Towards Eternity
Kembali ke blog

Malam Pertama di Kubur | Seri Hari Kiamat Buatan AI - Ep. 1

Diterbitkan pada

Tonton di YouTube

Kita memulai seri baru yang dihidupkan dengan kecerdasan buatan. Hari Penghakiman. Hidup di alam kubur. Keluarkan aku dari sini! Man rabbuka? Siapa Tuhanmu? Keluarkan aku dari sini! Akhir dunia, Hari Penghakiman, serta Surga dan Neraka. Secara bertahap, kita akan jelajahi kehidupan setelah kematian seakan kita sedang menjalani saat-saat itu. Apa yang terjadi pada detik-detik terakhir sebelum kematian? Apa yang akan kita hadapi di dalam kubur? Apa yang akan kita alami pada hari kiamat nanti, atau saat kita dibangkitkan dan dikumpulkan dalam perkumpulan besar? Apa yang menanti umat manusia di Surga dan Neraka?

Semua jawaban atas pertanyaanmu tentang perjalanan abadi setelah kematian ada dalam seri ini. Sekarang, jika kamu siap, mari kita mulai. Saat kematian. Hari yang kamu hindari sepanjang hidupmu akhirnya tiba. Kamu terbangun di hari yang bahkan tidak pernah ingin kamu pikirkan. Dan sekarang, Malaikat Maut sedang mendatangimu. Gelap gulita. Di waktu menjelang fajar. Rasa sakit di dadamu itu, benar-benar menghancurkanmu. Tubuhmu tidak bisa bergerak. Pikiranmu sedang kacau. Masa kecilmu, masa remajamu, dan siapa dirimu saat ini, dalam sepersekian detik, semuanya berkelebat di depan matamu. Kamu terengah-engah. Bibirmu kering. Tenggorokanmu terasa seperti ada sesuatu yang tersangkut di dalamnya.

"Apa yang terjadi padaku?" Kamu bingung, kamu takut. Kamu tidak dapat memahami apa yang sedang terjadi. Tiba-tiba, orang-orang yang kamu cintai berkumpul di sekitarmu. Salah satunya memegang erat tanganmu, yang lain membaca doa sambil meneteskan air mata. Seseorang mencoba memberimu air, tangannya gemetar. Ada kesedihan tak berdaya di wajah mereka dan perpisahan sunyi di mata mereka. Sebaliknya, kamu merasa waktu berjalan lambat. Suara-suara itu memudar. Rasanya seperti dunia membiarkanmu pergi tanpa sepatah kata pun. Seperti yang disebutkan dalam ayat, "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan." Pikiranmu menjadi kabur.

Gerakanmu menjadi lebih lambat. Napas yang tersangkut di tenggorokanmu melumpuhkan seluruh tubuhmu. Pada saat itu, satu-satunya pikiran yang memenuhi pikiranmu, satu-satunya kekhawatiranmu adalah, "Apa yang akan terjadi setelah aku meninggal?" Dan sekarang, godaan terakhir setan akan segera dimulai. Inilah saat yang dikenal sebagai sakaratul maut. Penderitaan kematian. Akankah kamu mampu mempertahankan imanmu? Mampukah kamu menyelamatkan imanmu? Atau apakah kamu menjadi salah satu orang yang kehilangannya pada napas terakhirmu? Ototmu kehilangan kekuatannya. Tanganmu, lenganmu, dan kakimu semakin dingin. Warna kulitmu memudar, menjadi pucat. Dan pada saat itulah setan mendatangimu.

Nabi SAW biasa memanjatkan doa berikut ini. "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan di saat kematian." Pada saat itu, keinginan terbesar setan adalah untuk memastikan kamu memasuki kuburan tanpa iman. Itulah sebabnya dia menyimpan trik terakhirnya untuk saat-saat terakhir. Mungkin dia akan mencoba mendorongmu ke agama lain, atau mungkin dia mencoba membuatmu mengatakan sesuatu yang menentang Allah. Dia berbisik... “Mereka sudah lama berdoa agar kamu sembuh, tapi lihatlah dirimu, keadaanmu semakin memburuk. Dimana Allah sekarang? Apakah kamu sungguh mengira Dia mendengarkanmu?" Banyak orang telah melalui momen ini sebelumnya, masing-masing dengan caranya sendiri.

