Towards Eternity
Kembali ke blog

Bos Mafia Italia Masuk Islam: “Saya Ditembak 6 Kali!”

Diterbitkan pada

Tonton di YouTube

Aku punya uang. Aku punya mobil. Aku punya motor. Aku menghasilkan 1,23 juta dolar setahun. Aku punya pemasok. Kami seharusnya bertransaksi narkoba senilai 20 juta dolar. Saat mulai berkendara, dia tampak mencurigakan, tapi aku tidak sadar. Putraku keluar dari mobil, berpamitan padanya, dan saat berpamitan, dia tempelkan pistol ke dada putraku. Boom! Putraku ditembak. Kutarik dia ke dalam mobil, dia bilang, “Baba,” lalu aku menoleh dan pistol diarahkan padaku, dan aku langsung injak pedal. Boom, boom, boom, boom. Aku ditembaki. Dari penjara rumah sakit, aku dibawa ke penjara umum, pengamanan tinggi, penjara Yatala. Mereka memenjarakanku. Di sana aku membaca Al-Qur'an yaitu surah Al-Imran.

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, dengan izin Allah, dan semuanya telah tertulis." Saat aku membaca "Semuanya telah tertulis." beban di pundakku langsung menghilang. Aku sangat bahagia. + Assalamu'alaikum, Vince Focarelli. Terima kasih sudah hadir. Kami senang kau ada di sini. Aku ingin bertanya, siapa Vince Focarelli? Bisa ceritakan tentang hidupmu? - Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Aku sangat terkesan dan terima kasih telah mengundangku di podcast ini. Aku lahir di Italia di kota bernama Salerno. Saat umur enam tahun, aku melakukan hijrah pertama di hidupku dari Italia ke Australia, ke Australia Selatan, Adelaide. Aku menjadi gangster sejak umur 14 tahun.

Aku bergaul dengan orang-orang terbaik. Terbaik di sini maksudnya para bos kelab malam dan lainnya. Aku masuk ke dunia gangster sangat dalam hingga jadi bos di sebuah negara bagian, kelompok geng motor kriminal paling terkenal di Australia. Aku menjadi seorang kriminal selama bertahun-tahun, sampai pada titik di mana anak tiriku mati di pelukanku. Maka setelah itu, aku memeluk Islam. + Jadi bagaimana kehidupan beragamamu sebelum memeluk Islam? Apa keyakinanmu? - Aku dulu penganut Katolik Roma. Aku selalu percaya pada Tuhan. Bahkan di penjara, aku berdoa. Aku membuat tanda salib dan berdoa. Aku memakai salib. Bahkan mafia pun sangat religius, percaya atau tidak.

Mereka pergi menemui pastor untuk mengakui dosa. Beberapa merasa bersalah. Tapi kami hidup di dua dunia. Kau pergi dan mengakui dosa. Lalu mereka menyuruh membaca Salam Maria dan lain sebagainya. Dan begitu kau keluar dari gereja, kau kembali membuka pagar. "Akan kutemui kau di sini." "Jual narkoba di sana." Jadi bagi kami, dalam Kristen, dalam kepercayaan Katolik Roma, itu budaya dan tradisi, bagian DNA kami untuk menjadi seperti itu. Orang-orang tak menyadarinya. Kami dibuat percaya bahwa jika kami menemui pastor, pintu kau buka jendela kecil terbuka, dan bilang, “Pastor, aku berbuat dosa. Aku menembak seseorang. Aku membunuhnya. Aku menjual narkoba.

Aku ingin berubah, tapi kau tahu, aku telah melakukan ini dan itu.” “Anakku. Terima kasih sudah datang. Yesus mencintaimu. Baca 15 kali Salam Maria. Lakukanlah.” Dan kadang kau masukkan uang ke dalam kotak, lalu selesai. Gampang saja. + Dan kau merasa kau diampuni? - Ya. Kami diajari untuk percaya itu. + Bagaimana hidupmu sebelum Islam? Lingkungan tempat tinggalmu, kebiasaanmu, hobimu, seperti apa hari-harimu? - Sebagai orang Italia, kami tumbuh dengan keyakinan bahwa mafia berkuasa. Sebagai orang Italia, aku cukup patriotik. Jadi, kami memakai cincin. Kami adalah bagian dari mafia. Orang Italia itu bagian dari mafia. Kami punya anggota keluarga mafia, gangster.

