Towards Eternity
Kembali ke blog

Apa Itu Mazhab? Semua Pertanyaan Sulit Terjawab dalam Satu Video!

Diterbitkan pada

Tonton di YouTube

Apa itu mazhab dan mengapa kita memiliki mazhab? Kesalahan pertama yang dilakukan seseorang adalah membayangkan sebuah mazhab adalah kata-kata seseorang, yang hidup jauh di masa lalu. Bukan seperti itu. Mazhab hadir untuk membuat hidup kita lebih mudah. Apa sebenarnya konsep bid'ah? Raghaib, Mi'raj, Barat, Maulid. Apakah termasuk bid'ah? Pada satu perkara, mungkin ada dua pendapat. Hal terpenting yang harus kita katakan pada setiap Muslim saat ini untuk menyelidiki keimananan mereka. Berbagai gagasan dari seluruh dunia langsung menghampiri kita lewat ponsel kita. + Assalamu'alaikum, Dr. Shadee Elmasry. Terima kasih banyak telah hadir.

Suatu kehormatan Anda dapat bergabung di Towards Eternity. Selamat datang. - Wa'alaikumsalam wa rahmatullah Senang sekali bisa bergabung. Channel Anda sangat bagus. Saya telah melihat channel Anda. Saya benar-benar terkesan, masyaAllah. + Jazakallahu khairan. Terima kasih. Itu sangat berarti. Jadi, topik utama kita sekarang adalah tentang mazhab. Kami punya banyak pertanyaan. Jadi, apa itu mazhab, dan mengapa kita memiliki mazhab? - Oke, pertanyaan bagus. Jadi, segala hal yang bersifat multi-tafsir, atau zanni, artinya bisa memiliki beberapa arti. Banyak orang tidak menyadari dalam satu perkara, bisa saja ada dua pendapat.

Contoh yang terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW, di hadapannya sendiri, setelah Perang Khandaq. Rasulullah SAW mengumumkan pada semua orang, “Tidak seorang pun boleh salat Asar kecuali di Bani Qurayza.” Itulah nama sukunya, Bani Qurayza. Jadi, setiap orang bersiap sesuai kecepatannya. Beberapa orang mungkin lebih siap dibandingkan yang lain. Maka dari itu, ada yang sampai sebelum Magrib ke daerah Bani Qurayza. Dan ada yang belum sampai. Jadi mereka melakukannya, saat mereka pulang, mengambil kuda dan pedang, Magrib tiba saat mereka dalam perjalanan.

Jadi ada sekelompok orang yang keluar dan berkata, “Tunggu dulu, Nabi bersabda, tidak boleh salat Asar kecuali di Bani Qurayza.” Lalu ada yang berkata, "Oke, beliau bilang begitu sebagai sebuah ekspresi artinya cepatlah dan sampai di sana sebelum matahari terbenam." Namun, beliau tidak bermaksud, "Jangan salat Asar tepat waktu." Dan yang lain lagi berkata, "Saya akan menggunakan kata-kata yang sama persis. Beliau seorang nabi, bukan orang lain. Jadi kami tidak akan salat Asar." Jadi mereka tidak salat Asar. Dan mereka melaju terus menerus, mereka tidak berhenti, dan mereka salat Asar setelah matahari terbenam. Dan ketika kedua...

Ketika hal ini disampaikan kepada Rasulullah SAW, beliau menerima analisis keduanya. Apa artinya? Hal ini membuktikan pada kita bahwa Rasulullah dapat berbicara dengan cara yang dapat disaring oleh otak kita dan menghasilkan dua kesimpulan yang berbeda. Dan dia juga menegaskan bahwa keduanya dapat diterima. Dan itulah ringkasan mengapa mazhab ada, karena ucapan Allah dan Nabi-Nya mungkin dapat disaring. Pertanyaannya adalah, siapa yang melakukan penyaringan itu? Harus memiliki kompetensi tertentu dalam bahasa Arab untuk bisa menjadi apa yang mereka sebut Mujtahid. Seseorang yang akan menyaring, memprosesnya, dan membuahkan hasil. Al-Qur'an berbicara pada kita dalam dua jenis perintah.

