“Yesus Tidak Mengajarkan Agama Kristen, Tapi Islam!” - Kisah Mualaf Mantan Kristen Inggris!
Diterbitkan pada
Bagaimana kehidupan beragamamu dulu? Apa yang kamu yakini? Apa permasalahan yang kamu temukan di Kristen dan di Alkitab sehingga kamu berpindah masuk Islam? Suatu hari aku pernah merasakan pengalaman spiritual yang mendorongku... mencari jalan spiritual. Dan aku memilih Kristen. Aku menyadari ada beberapa masalah saat aku mulai membaca Alkitab. Yesus tidak mengajarkan tentang Kristen. Dia tidak mengajarkan inkarnasi. Dia tidak mengajarkan Trinitas. Dia tidak mengajarkan penebusan dosa. Dan ini skandal. Penganut Kristen umumnya tidak tahu apa yang dikatakan cendekiawan mereka tentang ini. + Assalamu'alaikum saudara Paul Williams.
Kami Towards Eternity, sangat senang kamu bisa bersama kami di sini. - Waalaikumsalam. Terima kasih banyak, senang sekali bisa hadir. Terima kasih. + Aku ingin mulai dengan siapa Paul Williams, bisa tolong ceritakan singkat tentang dirimu? - Oh wow, singkat ya. Aku lahir di Essex, wilayah di sebelah timur London, beberapa tahun lalu. Saat ini aku membuat konten-konten di Blog Teologi, menelaah tentang agama-agama Ibrahim, yakni Yahudi, Islam, dan Kristen, dari perspektif yang lebih ilmiah dan akademik. Aku tumbuh di keluarga Kristen nominal. Aku belajar teologi, ilmu agama Kristen, di universitas, dan aku juga belajar filosofi di universitas sebagai umat Kristen.
Pada akhirnya aku memeluk Islam, Alhamdulillah, dan sekarang aku ada di sini. + Sebelum masuk Islam, bagaimana kehidupan beragamamu dulu? Apa yang kamu yakini? - Di usia awal 20-an, aku menjadi Kristen yang "terlahir kembali". Ketika dewasa aku sama sekali bukan Kristen nominal. Aku sangat serius dengan agamaku, dan suatu hari aku pernah merasakan pengalaman spiritual yang mendorongku mencari jalan spiritual, dan aku memilih Kristen, karena itu agama yang ada di keluargaku. Kristen nominal. Aku menjadi umat Kristen dan pergi ke gereja. Evangelis. Aku selalu ke gereja dan meyakini jika Yesus adalah Tuhan. Aku meyakini Trinitas dan inkarnasi. Dan membaca Alkitab dengan tekun.
Ini berlangsung selama beberapa tahun. + Tapi sebelum Kristen, kamu seorang ateis? - Yaa, betul. Sebelum Kristen aku seorang ateis saat masih remaja. Lalu diawal usia 20an, aku ingat suatu pagi, Minggu pagi, aku pulang mengendarai sepeda dari pesta semalaman di London. Dan aku lihat sebuah gereja yang indah di Islington, tidak jauh dari sini, lalu aku tertarik hanya ingin masuk ke dalam karena penasaran. Aku melihat-lihat dan duduk di belakang, dan tiba-tiba aku merasakan suatu kekuatan besar, yang aku rasakan sebagai cinta, sangat kuat menerpa diriku. Namun aku tidak mau menerimanya. Aku seperti, "Tidak, terima kasih!" Dan aku tahu kalau aku tetap di sana. Aku akan hancur.
Terasa terlalu kuat. Jadi aku pergi. Aku tidak menganggapnya sebagai Yesus atau semacamnya. Yang kurasa hanya, wow. Lalu aku datang lagi seminggu kemudian, berharap bisa merasakannya lagi. Namun tidak terjadi apa-apa. Tapi aku artikan ini sebagai pengalaman spiritual dan mendorongku untuk memulai perjalanan spiritual. Dan karena latar belakangku Kristen nominal, aku putuskan untuk pergi ke gereja. Aku sama sekali tidak tahu tentang Islam. Lalu akhirnya aku menjadi Kristen. Aku menyadari ada beberapa masalah saat aku mulai membaca Alkitab. Tapi hanya itu yang aku tahu. Tapi pada akhirnya aku mengetahui Islam atau Tuhan menuntunku ke Islam.
Memberikan solusi terhadap permasalahan yang aku rasakan sebagai Kristen, jadi aku pindah agama. + Jadi apa permasalahan yang kamu temukan di Kristen dan di Alkitab sehingga kamu berpindah masuk Islam? - Aku akan coba menjawab sesuai perspektif akademik, dan sesuai temuan para sejarawan. Tampak bagiku bahwa Yesus tidak mengajarkan tentang Kristen. Dia tidak datang untuk mendirikan gereja. Contohnya, tidak ada Kitab Injil kecuali satu yang isinya Yesus berbicara tentang gereja. Injil-injil paling awal sama sekali tidak ada Yesus bicara tentang gereja. Dan dia tidak mengajarkan tentang Kristen. Yang dia ajarkan itu tentang Tuhan. Dia mengajarkan tauhid (Tuhan yang Esa).
Dan dia menentang kemunafikan, dia ajarkan niat, ketulusan, dan kasih Tuhan, serta sayang pada tetangga dan sebagainya. Jadi seperti sebuah pergerakan baru, yakni pergerakan spiritual baru dalam Yahudi. Jadi "keyakinan" Yesus, biasa kita sebut Yahudi, atau keyakinan para penduduk Israel. Dia tidak mengajarkan inkarnasi. Dia tidak mengajarkan Trinitas. Dia tidak mengajarkan penebusan dosa. Menurut sebagian besar sejarawan. Permasalahan tentang Kristen ada pada gagasan bahwa Tuhan menjadi manusia dalam diri Yesus. Ini gagasan yang baru. Tidak ada dalam Pelayanan Yesus. Bahkan hanya ditemukan di Injil Yohanes. Ini Injil terakhir yang ditulis.
Di Injil-injil sebelumnya, Matius, Markus, Lukas, Markus yang paling awal, sama sekali tidak ada inkarnasi. Dan itulah Injil yang paling tidak bersejarah, itulah Injil Yohanes. Hanya di satu Injill menyatakan Yesus berjalan dan menyerukan "Akulah cahaya dunia." Atau, "sebelum Ibrahim, adalah aku." Atau, "Akulah kebangkitan kehidupan." Atau, "Akulah cahaya dunia." Semua pernyataan "Aku" ini hanya ada di satu Injil, Injil terakhir oleh Yohanes. Kalau melihat Injil-injil awal, Yesus tidak pernah bicara seperti ini. Dia bicara tentang Tuhan. Bicara tentang tobat. Tuhan itu sesuatu selain Yesus. Dia bukanlah pesan, Tuhan pesannya. Dia pembawa pesan, dia seorang rasul. Tapi dia bukan Tuhan.
Di Yohanes, jadi agak lebih sulit dan lebih rumit. Yesus dianggap sebagai figur ilahiah. "Pada mulanya adalah Firman," tertulis di Injil. "Dan Firman itu ada bersama Tuhan dan Firman itu adalah Tuhan, dan Firman itu menjadi manusia dan tinggal di antara kita," dan seterusnya. Dan semua ini sangat baru. Dan jika Yesus benar-benar mengatakan hal-hal luar biasa yang diklaim oleh Yohanes ini, mengapa yang lain tidak menuliskannya juga? Jadi ada Injil sebelumnya, misalnya Injil Lukas. Di keseluruhan Injil Lukas, Yesus tidak pernah bicara seperti itu. Dia tidak banyak bicara tentang diri sendiri. Tapi tentang Tuhan. Dia tidak menyebut diri sendiri sebagai Tuhan.
Dia hanya pembawa pesan, dan dia tidak pernah bilang "Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup." Namun sayangnya, Injil Yohanes dipakai oleh Kristen lebih dari Injil-injil lainnya untuk berkhotbah. Misalnya, seorang evangelis Amerika yang aku lihat di London beberapa tahun lalu. Dia bilang, "Yesus berkata 'Akulah cahaya dunia'." Namun para cendekiawan darinya bilang, "Tidak, dia mungkin tidak bilang begitu. Itu bukan fakta sejarah." Jadi, semua ini skandal. Penganut Kristen umumnya tidak tahu apa yang dikatakan cendekiawan mereka tentang ini. Ini mengkhawatirkan, karena bagaimana bisa kamu yakin jika ternyata isinya kisah-kisah karangan? Ada kisah-kisah karangan dalam Injil-injil itu.
