Christian And Muslim Debate! Every Muslim Should Watch!
Diterbitkan pada
-Aku seorang Kristiani. Kristen agama yang benar. -Tuhan bicara padaku. -Tuhan yang sesungguhnya adalah Tuhan agama Kristen. -Bukan Tuhan agama Islam. -"Nabi Terakhir" itu tidak ada. -Nabi kalian pasti bukan utusan Tuhan. -Yesus Kristus lah Tuhan yang benar. -Semua orang bisa ngerasain kehadiran rohnya. -Saat roh itu datang, badanmu bakal terasa panas. -Kamu pun sadar kalau Tuhan sedang berbicara padamu. -Saat itu tanganmu menjadi sedingin es. -Terus kamu bakalan denger suara Tuhan! +Dalam Yohanes 16 ayat 13 dikatakan,"Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran" +Ayat ini bertolak belakang dengan apa yang kamu bilang tadi! +Ini menunjukkan kalau dia itu memiliki keterbatasan.
+Dia yang terbatas dan menerima perintah tidak bisa dianggap sebagai Tuhan! +Kamu lagi sibuk apa sekarang? kerja atau kuliah? -Aku seorang mahasiswa, kuliah di Universitas Teknik Istanbul. +Terus, agama kamu apa? -Aku seorang Kristiani. +Kristen dari lahir? -Nggak, Aku pindah ke Kristen belum lama ini kok. -Lama sih nentuinnya. -Dulu waktu masih SMA, aku naksir cewek nih. -Terus dia meninggal. Aku penasaran buat nyari tahu lebih dalam tentang dia. -Lalu, aku mutusin buat pindah ke agama Kristen. -Mulai saat itu aku menerima dan percaya pada Tuhan. +Apa sih yang membuat agama Kristen itu istimewa dibandingkan agama Islam? -Tuhan yang sesungguhnya adalah Tuhan agama Kristen.
-Bukan Tuhan agama Islam. 32 00:01:07,549 --> 00:01:10,135 -Setelah masuk Kristen, aku mulai bisa ngomong sama Tuhan. -Aku tahu kalau Tuhan ngerespon semua perkataanku. -Setiap kami ada masalah, kami bicara dengan-Nya melalui doa. -Jawaban dari-Nya muncul saat kami membaca kitab-Nya, -atau saat kami mendengar ceramah dari seorang pendeta. -Terus, kami pun sadar kalau itu pesan dari Tuhan. -Mungkin terdengar aneh, tapi nggak juga kok. -Karena dalam agama kami, Tuhan selalu berkomunikasi dengan hamba-Nya. -Tapi nggak yang seperti dalam Islam. -Misalnya pernah nih dalam satu minggu itu aku punya banyak masalah. -Aku sering banget ngalamin itu. -Aku berdoa sama Tuhan tentang masalahku.
-Terus solusinya muncul saat khotbah Minggu. -Mungkin kamu mikirnya itu cuma kebetulan doang. -Tapi aku nganggepnya kalau Tuhan yang ngomong sama aku. +Itu yang kamu anggap sebagai bukti? +Karena aku juga ngalamin hal yang sama dalam Islam. Allah juga berbicara padaku melalui firman-Nya. +Aku nyebutnya Tewafuq (rancangan takdir Tuhan). +Jadi itu bukan cuma kebetulan. +Aku juga ngerasain hal yang sama seperti kamu tapi caranya beda. +Apakah ini cukup bagimu sebagai bukti untuk pindah agama? -Oke jelas ini bukan bukti ilmiah. -Tapi ini dari pengalaman pribadiku. -Aku sudah ngalamin semuanya, -dan itu jadi salah satu alasan aku pindah agama. -Aku pikir pengalaman bisa menjadi bukti.
-Menurutku Nabi kalian itu bukan pilihan Tuhan. -Dia bukan utusan Tuhan. -Intinya Yesus Kristus lah yang benar. +Aku juga mengkaji kitab Injil dan aku pengen nanya sesuatu sama kamu. +Bisa nggak sebutin satu ayat saja di mana Yesus bilang secara langsung "Akulah Tuhan" atau “Aku ini anak Tuhan” -Tidak ada satupun ucapan yang langsung dari Dia, -tapi banyak kok referensi yang ngejelasin itu. +Gini, saat aku baca kitab Injil murni sebagai peneliti, +aku nggak nemuin satu kalimat pun +yang secara langsung berasal dari Yesus. +Terus gimana caranya aku bisa yakin? +Di semua bab, aku nemuin banyak informasi +yang nyebutin kalau Yesus Kristus dikirim sebagai utusan Tuhan.
+Makanya aku percaya kalau Yesus itu utusan Tuhan. +Seorang Muslim, kami harus cinta dan menerima Yesus. +Dia nggak pernah bilang "Aku adalah Tuhan" di ayat manapun. +Tapi apa yang dia bilang di ayat lain? +Dia cuma bilang "Aku adalah Nabi Allah yang diutus kepada kalian" +“Aku hanyalah seorang utusan” bahkan di banyak ayat, dia menyebut dirinya sebagai pelayan setia. +Oke, aku akan bacain beberapa ayat dalam kitab Injil padamu +Dalam Yohanes bab 14:30 berbunyi,"Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini telah datang". +Lalu siapa yang Dia maksud dengan "penguasa dunia"?