Perintah yang hanya dapat dipahami dengan satu cara. Kita semua tahu itu sebagai Muslim. Kita tidak membutuhkan, misalnya, yurisprudensi untuk tahu bahwa kita wajib salat lima waktu sehari, kita harus menghindari alkohol. Kita tak perlu yurisprudensi untuk itu. Kita melakukan itu karena hal itu sudah diketahui. Namun kemudian Allah Ta'ala berbicara pada kita dan Al-Qur'an pun berbicara dengan bahasa yang multi-tafsir atau Zanni al-dalala. Dan itu mencakup hal-hal yang dapat dipahami dalam berbagai cara. Jadi, bagaimana saya menindaklanjutinya? Jadi, itulah salah satu alasan mengapa mazhab muncul.

Ada suatu masa saat Abu Hanifah, pada zamannya, yang terjadi setelah para Sahabat Nabi, di mana mereka duduk untuk mengkodifikasikan dan mencantumkan semua keputusan pada kita. Apa yang harus dilakukan tubuh kita? Dalam ibadah dan satu sama lain. Dan mereka sampai pada banyak pertanyaan yang membutuhkan nazar, atau berpikir, dan memeriksa. Apa arti kata ini? Apa yang dilakukan para Sahabat Nabi? Itulah yurisprudensi. Dan setiap Imam memiliki metodenya sendiri. Mazhab hadir untuk menjadikan dan membuat hidup kita lebih mudah. Mengapa Allah berfirman seperti itu?

Mengapa Rasulullah SAW menyampaikan pidato sedemikian rupa sehingga bisa, hampir seperti cahaya yang memasuki kristal, pecah menjadi beberapa warna indah yang berbeda? Dan itu untuk kemudahan kita. Dia tidak menginginkan kesulitan bagi kita, ya kan? Dia menginginkan 'yusr', 'kemudahan' untuk Anda. Karena kehidupan manusia sangat berbeda. Latar belakang manusia sangat berbeda. Jadi agama ini butuh fleksibilitas dan Allah sudah membangunnya. Fleksibilitas itu memungkinkan kita, jika saya hidup dalam situasi tertentu sekarang di mana pemahaman saya tentang berbagai hal menyebabkan begitu banyak kesulitan sehingga hidup tidak normal lagi bagi saya. Ini menjadi terlalu sulit.

Saya melihat dan menemukan pemahaman lain dari teks yang sama, dan saya merasa itu meringankan kesulitan saya. Mazhab ada untuk memudahkan dan menjadikan Islam praktis bagi kita. Mazhab ada bukan untuk memecah belah kita menjadi suku-suku, sub-suku. Mazhab ada bukan untuk dilayani, oke? Mazhab ada untuk membuat hidup seorang Muslim menjadi mudah. + Apakah sumber ilmu para imam mazhab saat itu sudah melimpah seperti sekarang? Mungkin saja mereka melakukan ijtihad tertentu karena tak memiliki akses informasi yang tepat saat itu. Bagaimana kita bisa yakin bahwa mereka memiliki akses informasi yang tepat? - Pertanyaan yang bagus.

Nah, jika kita melihat guru-guru para imam tersebut, maka seseorang akan merasa yakin bahwa dirinya benar-benar memahami Islam, mereka benar-benar memahami sunah dan bahasa Arab. Karena guru-guru mereka adalah anak cucu para sahabat. Mereka di zaman yang awal sekali, para imam itu Perlu diingat, ada banyak sekali imam pada saat itu, tapi beberapa siswanya tidak mengembangkan ide-ide mereka. Dan pada akhirnya, kami berpendapat, kami percaya ini kehendak Allah bahwa Dia memilih keempat orang ini yang bertahan hidup sampai hari ini. Generasi demi generasi, memeriksa dan memeriksa ulang, memeriksa tiga kali dan memastikannya.