Kami menjalankan bisnis narkoba, menjalankan politik. Sebagai anak usia 14 tahun yang menjual narkoba di jalanan, aku masuk ke kelab malam di mana ada para pemilik atau industri dewasa, penari telanjang, hal seperti itu. Jadi aku tak perlu mengantri di kelab malam. Para penjaga keamanan melindungiku. Jika polisi masuk ke tempat itu, mereka akan kehilangan izin usaha. Usiaku sekitar 14, 15, 16, 17. Pengunjung seharusnya 18 tahun ke atas. Tapi aku dihormati oleh semua klub malam di jalanan itu. Kau tahu, aku selalu membawa senjata untuk bersiap menembak musuh. Tiap kali aku tertembak, selalu dari jarak dekat. Bukan dari kejauhan. Selalu dari jarak dekat, oke?

Jadi, pernah peluru tertanam di kepalaku. Jadi... mereka menyayat kepalaku dan mengeluarkannya. Aku tertembak di situ. Tertembak di sini. Keluar dari sini. Aku tertembak di sini, dua tulang rusuk patah. Seharusnya menembus jantungku, tapi keluar dari dadaku. Satu peluru mengoyak kulitku, hampir mengenai sistem saraf tulang belakangku. Aku hampir saja lumpuh seumur hidup. Tapi tidak. Peluru lewat saat aku menunduk. Satu lagi di sini. Aku tertembak di kaki. Dan ada juga upaya pemboman. Jadi, mereka menaruh bom... mereka coba taruh bom dekat rumahku. Saat mereka mengambil bomnya, aku sekitar 20 meter dari mobilnya.

Malam hari, pagi hari sekitar jam 5:00-5:30 pagi, mereka keluarkan bomnya dari mobil. Begitu dia menyentuh bomnya, boom! Jadi, aku punya uang. Aku punya mobil. Aku punya motor. Aku punya bisnis. Aku punya narkoba dan dihormati di kelab malam, wanita dan sebagainya. Semua gemerlap yang kau bayangkan. Aku ada di level itu, kau tahu? Rasanya menyenangkan, jangan salah. Menyenangkan. Berkuasa dan segalanya. Tapi bagian anehnya adalah saat aku kembali ke rumah dan aku berkendara sendirian saat pulang ke rumah, aku merasa kosong. Setiap saat. Tapi selalu pada waktu saat berkendara pulang ke rumah atau akan tidur atau bangun tidur. Kau punya istri dan anak, tapi kau merasa hampa.

Tapi aku merasakannya. Aku menghasilkan 1,23 juta dolar per tahun. Itu jumlah yang besar. Dan kau habiskan, ya kan? Pakaian merek Versace, limusin, mobil, ini, itu. Tapi setelahnya terasa hampa. Terasa sangat jelas. + Bagaimana kau pertama kali tahu tentang Islam dan bagaimana perjalananmu terhadap Islam dimulai? - Saat aku berselisih dengan Hells Angels. Aku bergabung dengan orang Irak dari Perth. Aku rasa mereka disebut Scorpion Kings atau apa. Aku tak ingat, tapi mereka mendengar tentangku dan ingin datang ke Adelaide, berbisnis dan bergabung denganku. Aku tahu ini akan terdengar gila dan seperti orang yang tinggal di gua, tapi aku tak pernah tahu tentang Islam atau Muslim.

Aku tak pernah tahu tentang Islam. Sungguh. Aku tahu ini terdengar gila. Lalu orang-orang Arab ini datang, singkat cerita, saat mereka datang dan bergaul denganku, kami punya musuh yang sama. Pergi ke kelab malam, penuh sesak. Dan hal buruk terjadi, penembakan, suara tembakan, perkelahian, dan kami kembali ke rumah mereka dan mereka mengenakan pakaian panjang, mereka berwudu, aku tak tahu, mereka membasuh diri mereka, dan mereka mulai salat. Aku pikir, apa yang terjadi? Dia berkata, "Mereka sedang salat." "Apa itu salat?" "Mereka Muslim." "Oh, oke." Aku tak pernah tahu mereka Muslim. Aku bilang, apa itu? Dia bilang, kau tahu, ini dan itu.