Dan sekarang, giliranmu. Coba pikirkan, bahkan Rasulullah SAW pun memohon pada Allah agar melindunginya dari hal ini. Bukankah itu sudah cukup? Sesungguhnya semakin kuat iman seseorang, semakin kuat kamu menghadapi saat-saat kematian. Mereka berkata, "Kamu mati sebagaimana kamu hidup." Apapun yang mengisi jiwa kita sepanjang hidup kita, itulah yang akan diucapkan lidah kita saat kematian mendatangi kita. "Oh tidak, aku tertipu oleh kehidupan duniawi." Seseorang yang mengisi jiwanya dengan keinginan duniawi hanya akan mengucapkannya pada saat kematian. "Uangku, hartaku, ketenaranku." Namun, orang beriman yang hidupnya dipenuhi cinta kepada Allah akan mengingat dan menyebut Tuhannya.

Ya Rabb (Ya Tuhan), Ya Latif (Ya Yang Maha Lembut), Ya Rahman (Ya Yang Maha Penyayang), Ya Allah. Kamu mungkin berpikir, "Tapi aku sudah beriman." Namun, yang kamu butuhkan adalah iman yang berakar kuat di hatimu dan sepenuhnya ditegaskan oleh pikiranmu. Bayangkan seperti ini. Aku punya apel di tanganku, dan ada pencuri coba mengambilnya dariku, apa pun yang terjadi. Jika aku hanya memegangnya di tanganku, bahkan jika aku mencoba melindunginya semampuku, dia dapat dengan mudah merebutnya. Tapi jika aku memakannya, dan itu dicerna di dalam diriku, mustahil pencuri itu mengambilnya dariku.

Jadi, jika kamu tidak hanya memegang kebenaran iman di tanganmu, tapi biarkan meresap ke dalam hati, pikiran, dan jiwamu. maka dengan izin Allah, Setan tidak akan mampu menyakitimu dengan cara apa pun pada saat kematian. Namun jika kamu mengaku percaya pada hari kiamat, namun kamu masih hidup seolah-olah itu tidak ada, jika kata-katamu dan tindakanmu tidak selaras, maka mungkin sekarang saatnya mempertanyakan dirimu sendiri. Ini tentang menang atau kalah dalam keabadian, dan kamu masih tidak menganggapnya serius. Jadi apa lagi yang akan terjadi pada saat kematian?

Ayat tersebut mengatakan, "Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun pada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu." Para malaikat datang pada orang saleh dengan wajah cerah dan mempesona, berpakaian putih bersih dan membawa wangi yang menyenangkan. Namun bagi mereka yang hidup tanpa iman, ini adalah saat yang penuh dengan rasa sakit. Sekarang, mereka berhadapan langsung dengan apa yang dulu mereka sangkal. "Tidak! Tidak! Tolong, jangan dekati aku!" Menjauhlah! Aku percaya!

Aku percaya Allah itu nyata! Tolong! Berikan aku satu kesempatan lagi! Di mana teman-temanku? Di mana teman-temanku? Apa tak ada yang bisa menyelamatkanku? Namun bagi orang itu, ketakutan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Sekarang, mari membahas apa yang terjadi setelah kematian. Kematian bukanlah akhir. Itu bukan ketiadaan. Itu hanya transisi dari satu keadaan ke keadaan lain. Seperti meninggalkan satu rumah dan memasuki rumah lain. Itu adalah awal dari dunia yang berbeda. Allah adalah Zat yang membuat bumi seolah mati saat musim dingin, dan menghidupkannya kembali saat musim panas tiba. Dia pula yang mematikan seluruh manusia, lalu membangkitkan mereka kembali pada hari Penghakiman.

Dan tempat yang akan kita huni sebelum menuju akhirat disebut alam Barzakh, alam perantara. Rasulullah SAW bersabda, “Kubur itu bisa menjadi taman dari taman-taman surga, atau lubang dari lubang-lubang neraka.” Ya, sekarang kamu sudah meninggal. Jenazahmu dibawa ke ruang pemandian jenazah. Jasadmu tergeletak di atas marmer yang dingin, menunggu dimandikan. Kain kafanmu, peti jenazahmu, semuanya sudah siap. Di luar pintu, keluargamu sedang menunggu. Ibumu, ayahmu, saudaramu, pasanganmu, dan anak-anakmu, mata mereka bengkak karena menangis, dan mereka hampir tidak dapat berbicara. Sebentar lagi mereka akan mengangkat peti matimu ke pundak mereka dan membawamu ke halaman masjid.