Kesalahan pertama yang dilakukan seseorang adalah membayangkan sebuah mazhab adalah kata-kata seseorang yang hidup jauh di masa lalu. Bukan seperti itu. Mazhab adalah sebuah pembelajaran untuk hidup, artinya sejak zaman Imam tersebut sampai sekarang, setiap generasi memiliki cendekiawan yang memasuki metode berpikir itu dan mengambil sumber daya yang mereka miliki dan menerapkannya. Dan memastikan mereka memeriksa, periksa ulang, dan periksa tiga kali. Terkadang, ya, terkadang mereka menyadari bahwa kesimpulan pendiri asli sebenarnya bukan jawaban terbaik. Metodenya bagus, sebagian besar karyanya bagus, namun dalam hal ini, kita akan berbeda darinya.

Itu sebenarnya bukti bahwa ini sumber pengetahuan yang dapat diandalkan dan bukan pengikut aliran sesat. Ingat, ini semua soal penilaian. Saat menentukan penilaian, kita membutuhkan banyak pemikir, banyak orang berkata, "Ya, ini jawaban yang benar." Itulah sebabnya kami sangat percaya pada mazhab-mahzab ini, karena banyaknya pikiran yang masuk ke dalamnya. Dan itu sekali lagi meruntuhkan gagasan bahwa hanya ada satu imam yang kita ikuti sejak dulu. Tidak seperti itu. + Selain mazhab fikih, ada juga mazhab Maturidi dan Ash'ari. Apa sebenarnya yang mereka ajarkan pada kita, dan mengapa ada penentangan kuat terhadap kedua mazhab ini?

- Jadi pada akhir periode saat keputusan tersebut didokumentasikan, yurisprudensi sedang didokumentasikan, pada akhir periode waktu itu, muncul lah pertikaian teologis. Dan perdebatan teologis ini pada dasarnya berakhir dengan dua pendekatan pada kesalahan-kesalahan ini. Pendekatan pertama adalah pendekatan Hanbali, yang juga dikenal sebagai pendekatan Athari. Metodologinya hanya... Kita bisa menyebutnya Athari, dan mazhab yang mewakili hal itu adalah mazhab Hanbali, yang pada dasarnya mengatakan, “Semua kesalahan pemikir Mu’tazilah ini ditolak.” Jadi mereka memberi tanda titik. Ikuti teksnya dan itu saja, kitab suci dan itu saja. Nah, setelah itu muncullah aliran Kalami.

Dan ada dua aliran Kalami. Kalam berarti teologi dialektika. Kalam bersifat dialektis. Teologi dialektika berarti kami akan menjawab pertanyaan demi pertanyaan. Ya, kita sepakat dengan pandangan Athari, pendapat yang mengatakan, “Ya, ini salah." Ya kan? Dan kita harus berpegang pada teks. Namun kami akan menjawab, dan akan memberi tahu Anda mengapa itu salah. Dan kami akan berdebat dengan Anda, bahkan dengan metodologi Anda sendiri, artinya kami akan mengambil pendekatan rasional atau pendekatan filosofis dan menunjukkan mengapa Anda salah dan pada umat Muslim mengapa mereka harus percaya dalam keyakinan tertentu ini.

Itu dikenal sebagai, secara umum, "pendekatan Kalami." Jadi begitulah adanya, ada dua pendekatan dalam membela sunah dan menegakkan sunah. Pendekatan Athari bersumber pada Al-Qur'an dan sunah, dan itu saja. Pendekatan Kalami berusaha untuk mengorganisasikan gagasan ini dan mampu menanggapi penyimpangan, ateis. Dan Imam al-Nawawi berkata bahwa salah satu bid'ah wajib bagi umat ini adalah dia sebutkan di sana dan kemudian Ibnu Hajar mengikutinya, dia berkata, "Untuk dapat menjawab para filsuf, untuk dapat menjawab kaum ateis, untuk dapat menjawab kaum sesat." Oke?