Dan aku di ruang tamu, malam pertama, dan mereka mulai berbicara tentang Ali, Hamza, Nabi Muhammad SAW. Dan sekarang aku sangat penasaran. Mereka berbicara tentang para pejuang, Ali sang pejuang, Islam, betapa mereka mencintai Allah, betapa mereka beriman pada Allah. Iman mereka adalah segalanya. Aku pikir, wow, dan orang-orang ini adalah pejuang. Lalu mereka berbicara tentang Nabi Muhammad SAW. Kisah yang luar biasa. Kita hanya tahu Yesus Kristus adalah yang terakhir bagi kita. Nabi, Mesias, Tuhan. Semua ada di Alkitab. Lalu mereka mulai berbicara tentang Yesus Kristus AS. Aku berkata, aku berdiri. Kubilang, “Permisi, whoa whoa whoa. Apa yang kau tahu tentang Yesus Kristus? Dia Tuhanku.

Dia adalah Mesias.” Aku harus berbicara. Maksudku, aku tahu tentang Alkitab. “Bukan, bukan, Vince, bukan. Kami mencintainya.” “Hah?" "Kami mengaguminya. Kami amat mencintainya. Kami menghormatinya. Kami mengikutinya Bunda Maria ada dalam... Perawan Maria, kisah Alkitab...” Mereka mulai membahasnya dalam Al-Qur'an. Dan yang membuatku kagum adalah satu surah tentang Bunda Maria, seluruh surah tentang Bunda Maria di Al-Qur'an. Dalam Alkitab, Bunda Maria AS, disebut sebanyak empat atau lima kali kalau aku tak salah. Hanya disebut. Ini satu surah tentang Bunda Maria, ibu para orang beriman, ya kan?

Dan Yesus Kristus, kisahnya, semakin mereka berbicara, aku tak bercanda, seperti anak kecil yang sedang menonton film favoritnya. Aku sangat tertarik. Itulah momen aku meyakini di hatiku, terlepas aku mabuk atau tidak, bahwa Allah telah memberiku hidayah. Dan aku begitu tertarik. Sekarang, masalahnya dengan Katolik Roma adalah ada tradisi dan budaya yang diikuti. Saat kau membaca Alkitab, aku sudah membaca Alkitab. Aku tidak bilang aku adalah ahli Alkitab. Aku tahu hal-hal tertentu dari Alkitab. Misalnya, Yesus Kristus berkata pada umatnya, “Wahai kaumku, jangan sembah aku. Aku bukan Tuhan kalian.” Jelas. Sederhana, 'kan? Oke. Tapi kami menyembahnya.

Jadi kami hanya membaca Alkitab, tapi kami hanya membacanya. Kami tidak berpikir. Itu hanyalah keyakinan, budaya, tradisi. Yesus Kristus berkata, “Jangan makan babi.” Umat Katolik makan babi. Kami tak memakan babi. Yesus Kristus berkata, “Jauhilah alkohol.” Itu membuka gerbang ke dosa besar. Yesus Kristus berkata, dalam Alkitab, “Jangan menyembah, jangan menunduk, jangan menyembah patung, berhala, atau makhluk, dewa mana pun dari langit, bumi, dan air di bawahnya. Berdoalah langsung kepada Bapa kita, Tuhan, karena Tuhan adalah Tuhan yang cemburu.” Kami berdoa pada salib, Bunda Maria, dan bayi Yesus. Tapi inilah yang kami lakukan. Jadi, singkat cerita, mereka berbicara tentang Yesus Kristus.

Mereka berbicara tentang Alkitab. Sekarang, semuanya mulai terasa masuk akal. Jadi sekarang, malam kedua, malam ketiga, Nabi Muhammad SAW kisahnya menyentuh, 'kan? Ali, mereka menyebutnya Ali yang agung. Dan ia memang agung, masya allah semoga Allah meridhoinya. Tapi aku tertarik, sangat amat tertarik dengan kisah ini. Lalu Alkitab mulai bertentangan. Maksudku, mereka mengajarkan kita bahwa iblis, Setan, Iblis, membawa Yesus Kristus melintasi padang pasir selama 40 hari 40 malam dan dikatakan, ia berkata pada Yesus Kristus, inilah maksudku dengan membaca Alkitab, 'kan? Ia berkata, “Tinggalkan imanmu terhadap Tuhanmu.” Ini pada Yesus, 'kan?