+"Penguasa dunia ..." -Ayatnya bilang gini, "Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu -sebab penguasa dunia ini telah datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku." +Siapa sih "penguasa dunia" ini? -"Dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku." -"Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa, -dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, -bangunlah, marilah kita pergi dari sini.” -Penguasa yang dimaksud di sini itu .... +Siapa "penguasa dunia" ini? -Penguasa dunia yang dimaksud itu Roh Kudus. +Aku sudah cek terjemahan sebelumnya, dan "penguasa" yang dimaksud itu iblis.
+"Penguasa dunia ini adalah iblis." +Kamu tau nggak apa yang terjadi habis itu? +Mereka ngeganti kata "iblis" jadi "roh kudus" di versi terbaru. +kalau yang dimaksud itu "Roh Kudus”, + Terus kenapa disebut: "Dia datang"? +Bukannya dari dulu ada Roh Kudus ya? +Kalau memang itu iblis, Yesus harusnya memperingati semua orang, +karena sesuatu yang berbahaya sudah datang. +Menurut pemahamanku nih, yang datang itu bukan iblis, tapi seorang nabi. +Jadi"Penguasa Dunia" merujuk pada Nabi Muhammad SAW. +Nabi terakhir untuk seluruh umat manusia.
+Di Yohanes bab 16:8 berbunyi, "Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan +dosa, kebenaran dan penghakiman." +Terus apa yang bakal dia lakuin di dunia? +Dia akan menginsafkan dunia +akan dosa. +Untuk memperingatkan kita,dia bakal bilang gini, +"Kalian telah melakukan kesalahan dan terjerumus ke dalam dosa," +Dan nggak mungkin banget ini Roh Kudus bisa lakuin ini. +Karena kalau Dia memperingatkanku +dia harusnya ngomong dan bicara langsung padaku. +Tadi kamu bilang, "Kadang aku ngerasain kehadiran Roh Kudus, +kadang nggak". +Berarti ini nggak bisa disebut bukti +yang tepat dan masuk akal. +Kenapa?
Karena ada orang yang bakal bilang "Dia datang padaku", +yang lain bakal bilang "Nggak, itu cuma ilusi doang", +yang lainnya lagi bilang "Dia nggak datang padaku tuh" +Jadi, sang penguasa dunia disini tuh sebenernya merujuk pada seorang nabi. -Sekarang aku ngerti. -"Penguasa dunia" yang kamu sebut tadi, -di ayat selanjutnya bisa diartikan kalau itu iblis. +Kenapa iblis disebut Penguasa? +Kamu barusan bilang itu "iblis" dan "roh" ... -Sebelum ayat ini, ada disebut tentang kedatangan Roh Kudus, -lalu iblis. -Kita sudah bahas itu di bab 16. -Di situ penjelasannya lebih bagus. -Roh Kudus yang dimaksud di sini itu ... -berdasarkan pengalaman pribadiku.
+Jadi itu pengalaman pribadi -Ia, memang itu terjadi secara pribadi! -Semua orang bisa ngerasain kehadiran rohnya. -Saat roh itu datang, badanmu bakal terasa panas. -Mungkin kamu bakal mikir kalau aku itu nggak waras, tapi ya kenyataannya gitu. -Kamu bakalan sadar kalau Tuhan sedang berbicara padamu. -Saat itu tanganmu menjadi sedingin es. Terus kamu bakalan denger suara Tuhan!
+Kalau gitu aku pengen nanya, Di Yohanes bab 16 ayat 13 dikatakan, ”Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpinmu +ke dalam seluruh kebenaran; +sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya +dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang." +Bukannya semua informasi ini ada hubungannya +sama kedatangan Nabi Muhammad SAW? +Dari situ aku yakin banget kalau dialah nabi terakhir. -Tadi kamu bilang Roh Kebenaran. Kalau begitu ... -kita bisa menngartikannya sebagai nabi baru. +Ia,semua informasinya merujuk ke karakteristik seorang nabi. +Jadi, menurutmu gimana?
+Siapa "Roh Kebenaran" ini? -"Roh Kudus" dikenal juga sebagai "Roh Kebenaran". -Ayatnya nyebutin kalau Dia tidak akan berkata dari diri-Nya sendiri ... -Jadi "ada satu sosok lain, -Dia bagian dari Tuhan, -dan Dia hanya berkata apa yang dikatakan Tuhan". -Ngerti nggak? +Ayatnya nyebutin "Dia akan mengatakan apa yang Dia dengar." +Dia dengar dari siapa? -Dari Bapa. -Dari sosok Bapa. +Tapi, bukannya dia itu punya kuasa sendiri? Punya penghakiman sendiri? +Dalam kasus ini,gimana dia bisa jadi Tuhan? -Dia punya sosok tersendiri -dan tugasnya juga beda. +Kamu bilang tadi sosok? Apa sosok itu dapet izin +dari sosok yang lain? -Nggak. -Dia menyampaikan apa yang datang dari-Nya.
-Contohnya perusahaan, -Pekerjaan mereka itu jelas. -Terus kamu milih seorang direktur. -Kamu bilang "dia bakal bicara untuk kami". -terus kamu ngasih dia perintah kan? -Ya seperti itu. +Itu artinya ada yang memberi perintah. +Karena Dia hanya mengatakan apa yang Dia dengar, +Dia tidak bicara karena kemauan-Nya sendiri. +Kalau sosok itu tidak bicara karena kemauan-Nya sendiri itu artinya dia punya keterbatasan dong. +Dan Dia yang terbatas dan bergantung pada perintah tidak bisa disebut sebagai Tuhan. +Dalam kitab Injil, +ada satu bagian yang bikin aku penasaran.
+Di Matius 7:15-20, ”Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu +yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas." +"Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka." Siapa? Si nabi palsu.
