangan waktu, karena seiring waktu kita akan kehilangan ibadah, makanya ada surah tentang waktu yaitu Al-Asr, kamu tahu. Jadi aku mulai salat lima waktu sehari, contohnya, dengan cara yang sulit. Aku mulai salat dalam pekan pertama, satu kali, pekan kedua dua kali, pekan ketiga, tiga kali, pekan keempat... Dan setelah aku salat lima waktu dalam sehari, ia jadi seperti oksigen untuk jiwaku. Aku nggak bisa membayangkan sekarang bagaimana hidup tanpa salat. Mustahil. Seperti Ramadhan. Pertama kali aku puasa Ramadhan, Aku mengatakan pada diriku sendiri, orang Islam ini gila.

Bagaimana mereka tahan? Setelah satu hari aku mengeluh, mana tehku? Mana kentang Belgiaku? Tapi alhamdulillah, jika kamu sungguh memahami konsepnya dan niatmu benar, semuanya menjadi mudah. Apakah kamu menjadi lebih damai dibanding kehidupan masa lalumu dan kenapa? Oh, tentu saja. Aku menjadi lebih damai karena dalam Islam ada yang kita sebut sebagai qadar. Seperti takdir. Dan Allah swt. mengatakan dalam Qur'an, dalam surah al-Baqarah, bisa saja kamu mencintai sesuatu tapi ia buruk bagimu dan bisa saja kamu membenci sesuatu tapi ia baik bagimu. Dan Allah swt. yang Maha Tahu. Jadi apapun yang terjadi dalam hidup kita, kita harus tahu rencana Allah swt. lebih baik dari harapan kita.

Dan kita harus menerima segalanya mulai dengan menerima. Kenapa kita selalu berkata alhamdulillah? Karena kita harus menerima takdir kita, walaupun yang terjadi buruk, alhamdulillah. Walaupun ada yang wafat, ok, kamu tahu, aku akan bersedih. Hatiku hancur. Tapi akhirnya, alhamdulillah ada yang wafat. Ada yang lahir. Kamu tahu, begitulah kehidupan begitulah semuanya. Jadi faktanya aku belajar bagaimana menerima hal buruk dan hal baik dalam hidupku sehingga aku terbiasa. Juga, perspektifnya. Kamu memperlakukan orang begitu baik. Kamu begitu menghormati lebih banyak hal. Memang berbeda, percayalah aku. Bagaimana anggapanmu tentang Islam sebelum menjadi Muslim?

Aku memang tidak begitu bersikap rasis terhadap Islam. Seperti yang terjadi sekarang di Barat atau aku juga tidak memiliki pandangan buruk tentang Islam. Bagiku, Islam terlihat aneh. Seperti, jika kubilang kepadamu, Hinduisme, sepertinya, ok, kamu tahu apa itu Hinduisme, tapi kamu nggak mengerti secara jelas konsepnya. Jadi bukannya aku begitu tertarik dengan Islam. Dan pada saat yang sama, aku juga tidak begitu peduli dengannya. Ia seperti sesuatu yang jauh dariku. Jadi aku tidak pernah berpikir, kamu tahu, menyukai agamamu secara umum, aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan menganut Islam karena ateismeku dulu kuat. Tapi apakah kamu punya prasangka?

Tentu, kamu melihat media dan Islam tidaklah digambarkan sebagai agama terbaik di dunia. Jika kita harus mengatakan sejujurnya, kita melihat setiap hari terkait Islam seperti al-Qaeda, organisasi teroris semacam itu. Jadi sedikit hal-hal yang kuketahui tentang Islam itu buruk, tapi pada saat yang sama, aku juga menjadi terpengaruh. Jadi aku cukup terpengaruh sehingga aku tidak mengarah ke Islam, karena di Belgia, kami menghubungkan Muslim, terutama dengan orang-orang kelas bawah. Kita harus objektif, karena reputasi Muslim memang buruk. Maksudku, mereka kebanyakannya terlibat tindakan kriminal atau terkadang mereka benar-benar dianggap buruk oleh masyarakat.