“Tinggalkan imanmu terhadap Tuhanmu dan berikan kesetiaanmu padaku.” Apa itu artinya dia Tuhan atau utusan Tuhan? Kau paham apa maksudku? Sangat banyak hal dalam Alkitab yang mengatakan Yesus bukanlah Tuhan. Bahkan Yesus berkata, “Sembahlah Bapaku, Bapamu, Tuhanku, dan Tuhanmu.” Jadi semua hal ini mulai bermunculan. Aku jadi frustasi. Berani sekali mereka berbohong. Di malam ketiga, aku pergi ke luar. Dia buka pintunya, aku tutup pintunya. Aku bilang, “Cukup sudah. Bagaimana caranya jadi Muslim?” Ku katakan, “Hanya ada satu Tuhan, Allah. Dan Yesus Kristus adalah utusannya, nabi yang dilahirkan Maryam.” Kedua muslim itu senang sekali.

“Ulangi setelah aku, Vince.” “Kau siap?” aku bilang, “Ya, aku siap.” “Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah." Aku ulangi, ya? “Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah." Lihat seberapa panjang itu? Ku ucapkan pertama kali tanpa salah. Sungguh. Terasa seperti sungai yang mengalir. Aku tidak memintanya, “Stop, dulu.” Dia pun tak mengucapkannya terputus-putus. Dia melakukannya seperti. Dia berkata, “Asyhadu an laa ilaaha illallah Asyhadu an laa ilaaha illallah" ”Dia bilang," “Tidak, kau telah mengucapkannya.” Peluk aku. “Aku menyayangimu.” “Takbir! Allahu Akbar!” (Allah Maha Besar) Ku bilang, “Sungguh? Aku seorang Muslim?

Allahu Akbar.” Ku bilang. Aku cuma tahu Assalamu'alaikum dan Allahu Akbar. Saat aku bersujud, air mata mengalir dari mataku, aku merasakan kedamaian. Aku sungguh merasakan Allah hadir. Aku tidak mau terdengar berbuat syirik, mohon maaf, tapi aku merasa seperti Dia menjagaku. Tapi di situlah aku tersadar, ya, Allah ada di sana. + Apakah seluruh hidupmu berubah total setelah menjadi Muslim? Apa titik balik di hidupmu? Apakah kalian sadar? Saat menonton video ini, kalian tidak melihat iklan apapun. Karena Towards Eternity adalah organisasi nirlaba, kami hanya bisa memproduksi video ini melalui dukunganmu.

Jika ingin jadi bagian dari kebaikan ini, berdonasilah melalui Towards Eternity dan jangan lewatkan kesempatan ini. + Apakah seluruh hidupmu berubah total setelah menjadi Muslim? Apa titik balik di hidupmu? - Jadi, aku pernah ditembak beberapa kali, berulang kali, beberapa kali, lima kali di waktu yang berbeda. Terakhir, putra tiriku meninggal dunia. Dia ditembak menembus jantung. Kami seharusnya melakukan transaksi narkoba senilai 20 juta dolar dan aku berkata, jika semua berjalan lancar, aku akan keluar dari kehidupan itu. Uang 20 juta dolar itu sangat banyak. Aku punya pemasok saat itu dari Queensland. Kami di Australia Selatan. Dia tertarik untuk membeli.

Tapi aku rasa dia tidak tertarik melakukannya sama sekali. Aku rasa dia hanya tertarik untuk menghabisiku. Jadi dia membuatku percaya jika kami bisa berdiskusi untuk kesepakatan itu. Lalu aku pergi menjemputnya, dan kami berkendara. Jadi, saat kami mulai berkendara, dia terlihat sedikit mencurigakan, tapi aku tidak sadar. Saat dia keluar dari mobil, saat kami menurunkannya, dia sedang berusaha membunuhku. Saat aku menurunkannya, dia berkata, “Turunkan aku di area parkir.” Lalu aku pikir, oke, itu normal. Putraku keluar dari mobil, dan berpamitan dengannya, seperti yang kubilang. Seharusnya mereka berteman, 'kan? Dan saat ia mengucapkan selamat tinggal, dia mengarahkan pistol ke dada, boom.

Menembak putraku. Lalu aku menarik putraku ke dalam mobil. Dia berkata, “Baba.” Dan aku menoleh dan ia mengarahkan pistol ke arahku dan aku langsung, menginjak pedal. Boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom. Aku ditembak. Dan aku tak merasa tertembak. Aku mengingat putraku. Karena tim forensik berkata dia meninggal seketika. Wajahnya tak berbentuk. Mata hijaunya dan... Saat aku menyetir... Aku memegang mulutnya dan berusaha memberi napas buatan. Dan aku mencoba menyelamatkannya dan menelepon ambulans karena aku tak bisa sampai di rumah sakit tepat waktu. Aku berkata, “Dengar, kita bertemu di tengah.” Lalu aku melakukannya. Aku terus mencoba menyelamatkannya. Dia melihat...