Sekarang, jika ada seorang filsuf, kita tidak bisa bilang padanya, "Tuhan itu ada." hanya karena Tuhan itu ada, karena Al-Qur'an mengatakannya, karena dia tidak percaya Al-Qur'an. Jadi kita harus bisa membantah ketidakpercayaan mereka menggunakan dasar yang mereka sepakati. Kita harus bisa menyampaikan keyakinan kita dengan sebuah landasan yang juga akan mereka akui, artinya landasan yang rasional. Jadi begitulah kira-kira konsep Kalam. Dan hukum fikih kalam sebagaimana dikatakan oleh al-Nawawi, jika memang tujuannya, maka itu menjadi kewajiban bersama bagi para ulama.

Saya percaya bahwa hal terpenting nomor satu yang harus saya sampaikan, untuk para Muslim saat ini, untuk menyelediki keimanannya, yakni iman mereka, kepercayaan mereka pada Allah dan Rasul-Nya, dan Al-Qur'an dan hadis sebagai sumbernya, dan tanggapan mereka terhadap naturalisme, saintisme, dan evolusi dan moralitas sekuler, yang hampir setara dengan fardu 'ain pada saat ini, seperti halnya bagi nenek moyang Anda, fardu 'ain untuk belajar menggunakan pedang dan panah serta menunggang kuda dan melawan bangsa Mongol di satu sisi dan Tentara Salib di sisi lainnya. Karena saya menonton musim pertama Ertugrul, jadi saya tahu betul apa yang terjadi.

Apakah anak laki-laki seperti itu tidak fardu 'ain baginya? Itu... fardu 'ain, saya terjemahkan sebagai kewajiban individu, karena kemungkinan besar kita akan menghadapi Mongol atau Tentara Salib pada periode waktu itu mungkin 85%. Kita harus belajar cara memegang... Bagaimana pria membesarkan anak yang tak bisa memegang pedang atau menunggang kuda, memanah anak panah atau memegang perisai? Di dunia saat ini, kita mungkin tidak akan menghadapi pertarungan fisik. Sulit membayangkan seseorang yang punya pikiran dan ponsel yang tidak akan menghadapi ancaman ideologis, masalah dalam ideologi, hanya karena kita bergaul dengan banyak orang.

Berbagai gagasan dari seluruh dunia langsung menghampiri kita lewat ponsel kita. Jadi menurut saya kita hampir bisa menerjemahkannya sebagai kewajiban individu untuk secara tegas dan mendalam mencari tahu mengapa kita menjadi Muslim. + Saya memiliki pertanyaan tentang berbagai isu selain mazhab. Dan ketika kita melihat Sufisme, kita melihat hal ini telah diikuti oleh banyak orang sepanjang sejarah, banyak yang ambil jalan ini untuk menyelamatkan mereka di akhirat. Mengapa ada begitu banyak yang menentang Sufisme? - Yah, bisa saja pertentangan terjadi jika mereka tidak melakukan hal dengan benar.

Kita membahas tentang, saat kita melihat yurisprudensi, bisa saja ada mufti yang melakukan kesalahan, ya kan? Bisa jadi ada mufti yang rekam jejaknya jelek, semua fatwanya dianggap keliru. Jadi itu tidak berarti bahwa yurisprudensi harus dibatalkan. Maka penyucian hati merupakan suatu keharusan dalam agama kita, terlepas dari individu mana pun. Dan begitu pula teologi. Jadi, ingat, apa tujuan mazhab teologi kalam? Yaitu untuk membela aqidah Al-Qur'an dan sunah dan Ahlus Sunnah wal Jama'ah melalui bukti-bukti rasional, untuk dapat menjelaskannya dan mempertahankannya. Jadi, ini tidak berarti setiap mutakallim, atau teolog Kalam, itu akurat. Dia mungkin membuat kesalahan.