Aku pikir kebanyakan orang di Eropa menjauh dari Islam karena mereka benar-benar tidak mengenal Islam dan tidak mengenal budayanya. Kenapa kamu tidak bertahan sebagai penganut Kristen dan kamu merasa perlu mencari lebih lanjut? Jadi ketika umurku 14, 15 tahun, Dari begitu muda, sebenarnya, aku sangat tertarik dengan pertanyaan, bukan kepercayaan, tapi pertanyaan kenapa kita hidup? Apa yang ada setelah kita mati, kamu tahu? Dan ketika umurku 14, 15 tahun, karena aku belajar bahasa Latin di SMA, aku mulai membaca filosofi buku tentang pemikir besar Eropa seperti Immanuel Kant, Kierkegaard, dan mereka banyak memengaruhiku.

Jadi aku benar-benar yakin sebagai ateis, tentunya, juga karena orang tuaku, mendidikku sebagai ateis. Maksudku, begitulah hidupku, tidak ada kepercayaan bahwa agama itu buruk. Kamu tahu argumen seperti itu bahkan di Turki, kamu mendengarnya terkadang dikatakan agama itu buruk, karena agama orang tidak terdidik, kita jadi miskin, seperti itulah. Dan aku berpikir, jika aku sudah benar, dan jika ateisme sudah benar, aku bisa meyakinkan siapapun orang di dunia ini menjadi ateis. Aku ke sekolah menjumpai guru agama Islam di sekolahku, dan kusampaikan keinginanku. Aku ingin menghadiri kelasnya, tapi tentu saja, bukan untuk menganut Islam, tapi untuk berdebat tentang Islam.

Dan lucunya setelah dua pekan, dia mengeluarkanku dari kelas, kamu tahu. Dia datang kepadaku dan berkata, kamu tahu, aku menyukaimu. Kamu anak yang baik, tapi kamu nggak bisa mengikuti kelasku lagi. Jadi aku berpikir, apa yang terjadi? Faktanya, seorang ayah murid perempuan meneleponnya dan berkata kepadanya, aku memasukkan anakku ke dalam kelas agama Islam untuk menambah pengetahuannya tentang Islam dan dia malah mendapatkan pengetahuan untuk menjadi kafir, karena dia menjadi begitu ragu setelah diskusi yang terjadi di kelasmu. Dan aku merasa sedikit arogan. egoku tumbuh, yaitu ketika kamu merasa bangga, kamu pikir kamu tahu segalanya. Kamu tahu, kamu yang terpintar.

Jadi ego itu berbahaya, karena ketika ego menguasai kamu seperti buta terhadap kesalahanmu dan orang-orang di sekelilingmu. Dua pekan setelah itu, aku membalikkan gelang salibku dan aku begitu depresi. Dan apa yang terjadi ketika kamu mengalami sesuatu yang traumatis atau depresi, kamu ingin menyendiri. Bayangkan kamu sedang patah hati. Kamu nggak mau berbuat apa-apa. Kamu hanya mau tetap di kamar. Nggak mau bertemu, kamu tahu nggak mau diganggu, bahkan oleh ibumu, mau bertemu. Jika dia datang dan bertanya aku hanya mau menyendiri sementara waktu. Dan aku pergi ke Bolivia, suatu negara di Amerika Selatan. Dan Bolivia adalah salah satu negara termiskin di Amerika Selatan.

Dan waktu itu aku bekerja untuk anak yatim. Aku melakukan kegiatan kemanusiaan. Ketika di Bolivia. Sungguh indah karena anak-anak yatim ini, mungkin umur mereka lima, enam tahun, dan mereka lebih bahagia dari kita semua hari ini sekarang. Kamu tahu, aku mengeluh, mana wifi? Mana listrik? Kenapa iPadku nggak berfungsi. Dan anak-anak ini, mereka bermain dengan kertas kecil dan mereka begitu gembira. Dan bukan hanya karena orang terkadang mengatakan mereka beragama karena mereka nggak tahu lebih lanjut apa yang terjadi. Tapi orang-orang ini punya tv. Mereka juga ada penyanyi rap terkenal, pemain sepak bola terkenal perempuan-perempuan cantik. Dan mobil-mobil besar. Jadi bagaimana mungkin?