Aku... Dia... dia memang sudah mati, tapi kau tahu, sebagian dirimu tak ingin percaya. Saat aku menghubungi ambulans, aku mulai memuntahkan darah. Lalu aku mematikan teleponnya, maaf. Aku muntah ke seluruh dashboard dan terus muntah. Melihat muntahan darahku, aku sadar aku juga telah tertembak, dan darahnya keluar dari paru-paruku. Lalu aku, menyesuaikan posisi untuk mengucap, “Ya Allah ampuni aku,” kau tahu? Dan aku meminta Allah, aku memohon pada-Nya untuk menerima "Laa ilaha illallah" untuk putra tiriku. Semoga ia wafat dalam Islam. Tolong limpahkan padanya "Laa ilaha illallah", karena ia telah tiada. Aku berkata pada Allah, “Ampuni aku atas segalanya.

Mohon terima Lailahaillallah-ku.” Saat menyetir, ambulans datang. Aku keluar mobil untuk melihat putraku. Polisi menghentikanku. “Vince, tolong.” Lalu aku jatuh. Rusukku mulai terasa sakit. Lalu aku sadar Aku tertembak di bagian rusuk. Mereka memasukkanku ke ambulans dan membawaku ke rumah sakit. Ahli forensik bilang putraku telah tiada karena pelurunya telah menembus jantungnya. Dan... ia wafat demi melindungi ayahnya. Kurasa ia seorang Muslim. Dan, saat itu, Tubuhku penuh luka. Aku berjuang di rumah sakit.

Aku dirantai, berbicara di telepon dengan pengadilan, dengan, dengan persidangan, dengan Pengadilan Tinggi hakim Pengadilan Negeri untuk dibebaskan dengan jaminan agar aku bisa ke pemakaman putraku dan memandikannya. Untuk memandikannya dan menjadi bagian dari prosesi. Jadi hal tersulit dalam hidupku setelah titik itu adalah menyaksikan pemakamannya di TV dan terbaring di rumah sakit, ranjang rumah sakit penjara. Itu hal tersulit bagiku. Aku harus menerimanya. Tapi demi Allah, itu hal terberat yang harus aku lalui di hidupku. Aku melihatnya dikuburkan dan prosesi lainnya. Hakim tak membolehkanku pergi. Hidupku berubah di penjara.

Dari penjara rumah sakit, mereka membawaku ke penjara biasa, dengan pengamanan tinggi, penjara Yatala. Mereka menghukumku di penjara. Penjaranya terpisah. Tapi tiga bulan setelah menjalaninya, 10 bulan atau tiga bulan menjalaninya, dua setengah bulan, aku membaca Al-Qur'an, dan aku, Aku membaca surah Ali ‘Imran ayat 145. "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, dengan izin Allah, dan semuanya telah tertulis." Jika kau menginginkan kebaikan hidup, Allah akan memberikannya. Jika kau menginginkan kebaikan di kehidupan selanjutnya, Allah akan berikan." Tapi kehidupan yang baik, diberikan dan kehidupan selanjutnya, diberikan, Aku tak pernah membaca ayat itu.

Saat aku membaca bagian di mana segalanya telah tertulis, simpul yang berisi kekhawatiran, rasa bersalah, depresi karena putraku, jujur saja... + Bukan balas dendam? - ...simpulnya terbuka. Aku bisa bernapas lega. Beban di pundakku langsung menghilang. Aku menangis kencang seperti belum pernah menangis di hidupku. Bukan karena sedih. Aku sangat bahagia. Aku sangat bahagia. Bukan berarti semua menghilang, kesedihan itu, membebaskanku. Membebaskanku dari kegelapan seperti... umpamanya seperti, saat kau mendaki gunung, atau bukit, terasa berat, 'kan? Gunungku seperti kematian yang tegak lurus. Dan aku merangkak dengan kuku, dengan gigi untuk sampai ke puncak. Tapi ada tali untukku berpegangan.