"Dengan kesedihan yang mendalam kami umumkan meninggalnya tetangga kita, Ahmed Mityat. Pemakamannya akan dilaksanakan hari ini, setelah salat Zuhur. di masjid setempat. Pengumuman ini disampaikan pada seluruh kerabat, teman, dan tetangga. Semoga Allah merahmatinya." Panggilan untuk salat jenazah yang telah kamu dengar sepanjang hidupmu sekarang dibacakan untukmu. Mereka yang mendengar berita itu terkejut dan berkata, "Dia sudah meninggal?" Mereka terdiam sesaat, lalu kembali menjalani kehidupan mereka. Orang-orang berkumpul dan berbaris untuk melaksanakan salat jenazahmu. Anakku! Dan kemudian peti matimu diangkat lagi. Kali ini ke arah makammu. Makammu sudah digali. Terbuka.

Ini rumah barumu, dan sudah menantimu. Salah satu orang yang kamu cintai melangkah ke dalam kuburan dan dengan lembut membaringkan tubuhmu di sisi kananmu, dengan wajah menghadap ke arah kiblat. Lalu dia keluar dan mulai menaruh papan kayu di atas kuburanmu. Dan dengan tangannya sendiri, dia melemparkan tanah pertama kepadamu. Jiwa kita melihat momen ini secara langsung. Ia melihat segalanya. Ia memperhatikan saat tubuh sedang dimandikan, saat salat jenazah dilakukan, dan saat peti jenazah dibawa ke liang lahat. Ia dengar suara orang-orang yang datang, apa yang mereka katakan, semuanya. Dan saat orang-orang mulai meninggalkan makam, jiwa bahkan mendengar suara langkah kaki mereka.

Rasulullah SAW bersabda, Orang yang telah meninggal dunia akan diikuti oleh tiga hal: keluarganya, hartanya, dan amal perbuatannya. keluarga dan kartanya akan kembali, dan amalnya akan tetap bersamanya.” Jika termasuk orang saleh, dia tak ingin pemakamannya berlangsung lama. Ia berhasrat untuk segera meraih keberkahan hidup di alam kubur. Namun jika bukan orang saleh, ia justru berharap penguburannya ditunda. Persahabatan yang menemanimu sampai ke liang lahat kini telah berakhir. Kamu sendirian. Dan sekarang, alam Barzakh dimulai. Alam Barzakh adalah dunia yang terpisah, penghalang antara kehidupan ini dan akhirat. Dimulai dengan kematian dan diakhiri dengan kebangkitan.

Itu seperti ruang tunggu di akhirat. Apakah seseorang tenggelam di laut dan menghilang atau dibakar dan abunya disebar, jiwa tetap tidak terluka, persis seperti sebelumnya. Tidak ada yang tersembunyi dari pengetahuan Allah. Setiap orang akan diperlakukan sebagaimana mestinya. Tahapan ini dijelaskan secara rinci dalam sebuah hadis Nabi SAW. “Apabila seorang hamba beriman menghadapi akhirat dan meninggalkan dunia, turun padanya malaikat dari langit dengan wajah putih bersinar bagai matahari. Mereka membawa kafan dari surga dan wewangian dari surga, lalu duduk sejauh mata memandang.

Lalu datanglah malaikat maut dan duduk di dekat kepalanya seraya berkata: ‘Wahai jiwa yang baik (nafsu ṭayyibah), keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah.’ Maka ruh itu keluar dengan lembut, dan dia melihatnya. Malaikat maut mengambilnya, malaikat lainnya segera mengambil ruh itu dari Malaikat Maut, dan tidak membiarkannya walau sekejap. Lalu mereka meletakkannya dalam kafan dan wewangian surga, dan keluarlah darinya aroma yang paling harum di muka Bumi. Lalu para malaikat membawanya naik ke langit.