185 00:06:21,423 --> 00:06:24,860 +"Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?" +"Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik." +"Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu +menghasilkan buah yang baik." +"Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api." +"Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka." +Kalau begitu kitab Injil memberitahu kita bagaimana cara membedakan +nabi palsu dan nabi asli, +itu artinya apa?
+Artinya seorang nabi akan datang, +entah yang asli atau palsu. +Terus nih ya, kalau Yesus memang nabi terakhir, +kenapa kita malah dikasih tau soal ini? +Kenapa kita dikasih tau cara memilih antara nabi yang benar dan yang salah? +Kenapa nggak langsung bilang aja; +"Aku nabi terakhir +tidak ada yang lain setelah aku?" -Nggak ada yang namanya nabi terakhir -dan Yesus Kristus juga bukan nabi terakhir. -Kenabian tidak ada akhirnya. -Kenabian bakalan terus ada. -bahkan sampai hari ini itu masih ada. -dan tidak mustahil bagi semua orang; -Kalau ada yang ngaku dapet pesan dari Tuhan, kamu bisa ngebedainnya -pakai cara yang tadi.
-Jadi kami nggak bilang kalau Yesus Kristus itu nabi terakhir -dan semua hal ada akhirnya. -Ada satu poin rumit di sini. -Bagian terakhir dari kitab Injil bilang,"Tidak akan ada apa pun setelah ini." -Mungkin kamu penasaran, "Apa mungkin yang dimaksud itu Nabi Terakhir?" -Tapi nggak ada di sini yang namanya terakhir. -itu nggak ada akhirnya. +Terus kenapa kamu nggak nganggep +Nabi Muhammad SAW itu seorang nabi? -Karena ya nggak cocok. +Apanya yang ngga cocok? -Ya ajarannya. Terutama poin tentang pengorbanan Yesus sama sekali nggak tepat ... -Kalian membantah pengorbanan Yesus Kristus.
+Dalam Yohanes 5:30 berbunyi, "Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, +sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku." +Kalau memang Yesus adalah Tuhan, kenapa dia nggak bisa melakukan sesuatu atas kehendaknya sendiri? +Jadi, dari sini aku paham kalau dia itu manusia sama seperti kita. +Tidak mungkin banget dia itu Tuhan. -Oke memang betul. Yesus punya tubuh seorang manusia. -Seorang manusia dengan hasrat dan kebutuhan manusiawi. -Dia bilang; Aku tidak bicara atas hasratku -jadi nggak ada hasrat manusia di sini -Maksudnya, sosok yang bicara di sini adalah Tuhan.
+Tapi nggak ada ayat yang ngejelasin tentang itu. + Atau itu cuma interpretasi kamu doang. -Iya, karena aku mengacu pada apa yang disebut sebelumnya. +Dalam Yohanes 8:28-29, "Maka kata Yesus: ”Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, +barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana +diajarkan Bapa kepada-Ku." +"Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, +sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” + Kenapa Yesus harus melakukan sesuatu supaya Tuhan, +sang pencipta, berkenan?
+Kalau Dia bagian dari Tuhan, atau kalau Dia itu Tuhan +Dia nggak perlu membuat siapapun berkenan. +Orang harus bertindak sesuai yang dikehendaki Tuhan. +Kalau ini juga berlaku untuk Dia, berarti Dia pasti seorang nabi. -Aku paham, tapi kamu ngeliatnya dari perspektif manusia. -By the way, pernyataan yang tadi itu logis juga sih. -"Aku akan berbuat apa yang berkenan pada-Nya." -Itu wajar karena Bapa disebut sebagai referensi. +Jadi, kalau dia mengacu pada Tuhan, berarti dia nabi dong. +Dia cuma ngelakuin apa yang diperintahkan padanya.
+Dia berkata, "Aku hanya melakukan apa yang diminta kepadaku, + berkata apa yang aku dengar, +melakukan apapun untuk membuat-Nya berkenan." +Jadi kenapa kamu nggak percaya kalau Yesus itu nabi? -Pertanyaan yang masuk akal sih, tapi akurat nggak? -Nggak! -Aku ngeliat ini tuh dari perspektif Tuhan dan supaya kamu paham nih,kamu harus lihat ayat-ayat sebelumnya. +Ya hasilnya bakal tetep sama, mau aku lihat atau ngga. +Kisah Para Rasul 3:13, ”Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya , yaitu Yesus.” +Ayatnya bilang, "Hamba-Nya, Yesus". +Nah terus gimana bisa aku bilang kalau Yesus itu Tuhan, +padahal di sini Dia disebut hamba?
+Dan banyak banget ayat-ayat kayak gini. +Kisah Para Rasul 17:31, "Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang +yang telah ditentukan-Nya, +sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.” +Sekali lagi dia dideskripsikan sebagai orang, manusia. -Dia memang berwujud manusia tapi dia juga punya sifat ketuhanan. -Kamu nggak bisa nilai ketuhanan-Nya dari tindakannya sebagai manusia. -Ketuhanan-Nya bisa dilihat dari tindakannya sebagai Tuhan, misalnya mengampuni dosa. -Bedanya tuh di sini. Dua aspek itu nggak bakal bisa dipisahin.
-Ada orang yang bilang dia 100% manusia, yang lain bilangnya 100% Tuhan. -Totalnya malah 200%. Memangnya ada yah begitu? Nggak. Nggak masuk akal. -Jadi dia manusia sekaligus sosok ilahi, Tuhan. +Gimana mungkin Tuhan bisa jadi hamba dan tuannya sekaligus? +Ini tuh bertolak belakang. Sama kayak ayat-ayat sebelumnya, ada satu bagian yang menceritakan tentang Musa AS. +Dalam Yosua 5:6-10, "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan." +Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku." +Jadi Tuhan itu cuma ada satu.