Ini bisa menggoyahkan keyakinanmu. Dan jika Yesus tidak mengajarkan Trinitas, dan dia tidak meyakini dirinya sebagai Putra Tuhan, menurutku itu berbahaya bagi Kristen. Tapi bukan itu masalahnya. Melainkan misalnya, Yesus asli berdasarkan sejarah, atau keabsahan Injil-injil. Dan bukan didasarkan pada skeptisisme. Tapi berdasarkan "Apa buktinya?" Dan sering kali buktinya tidak ada untuk keabsahan mereka. Dan itulah masalahnya. + Ketika kamu menemukan ketidaksesuaian dalam Kristen, aku ingin tahu pendapatmu tentang Islam. Apakah dulu kamu berprasangka buruk? - Tentu saja. Aku, um... Sebagai seorang Kristen, aku fobia Islam. Setelah kejadian 9/11, takut terhadap Muslim, dll.
Namun aku putuskan untuk mencari tahu sendiri kebenaran tentang Islam dengan cara berbicara langsung dengan para Muslim. Aku sama sekali tidak kenal orang Islam. Jadi aku berkunjung ke masjid lokal, Masjid Taman Regent, dan berdiskusi dengan para Muslim di sana. Aku membaca Al-Qur'an dalam bahasa Inggris. Dan aku temukan Islam yang sesungguhnya. Dan itu membuatku terkejut karena membuatku terbuka dengan cara yang tepat memahami tentang Tuhan dibandingkan sebagai Kristen. Aku tidak tahu ada cara lain. Aku tidak tahu kalau Islam juga menghargai Yesus dan Ibunya. Sebuah surah dalam Al-Qur'an diberi nama Maryam. Atau Mary dalam bahasa Inggris. Seperti itulah kira-kira bagiku.
+ Apa jawaban lain yang kamu temukan dalam Islam yang tidak bisa kamu temukan dalam Kristen? Bisa kamu ceritakan pada kami? - Beberapa jawaban dari pertanyaan mendalam yang masih membuat bingung para ahli agama Kristen atau uskup agung. Contohnya, persoalan penderitaan, persoalan kejahatan di dunia. Umat Kristen memiliki gagasan bahwa Tuhan amat sangat penyayang. Lalu kamu pikir, "Lalu kenapa orang mati karena penyakit?" "Bagaimana dengan bencana alam?" Aku sebenarnya pernah mendengar Uskup Agung Canterbury, Justin Welby berbicara tentang ini. Dan dia tidak punya jawabannya. Aku merasa kecewa karena kalau saja... Aku tidak keberatan kalau dia ambil dari Al-Qur'an.
Maksudku, ada jawabannya dalam Islam. Jawaban sesungguhnya tentang inti hidup kita di dunia dan sifat-sifat Tuhan. Bahwa kehidupan itu hanyalah ujian, dan akhirat lalu ganjarannya. Banyak sekali jawaban. Tapi Kristen tidak memakai penjelasan ini. Maksudku, aku tidak keberatan jika mereka pinjam saja, yaa kan? Lalu kemudian pertanyaan lainnya tentang persoalan siapa itu Yesus. Siapa Yesus, menurut cendekiawan Barat? "Dia pikir dia seorang rasul." Oke, baiklah, itulah yang diajarkan Al-Qur'an. Apa lagi? "Dia pikir dia seorang Al Masih." Al-Qur'an mengajarkan seperti itu. "Dia tidak merasa dirinya sebagai Tuhan." Al-Qur'an mengajarkan seperti itu. Dia tidak mengajarkan Trinitas.
Dia tidak mengajarkan inkarnasi. Dia tidak mengajarkan... Dia tidak mendirikan gereja sebenarnya menurut para sejarawan. Dan para Muslim tidak meyakini dia mendirikan gereja Katolik. Jadi ada kesesuaian yang luar biasa antara pendapat cendekiawan Barat terbaru tentang Yesus, dan yang dikatakan Al-Qur'an tentang Yesus. Dan menurutku ini suatu keajaiban Al-Qur'an yang jarang dibicarakan. Jika kita bicara keajaiban Al-Qur'an, tentu ada banyak sekali. Dan bagiku, ini salah satunya. + Bukti apa lagi yang bisa kamu jelaskan yang bisa menyangkal keyakinan inti agama Kristen? - Mari kita bahas penebusan dosa dulu. Dan akan aku berikan satu versi tentang bagaimana umat Kristen memahaminya.
Banyak umat Kristen yang bilang Yesus adalah Tuhan, yaa kan? Dan dia meninggal demi dosa-dosamu. Aku pikir, hmm, menarik sekali. Artinya kamu bilang bahwa Tuhan mati demi dosa-dosaku? Masalahnya, menurut Alkitab, tertulis "Tuhan itu abadi." Namun kamu meyakini bahwa Yesus mati demi dosa-dosaku. Mereka bilang, "Oh wow wow, oke, Tuhan tidak mati." "Yang meninggal adalah manusia. Yesus manusia mati demi dosa-dosamu." Ah, menarik. Jadi menurutmu kamu mempercayai pengorbanan manusia? Dan itulah cara untuk... berdamai dengan Tuhan. Itulah penebusan dosa. "Tapi, itu bukan benar-benar pengorbanan manusia." Lalu apa? Jika Yesus itu manusia, dan dia dikorbankan demi dosa-dosamu.
Itulah yang tadi kamu bilang. Yesus tidak berkeliling mengajarkan pengorbanan manusia. Dia mengajarkan Tuhan yang pengasih dan penyayang. Itu salah satu permasalahannya. Selain itu, permasalahan tentang Trinitas. Ada dua masalah. Pertama, Yesus tidak pernah mengajarkannya. Tidak diyakini oleh para pengikutnya. Itu masalah besar bagiku. Kedua, mereka bilang jika Tuhan itu satu, tapi Bapak adalah Tuhan, Putra adalah Tuhan, dan Roh Kudus juga Tuhan. Jadi ada tiga, tapi mereka satu. Aku pikir, "Loh loh loh, tunggu dulu." Bagaimana bisa Bapa Tuhan sesungguhnya Putra Tuhan sesungguhnya dan Roh Kudus juga Tuhan sesungguhnya, namun hanya ada satu Tuhan? Kamu baru saja bilang ada tiga Tuhan.
Gagasan tentang Trinitas terbentuk perlahan-lahan selama beberapa abad. Jadi pada awalnya hanya ada Tuhan, Bapa sebagai Tuhan, Kemudian permasalahannya, lalu siapa Yesus terkait Tuhan? Kemudian di abad berikutnya ada gagasan jika hubungan Yesus dan Tuhan bahwa Tuhan adalah Tuhan, namun entah bagaimana Yesus bersifat ketuhanan. Namun kemudian di abad berikutnya, di Konsili Nikea di Turki. Pada Konsili Nikea secara resmi diputuskan oleh para uskup di bawah Kaisar Konstantinopel bahwa Tuhan dan Bapa itu setara. Mereka... Mereka adalah zat yang sama. Atau, dalam bahasa Yunani, "homoousion". "Homo" berarti "sama", dan "ousia" berarti zat. Jadi Putra dan Bapa adalah zat yang sama.
Dengan kata lain, Yesus adalah Tuhan. Banyak orang berpendapat Nikea tentang Trinitas, tapi bukan. Konsili Nikea tidak menyebutkan Trinitas. Itu terbentuk sesudahnya di Konsili Kalsedon dan Konstantinopel. Di Nikea mereka membahas tentang hubungan antara Putra dan Bapa. Dan satu-satunya Ayat Trinitas di Alkitab, karena ada satu, dan itu palsu! Itu ditambahkan kemudian, dan kita tahu ini. Pada 1 Yohanes 5-7. Jika kamu melihat di Alkitab modern, sebagian besar Alkitab modern sudah menghilangkannya. Isinya, "Ada tiga yang menjadi saksi di Surga. Bapa, Firman, dan Roh.” Artinya Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Tapi ini ayat karangan yang semua orang sekarang setuju, kecuali para fundamentalis, bahwa ayat ini ditambahkan ke Alkitab. Jika ayat Trinitas itu dihilangkan, seperti yang dilakukan semua cendekiawan, tidak ada di Alkitab yang bicara tentang Trinitas. + Kamu bilang para penulis Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Siapa mereka? Apakah ada catatan sejarah tentang mereka atau mereka hanya anonim? - Benar sekali, keempat penulis Injil itu anonim. Contohnya Injil Matius. Yang pertama di Perjanjian Baru. Buku pertama dalam Perjanjian Baru. Tidak pernah dikatakan ditulis oleh... oleh siapa. Umat Kristen yang aku tanya menentangnya.