Tiap kali melewati kelompok malaikat lain, mereka bertanya: ‘Ruh siapakah yang harum ini?’ Para malaikat yang membangkitkan ruh menanggapinya dengan menyebut nama terbaik yang pernah dipanggilnya kepadanya di dunia. Ketika mereka mencapai langit, semua gerbang dibukakan untuk mereka. Saat mereka melewati setiap tingkat hingga ke surga ketujuh, para malaikat menyapa jiwa itu.

Kemudian Allah berfirman, "Tulislah catatan hamba-Ku ini di Illiyyin, daftar orang-orang saleh, kembalikan dia ke bumi, sebab dari sanalah Aku menciptakannya, di sanalah Aku mengembalikannya, dan dari sanalah Aku akan membangkitkannya kembali." Kemudian dia dikembalikan ke kuburnya, ke alam Barzakh, dan di sana, dua malaikat bernama Munkar dan Nakir datang untuk menanyakan. Man rabbuka? Siapa Tuhanmu? Tuhanku adalah Allah, yang aku sembah selama hidupku. Apa agamamu? Agamaku adalah Islam. Siapa nabi yang diutus di tengah kalian? Dia adalah Utusan Allah, Muhammad SAW. Beginilah cara seorang mukmin sejati menjawab semua pertanyaan ini dan memberikan jawaban yang benar.

Semua salat yang dilakukan seorang mukmin selama hidupnya, dan semua amal baik yang ia lakukan akan datang menemaninya di dalam kubur. Saat Munkar dan Nakir datang untuk menanyainya, makhluk bercahaya muncul dan duduk di dekat kepalanya. Itulah salat yang biasa ia jalankan selama hidup di dunia. Lalu, amal baik lainnya muncul satu per satu. Puasanya di sisi kanan, zakatnya di sisi kiri, dan amal saleh lainnya berkumpul di sekitar kakinya. Semua berdiri di tempatnya untuk melindunginya. Mereka menjaga agar kubur tidak menghancurkan tulangnya, tidak menyakitinya, dan tidak membuatnya tertekan.

Setelah pertanyaan diajukan dan orang beriman menjawab dengan benar, sebuah jendela menuju surga dibukakan untuknya. Lalu Allah memerintahkan agar kuburnya diperluas sejauh mata memandang, dan disediakan baginya tempat tidur dari surga. Lalu di sisi kuburnya terbuka sebuah jendela, dan diperlihatkan padanya pemandangan surga, tempat tinggal abadi bagi orang-orang beriman. Hatinya dipenuhi kedamaian, dan dia melihat surga hingga Hari Kiamat. Tapi ada sisi lain, sisi menyakitkan yang menanti mereka yang meninggal tanpa iman, dan mereka yang hidupnya dipenuhi dosa besar. Keluarkan aku dari sini! Man rabbuka? (Siapa Tuhanmu?) Siapa Tuhanmu? Keluarkan aku dari sini! Apa agamamu?

Siapa nabi yang diutus di tengah kalian? Di alam kubur, bukan pikiran yang menjawab, melainkan hati. Seseorang akan menjawab sesuai kedudukannya di sisi Allah. Jika dia menolak agama Allah dan Rasul-Nya, dia tidak akan mampu menjawab pertanyaan itu. Bahkan jika dia seorang Muslim yang hidup penuh dosa, lidahnya bisa saja kelu saat mencoba menjawab. Bagi sebagian orang, ini menjadi percakapan lembut dengan para malaikat, tapi bagi yang lain, ini berubah menjadi interogasi yang menyakitkan. Gerbang neraka terbuka, dan azab di dalamnya diperlihatkan kepadanya. Dia pun mulai merasakan siksaan kubur. Panas membakar dan bau neraka menyebar ke arahnya.