Dan aku bertanya kepada seorang anak yatim. Dan dia berkata, kamu tahu, jawabannya begitu mudah. Tuhan mengambil ayahku. Tuhan mengambil ibuku sehingga aku sendirian bersama Tuhan. Dan begitu terkejutnya aku dengan jawabannya, kamu tahu, dan khususnya karena anak yatim itu, kamu tahu, telah berhasil menyentuh hatimu paling dalam, karena bahkan Rasulullah (saw.) adalah anak yatim. Dan aku mulai berpikir, karena di Belgia, agama dianggap buruk. Muslim teroris. Yahudi pencuri. Kristen pedofil. Dan aku berpikir, sebaliknya, di Amerika Selatan, agama adalah sesuatu yang sangat indah karena agama orang bersama karena agama, orang bisa hidup kamu tahu.

Jadi aku mulai mempelajari Bibel, dan berpikir selama enam bulan aku mendedikasikan diriku untuk agama Katolik. Jadi aku biasa ke gereja. Dan pada waktu natal, aku percaya itu waktu kelahiran Yesus Kristus. Jadi kamu pergi pada tengah malam dan pendetanya berkata orang Kristen, kamu harus menjadi pengaman dari Tuhan. Kami mengirim Yesus Kristus, anak Tuhan dengan Roh Kudus, dari Tuhan dalam Tuhan. Aku jadi bertanya-tanya siapa Tuhan, kamu tahu, karena tauhid adalah basis agama kita. Kita perlu tahu siapa pencipta kita. Jadi bayangkan ketiga itu adalah penciptaku. Kenapa aku berdoa menghadap salib? Kenapa aku berdoa menghadap Maria? Kenapa aku berdoa kepada sesuatu yang nggak kutahu.

Jadi aku bertanya dan dia menjawab, begitulah adanya, yang penting di hatimu. Dan aku merasa kasihan karena agama tidak di hati saja. Agama juga harus di perbuatan. Kita harus diyakinkan. Kenapa kita Muslim? Kenapa kita berbuat sesuatu? Kenapa kita bukan orang Kristen seperti yang kamu bilang? Karena pendeta itu, terutama kata-katanya, membuat kepercayaanku kepada agama Kristen jadi hilang. Dan, kamu tahu, aku mulai menjadi ateis lagi minum alkohol, berbuat keburukan. Dan ketika bulan Ramadhan tiba dan ada seorang murid lelaki di sekolahku. Jadi aku bertanya kepadanya, dia tampak begitu terkejut. Dia mulai memberitahuku semuanya dalam kisah yang indah.

Dalam Qur'an dalam hadis Dan dia selalu memberikan sumber. Dan dia mengundangku tiga kali dan, kamu tahu, kedengarannya seperti mitologi Turki bahwa aku akan datang, Insya Allah aku akan datang, akan datang. Tapi akhirnya, aku tidak datang. Dan ketiga kalinya dia berkata, aku mengagumi kepribadianmu, tapi fakta bahwa kamu memberi semua agama kesempatan tapi Islam tidak, menyakiti hatiku. Jadi aku bilang, kamu tahu, aku akan memberinya kesempatan. Aku pergi ke masjid, mengambil gambar, sehingga aku bisa bilang, bahwa aku sudah mengkaji Islam. Jadi aku sudah ke masjid dan lain-lain, dan mereka nggak akan menggangguku lagi. Tapi tentu saja, kamu berencana Allah swt.

menentukan Dia adalah perencana terbaik. Jadi hari itu, aku pergi ke masjid tiba-tiba Dan lucunya karena orang pertama yang kulihat adalah seseorang dengan janggut panjang, berpakaian Arab. Dan, kamu tahu, orang-orang inilah yang dilihat di tv, yang digambarkan sebagai ISIS. atau organisasi buruk lainnya. Jadi aku berpikir, ok, aku harus keluar atau akan dibunuh. Tapi malah, dengan ramah, salam alaikum bro. Kamu mau minum teh. kamu tahu. Aku hanya mau mengunjungi masjid ini. Masuk, masuk. Ayo masuk, katanya. Dan aku duduk di dalam masjid mengambil gambar. Dan banyak orang, kamu tahu, pada waktu itu, setelah aku mengambil gambar, semua orang masuk. Dan jika begitu, kamu nggak bisa keluar.