Jadi aku bilang, "Oke, tunjukkan padaku." "Berikan aku ayat di Alkitab mana pun yang tertulis nama orang yang menulisnya." "Oh ya, ya, ya. Tentu saja, ya. Dikatakan di Injil Yohanes." "Baiklah, aku tunggu. Ini Alkitabmu. Tunjukkan padaku ada di mana." Lalu aku tunggu. Biasanya aku memberikan waktu dua menit karena aku juga punya aktivitas lain, yaa kan? Dan aku selalu tahu, seperti permainan catur, mereka akan datang lagi dan bilang... Dan mereka mengalihkan pembicaraan. Mereka mengalihkan pembicaraan karena tidak ada dalam Yohanes nama orang yang menulisnya. Memang tidak ada di sana. Tapi mereka yakin, karena seperti itulah yang diajarkan.
+ Meskipun sistem keyakinan dan naskah yang tak berdasar, mengapa masih banyak orang yang masih meyakini agama Kristen? - Sederhana saja. Karena mereka tidak tahu ada permasalahan seperti ini. Banyak umat Kristen yang berpendidikan. Mereka mungkin sarjana kimia, akuntansi, ilmu media, dll. Mereka tidak bodoh. Tidak sama sekali. Tapi cara para gereja mengajarkan tentang agama, mereka tidak mengajari untuk memahami naskah kitab mereka sendiri. Para pendeta, pastor, dan uskup, yang mengajarkan atau berkhotbah sudah dilatih di universitas. Mereka tahu, Injil Yohanes yang paling tak bersejarah di antara empat Injil. Mereka tahu itu karena mereka sudah belajar tentang itu.
Tapi bagaimana mungkin orang gereja tidak tahu? Banyak penyebabnya. Bart Ehrman, seorang akademisi Amerika telah membicarakan tentang ini. Beberapa uskup tidak mau kehilangan pekerjaan. Mereka tidak mau mengajarkan umatnya, "Oh ya, Alkitab kita, tidak seperti yang kalian pikirkan." Atau mereka tidak ingin umat Kristen kecewa. Mereka tidak ingin mengganggu. Atau mungkin mereka tidak tahu cara menyampaikannya. Atau mereka hanya melarikan diri. Tapi apa pun alasannya, mereka tidak melakukannya. Biasanya, tidak sama sekali. Jadi bagiku, ini skandal dalam Kristen. Atau mereka memang tahu, namun mereka berpura-pura seperti... yang aku lakukan sebagai Kristen sudah sejak lama.
Seperti kamu yakin, tapi masih ada keraguan besar. Lalu kamu abaikan saja, dan terus melanjutkan hidup. + Jika ajaran Kristen tidak benar, lalu mengapa ada beberapa umat Kristen yang merasa damai saat mereka serius mengamalkan keyakinannya? - Ajaran Kristen sebagian besar benar. Mengapa begitu? Maksudku, Kristen meyakini satu Tuhan. Aku tahu kita sudah bicara tentang Trinitas, tapi mereka sebenarnya meyakini satu Tuhan. Mereka percaya malaikat. Mereka meyakini Hari Kiamat. Mereka percaya Tuhan menciptakan Surga dan Dunia. Mereka meyakini Tuhan mengirimkan Musa dan semua rasul-rasul, dan lain-lainnya. Seperti gunung es.
Ada sebagian besar, yang berada di bawah air, yang mereka yakini, yang kita juga yakini sebagai Muslim. Hanya sedikit bagian atasnya saja. Tapi bukan bagian yang kecil. Bagian yang penting umm... tentang Trinitas dan inkarnasi serta penebusan dosa yang kita tidak setuju. Jadi bukan berarti semua ajaran Kristen itu salah. Jadi lebih rumit dari itu. Dan menurutku banyak umat Kristen, ketika berdoa pada Tuhan, hanya berdoa pada Tuhan Bapa. Sebenarnya banyak umat Kristen yang bilang padaku. Mereka tidak yakin pada Yesus. Mereka mungkin meyakini dia sebagai Tuhan, namun kenyataannya mereka berdoa pada Tuhan Bapa. Jadi mereka sebenarnya tunggal.
Maksudku mereka meyakini Tuhan itu Satu dibandingkan Yesus. Mereka berperilaku, sering kali, seperti orang-orang yang mengamalkan ajaran Islam. Jadi menurutku banyak dari mereka yang merasakan kedamaian. Maksudku seperti kita meyakini bahwa Tuhan Maha Pengasih dan Dia menuntun para manusia menuju kebenaran bahkan dari agama lain, dalam keyakinan itu, menjauhi syirik (politeisme) misalnya, aku yakin itu. Karena aku percaya Tuhan peduli pada manusia. + Dalam Al-Qur’an, kita tahu Yesus AS memberikan kabar baik tentang Rasul SAW yang terakhir. Saat kamu membaca Alkitab, apakah kamu pernah menemukan informasi seperti ini? - Yaa.
Sering kali pada Injil-injil awal, bukan di Yohanes, yang paling tidak bersejarah. Di Injil-injil awal, kamu bisa temukan Yesus berbicara tentang anak manusia yang akan datang. Bukan dirinya sendiri. Dia bicara dengan sudut pandang orang ketiga, ada orang lain. Tapi umat Kristen sering bilang, "Oh, Yesus bicara tentang dirinya sendiri." Tapi aneh. Awalnya Yesus bicara tentang dirinya sendiri, lalu dia berganti sudut pandang orang ketiga dan bicara tentang putra manusia yang akan datang. Orang-orang seperti Bart Ehrman dan lainnya, cendekiawan Perjanjian Baru Amerika pernah berkata Yesus bicara tentang orang lain yang akan datang.
Kata "Muhammad" tidak disebutkan dalam Perjanjian Baru bahasa Yunani. Dan karena Injil-injil ini sudah tercemar dan diubah, namun masih bisa kita lihat tanda-tandanya, bahwa Yesus berbicara tentang orang lain dan itu berdasarkan sejarah. Dan bahkan sebenarnya di Yohanes, Bab 14 dst. ada petunjuk tentang seseorang yang dibicarakan yang akan datang, selain Yesus. Jadi jejak-jejaknya sudah ada. Bahkan di Injil-injil yang ada sekarang ini. + Apa yang membuat kamu yakin bahwa Islam 100% benar? - Sesuatu yang aku temukan yang tanpa diduga sungguh membuatku kagum adalah kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Ketika kita bicara soal tokoh-tokoh hebat sejarah di televisi dan literatur Barat...
Mereka biasanya menyebutkan Plato, dan Caesar, Julius Ceasar, dan mereka bicara tentang Alexander Agung, kemudian mereka lompat ke Napoleon Bonaparte. Mereka tidak pernah menyebutkan Nabi Muhammad SAW. Mereka tak pernah menyebut Beliau! Lalu aku pikir, "Ini luar biasa!" Beliau berasal dari wilayah yang sama seperti Yesus, Musa, namun beliau diabaikan. Dan jika kita perhatikan kehidupan beliau, yang sudah diperiksa, bukan legenda belaka, kita tahu beliau benar-benar nyata. Seorang manusia luar biasa. Tentang beliau, ajaran beliau, terasa sangat mirip dengan yang aku baca di Injil-injil. Di Lukas, misalnya, atau di Matius. Menurutku masih banyak kebenaran dalam Injil-injil ini.
Jadi saat aku pelajari ajaran Muhammad SAW, aku melihat tanda-tanda seorang guru spiritual sesungguhnya. Dan itulah persoalan bagiku dalam menerima Islam, karena aku melihat ada hubungan antara Yesus dan Muhammad SAW. Jika Yesus seorang rasul, begitu pula Muhammad SAW. Jika Musa seorang rasul, tentu Muhammad SAW juga karena mereka sama, mereka tak terpisahkan. Mereka sama-sama pemimpin negara, mereka jenderal, mereka pemberi hukum, mereka pemandu spiritual, mereka sosok ayah. Namun bedanya, Musa dikirimkan untuk penduduk Israel dan Muhammad SAW dikirim untuk semua manusia. + Apa yang paling membuatmu terkesan tentang Rasul SAW?