+Yosua 6:4 bunyinya: "Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!" +Kalau dalam bahasa Arab bunyinya, "La illaha illallah" +Tiada tuhan selain Allah. +Hanya ada satu Tuhan. +Terus Musa AS bilang apa? +"Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!" +Nah Musa AS, yang kamu anggep sebagai nabi, +juga bilang kalau Tuhan cuma ada satu di ayat itu, +Lalu gimana bisa kita percaya sama trinitas, yang konsepnya tidak sesuai dengan Musa AS? -Iya, bro. Cuma ada satu Tuhan. -Oke kita bisa nganggep mereka sebagai sarana komunikasi Tuhan. -Anggeplah kayak alat, yang dipilih Tuhan buat bicara. -Kayak Whatsapp gitu.
+Berarti menurutmu Dia itu muncul dengan wujud manusia? -Yoi bener banget! +Tapi, coba deh perhatikan Bilangan 23:19, +"Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?" +"Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya?" +"atau berbicara dan tidak menepatinya?" +Dari ayat ini tuh kita bisa tau kalau Tuhan bukanlah manusia, sehingga Dia tidak berbohong. +Kamu bilang Dia bisa juga berwujud manusia. -Iya .... +Bukannya itu bertolak belakang sama ayat tadi? -Nggak, Tuhan bukan manusia. -Maksudku, dia bukan keturunan Adam. -Anak-anak Adam itu berdosa.
-Makanya dia datang sebagai manusia, tanpa ayah. +Bukannya Yesus itu manusia? -Iya, dia memang manusia. +Tapi di dalam ayat itu bilang "Allah bukanlah manusia”. -Bro, itu tuh kitab "Bilangan" yang udah tua banget. +Tapi tadi kamu bilang setuju. -Oke. Tapi itu kan belakangan. -Tuhan berwujud sebagai manusia, dan ia muncul sebagai bayi. +Wah itu bertantangan lagi sama ayatnya, 317 00:11:33,428 --> 00:11:35,080 +karena kamu tadi bilang dua-duanya benar. -Di ayat ini juga dikatakan, "Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta." -Itu artinya manusia bisa saja berdusta. -Tapi Tuhan tidak berdusta, tidak seperti manusia. -Seperti Yesus. +Tapi dia manusia. -Jelas manusia.
+Aku agak kurang paham nih. -Ya memang susah sih. Kamu harus jeli ngeliatnya satu-satu. +Tapi kamu tetap nganggep Tuhan sebagai manusia, +walaupun di ayatnya jelas disebutin kalau "Allah bukanlah manusia." +Di Hosea 11:8-9 disebutkan, "Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, +tidak akan membinasakan Efraim kembali. +Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia—" +Jadi waktu aku lihat di ayat-ayat yang lama dan baru, +poinnya ya tetap sama. +Tetap “hanya ada satu Tuhan” +Dan bukan dalam wujud manusia. +Coba deh perhatiin apa yang dikatakan Yesus, +Dia nggak pernah bilang "Aku adalah Tuhan." +Tapi orang-oranglah yang bilang kalau, "Yesus itu Tuhan atau Anak Tuhan".
+Sebenarnya mereka sendirilah yang nyiptain konsep baru. +Terus coba deh perhatiin ayat-ayat tentang kedatangan nabi terakhir, +Nah semua ayat-ayat itu ada hubungannya sama Nabi Terakhir kami. +Singkatnya, selama aku mengkaji kitab Injil, aku terus nemuin +bukti yang nggak terbantahkan kalau Islam itu agama yang benar. -Oh nggak gitu ya. -Ngga ada yang begitu. Nggak ada ayat yang nyebutin itu. +Bukti yang aku kasih ke kamu itu nggak cuma satu. +Kita ngobrol udah bermenit-menit loh ini. +Mungkin sudah lebih sepuluh menit, dan bisa dilanjutin. Aku udah ngelakuin semacam kayak penelitian gitu. +Kita bisa nemuin banyak bagian yang mengonfirmasi kebenaran Islam.
+Bahkan ada ilmuwan bernama Husayn Al-Jisr yang nemuin 114 tanda itu. +Bayangin 114! +Semua itu tercatat dalam bukunya. +Ada lebih dari 100 bukti yang menunjukkan kalau agama terakhir itulah benar, dan seorang Nabi akan datang. +Makanya kita harus membahasnya. +Mungkin cara pikir kamu berbeda. +Paling nggak kamu mau coba meneliti lebih dalam dan coba mempertanyakannya? -Aku rajin membacanya sih, tapi akhir-akhir ini sibuk kerja. -Makanya agak kurang persiapan. Tapi aku suka ngobrol ngebahas tentang itu. +Kamu bisa tanya-tanya soal Islam atau Hadis ke kami. +Kami siap menjawab semua pertanyaanmu.
Satu hal yang mau aku sampaikan: +Sebagai Muslim, kami cinta dan percaya kalau Yesus seorang nabi. +Kami juga percaya kok sama kitab Injil yang asli dan nabi-nabi terdahulu. +tapi bedanya apa? +Kami cuma percaya pada satu Tuhan, dan menolak konsep trinitas. +Dan info tentang Nabi Terakhir juga didukung bukti yang akurat. +Kalau kamu penasaran dan pengen tahu lebih lanjut, kami siap banget ngobrol bareng kamu tentang Islam. -Makasih. Kedengarannya agak beda. -Tapi nanti kalau kita bakalan ngobrol lagi, aku nggak keberatan kok. +Senang ketemu sama kamu. +Jaga diri ya. +Aku ingin memelukmu tapi +karena coronavirus, kita nggak bisa pelukan ...