Begitu pula dari sisi yang lain... Athar, untuk mengikuti metodologi itu, metodologi Hanbali, saya yakin di antara mereka ada yang berbuat salah, sebagaimana dikatakan Ibnu al-Jawzi. Begitu pula dalam Dimensi Ajaran Islam Ketiga. Kita tahu ada Islam, Iman, Ihsan. Yaitu aturan, fikih. Lalu aqidah, dan selanjutnya sampai pada Ihsan, yaitu tasawuf. Jadi, tasawuf, Tazkiyatun Nafs adalah bidang dan cabang ilmu pengetahuan yang diakui. Tidak ada dua Muslim yang berkata, "Tidak, ini bukan bidang kajian." Dulu, mereka biasa menyebutnya Ar-Riqaq, kan? Melembutkan hati.

Lalu mereka menyebutnya dengan istilah yang berbeda-beda, sampai akhirnya mereka menyebutnya 'Tasawuf', 'memakai wol', karena mereka tak ingin menyebutnya sesuatu yang tak dapat diverifikasi, seperti... Apa sebutan orang yang berusaha melakukan Tazkiyatun Nafs atau menyucikan hatinya? Apakah Anda memanggilnya orang yang suci? Tidak, tidak bisa, karena pertama, tak bisa diverifikasi Kedua, Anda tak bisa memuji diri sendiri. Jika Anda seorang qari Al-Qur'an dan tahu bacaannya, Anda bisa memverifikasinya secara objektif. Anda bisa membacanya di depan kami. Jika Anda seorang muhaddith dan ahli hadis, Anda bisa membaca hadis Anda agar kami tahu Anda adalah ulama hadis.

Namun Anda tak bisa selalu menyembah Allah dan menyebut diri Anda suci. Itu tidak akan, itu tidak akan diizinkan. Pertama, itu tak bisa diverifikasi. Kedua, Anda puji diri sendiri. Jadi akhirnya, mereka menyebutnya sebagai orang yang 'Memakai wol'. Dari situlah istilah Sufi muncul. Sufi adalah subjek, orang yang menempuh jalan penyucian diri. Ia ingin fokus pada hal itu dan ibadah dan memutus dunia dengan semua hal indahnya yang mendekatkan diri pada Allah. Ia juga harus memiliki aqidah yang benar dan ibadah, fikih, jurisprudensi yang benar Jika dia keluar dari hal itu, maka dia tercela dalam hal itu. Dan jika tidak, maka ia terpuji. + Apa sebenarnya konsep bid'ah?

Apakah semua hal yang muncul belakangan dalam Islam itu bid‘ah dan salah? - ‘Izz ibn ‘Abd al-Salam dari mazhab Syafi‘i dan al-Qarafi dari mazhab Maliki berpendapat bahwa bid‘ah dalam perbuatan harus diklasifikasikan ke dalam lima kategori. Sehingga bid'ah merupakan atribut dari tindakan, tapi kategori hukumnya didasarkan pada bagaimana kita mengukurnya berdasarkan syariah. Dan itu bisa menjadi wajib, dianjurkan, diperbolehkan, tidak dianjurkan, dan dilarang. Dan ini adalah bid'ah yang diperlukan. Ada bid‘ah yang hukumnya wajib. Misalnya pemeriksaan perawi, perawi hadis. Jadi kita tak pernah lihat para Sahabat berkeliling sambil berkata, "Mari kita nilai orangnya.

Apakah dia thiqa (terpercaya)?" Apakah dia munkar (tercela)? Apakah dia matruk (ditinggalkan)? dan lalu melabeli bahwa perawi ini tidak dapat diterima, perawi ini sangat dapat diterima, dan sebagainya. Semua bidang studi dan kategorisasi ini dan pengorganisasian pengetahuan juga dapat dianggap sebagai bid'ah yang diperlukan, sesuatu yang tak ada pada zaman Nabi dan para Sahabat. + Mungkin juga melakukan salat Tarawih secara berjamaah, dan penyempurnaan Al-Qur'an dalam bentuk buku, menjadi bentuk buku. - Semua itu adalah bid'ah pada masa itu. Yang pasti, hal itu tak ada di zaman Nabi Muhammad SAW. Namun pertanyaanya, apa hukumnya?