- Salah satu yang membuatku sangat kagum, di antara banyak lainnya adalah ketika beliau dan para sahabat serta umat datang ke Makkah. Ketika mereka akhirnya mengambil kembali Makkah dan mereka menguasai Makkah. Cara beliau memperlakukan musuh-musuhnya. Banyak orang Barat yang berpandangan sangat negatif terhadap Islam. Mereka bilang, "Oh, aku yakin Muhammad SAW membunuh musuh-musuhnya atau semacamnya." Apa yang dilakukan Yusuf ketika dia menjadi orang kedua paling berkuasa di Mesir? Dan saudara-saudaranya yang telah mengkhianatinya dan menjual dia sebagai budak lalu dibiarkan mati. Bagaimana dia memperlakukan orang-orang buruk ini? Dia memaafkan mereka. Dia mengasihani mereka.
Dan inilah contoh yang Nabi Muhammad SAW jelas-jelas gunakan saat beliau menguasai Makkah dari orang-orang kafir. Sebagai penguasa, kekuasaan mutlak, beliau bisa saja menghancurkan mereka, tapi beliau tidak. Beliau memaafkan mereka. Inilah... Sungguh menampilkan karakter Rasul SAW dan aku harap dunia barat tahu tentang ini. Dunia Muslim tahu tentang ini. Tapi dunia barat tidak. Dan jelas sayang sekali bagi mereka yang tidak mengetahui. + Apa tujuan hidupmu sebelum masuk Islam dan setelah masuk Islam? Aku selalu... Tujuan hidupku sebelum masuk Islam masih tetap sama. Untuk mencari kebenaran, di mana pun berada.
Aku rasa tidak perlu mencari di luar Islam tapi aku masih mencari kebenaran dalam Islam. Aku masih berusaha belajar. Sebelumnya, aku masih mencari-cari tapi sekarang seperti sudah menemukannya. Tapi aku masih tetap mencari di sana untuk ilmu dan pemahaman yang lebih mendalam. + Di dunia saat ini kita lihat ateisme semakin banyak. Dan banyak orang yang juga meninggalkan Kristen, terutama di Inggris dan Eropa. Saat kamu perhatikan situasi sekarang, apakah menurutmu juga terjadi dalam Islam? - Aku punya kenalan, Profesor Linda Woodhead, dia seorang profesor di King's College di London. Dia seorang ahli terkemuka dalam keagamaan di Inggris, seorang sosiolog agama.
Dan dia menanggapi hasil sensus yang diterbitkan beberapa bulan lalu. Agama di Inggris menurun dan turun dengan sangat tajam selama beberapa dekade terakhir. Dan arahnya cenderung terus menurun. Namun satu agama yang tidak turun di Inggris adalah Islam. Aku berada di Birmingham beberapa hari lalu. Aku mengobrol bersama pria ini. Asrar Rashid. Dia penulis buku ini, "Islam Menjawab Ateisme" aku sarankan untuk membacanya. Birmingham itu... mungkin kota kedua di Inggris. Dia berkata padaku, "Sekitar 40% penduduk Birmingham sekarang beragama Islam." Itu persentase yang sangat tinggi. Generasi pertama Muslim datang sekitar tahun 1950-an, 1960-an. Mereka tidak sepenuhnya mengamalkan Islam.
Tentu mereka punya keturunan. Lalu aku bilang padanya, tentang Profesor Linda Woodhead, tentang agama yang menurun, sekularisme, materialisme. Bagaimana dengan pemuda Muslim di Inggris, di Birmingham? Di kota kedua di Inggris? Apakah mereka salat? Mereka puasa? "Oh ya, mereka lebih mengamalkan agama dibanding orang tuanya." Sehingga yang terjadi di Inggris tentang para pemuda Muslim, mereka tidak hanya mempertahankan agama mereka, mereka salat lima waktu, dan mereka lebih mengamalkan agama, dibandingkan orang tua mereka. Dan itu luar biasa.
Dan seseorang bilang padaku, dia tahu tentang Jerman, karena kupikir, "Wow, Inggris hebat, ya?" Oh tidak, itu juga terjadi di Jerman, di tempat lain juga seperti itu. Di Eropa, para Muslim keyakinannya tidak berkurang. Para pemudanya mempertahankannya dengan baik. Dan itu bagus untuk masa depan. + Apa yang ingin kamu sampaikan untuk mendorong orang-orang yang menonton video ini, yang ingin masuk Islam tapi masih ragu-ragu? - Seseorang yang aku kenal, dia pendeta Gereja Inggris, dia seorang pendeta selama beberapa saat di gereja di London. Dan dia bilang saat memeluk Islam, dia merasakan tingkat pertemanan dan persaudaraan yang mendalam yang tidak pernah dia rasakan sebagai umat Kristen.
Dan aku juga merasakannya. Di gereja-gereja Kristen, kamu cenderung ramah, namun tingkat kedalaman persaudaraan antar sesama Muslim jauh lebih dalam. Begitulah, kamu tidak akan sendirian jika kamu memeluk Islam, kamu akan bertemu keluarga di seluruh dunia. Kemudian, kamu tahu yang Islam berikan? Yaa, kesempatan untuk membangun hubungan dengan Pencipta kita. Dan kita punya tujuan hidup di dunia. Kita di sini tidak hanya untuk mengumpulkan harta. Di Inggris dan di Amerika, kita cenderung gila harta. Kita tidak fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Ada seorang pria, dia seorang pembina bagi wirausahawan, pebisnis. Dia bukan Muslim. Dia memposting di LinkedIn kira-kira kemarin.
Dia bilang membuat dirimu sehat itu melawan kehidupan modern. Lalu apa maksudnya? Kehidupan modern, seperti di negara barat, menurut dia, telah menyebabkan meningkatnya obesitas dan penyakit kejiwaan. Cara hidup kita sekarang ini, terutama negara barat, sebenarnya membuat kita terpapar penyakit mematikan seperti obesitas. Tahun lalu aku di Bahrain. Dan penyebab kematian tertinggi di negara itu adalah obesitas. Mereka sekarang mengalami budaya konsumerisme yang berasal dari Amerika dan Inggris. Dan juga penyakit kejiwaan. Lalu, apa hubungannya dengan Islam? Puasa sangatlah penting.
Di tingkat fisik, membantu meremajakan tubuh, membuatmu lebih kuat menghadapi penyakit, membuatmu lebih sehat dan bugar. Memperbaiki kesehatan jiwa. Puasa ini bagian dari sunnah Rasul. Beliau puasa di hari Senin dan Kamis. Ini sangat menyehatkan. Orang Muslim telah melakukannya selama beradab-abad! Sedangkan penyakit kejiwaan. Kita terobsesi pada dunia. Kita terobsesi pada TikTok. Terobsesi terhadap harta benda. Islam memberimu hubungan yang lebih mendalam dengan yang benar-benar penting yakni Pencipta kita. Kemudian pemahaman bahwa dunia ini hanya sementara. Dan tujuan kita yang sesungguhnya ada di kehidupan berikutnya, di akhirat.
Islam yang kita sebut sebagai agama adalah cara hidup yang lengkap. Mencakup kejiwaan, fisik, pola makan, kerohanian, ekonomi, politik. Islam tidak memisahkan agama dari ranah-ranah pribadi. Inilah jawaban paling tepat bagi kebutuhan manusia. Seperti itu, kita tidak sedang melakukannya saat ini setidaknya di banyak bagian. + Jika ada yang ingin belajar tentang Islam, apa saran untuk cara terbaik mencari tahu? Apakah cukup ketik "Apa itu Islam?" di Google? - Aku tidak menyarankan kamu memakai Google karena mungkin kamu dapat beberapa hasil baik, tapi juga akan mendapat banyak hasil buruk. Dan kamu tidak tahu mana hasil yang baik dan yang buruk karena kamu tidak tahu, yaa kan? Jadi...
Yang aku sarankan, karena aku suka buku, yakni buku ini. Ada banyak buku yang bisa aku sarankan, tapi yang ini bagus. Oleh Jonathan Brown, judulnya "Misquoting Muhammad", Tantangan dan Pilihan Menafsirkan Warisan Rasulullah. Ini pembukaan yang bagus untuk mengenal Islam, Al-Qur'an, apakah asli? Sejarah dan kehidupan Rasul SAW, hadis, bagaimana kita mengartikan Al-Qur'an, empat mazhab, semua ada di sini. + Terakhir, apa yang ingin kamu katakan pada umat Kristen yang sedang menonton sekarang? - Aku ingin bilang, Yesus, kalau kamu perhatikan di Injil, tidak mengatakan jika dia itu Tuhan. Dalam Injil, dia mengajarkan tentang Tuhan. Tuhan itu sesuatu yang lain selain Yesus.