:) Catatan: Husayn Al-Jisr menemukan bukti terkait Islam dengan meneliti kitab Injil
+Dia yang terbatas dan menerima perintah tidak bisa dianggap sebagai Tuhan! +Kamu lagi sibuk apa sekarang? kerja atau kuliah? -Aku seorang mahasiswa, kuliah di Universitas Teknik Istanbul. +Terus, agama kamu apa? -Aku seorang Kristiani. +Kristen dari lahir? -Nggak, Aku pindah ke Kristen belum lama ini kok. -Lama sih nentuinnya. -Dulu waktu masih SMA, aku naksir cewek nih. -Terus dia meninggal. Aku penasaran buat nyari tahu lebih dalam tentang dia. -Lalu, aku mutusin buat pindah ke agama Kristen. -Mulai saat itu aku menerima dan percaya pada Tuhan. +Apa sih yang membuat agama Kristen itu istimewa dibandingkan agama Islam? -Tuhan yang sesungguhnya adalah Tuhan agama Kristen.
-Bukan Tuhan agama Islam. 32 00:01:07,549 --> 00:01:10,135 -Setelah masuk Kristen, aku mulai bisa ngomong sama Tuhan. -Aku tahu kalau Tuhan ngerespon semua perkataanku. -Setiap kami ada masalah, kami bicara dengan-Nya melalui doa. -Jawaban dari-Nya muncul saat kami membaca kitab-Nya, -atau saat kami mendengar ceramah dari seorang pendeta. -Terus, kami pun sadar kalau itu pesan dari Tuhan. -Mungkin terdengar aneh, tapi nggak juga kok. -Karena dalam agama kami, Tuhan selalu berkomunikasi dengan hamba-Nya. -Tapi nggak yang seperti dalam Islam. -Misalnya pernah nih dalam satu minggu itu aku punya banyak masalah. -Aku sering banget ngalamin itu. -Aku berdoa sama Tuhan tentang masalahku.
-Terus solusinya muncul saat khotbah Minggu. -Mungkin kamu mikirnya itu cuma kebetulan doang. -Tapi aku nganggepnya kalau Tuhan yang ngomong sama aku. +Itu yang kamu anggap sebagai bukti? +Karena aku juga ngalamin hal yang sama dalam Islam. Allah juga berbicara padaku melalui firman-Nya. +Aku nyebutnya Tewafuq (rancangan takdir Tuhan). +Jadi itu bukan cuma kebetulan. +Aku juga ngerasain hal yang sama seperti kamu tapi caranya beda. +Apakah ini cukup bagimu sebagai bukti untuk pindah agama? -Oke jelas ini bukan bukti ilmiah. -Tapi ini dari pengalaman pribadiku. -Aku sudah ngalamin semuanya, -dan itu jadi salah satu alasan aku pindah agama. -Aku pikir pengalaman bisa menjadi bukti.
-Menurutku Nabi kalian itu bukan pilihan Tuhan. -Dia bukan utusan Tuhan. -Intinya Yesus Kristus lah yang benar. +Aku juga mengkaji kitab Injil dan aku pengen nanya sesuatu sama kamu. +Bisa nggak sebutin satu ayat saja di mana Yesus bilang secara langsung "Akulah Tuhan" atau “Aku ini anak Tuhan” -Tidak ada satupun ucapan yang langsung dari Dia, -tapi banyak kok referensi yang ngejelasin itu. +Gini, saat aku baca kitab Injil murni sebagai peneliti, +aku nggak nemuin satu kalimat pun +yang secara langsung berasal dari Yesus. +Terus gimana caranya aku bisa yakin? +Di semua bab, aku nemuin banyak informasi +yang nyebutin kalau Yesus Kristus dikirim sebagai utusan Tuhan.
+Makanya aku percaya kalau Yesus itu utusan Tuhan. +Seorang Muslim, kami harus cinta dan menerima Yesus. +Dia nggak pernah bilang "Aku adalah Tuhan" di ayat manapun. +Tapi apa yang dia bilang di ayat lain? +Dia cuma bilang "Aku adalah Nabi Allah yang diutus kepada kalian" +“Aku hanyalah seorang utusan” bahkan di banyak ayat, dia menyebut dirinya sebagai pelayan setia. +Oke, aku akan bacain beberapa ayat dalam kitab Injil padamu +Dalam Yohanes bab 14:30 berbunyi,"Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini telah datang". +Lalu siapa yang Dia maksud dengan "penguasa dunia"?
+"Penguasa dunia ..." -Ayatnya bilang gini, "Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu -sebab penguasa dunia ini telah datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku." +Siapa sih "penguasa dunia" ini? -"Dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku." -"Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa, -dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, -bangunlah, marilah kita pergi dari sini.” -Penguasa yang dimaksud di sini itu .... +Siapa "penguasa dunia" ini? -Penguasa dunia yang dimaksud itu Roh Kudus. +Aku sudah cek terjemahan sebelumnya, dan "penguasa" yang dimaksud itu iblis.