Kuburnya menjadi sempit dan mulai menekan tubuhnya. Lalu muncullah seseorang berwajah gelap dan berpakaian kotor, berdiri di hadapan jiwa yang jahat dan berkata, “Inilah hari yang dijanjikan kepadamu.” Dengan ketakutan, jiwa itu bertanya, “Siapa kamu?” “Aku adalah perbuatan burukmu. Riba yang kamu ambil, ghibah yang kamu lakukan, dan hal-hal haram yang kamu lihat. Kenapa takut? Bukankah aku telah menjadi apa yang kamu dambakan selama ini? "Nah, di sinilah aku, berdiri tepat di hadapanmu." Atas hal ini ia berdoa, "Tuhanku, janganlah sampai saatnya tiba!" Zaid bin Tsabit berkata, “Kita pergi bersama Rasulullah SAW ke sebuah kebun milik Bani Najjar. Dia sedang menunggangi binatangnya.

Tiba-tiba binatang itu ketakutan dan hampir menjatuhkannya. Kita melihat dan mendapati ada beberapa kuburan di dekat situ. Rasulullah SAW bersabda, "Mereka yang dikuburkan di sini sedang mengalami penderitaan di dalam kubur. "Andai aku tak khawatir kalian jadi enggan mengubur orang mati, aku mohon kepada Allah agar engkau dapat mendengar azab kubur persis seperti yang aku dengar." Kemudian dia menoleh ke arah kita dan berkata, "Carilah perlindungan pada Allah dari siksa kubur." Inilah rumah barumu. Di atas sana, semuanya cerah dan penuh warna, tapi di sini, gelap gulita. Segalanya berakhir begitu cepat, ya kan?

Atau kamu akan berkata, “Ya Allah, tolong beri aku satu kesempatan lagi, aku berjanji akan memperbaiki diri." Seakan Allah tidak memberimu begitu banyak kesempatan setiap hari dalam hidupmu. Atau kamu akan berkata, “Ya Tuhan, segala pujian dan syukur bagi-Mu,” Karena kamu menjalani hidup dengan cara yang tidak akan menyusahkanmu di akhirat. Kamu menjauhi hal-hal yang haram, dan kamu telah memenuhi kewajibanmu. Waktu tugasmu di dunia ini telah berakhir. Sekarang, kamu sedang dalam perjalanan untuk menerima ganjaranmu dan makam ini adalah tempat perhentian pertamamu. Jika video ini sampai padamu, kamu perlu yakin bahwa ini bukan kebetulan.

Allah menghadirkannya di hadapanmu dan menuntunmu menontonnya sampai akhir. Tahukah kamu mengapa? Karena Dia ingin kamu mengubah sesuatu dalam hidupmu. Maka tidakkah kamu akan melangkahkan kaki mendekati-Nya sebagai balasannya? Sekarang saatnya membuat keputusan untuk hidupmu. Jika kamu tidak salat, jadikanlah ini saat untuk mulai salat. Dengan aplikasi salat kami yang sepenuhnya gratis tanpa iklan, kamu dapat jadikan salat lima waktu sebagai bagian rutin dalam hidupmu. Jika kamu ingin memperkuat iman dan memperdalam ilmu Islam, kita telah siapkan banyak video untukmu di channel ini. Kamu bisa membuat target untuk menontonnya secara teratur.

Kalau kamu belum bisa baca Al-Qur’an dalam bahasa Arab, kami telah membuat aplikasi bernama Lamellif Qur’an, tempat kamu bisa belajar dengan cepat, mudah, dan gratis. Dan jika kamu ingin memahami makna Al-Qur’an lebih dalam, kamu bisa mengunduh aplikasi tafsir kami, Kopgit. Ingat, ketika kamu sudah menentukan targetmu, bahkan yang kecil sekalipun, segalanya akan mulai berubah. Lalu, apa yang terjadi selanjutnya? Setelah menunggu lama di alam kubur, kamu akan mendengar suara yang belum pernah kamu dengar sebelumnya. Itulah suara bencana terbesar yang pernah terjadi di dunia. Karena saat yang dinantikan setiap jiwa akhirnya tiba. Akhir dunia.

Di episode berikutnya, kamu akan menyaksikan hari terakhir dunia ini, dibuat dengan kecerdasan buatan. Nantikan terus. Kamu sadar sesuatu? Selama menonton video ini, kamu tidak melihat iklan apa pun. Karena Towards Eternity adalah organisasi nirlaba, kami hanya bisa membuat video seperti ini berkat dukunganmu. Jika kamu ingin menjadi bagian amal ini, berdonasilah ke Towards Eternity dan jangan lewatkan kesempatan emas ini.