Yesus sendiri yang bilang dalam Injil, Seorang pria mendatangi Yesus dan berkata, "Guru yang baik! Apa yang harus aku lakukan untuk mendapat hidup abadi?" Yesus bilang, menurut Markus, "Mengapa kamu panggil aku baik? Tidak ada yang baik, kecuali Tuhan." Itu yang ada di Injil-injil awal. Yesus menyangkal bahwa dia Tuhan, dia menyebutkan Tuhan. Islam setuju dengan Yesus. Jadi, kembalilah ke Yesus yang asli. Kamu bisa menemukan dia dalam Islam. Kamu tidak akan temukan dia dalam Kristen.
Kami Towards Eternity, sangat senang kamu bisa bersama kami di sini. - Waalaikumsalam. Terima kasih banyak, senang sekali bisa hadir. Terima kasih. + Aku ingin mulai dengan siapa Paul Williams, bisa tolong ceritakan singkat tentang dirimu? - Oh wow, singkat ya. Aku lahir di Essex, wilayah di sebelah timur London, beberapa tahun lalu. Saat ini aku membuat konten-konten di Blog Teologi, menelaah tentang agama-agama Ibrahim, yakni Yahudi, Islam, dan Kristen, dari perspektif yang lebih ilmiah dan akademik. Aku tumbuh di keluarga Kristen nominal. Aku belajar teologi, ilmu agama Kristen, di universitas, dan aku juga belajar filosofi di universitas sebagai umat Kristen.
Pada akhirnya aku memeluk Islam, Alhamdulillah, dan sekarang aku ada di sini. + Sebelum masuk Islam, bagaimana kehidupan beragamamu dulu? Apa yang kamu yakini? - Di usia awal 20-an, aku menjadi Kristen yang "terlahir kembali". Ketika dewasa aku sama sekali bukan Kristen nominal. Aku sangat serius dengan agamaku, dan suatu hari aku pernah merasakan pengalaman spiritual yang mendorongku mencari jalan spiritual, dan aku memilih Kristen, karena itu agama yang ada di keluargaku. Kristen nominal. Aku menjadi umat Kristen dan pergi ke gereja. Evangelis. Aku selalu ke gereja dan meyakini jika Yesus adalah Tuhan. Aku meyakini Trinitas dan inkarnasi. Dan membaca Alkitab dengan tekun.
Ini berlangsung selama beberapa tahun. + Tapi sebelum Kristen, kamu seorang ateis? - Yaa, betul. Sebelum Kristen aku seorang ateis saat masih remaja. Lalu diawal usia 20an, aku ingat suatu pagi, Minggu pagi, aku pulang mengendarai sepeda dari pesta semalaman di London. Dan aku lihat sebuah gereja yang indah di Islington, tidak jauh dari sini, lalu aku tertarik hanya ingin masuk ke dalam karena penasaran. Aku melihat-lihat dan duduk di belakang, dan tiba-tiba aku merasakan suatu kekuatan besar, yang aku rasakan sebagai cinta, sangat kuat menerpa diriku. Namun aku tidak mau menerimanya. Aku seperti, "Tidak, terima kasih!" Dan aku tahu kalau aku tetap di sana. Aku akan hancur.
Terasa terlalu kuat. Jadi aku pergi. Aku tidak menganggapnya sebagai Yesus atau semacamnya. Yang kurasa hanya, wow. Lalu aku datang lagi seminggu kemudian, berharap bisa merasakannya lagi. Namun tidak terjadi apa-apa. Tapi aku artikan ini sebagai pengalaman spiritual dan mendorongku untuk memulai perjalanan spiritual. Dan karena latar belakangku Kristen nominal, aku putuskan untuk pergi ke gereja. Aku sama sekali tidak tahu tentang Islam. Lalu akhirnya aku menjadi Kristen. Aku menyadari ada beberapa masalah saat aku mulai membaca Alkitab. Tapi hanya itu yang aku tahu. Tapi pada akhirnya aku mengetahui Islam atau Tuhan menuntunku ke Islam.
Memberikan solusi terhadap permasalahan yang aku rasakan sebagai Kristen, jadi aku pindah agama. + Jadi apa permasalahan yang kamu temukan di Kristen dan di Alkitab sehingga kamu berpindah masuk Islam? - Aku akan coba menjawab sesuai perspektif akademik, dan sesuai temuan para sejarawan. Tampak bagiku bahwa Yesus tidak mengajarkan tentang Kristen. Dia tidak datang untuk mendirikan gereja. Contohnya, tidak ada Kitab Injil kecuali satu yang isinya Yesus berbicara tentang gereja. Injil-injil paling awal sama sekali tidak ada Yesus bicara tentang gereja. Dan dia tidak mengajarkan tentang Kristen. Yang dia ajarkan itu tentang Tuhan. Dia mengajarkan tauhid (Tuhan yang Esa).
Dan dia menentang kemunafikan, dia ajarkan niat, ketulusan, dan kasih Tuhan, serta sayang pada tetangga dan sebagainya. Jadi seperti sebuah pergerakan baru, yakni pergerakan spiritual baru dalam Yahudi. Jadi "keyakinan" Yesus, biasa kita sebut Yahudi, atau keyakinan para penduduk Israel. Dia tidak mengajarkan inkarnasi. Dia tidak mengajarkan Trinitas. Dia tidak mengajarkan penebusan dosa. Menurut sebagian besar sejarawan. Permasalahan tentang Kristen ada pada gagasan bahwa Tuhan menjadi manusia dalam diri Yesus. Ini gagasan yang baru. Tidak ada dalam Pelayanan Yesus. Bahkan hanya ditemukan di Injil Yohanes. Ini Injil terakhir yang ditulis.
Di Injil-injil sebelumnya, Matius, Markus, Lukas, Markus yang paling awal, sama sekali tidak ada inkarnasi. Dan itulah Injil yang paling tidak bersejarah, itulah Injil Yohanes. Hanya di satu Injill menyatakan Yesus berjalan dan menyerukan "Akulah cahaya dunia." Atau, "sebelum Ibrahim, adalah aku." Atau, "Akulah kebangkitan kehidupan." Atau, "Akulah cahaya dunia." Semua pernyataan "Aku" ini hanya ada di satu Injil, Injil terakhir oleh Yohanes. Kalau melihat Injil-injil awal, Yesus tidak pernah bicara seperti ini. Dia bicara tentang Tuhan. Bicara tentang tobat. Tuhan itu sesuatu selain Yesus. Dia bukanlah pesan, Tuhan pesannya. Dia pembawa pesan, dia seorang rasul. Tapi dia bukan Tuhan.
Di Yohanes, jadi agak lebih sulit dan lebih rumit. Yesus dianggap sebagai figur ilahiah. "Pada mulanya adalah Firman," tertulis di Injil. "Dan Firman itu ada bersama Tuhan dan Firman itu adalah Tuhan, dan Firman itu menjadi manusia dan tinggal di antara kita," dan seterusnya. Dan semua ini sangat baru. Dan jika Yesus benar-benar mengatakan hal-hal luar biasa yang diklaim oleh Yohanes ini, mengapa yang lain tidak menuliskannya juga? Jadi ada Injil sebelumnya, misalnya Injil Lukas. Di keseluruhan Injil Lukas, Yesus tidak pernah bicara seperti itu. Dia tidak banyak bicara tentang diri sendiri. Tapi tentang Tuhan. Dia tidak menyebut diri sendiri sebagai Tuhan.
Dia hanya pembawa pesan, dan dia tidak pernah bilang "Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup." Namun sayangnya, Injil Yohanes dipakai oleh Kristen lebih dari Injil-injil lainnya untuk berkhotbah. Misalnya, seorang evangelis Amerika yang aku lihat di London beberapa tahun lalu. Dia bilang, "Yesus berkata 'Akulah cahaya dunia'." Namun para cendekiawan darinya bilang, "Tidak, dia mungkin tidak bilang begitu. Itu bukan fakta sejarah." Jadi, semua ini skandal. Penganut Kristen umumnya tidak tahu apa yang dikatakan cendekiawan mereka tentang ini. Ini mengkhawatirkan, karena bagaimana bisa kamu yakin jika ternyata isinya kisah-kisah karangan? Ada kisah-kisah karangan dalam Injil-injil itu.
Ini bisa menggoyahkan keyakinanmu. Dan jika Yesus tidak mengajarkan Trinitas, dan dia tidak meyakini dirinya sebagai Putra Tuhan, menurutku itu berbahaya bagi Kristen. Tapi bukan itu masalahnya. Melainkan misalnya, Yesus asli berdasarkan sejarah, atau keabsahan Injil-injil. Dan bukan didasarkan pada skeptisisme. Tapi berdasarkan "Apa buktinya?" Dan sering kali buktinya tidak ada untuk keabsahan mereka. Dan itulah masalahnya. + Ketika kamu menemukan ketidaksesuaian dalam Kristen, aku ingin tahu pendapatmu tentang Islam. Apakah dulu kamu berprasangka buruk? - Tentu saja. Aku, um... Sebagai seorang Kristen, aku fobia Islam. Setelah kejadian 9/11, takut terhadap Muslim, dll.