+"Penguasa dunia ini adalah iblis." +Kamu tau nggak apa yang terjadi habis itu? +Mereka ngeganti kata "iblis" jadi "roh kudus" di versi terbaru. +kalau yang dimaksud itu "Roh Kudus”, + Terus kenapa disebut: "Dia datang"? +Bukannya dari dulu ada Roh Kudus ya? +Kalau memang itu iblis, Yesus harusnya memperingati semua orang, +karena sesuatu yang berbahaya sudah datang. +Menurut pemahamanku nih, yang datang itu bukan iblis, tapi seorang nabi. +Jadi"Penguasa Dunia" merujuk pada Nabi Muhammad SAW. +Nabi terakhir untuk seluruh umat manusia.
+Di Yohanes bab 16:8 berbunyi, "Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan +dosa, kebenaran dan penghakiman." +Terus apa yang bakal dia lakuin di dunia? +Dia akan menginsafkan dunia +akan dosa. +Untuk memperingatkan kita,dia bakal bilang gini, +"Kalian telah melakukan kesalahan dan terjerumus ke dalam dosa," +Dan nggak mungkin banget ini Roh Kudus bisa lakuin ini. +Karena kalau Dia memperingatkanku +dia harusnya ngomong dan bicara langsung padaku. +Tadi kamu bilang, "Kadang aku ngerasain kehadiran Roh Kudus, +kadang nggak". +Berarti ini nggak bisa disebut bukti +yang tepat dan masuk akal. +Kenapa?
Karena ada orang yang bakal bilang "Dia datang padaku", +yang lain bakal bilang "Nggak, itu cuma ilusi doang", +yang lainnya lagi bilang "Dia nggak datang padaku tuh" +Jadi, sang penguasa dunia disini tuh sebenernya merujuk pada seorang nabi. -Sekarang aku ngerti. -"Penguasa dunia" yang kamu sebut tadi, -di ayat selanjutnya bisa diartikan kalau itu iblis. +Kenapa iblis disebut Penguasa? +Kamu barusan bilang itu "iblis" dan "roh" ... -Sebelum ayat ini, ada disebut tentang kedatangan Roh Kudus, -lalu iblis. -Kita sudah bahas itu di bab 16. -Di situ penjelasannya lebih bagus. -Roh Kudus yang dimaksud di sini itu ... -berdasarkan pengalaman pribadiku.
+Jadi itu pengalaman pribadi -Ia, memang itu terjadi secara pribadi! -Semua orang bisa ngerasain kehadiran rohnya. -Saat roh itu datang, badanmu bakal terasa panas. -Mungkin kamu bakal mikir kalau aku itu nggak waras, tapi ya kenyataannya gitu. -Kamu bakalan sadar kalau Tuhan sedang berbicara padamu. -Saat itu tanganmu menjadi sedingin es. Terus kamu bakalan denger suara Tuhan!
+Kalau gitu aku pengen nanya, Di Yohanes bab 16 ayat 13 dikatakan, ”Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpinmu +ke dalam seluruh kebenaran; +sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya +dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang." +Bukannya semua informasi ini ada hubungannya +sama kedatangan Nabi Muhammad SAW? +Dari situ aku yakin banget kalau dialah nabi terakhir. -Tadi kamu bilang Roh Kebenaran. Kalau begitu ... -kita bisa menngartikannya sebagai nabi baru. +Ia,semua informasinya merujuk ke karakteristik seorang nabi. +Jadi, menurutmu gimana?
+Siapa "Roh Kebenaran" ini? -"Roh Kudus" dikenal juga sebagai "Roh Kebenaran". -Ayatnya nyebutin kalau Dia tidak akan berkata dari diri-Nya sendiri ... -Jadi "ada satu sosok lain, -Dia bagian dari Tuhan, -dan Dia hanya berkata apa yang dikatakan Tuhan". -Ngerti nggak? +Ayatnya nyebutin "Dia akan mengatakan apa yang Dia dengar." +Dia dengar dari siapa? -Dari Bapa. -Dari sosok Bapa. +Tapi, bukannya dia itu punya kuasa sendiri? Punya penghakiman sendiri? +Dalam kasus ini,gimana dia bisa jadi Tuhan? -Dia punya sosok tersendiri -dan tugasnya juga beda. +Kamu bilang tadi sosok? Apa sosok itu dapet izin +dari sosok yang lain? -Nggak. -Dia menyampaikan apa yang datang dari-Nya.
-Contohnya perusahaan, -Pekerjaan mereka itu jelas. -Terus kamu milih seorang direktur. -Kamu bilang "dia bakal bicara untuk kami". -terus kamu ngasih dia perintah kan? -Ya seperti itu. +Itu artinya ada yang memberi perintah. +Karena Dia hanya mengatakan apa yang Dia dengar, +Dia tidak bicara karena kemauan-Nya sendiri. +Kalau sosok itu tidak bicara karena kemauan-Nya sendiri itu artinya dia punya keterbatasan dong. +Dan Dia yang terbatas dan bergantung pada perintah tidak bisa disebut sebagai Tuhan. +Dalam kitab Injil, +ada satu bagian yang bikin aku penasaran.
+Di Matius 7:15-20, ”Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu +yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas." +"Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka." Siapa? Si nabi palsu.
185 00:06:21,423 --> 00:06:24,860 +"Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?" +"Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik." +"Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu +menghasilkan buah yang baik." +"Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api." +"Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka." +Kalau begitu kitab Injil memberitahu kita bagaimana cara membedakan +nabi palsu dan nabi asli, +itu artinya apa?