Akan tidak sopan kalau keluar. Dan tentu saja, karena rambutku pirang, aku jadi semakin curiga. Dan di setiap masjid, ada toko buku. Dan di kananku, aku melihat Qur'an, tetapi aku tidak pernah memegang Qur'an di tanganku. Jadi ketika membaca Qur'an, Surah Al-Fatihah, hatiku tersentuh. Aku menangis seperti anak bayi. Betul, aku menangis seperti anak-anak. Dan karena proses ini bahwa dari ateisme ke Kristen ke Islam, aku tahu Islam berbeda. Islam yang benar. Dan begitulah kisahku menjadi Muslim. Alhamdulillah. Jadi kamu bilang nggak ada jawaban logis dalam agama Kristen. Jadi jawaban logis seperti apa yang kamu dapat dari Islam?

Tentu saja, dalam agama Kristen, ada banyak kesamaan dalam agama Kristen dan Islam. Jadi aku pernah di Jordan untuk belajar studi Islam, dan aku duduk dengan syekh terkenal dan meminum teh, dan ketika aku ke perpustakaannya, aku melihat buku tentang tauhid, akidah, dan aku melihat Bibel. Dengan mata kepalaku sendiri. Kenapa seorang ulama besar menyimpan Bibel di perpustakaannya? Antara buku-buku itu, buku-buku Islam, kamu tahu, nggak masuk akal. Jadi aku mendatangi syekh itu dan bertanya, Kenapa ada Bibel dalam perpustakaanmu? Dia menjawab, setelah serangan teroris, ada seorang lelaki Syria di Jordan, seorang Kristen, dan dia datang ke rumahku. Berlari.

Dia tinggal dekat rumahku, dan dia berteriak dan menghinaku Karena kamu para Muslim, terjadi perang. Dan jika kamu Muslim tidak di sini, tidak akan ada masalah. Dan dia bilang, apa dasarmu mengatakan begitu? Kenapa kamu berkata begitu? Katanya, kalau kamu mengikuti Bibel, kamu tidak akan melakukan serangan teror, kamu tidak akan melakukan hal-hal gila yang kamu lakukan sekarang. Pertama-tama, kata syekh itu, Tenang dulu. Nggak, aku nggak mau tenang. Aku nggak mau menjabat tanganmu. Aku nggak mau masuk. Dia bilang tenang dulu, ayo masuk. Setelah sekian waktu berlalu. Orang itu masuk dan minum teh. Lalu syekh itu berkata, ayo bersepakat. Aku membaca Bibelmu dan kamu membaca Qur'an.

Setelah kamu membaca Qur'an datang lagi ke sini, aku akan mulai membaca Bibel dan kita bisa berdiskusi berdiskusi tentangnya. Dia menjawab, ok, dia setuju. Setelah empat hari, orang itu datang lagi ke rumah syekh itu dan mengetuk pintu. Syekh itu terkejut dan berkata, kenapa dia mengetuk pintuku setelah empat hari? Mustahil dia sudah selesai membaca Qur'an. Maksudku, bisa saja, tapi akan aneh kalau bisa membaca Qur'an dalam empat hari.

Dan orang tersebut berkata kepada syekh itu, kamu tahu, aku merasa nggak enak telah menghinamu telah mengatakan hal-hal buruk tentang Islam, karena ketika aku membaca Qur'an, bahkan di awal-awal, di surah Ali Imran, Surah Maryam, kamu mencintai Yesus lebih dari kami. Kamu berbicara begitu banyak tentang Yesus di dalam Qur'an. Zakariya dan Maryam. Sepertinya semua kisah mereka lebih lengkap di dalam Qur'an. Dan akhirnya, orang tersebut bahkan masuk Islam. Jadi syekh itu mengatakan aku bahkan tidak menyentuh Bibel, kamu tahu, orang tersebut datang sendiri kepadaku. Seperti sudah ditakdirkan dia datang kepadaku mencari Islam tanpa berbuat apapun, kamu tahu, subhanAllah.

Kita percaya apa yang telah dikatakan Tuhan kepada Yesus, tapi kita percaya Bibel pertama kamu tahu, bukan Bibel yang ada sekarang, karena kata-kata dalam Bibel sekarang telah diubah. Dan kamu bisa lihat jelas di Bibel. Contohnya, ketika membaca Bibel, kamu bisa lihat bahwa Tuhan digambarkan hampir seperti manusia di dalam Bibel. Kamu tahu, dalam Bibel, kamu akan membaca banyak kali bahwa Tuhan diciptakan dan Tuhan tidur Tuhan beristirahat. Dan kita tidak punya konsep ini dalam Islam, karena bagi kita, Allah swt. Adalah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Agung, Yang Maha Kuat. Jadi kita tidak tahu. Kita bahkan tidak bisa membandingkanNya dengan sesuatu di dunia ini.