Namun aku putuskan untuk mencari tahu sendiri kebenaran tentang Islam dengan cara berbicara langsung dengan para Muslim. Aku sama sekali tidak kenal orang Islam. Jadi aku berkunjung ke masjid lokal, Masjid Taman Regent, dan berdiskusi dengan para Muslim di sana. Aku membaca Al-Qur'an dalam bahasa Inggris. Dan aku temukan Islam yang sesungguhnya. Dan itu membuatku terkejut karena membuatku terbuka dengan cara yang tepat memahami tentang Tuhan dibandingkan sebagai Kristen. Aku tidak tahu ada cara lain. Aku tidak tahu kalau Islam juga menghargai Yesus dan Ibunya. Sebuah surah dalam Al-Qur'an diberi nama Maryam. Atau Mary dalam bahasa Inggris. Seperti itulah kira-kira bagiku.
+ Apa jawaban lain yang kamu temukan dalam Islam yang tidak bisa kamu temukan dalam Kristen? Bisa kamu ceritakan pada kami? - Beberapa jawaban dari pertanyaan mendalam yang masih membuat bingung para ahli agama Kristen atau uskup agung. Contohnya, persoalan penderitaan, persoalan kejahatan di dunia. Umat Kristen memiliki gagasan bahwa Tuhan amat sangat penyayang. Lalu kamu pikir, "Lalu kenapa orang mati karena penyakit?" "Bagaimana dengan bencana alam?" Aku sebenarnya pernah mendengar Uskup Agung Canterbury, Justin Welby berbicara tentang ini. Dan dia tidak punya jawabannya. Aku merasa kecewa karena kalau saja... Aku tidak keberatan kalau dia ambil dari Al-Qur'an.
Maksudku, ada jawabannya dalam Islam. Jawaban sesungguhnya tentang inti hidup kita di dunia dan sifat-sifat Tuhan. Bahwa kehidupan itu hanyalah ujian, dan akhirat lalu ganjarannya. Banyak sekali jawaban. Tapi Kristen tidak memakai penjelasan ini. Maksudku, aku tidak keberatan jika mereka pinjam saja, yaa kan? Lalu kemudian pertanyaan lainnya tentang persoalan siapa itu Yesus. Siapa Yesus, menurut cendekiawan Barat? "Dia pikir dia seorang rasul." Oke, baiklah, itulah yang diajarkan Al-Qur'an. Apa lagi? "Dia pikir dia seorang Al Masih." Al-Qur'an mengajarkan seperti itu. "Dia tidak merasa dirinya sebagai Tuhan." Al-Qur'an mengajarkan seperti itu. Dia tidak mengajarkan Trinitas.
Dia tidak mengajarkan inkarnasi. Dia tidak mengajarkan... Dia tidak mendirikan gereja sebenarnya menurut para sejarawan. Dan para Muslim tidak meyakini dia mendirikan gereja Katolik. Jadi ada kesesuaian yang luar biasa antara pendapat cendekiawan Barat terbaru tentang Yesus, dan yang dikatakan Al-Qur'an tentang Yesus. Dan menurutku ini suatu keajaiban Al-Qur'an yang jarang dibicarakan. Jika kita bicara keajaiban Al-Qur'an, tentu ada banyak sekali. Dan bagiku, ini salah satunya. + Bukti apa lagi yang bisa kamu jelaskan yang bisa menyangkal keyakinan inti agama Kristen? - Mari kita bahas penebusan dosa dulu. Dan akan aku berikan satu versi tentang bagaimana umat Kristen memahaminya.
Banyak umat Kristen yang bilang Yesus adalah Tuhan, yaa kan? Dan dia meninggal demi dosa-dosamu. Aku pikir, hmm, menarik sekali. Artinya kamu bilang bahwa Tuhan mati demi dosa-dosaku? Masalahnya, menurut Alkitab, tertulis "Tuhan itu abadi." Namun kamu meyakini bahwa Yesus mati demi dosa-dosaku. Mereka bilang, "Oh wow wow, oke, Tuhan tidak mati." "Yang meninggal adalah manusia. Yesus manusia mati demi dosa-dosamu." Ah, menarik. Jadi menurutmu kamu mempercayai pengorbanan manusia? Dan itulah cara untuk... berdamai dengan Tuhan. Itulah penebusan dosa. "Tapi, itu bukan benar-benar pengorbanan manusia." Lalu apa? Jika Yesus itu manusia, dan dia dikorbankan demi dosa-dosamu.
Itulah yang tadi kamu bilang. Yesus tidak berkeliling mengajarkan pengorbanan manusia. Dia mengajarkan Tuhan yang pengasih dan penyayang. Itu salah satu permasalahannya. Selain itu, permasalahan tentang Trinitas. Ada dua masalah. Pertama, Yesus tidak pernah mengajarkannya. Tidak diyakini oleh para pengikutnya. Itu masalah besar bagiku. Kedua, mereka bilang jika Tuhan itu satu, tapi Bapak adalah Tuhan, Putra adalah Tuhan, dan Roh Kudus juga Tuhan. Jadi ada tiga, tapi mereka satu. Aku pikir, "Loh loh loh, tunggu dulu." Bagaimana bisa Bapa Tuhan sesungguhnya Putra Tuhan sesungguhnya dan Roh Kudus juga Tuhan sesungguhnya, namun hanya ada satu Tuhan? Kamu baru saja bilang ada tiga Tuhan.
Gagasan tentang Trinitas terbentuk perlahan-lahan selama beberapa abad. Jadi pada awalnya hanya ada Tuhan, Bapa sebagai Tuhan, Kemudian permasalahannya, lalu siapa Yesus terkait Tuhan? Kemudian di abad berikutnya ada gagasan jika hubungan Yesus dan Tuhan bahwa Tuhan adalah Tuhan, namun entah bagaimana Yesus bersifat ketuhanan. Namun kemudian di abad berikutnya, di Konsili Nikea di Turki. Pada Konsili Nikea secara resmi diputuskan oleh para uskup di bawah Kaisar Konstantinopel bahwa Tuhan dan Bapa itu setara. Mereka... Mereka adalah zat yang sama. Atau, dalam bahasa Yunani, "homoousion". "Homo" berarti "sama", dan "ousia" berarti zat. Jadi Putra dan Bapa adalah zat yang sama.
Dengan kata lain, Yesus adalah Tuhan. Banyak orang berpendapat Nikea tentang Trinitas, tapi bukan. Konsili Nikea tidak menyebutkan Trinitas. Itu terbentuk sesudahnya di Konsili Kalsedon dan Konstantinopel. Di Nikea mereka membahas tentang hubungan antara Putra dan Bapa. Dan satu-satunya Ayat Trinitas di Alkitab, karena ada satu, dan itu palsu! Itu ditambahkan kemudian, dan kita tahu ini. Pada 1 Yohanes 5-7. Jika kamu melihat di Alkitab modern, sebagian besar Alkitab modern sudah menghilangkannya. Isinya, "Ada tiga yang menjadi saksi di Surga. Bapa, Firman, dan Roh.” Artinya Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Tapi ini ayat karangan yang semua orang sekarang setuju, kecuali para fundamentalis, bahwa ayat ini ditambahkan ke Alkitab. Jika ayat Trinitas itu dihilangkan, seperti yang dilakukan semua cendekiawan, tidak ada di Alkitab yang bicara tentang Trinitas. + Kamu bilang para penulis Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Siapa mereka? Apakah ada catatan sejarah tentang mereka atau mereka hanya anonim? - Benar sekali, keempat penulis Injil itu anonim. Contohnya Injil Matius. Yang pertama di Perjanjian Baru. Buku pertama dalam Perjanjian Baru. Tidak pernah dikatakan ditulis oleh... oleh siapa. Umat Kristen yang aku tanya menentangnya.