Bolehkah, secara hipotetis, kita katakan kita setuju bahwa suatu tindakan tertentu seperti zikir berkelompok adalah suatu bid'ah. Oke, apakah bid'ah ini mengeluarkan saya dari Islam? Bid'ah harus dikategorikan secara hukum, berdasarkan kategori hukum. Apa definisi zikir berkelompok? Bagaimana definisinya? Segala jenis pertemuan umat Islam untuk mengingat Allah SWT Para Sahabat melakukannya, Rasulullah sendiri berkumpul bersama kaum Muslimin. Jadi satu-satunya hal yang sering diperdebatkan adalah bagaimana caranya pertemuan-pertemuan ini dilakukan dan apakah tasbih bersama-sama, tasbih, semua orang membaca zikir secara serentak dibolehkan atau tidak. Itu pertanyaannya.

Jadi, membacanya dengan suara keras, tak masalah. Berzikir dengan suara keras, tak masalah. Tapi jika diucapkan bersama-sama dengan suara yang sama, itu hanya menjadi perbedaan pendapat di antara para ahli fikih. Bahkan di mazhab Hambali, al-Buhuti menyatakan membaca Al-Qur’an bersama-sama dengan satu suara keras itu boleh. Jadi mazhab Hambali sendiri mengatakan demikian. Keempat mazhab sepakat dalam hal ini, bahwa hal itu diperbolehkan. Itu berarti, di keempat mazhab, diperbolehkan mengadakan majelis zikir di mana kita membaca Al-Qur’an dan zikir bersama dengan suara yang seragam.

+ Setiap tahun menjelang Ramadan, saat tiga bulan suci datang, ada malam-malam khusus yang menjadi perhatian, seperti Raghaib, Mi'raj, Barat, Maulid. Apakah semua ini termasuk bid‘ah dan apa dasarnya dalam sunah Nabi Muhammad SAW? - Oke, itu pertanyaan yang bagus. Jadi malam-malam spesial ini, beberapa di antaranya berasal dari narasi dan hadis. Dan hadis itu mungkin lemah, namun tetap saja, tak ada seorang pun yang mengklaim bahwa ibadah malam tersebut adalah kewajiban. Dan hadis lemah bisa digunakan untuk amal saleh biasa, selama tidak ada yang mengatakan kewajiban Hadis lemah tidak bisa dijadikan dasar untuk mewajibkan atau melarang. Namun hal itu dapat dilakukan.

Jadi para fuqaha awal, dan saya akan memberi contoh dari Imam Malik, berpendapat, dia tak suka malam-malam itu dirayakan secara terbuka dan di depan umum dalam perkumpulan besar agar orang-orang tak menganggapnya sebagai kewajiban. Jadi ia menilai pengumpulan massa untuk hal itu perlu dicegah. Bukan pada hakikatnya, tapi karena dia tak ingin orang menganggapnya sebagai kewajiban. Malik mengatakan yang sama tentang puasa enam hari di bulan Syawal. Dia tak ingin orang menganggapnya kewajiban. Sekarang, kemudian, para ulama berbeda pendapat. Kenapa? Karena mereka melihat ada masalah yang lebih besar. Bukan berarti orang akan menganggapnya kewajiban.

Masyarakat sekarang cukup tahu mana yang kewajiban dan yang bukan. Dan ada kurangnya kesadaran umum. Telah terjadi ghaflah, kelalaian telah menimpa umat. Maka mereka menggunakan firman Allah, وَتَعَاوَنُوۡا عَلَى الۡبِرِّ وَالتَّقۡوٰى "...tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan." Jadi jika kita menemukan perbuatan yang ada di hadis yang lemah sekalipun atau secara umum seperti mengingat Rasulullah pada bulan Rabiul Awal, yang hakikatnya adalah Maulid, lalu mereka menganggap bagian dari itu, “وَتَعَاوَنُوۡا عَلَى الۡبِرِّ وَالتَّقۡوٰى ,” saling mendukung dalam kebajikan dan takwa. Dan kita melihat umat berada dalam ghaflah yang besar.