Ini hal logis pertama, karena jika kita menyembah sesuatu seperti kita, ia tidak akan punya kekuatan seperti ia akan punya kekuatan sama seperti kita. jadi Allah swt. yang Maha Kuasa. Itulah kenapa kita harus menyembahnya. Dia bisa mewujudkan segala sesuatu. Dan hal logis kedua adalah aturannya, akhlak (etika) yang kita perlu punyai sebagai Muslim. Sungguh lucu ketika aku melihat orang-orang Eropa datang ke Turki, contohnya, dan berkata, kamu tidak boleh mencuri, kamu tidak boleh minum alkohol, karena sebagai Muslim kita sudah tahu hal ini sejak seribu empat ratus tahun yang lalu.

Dan subhanAllah, lihat bagaimana zaman berubah sekarang kita harus diingatkan oleh orang non-Muslim tentang aturan Islam sendiri. Harus dipikirkan dalam-dalam. Apa yang paling mengesankanmu tentang Islam? Pertama-tama, aku akan bilang persaudaraannya, tidak ada agama lain seperti islam dengan persaudaraannya dan kamu bisa merasakan persaudaraan ini dalam hal-hal kecil hal-hal yang didengar. Misalnya, hal kecil seperti ‘’Assalamu alaikum’’ Kamu mengharapkan rahmat bagi seseorang. Dan itu kalimat umum jika kamu ke Asia, Afrika, semua orang, setiap Muslim akan menyapa Muslim lain dengan salam alaikum. Jadi kita memiliki rasa kasih seperti ini antara kita.

Ketika kamu melakukan hal buruk dan aku tahu kamu sebenarnya orang baik, aku akan memaafkanmu lebih mudah. Tapi ketika seseorang yang bukan Muslim menyerang kita, mengolok-olok kita, melakukan hal buruk kepada kita. Kamu melihat hal ini terjadi begitu banyak, khususnya pada tahun 2019. Semua orang menyerang Muslim di seluruh dunia. Kita diserang, kamu tahu, di Australia. Seorang perempuan berhijab diserang. Bahkan di Turki, terkadang perempuan berhijab diserang. Tapi tetap saja, kita punya rasa kasih jika seseorang menjadi korban, kita menerimanya lagi dalam komunitas kita dan kita melindungi satu sama lain. Dan ini sungguh indah.

Apa yang kamu ingin katakan kepada orang Kristen dan Ateis yang sedang menontonmu sekarang? Pertama-tama, aku berkata, jangan takut untuk mencari kebenaran pada agama lain dan jangan takut untuk bertanya. Jangan merasa terlalu bangga, juga. Jangan takut untuk mengkaji agama lain karena nggak apa-apa. Jika nggak tahu, bahkan sebelumnya, aku jauh dari kebenaran dan aku juga nggak tahu banyak hal Tapi yang buruk adalah jika kamu nggak ingin tahu. Karena dalam dunia sekarang dengan media sosial, sangat mudah untuk tahu tentang agama dan orang secara umum.

Kamu buka hpmu dan kamu lihat hal-hal yang terjadi di Turki, di negara-negara Arab, dan kamu bisa menonton ulama terbaik dalam lima menit di iPhonemu. Hal-hal ini kita tidak punya sebelumnya. Sekarang jauh lebih mudah untuk mencari tahu tentang Islam dan terutama jangan percaya begitu saja kepada media, karena aku juga melihat media, sebelumnya. Dan jika aku mengikuti media begitu saja, kupikir aku tidak akan berada di sini di Turki, bukan hanya sebagai Muslim, tapi juga sebagai manusia. Media membuat orang terpecah-belah. Ada polarisasi yang tajam antara satu sama lain. Dan kita yang Kristen, Muslim, Yahudi, dari manapun kita berasal, di manapun kita berada, ke manapun kita pergi.

Dulu hubungan kita erat, kamu tahu, jadi aku bilang cari tahu saja jangan takut terhadap Islam, karena ia akan mengubah hidupmu dengan cara yang sangat baik. Hebat sekali. Aku sangat gembira bertemu denganmu.