Jadi aku bilang, "Oke, tunjukkan padaku." "Berikan aku ayat di Alkitab mana pun yang tertulis nama orang yang menulisnya." "Oh ya, ya, ya. Tentu saja, ya. Dikatakan di Injil Yohanes." "Baiklah, aku tunggu. Ini Alkitabmu. Tunjukkan padaku ada di mana." Lalu aku tunggu. Biasanya aku memberikan waktu dua menit karena aku juga punya aktivitas lain, yaa kan? Dan aku selalu tahu, seperti permainan catur, mereka akan datang lagi dan bilang... Dan mereka mengalihkan pembicaraan. Mereka mengalihkan pembicaraan karena tidak ada dalam Yohanes nama orang yang menulisnya. Memang tidak ada di sana. Tapi mereka yakin, karena seperti itulah yang diajarkan.
+ Meskipun sistem keyakinan dan naskah yang tak berdasar, mengapa masih banyak orang yang masih meyakini agama Kristen? - Sederhana saja. Karena mereka tidak tahu ada permasalahan seperti ini. Banyak umat Kristen yang berpendidikan. Mereka mungkin sarjana kimia, akuntansi, ilmu media, dll. Mereka tidak bodoh. Tidak sama sekali. Tapi cara para gereja mengajarkan tentang agama, mereka tidak mengajari untuk memahami naskah kitab mereka sendiri. Para pendeta, pastor, dan uskup, yang mengajarkan atau berkhotbah sudah dilatih di universitas. Mereka tahu, Injil Yohanes yang paling tak bersejarah di antara empat Injil. Mereka tahu itu karena mereka sudah belajar tentang itu.
Tapi bagaimana mungkin orang gereja tidak tahu? Banyak penyebabnya. Bart Ehrman, seorang akademisi Amerika telah membicarakan tentang ini. Beberapa uskup tidak mau kehilangan pekerjaan. Mereka tidak mau mengajarkan umatnya, "Oh ya, Alkitab kita, tidak seperti yang kalian pikirkan." Atau mereka tidak ingin umat Kristen kecewa. Mereka tidak ingin mengganggu. Atau mungkin mereka tidak tahu cara menyampaikannya. Atau mereka hanya melarikan diri. Tapi apa pun alasannya, mereka tidak melakukannya. Biasanya, tidak sama sekali. Jadi bagiku, ini skandal dalam Kristen. Atau mereka memang tahu, namun mereka berpura-pura seperti... yang aku lakukan sebagai Kristen sudah sejak lama.
Seperti kamu yakin, tapi masih ada keraguan besar. Lalu kamu abaikan saja, dan terus melanjutkan hidup. + Jika ajaran Kristen tidak benar, lalu mengapa ada beberapa umat Kristen yang merasa damai saat mereka serius mengamalkan keyakinannya? - Ajaran Kristen sebagian besar benar. Mengapa begitu? Maksudku, Kristen meyakini satu Tuhan. Aku tahu kita sudah bicara tentang Trinitas, tapi mereka sebenarnya meyakini satu Tuhan. Mereka percaya malaikat. Mereka meyakini Hari Kiamat. Mereka percaya Tuhan menciptakan Surga dan Dunia. Mereka meyakini Tuhan mengirimkan Musa dan semua rasul-rasul, dan lain-lainnya. Seperti gunung es.
Ada sebagian besar, yang berada di bawah air, yang mereka yakini, yang kita juga yakini sebagai Muslim. Hanya sedikit bagian atasnya saja. Tapi bukan bagian yang kecil. Bagian yang penting umm... tentang Trinitas dan inkarnasi serta penebusan dosa yang kita tidak setuju. Jadi bukan berarti semua ajaran Kristen itu salah. Jadi lebih rumit dari itu. Dan menurutku banyak umat Kristen, ketika berdoa pada Tuhan, hanya berdoa pada Tuhan Bapa. Sebenarnya banyak umat Kristen yang bilang padaku. Mereka tidak yakin pada Yesus. Mereka mungkin meyakini dia sebagai Tuhan, namun kenyataannya mereka berdoa pada Tuhan Bapa. Jadi mereka sebenarnya tunggal.
Maksudku mereka meyakini Tuhan itu Satu dibandingkan Yesus. Mereka berperilaku, sering kali, seperti orang-orang yang mengamalkan ajaran Islam. Jadi menurutku banyak dari mereka yang merasakan kedamaian. Maksudku seperti kita meyakini bahwa Tuhan Maha Pengasih dan Dia menuntun para manusia menuju kebenaran bahkan dari agama lain, dalam keyakinan itu, menjauhi syirik (politeisme) misalnya, aku yakin itu. Karena aku percaya Tuhan peduli pada manusia. + Dalam Al-Qur’an, kita tahu Yesus AS memberikan kabar baik tentang Rasul SAW yang terakhir. Saat kamu membaca Alkitab, apakah kamu pernah menemukan informasi seperti ini? - Yaa.
Sering kali pada Injil-injil awal, bukan di Yohanes, yang paling tidak bersejarah. Di Injil-injil awal, kamu bisa temukan Yesus berbicara tentang anak manusia yang akan datang. Bukan dirinya sendiri. Dia bicara dengan sudut pandang orang ketiga, ada orang lain. Tapi umat Kristen sering bilang, "Oh, Yesus bicara tentang dirinya sendiri." Tapi aneh. Awalnya Yesus bicara tentang dirinya sendiri, lalu dia berganti sudut pandang orang ketiga dan bicara tentang putra manusia yang akan datang. Orang-orang seperti Bart Ehrman dan lainnya, cendekiawan Perjanjian Baru Amerika pernah berkata Yesus bicara tentang orang lain yang akan datang.
Kata "Muhammad" tidak disebutkan dalam Perjanjian Baru bahasa Yunani. Dan karena Injil-injil ini sudah tercemar dan diubah, namun masih bisa kita lihat tanda-tandanya, bahwa Yesus berbicara tentang orang lain dan itu berdasarkan sejarah. Dan bahkan sebenarnya di Yohanes, Bab 14 dst. ada petunjuk tentang seseorang yang dibicarakan yang akan datang, selain Yesus. Jadi jejak-jejaknya sudah ada. Bahkan di Injil-injil yang ada sekarang ini. + Apa yang membuat kamu yakin bahwa Islam 100% benar? - Sesuatu yang aku temukan yang tanpa diduga sungguh membuatku kagum adalah kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Ketika kita bicara soal tokoh-tokoh hebat sejarah di televisi dan literatur Barat...
Mereka biasanya menyebutkan Plato, dan Caesar, Julius Ceasar, dan mereka bicara tentang Alexander Agung, kemudian mereka lompat ke Napoleon Bonaparte. Mereka tidak pernah menyebutkan Nabi Muhammad SAW. Mereka tak pernah menyebut Beliau! Lalu aku pikir, "Ini luar biasa!" Beliau berasal dari wilayah yang sama seperti Yesus, Musa, namun beliau diabaikan. Dan jika kita perhatikan kehidupan beliau, yang sudah diperiksa, bukan legenda belaka, kita tahu beliau benar-benar nyata. Seorang manusia luar biasa. Tentang beliau, ajaran beliau, terasa sangat mirip dengan yang aku baca di Injil-injil. Di Lukas, misalnya, atau di Matius. Menurutku masih banyak kebenaran dalam Injil-injil ini.
Jadi saat aku pelajari ajaran Muhammad SAW, aku melihat tanda-tanda seorang guru spiritual sesungguhnya. Dan itulah persoalan bagiku dalam menerima Islam, karena aku melihat ada hubungan antara Yesus dan Muhammad SAW. Jika Yesus seorang rasul, begitu pula Muhammad SAW. Jika Musa seorang rasul, tentu Muhammad SAW juga karena mereka sama, mereka tak terpisahkan. Mereka sama-sama pemimpin negara, mereka jenderal, mereka pemberi hukum, mereka pemandu spiritual, mereka sosok ayah. Namun bedanya, Musa dikirimkan untuk penduduk Israel dan Muhammad SAW dikirim untuk semua manusia. + Apa yang paling membuatmu terkesan tentang Rasul SAW?
- Salah satu yang membuatku sangat kagum, di antara banyak lainnya adalah ketika beliau dan para sahabat serta umat datang ke Makkah. Ketika mereka akhirnya mengambil kembali Makkah dan mereka menguasai Makkah. Cara beliau memperlakukan musuh-musuhnya. Banyak orang Barat yang berpandangan sangat negatif terhadap Islam. Mereka bilang, "Oh, aku yakin Muhammad SAW membunuh musuh-musuhnya atau semacamnya." Apa yang dilakukan Yusuf ketika dia menjadi orang kedua paling berkuasa di Mesir? Dan saudara-saudaranya yang telah mengkhianatinya dan menjual dia sebagai budak lalu dibiarkan mati. Bagaimana dia memperlakukan orang-orang buruk ini? Dia memaafkan mereka. Dia mengasihani mereka.