+Artinya seorang nabi akan datang, +entah yang asli atau palsu. +Terus nih ya, kalau Yesus memang nabi terakhir, +kenapa kita malah dikasih tau soal ini? +Kenapa kita dikasih tau cara memilih antara nabi yang benar dan yang salah? +Kenapa nggak langsung bilang aja; +"Aku nabi terakhir +tidak ada yang lain setelah aku?" -Nggak ada yang namanya nabi terakhir -dan Yesus Kristus juga bukan nabi terakhir. -Kenabian tidak ada akhirnya. -Kenabian bakalan terus ada. -bahkan sampai hari ini itu masih ada. -dan tidak mustahil bagi semua orang; -Kalau ada yang ngaku dapet pesan dari Tuhan, kamu bisa ngebedainnya -pakai cara yang tadi.
-Jadi kami nggak bilang kalau Yesus Kristus itu nabi terakhir -dan semua hal ada akhirnya. -Ada satu poin rumit di sini. -Bagian terakhir dari kitab Injil bilang,"Tidak akan ada apa pun setelah ini." -Mungkin kamu penasaran, "Apa mungkin yang dimaksud itu Nabi Terakhir?" -Tapi nggak ada di sini yang namanya terakhir. -itu nggak ada akhirnya. +Terus kenapa kamu nggak nganggep +Nabi Muhammad SAW itu seorang nabi? -Karena ya nggak cocok. +Apanya yang ngga cocok? -Ya ajarannya. Terutama poin tentang pengorbanan Yesus sama sekali nggak tepat ... -Kalian membantah pengorbanan Yesus Kristus.
+Dalam Yohanes 5:30 berbunyi, "Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, +sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku." +Kalau memang Yesus adalah Tuhan, kenapa dia nggak bisa melakukan sesuatu atas kehendaknya sendiri? +Jadi, dari sini aku paham kalau dia itu manusia sama seperti kita. +Tidak mungkin banget dia itu Tuhan. -Oke memang betul. Yesus punya tubuh seorang manusia. -Seorang manusia dengan hasrat dan kebutuhan manusiawi. -Dia bilang; Aku tidak bicara atas hasratku -jadi nggak ada hasrat manusia di sini -Maksudnya, sosok yang bicara di sini adalah Tuhan.
+Tapi nggak ada ayat yang ngejelasin tentang itu. + Atau itu cuma interpretasi kamu doang. -Iya, karena aku mengacu pada apa yang disebut sebelumnya. +Dalam Yohanes 8:28-29, "Maka kata Yesus: ”Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, +barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana +diajarkan Bapa kepada-Ku." +"Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, +sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” + Kenapa Yesus harus melakukan sesuatu supaya Tuhan, +sang pencipta, berkenan?
+Kalau Dia bagian dari Tuhan, atau kalau Dia itu Tuhan +Dia nggak perlu membuat siapapun berkenan. +Orang harus bertindak sesuai yang dikehendaki Tuhan. +Kalau ini juga berlaku untuk Dia, berarti Dia pasti seorang nabi. -Aku paham, tapi kamu ngeliatnya dari perspektif manusia. -By the way, pernyataan yang tadi itu logis juga sih. -"Aku akan berbuat apa yang berkenan pada-Nya." -Itu wajar karena Bapa disebut sebagai referensi. +Jadi, kalau dia mengacu pada Tuhan, berarti dia nabi dong. +Dia cuma ngelakuin apa yang diperintahkan padanya.
+Dia berkata, "Aku hanya melakukan apa yang diminta kepadaku, + berkata apa yang aku dengar, +melakukan apapun untuk membuat-Nya berkenan." +Jadi kenapa kamu nggak percaya kalau Yesus itu nabi? -Pertanyaan yang masuk akal sih, tapi akurat nggak? -Nggak! -Aku ngeliat ini tuh dari perspektif Tuhan dan supaya kamu paham nih,kamu harus lihat ayat-ayat sebelumnya. +Ya hasilnya bakal tetep sama, mau aku lihat atau ngga. +Kisah Para Rasul 3:13, ”Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya , yaitu Yesus.” +Ayatnya bilang, "Hamba-Nya, Yesus". +Nah terus gimana bisa aku bilang kalau Yesus itu Tuhan, +padahal di sini Dia disebut hamba?
+Dan banyak banget ayat-ayat kayak gini. +Kisah Para Rasul 17:31, "Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang +yang telah ditentukan-Nya, +sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.” +Sekali lagi dia dideskripsikan sebagai orang, manusia. -Dia memang berwujud manusia tapi dia juga punya sifat ketuhanan. -Kamu nggak bisa nilai ketuhanan-Nya dari tindakannya sebagai manusia. -Ketuhanan-Nya bisa dilihat dari tindakannya sebagai Tuhan, misalnya mengampuni dosa. -Bedanya tuh di sini. Dua aspek itu nggak bakal bisa dipisahin.
-Ada orang yang bilang dia 100% manusia, yang lain bilangnya 100% Tuhan. -Totalnya malah 200%. Memangnya ada yah begitu? Nggak. Nggak masuk akal. -Jadi dia manusia sekaligus sosok ilahi, Tuhan. +Gimana mungkin Tuhan bisa jadi hamba dan tuannya sekaligus? +Ini tuh bertolak belakang. Sama kayak ayat-ayat sebelumnya, ada satu bagian yang menceritakan tentang Musa AS. +Dalam Yosua 5:6-10, "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan." +Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku." +Jadi Tuhan itu cuma ada satu.