Jadi, apa pun yang ada dasarnya, yang bisa mengumpulkan orang, itu pasti baik. Dan kini jadi prioritas karena umat bahkan tak melaksanakan kewajiban mereka, apalagi menganggapnya sebagai kewajiban. Itu, menurut saya, adalah tahreesh (hasutan untuk berkonflik) dari setan. Argumentasi yang dibawa setan pada umat. + Apakah Anda beranggapan perpecahan dalam masalah ini merugikan umat? - Uh, saya tak suka melewatkan gambaran yang lebih besar, bahwa ada umat yang bertentangan. Dan salah satu hal yang dapat saya lakukan dan kontribusikan adalah menunjukkan bahwa hal-hal tertentu adalah umpan dari iblis yang menyeret orang ke dalam lumpur perdebatan.

Jika Allah meluaskan sesuatu, jangan persempit menurut pendapat Anda sendiri. Dan di sinilah di antara umat Muslim yang salat dan umat Muslim yang taat, tahreesh iblis terjadi oleh satu kelompok yang mengatakan, "Harus seperti ini." kelompok lain berkata, "Tidak, memang harus seperti ini." Dan itulah yang akan mengarah pada perpecahan. Dan bukan suatu kebetulan jika perpecahan muncul suatu saat di mana umat Muslim saling bertentangan. Ya kan? Saat umat Muslim sedang diperangi, berbagai lapisan perpecahan berdampak pada kita. Jadi kekuatan umat sudah hancur. Ini semua dari Iblis.

Umpan untuk menjauhkan Anda dari pertempuran sebenarnya bahwa dia ingin memastikan Anda tidak memasukinya, secara metaforis. + Terakhir, jika Anda berkesempatan berbicara pada seluruh umat Muslim muda, apa yang ingin Anda sampaikan? - Saya hanya akan mengatakan bahwa jika kita kembali kepada Allah SWT maka Allah Ta'ala akan kembali kepada kita. "اِنۡ تَـنۡصُرُوا اللّٰهَ يَنۡصُرۡكُمۡ", ya kan? "Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu." Ini dapat dilakukan semasa hidup. Bagaimana caranya? Nah, bagaimana dengan hal lain yang Allah tetapkan dalam sejarah? Bagaimana Daud mengalahkan Jalut? Bagaimana orang Arab mengalahkan Bizantium dan Persia di waktu yang sama?

Padahal, dalam sejarah disebutkan, hal pertama adalah, Mengapa pasukan kalah? Karena mereka berperang di dua medan sekaligus. Lalu bagaimana dengan pasukan Sahabat, orang Arab yang tak punya apa-apa, justru sengaja berperang di dua medan sekaligus? Dan menang dua-duanya. Jadi itulah sesuatu yang terjadi dalam kehidupan Umar. Saat dia berusia 10 tahun, jika Anda memberitahunya, "Kau akan kalahkan kedua pasukan ini dan kau akan memimpin." Itu pasti akan jadi bahan tertawaan, ya kan? Dan itu terjadi. Dan itu bisa terjadi jika kita, "اِنۡ تَـنۡصُرُوا اللّٰهَ يَنۡصُرۡكُمۡ" Jika kita sebagai umat mengamati itu, kita tak tahu apa yang akan terjadi. Banyak hal hebat akan terjadi.

Dan saya pribadi percaya, meski ada kegelapan di cakrawala, saya percaya bahwa dalam kehidupan ini, banyak hal hebat akan terjadi. + Jazakallahu khairan, Syeikh. Terima kasih banyak, Dr. Shadee Elmasry, atas kehadiran Anda. + Merupakan suatu kehormatan yang luar biasa - Dengan senang hati untuk dapat berdiskusi dengan Anda. + Dan insyaAllah kami ingin berkolaborasi dengan Anda insyaAllah di proyek mendatang juga. Semoga Allah melimpahkan berkah dan membalas semua amal ibadah Anda. - Jazakumullahu khairan dan kerja bagus untuk channel Anda. Anda hampir punya 3 juta subscribers yang merupakan prestasi yang luar biasa. Semoga Allah memberi Anda taufiq.