Dan inilah contoh yang Nabi Muhammad SAW jelas-jelas gunakan saat beliau menguasai Makkah dari orang-orang kafir. Sebagai penguasa, kekuasaan mutlak, beliau bisa saja menghancurkan mereka, tapi beliau tidak. Beliau memaafkan mereka. Inilah... Sungguh menampilkan karakter Rasul SAW dan aku harap dunia barat tahu tentang ini. Dunia Muslim tahu tentang ini. Tapi dunia barat tidak. Dan jelas sayang sekali bagi mereka yang tidak mengetahui. + Apa tujuan hidupmu sebelum masuk Islam dan setelah masuk Islam? Aku selalu... Tujuan hidupku sebelum masuk Islam masih tetap sama. Untuk mencari kebenaran, di mana pun berada.
Aku rasa tidak perlu mencari di luar Islam tapi aku masih mencari kebenaran dalam Islam. Aku masih berusaha belajar. Sebelumnya, aku masih mencari-cari tapi sekarang seperti sudah menemukannya. Tapi aku masih tetap mencari di sana untuk ilmu dan pemahaman yang lebih mendalam. + Di dunia saat ini kita lihat ateisme semakin banyak. Dan banyak orang yang juga meninggalkan Kristen, terutama di Inggris dan Eropa. Saat kamu perhatikan situasi sekarang, apakah menurutmu juga terjadi dalam Islam? - Aku punya kenalan, Profesor Linda Woodhead, dia seorang profesor di King's College di London. Dia seorang ahli terkemuka dalam keagamaan di Inggris, seorang sosiolog agama.
Dan dia menanggapi hasil sensus yang diterbitkan beberapa bulan lalu. Agama di Inggris menurun dan turun dengan sangat tajam selama beberapa dekade terakhir. Dan arahnya cenderung terus menurun. Namun satu agama yang tidak turun di Inggris adalah Islam. Aku berada di Birmingham beberapa hari lalu. Aku mengobrol bersama pria ini. Asrar Rashid. Dia penulis buku ini, "Islam Menjawab Ateisme" aku sarankan untuk membacanya. Birmingham itu... mungkin kota kedua di Inggris. Dia berkata padaku, "Sekitar 40% penduduk Birmingham sekarang beragama Islam." Itu persentase yang sangat tinggi. Generasi pertama Muslim datang sekitar tahun 1950-an, 1960-an. Mereka tidak sepenuhnya mengamalkan Islam.
Tentu mereka punya keturunan. Lalu aku bilang padanya, tentang Profesor Linda Woodhead, tentang agama yang menurun, sekularisme, materialisme. Bagaimana dengan pemuda Muslim di Inggris, di Birmingham? Di kota kedua di Inggris? Apakah mereka salat? Mereka puasa? "Oh ya, mereka lebih mengamalkan agama dibanding orang tuanya." Sehingga yang terjadi di Inggris tentang para pemuda Muslim, mereka tidak hanya mempertahankan agama mereka, mereka salat lima waktu, dan mereka lebih mengamalkan agama, dibandingkan orang tua mereka. Dan itu luar biasa.
Dan seseorang bilang padaku, dia tahu tentang Jerman, karena kupikir, "Wow, Inggris hebat, ya?" Oh tidak, itu juga terjadi di Jerman, di tempat lain juga seperti itu. Di Eropa, para Muslim keyakinannya tidak berkurang. Para pemudanya mempertahankannya dengan baik. Dan itu bagus untuk masa depan. + Apa yang ingin kamu sampaikan untuk mendorong orang-orang yang menonton video ini, yang ingin masuk Islam tapi masih ragu-ragu? - Seseorang yang aku kenal, dia pendeta Gereja Inggris, dia seorang pendeta selama beberapa saat di gereja di London. Dan dia bilang saat memeluk Islam, dia merasakan tingkat pertemanan dan persaudaraan yang mendalam yang tidak pernah dia rasakan sebagai umat Kristen.
Dan aku juga merasakannya. Di gereja-gereja Kristen, kamu cenderung ramah, namun tingkat kedalaman persaudaraan antar sesama Muslim jauh lebih dalam. Begitulah, kamu tidak akan sendirian jika kamu memeluk Islam, kamu akan bertemu keluarga di seluruh dunia. Kemudian, kamu tahu yang Islam berikan? Yaa, kesempatan untuk membangun hubungan dengan Pencipta kita. Dan kita punya tujuan hidup di dunia. Kita di sini tidak hanya untuk mengumpulkan harta. Di Inggris dan di Amerika, kita cenderung gila harta. Kita tidak fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Ada seorang pria, dia seorang pembina bagi wirausahawan, pebisnis. Dia bukan Muslim. Dia memposting di LinkedIn kira-kira kemarin.
Dia bilang membuat dirimu sehat itu melawan kehidupan modern. Lalu apa maksudnya? Kehidupan modern, seperti di negara barat, menurut dia, telah menyebabkan meningkatnya obesitas dan penyakit kejiwaan. Cara hidup kita sekarang ini, terutama negara barat, sebenarnya membuat kita terpapar penyakit mematikan seperti obesitas. Tahun lalu aku di Bahrain. Dan penyebab kematian tertinggi di negara itu adalah obesitas. Mereka sekarang mengalami budaya konsumerisme yang berasal dari Amerika dan Inggris. Dan juga penyakit kejiwaan. Lalu, apa hubungannya dengan Islam? Puasa sangatlah penting.
Di tingkat fisik, membantu meremajakan tubuh, membuatmu lebih kuat menghadapi penyakit, membuatmu lebih sehat dan bugar. Memperbaiki kesehatan jiwa. Puasa ini bagian dari sunnah Rasul. Beliau puasa di hari Senin dan Kamis. Ini sangat menyehatkan. Orang Muslim telah melakukannya selama beradab-abad! Sedangkan penyakit kejiwaan. Kita terobsesi pada dunia. Kita terobsesi pada TikTok. Terobsesi terhadap harta benda. Islam memberimu hubungan yang lebih mendalam dengan yang benar-benar penting yakni Pencipta kita. Kemudian pemahaman bahwa dunia ini hanya sementara. Dan tujuan kita yang sesungguhnya ada di kehidupan berikutnya, di akhirat.
Islam yang kita sebut sebagai agama adalah cara hidup yang lengkap. Mencakup kejiwaan, fisik, pola makan, kerohanian, ekonomi, politik. Islam tidak memisahkan agama dari ranah-ranah pribadi. Inilah jawaban paling tepat bagi kebutuhan manusia. Seperti itu, kita tidak sedang melakukannya saat ini setidaknya di banyak bagian. + Jika ada yang ingin belajar tentang Islam, apa saran untuk cara terbaik mencari tahu? Apakah cukup ketik "Apa itu Islam?" di Google? - Aku tidak menyarankan kamu memakai Google karena mungkin kamu dapat beberapa hasil baik, tapi juga akan mendapat banyak hasil buruk. Dan kamu tidak tahu mana hasil yang baik dan yang buruk karena kamu tidak tahu, yaa kan? Jadi...
Yang aku sarankan, karena aku suka buku, yakni buku ini. Ada banyak buku yang bisa aku sarankan, tapi yang ini bagus. Oleh Jonathan Brown, judulnya "Misquoting Muhammad", Tantangan dan Pilihan Menafsirkan Warisan Rasulullah. Ini pembukaan yang bagus untuk mengenal Islam, Al-Qur'an, apakah asli? Sejarah dan kehidupan Rasul SAW, hadis, bagaimana kita mengartikan Al-Qur'an, empat mazhab, semua ada di sini. + Terakhir, apa yang ingin kamu katakan pada umat Kristen yang sedang menonton sekarang? - Aku ingin bilang, Yesus, kalau kamu perhatikan di Injil, tidak mengatakan jika dia itu Tuhan. Dalam Injil, dia mengajarkan tentang Tuhan. Tuhan itu sesuatu yang lain selain Yesus.
Yesus sendiri yang bilang dalam Injil, Seorang pria mendatangi Yesus dan berkata, "Guru yang baik! Apa yang harus aku lakukan untuk mendapat hidup abadi?" Yesus bilang, menurut Markus, "Mengapa kamu panggil aku baik? Tidak ada yang baik, kecuali Tuhan." Itu yang ada di Injil-injil awal. Yesus menyangkal bahwa dia Tuhan, dia menyebutkan Tuhan. Islam setuju dengan Yesus. Jadi, kembalilah ke Yesus yang asli. Kamu bisa menemukan dia dalam Islam. Kamu tidak akan temukan dia dalam Kristen.