+Yosua 6:4 bunyinya: "Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!" +Kalau dalam bahasa Arab bunyinya, "La illaha illallah" +Tiada tuhan selain Allah. +Hanya ada satu Tuhan. +Terus Musa AS bilang apa? +"Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!" +Nah Musa AS, yang kamu anggep sebagai nabi, +juga bilang kalau Tuhan cuma ada satu di ayat itu, +Lalu gimana bisa kita percaya sama trinitas, yang konsepnya tidak sesuai dengan Musa AS? -Iya, bro. Cuma ada satu Tuhan. -Oke kita bisa nganggep mereka sebagai sarana komunikasi Tuhan. -Anggeplah kayak alat, yang dipilih Tuhan buat bicara. -Kayak Whatsapp gitu.
+Berarti menurutmu Dia itu muncul dengan wujud manusia? -Yoi bener banget! +Tapi, coba deh perhatikan Bilangan 23:19, +"Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?" +"Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya?" +"atau berbicara dan tidak menepatinya?" +Dari ayat ini tuh kita bisa tau kalau Tuhan bukanlah manusia, sehingga Dia tidak berbohong. +Kamu bilang Dia bisa juga berwujud manusia. -Iya .... +Bukannya itu bertolak belakang sama ayat tadi? -Nggak, Tuhan bukan manusia. -Maksudku, dia bukan keturunan Adam. -Anak-anak Adam itu berdosa.
-Makanya dia datang sebagai manusia, tanpa ayah. +Bukannya Yesus itu manusia? -Iya, dia memang manusia. +Tapi di dalam ayat itu bilang "Allah bukanlah manusia”. -Bro, itu tuh kitab "Bilangan" yang udah tua banget. +Tapi tadi kamu bilang setuju. -Oke. Tapi itu kan belakangan. -Tuhan berwujud sebagai manusia, dan ia muncul sebagai bayi. +Wah itu bertantangan lagi sama ayatnya, 317 00:11:33,428 --> 00:11:35,080 +karena kamu tadi bilang dua-duanya benar. -Di ayat ini juga dikatakan, "Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta." -Itu artinya manusia bisa saja berdusta. -Tapi Tuhan tidak berdusta, tidak seperti manusia. -Seperti Yesus. +Tapi dia manusia. -Jelas manusia.
+Aku agak kurang paham nih. -Ya memang susah sih. Kamu harus jeli ngeliatnya satu-satu. +Tapi kamu tetap nganggep Tuhan sebagai manusia, +walaupun di ayatnya jelas disebutin kalau "Allah bukanlah manusia." +Di Hosea 11:8-9 disebutkan, "Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, +tidak akan membinasakan Efraim kembali. +Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia—" +Jadi waktu aku lihat di ayat-ayat yang lama dan baru, +poinnya ya tetap sama. +Tetap “hanya ada satu Tuhan” +Dan bukan dalam wujud manusia. +Coba deh perhatiin apa yang dikatakan Yesus, +Dia nggak pernah bilang "Aku adalah Tuhan." +Tapi orang-oranglah yang bilang kalau, "Yesus itu Tuhan atau Anak Tuhan".
+Sebenarnya mereka sendirilah yang nyiptain konsep baru. +Terus coba deh perhatiin ayat-ayat tentang kedatangan nabi terakhir, +Nah semua ayat-ayat itu ada hubungannya sama Nabi Terakhir kami. +Singkatnya, selama aku mengkaji kitab Injil, aku terus nemuin +bukti yang nggak terbantahkan kalau Islam itu agama yang benar. -Oh nggak gitu ya. -Ngga ada yang begitu. Nggak ada ayat yang nyebutin itu. +Bukti yang aku kasih ke kamu itu nggak cuma satu. +Kita ngobrol udah bermenit-menit loh ini. +Mungkin sudah lebih sepuluh menit, dan bisa dilanjutin. Aku udah ngelakuin semacam kayak penelitian gitu. +Kita bisa nemuin banyak bagian yang mengonfirmasi kebenaran Islam.
+Bahkan ada ilmuwan bernama Husayn Al-Jisr yang nemuin 114 tanda itu. +Bayangin 114! +Semua itu tercatat dalam bukunya. +Ada lebih dari 100 bukti yang menunjukkan kalau agama terakhir itulah benar, dan seorang Nabi akan datang. +Makanya kita harus membahasnya. +Mungkin cara pikir kamu berbeda. +Paling nggak kamu mau coba meneliti lebih dalam dan coba mempertanyakannya? -Aku rajin membacanya sih, tapi akhir-akhir ini sibuk kerja. -Makanya agak kurang persiapan. Tapi aku suka ngobrol ngebahas tentang itu. +Kamu bisa tanya-tanya soal Islam atau Hadis ke kami. +Kami siap menjawab semua pertanyaanmu.
Satu hal yang mau aku sampaikan: +Sebagai Muslim, kami cinta dan percaya kalau Yesus seorang nabi. +Kami juga percaya kok sama kitab Injil yang asli dan nabi-nabi terdahulu. +tapi bedanya apa? +Kami cuma percaya pada satu Tuhan, dan menolak konsep trinitas. +Dan info tentang Nabi Terakhir juga didukung bukti yang akurat. +Kalau kamu penasaran dan pengen tahu lebih lanjut, kami siap banget ngobrol bareng kamu tentang Islam. -Makasih. Kedengarannya agak beda. -Tapi nanti kalau kita bakalan ngobrol lagi, aku nggak keberatan kok. +Senang ketemu sama kamu. +Jaga diri ya. +Aku ingin memelukmu tapi +karena coronavirus, kita nggak bisa pelukan ...
:) Catatan: Husayn Al-Jisr menemukan bukti terkait Islam dengan meneliti kitab Injil