Dan tiap kali aku melihat ke bawah, para serigala melompat menampakkan giginya untuk melahapku. Serigala itu adalah emosiku, kesehatan mentalku, kondisi kesehatanku. Tali itu adalah Al-Qur'an. Aku memilih untuk berpegangan pada tali itu. Dan butuh 45 menit hampir sejam untuk bersyukur pada Allah. Aku ingin bersyukur kepada-Nya. Benar-benar ingin berterima kasih, kau tahu? Itu memakan waktu 45 menit. Air mataku terus mengalir, tapi aku sangat... kau tahu, saat kau mencintai seseorang... dan kau begitu puas dan bersyukur atas bantuan mereka? Kita berbicara tentang dunia, kau menangis pada mereka. "Terima kasih banyak, Kau menolongku." Inilah sang pencipta. Aku merasakan kehadiran-Nya.

Itulah momen di mana hubunganku dengan Allah terasa kokoh, selesai, dan tuntas. Aku berdoa. Aku bersyukur. Aku mengucap, “Terima kasih, Allah.” Aku berkata pada Allah, aku angkat tanganku dan berkata, “Ya Rabbi, ya Allah ampuni segala dosaku.” Aku memohon pada-Nya. “Hamba mohon, ya Allah.” Dan inilah aku. Sudah menjadi Muslim selama 15 tahun. Aku tak sempurna. Aku bukan seorang ulama, syeikh, dan tak pernah mengaku-ngaku seperti itu. Ilmuku sangat sedikit. Aku mencintai Allah. Aku mencintai Rasulullah SAW. Aku mencintai agamaku, para sahabat. Umar bin Khattab RA. Merekalah yang harus kita teladani. Sayang sekali para pemuda saat ini sungguh tersesat di dunia ini. Jadi, itulah perjalananku.

Itulah titik balikku. + Di beberapa postinganmu, kami bisa lihat bahwa ibumu, beliau juga masuk Islam, dan bagaimana peran beliau dari awal hingga akhir kisahmu? - Ah, kau memang tak bisa menahan diri, ya. Ini bahasan menyentuh bagiku, tapi akan kucoba jelaskan, InsyaAllah. Ibuku, akan ku jelaskan secepat mungkin. Aku bahkan tak bisa menatap fotonya. Aku amat merindukannya, tapi, semoga Allah memberinya Surga Firdaus. Aamiin. Aku dan ibuku adalah sahabat. Sebelum aku dideportasi, saat aku sedang dideportasi, aku punya 28 hari untuk membereskannya.

Tapi saat aku dideportasi, kami pergi ke rumah sakit, para dokter, rumah sakit, dan dia didiagnosis kanker stadium empat, jadi titiknya mulai membesar dan akhirnya mulai menyebar. Jadi, tentang ibuku, aku katakan pada dokter, “Jangan bilang apa pun padanya tentang kankernya.” Lalu dia datang ke Malaysia. Aku membawanya ke Malaysia bulan Oktober. Jadi, saat dia datang aku sangat emosional. Ibuku ada di sini. Oke, aku punya Alkitab. "Bu, di Alkitab dikatakan bahwa Yesus berkata, ‘Jangan sembah dia.’ Dia berkata, ‘Jangan sembah aku. aku bukan Tuhanmu, Bu.’” Aku bilang, “Apa orang Islam menyembahnya?” Dia bilang, “Tidak.” “Lalu kenapa kau menyembahnya?” Dan aku mengatakan ini setiap hari.

Setiap hari, aku pun bilang, “Yesus Kristus berkata, ‘Jangan minum alkohol. Jangan makan daging babi.’” “Bagaimana Yesus beribadah, Bu?” Semuanya berasal dari Alkitab. Tak ada hubungannya dengan Al-Qur'an, 'kan? Ku lakukan setiap hari. Dan setiap hari kukatakan, “Bu, aku mencintaimu.” “Bu, jazaakallahu khairan (semoga Allah membalas kebaikanmu).” Dan pada akhirnya, aku sampai di titik di mana, “Bu, kau pikir Yesus Kristus Tuhan?” “Tidak. Kau tahu, nak? Yesus Kristus bukan Tuhan.” Boom. Hatiku. Maaf, aku mulai emosional. Dan dia bersyahadat. Kau tak akan percaya ini. Dia berkata, “Asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah" tanpa kesalahan. Aku sungguh tak percaya.

Aku merekamnya. Aku berlinang air mata. Aku merekamnya. Lihat betapa Allah amat mencintainya. Titik di mana dia menjadi seorang Muslim Allah memberinya seluruh kemuliaan dalam kematiannya. Dia wafat dengan tenang dalam tidurnya, di waktu tahajjud (salat malam), tepat sebelum waktu salat Subuh hari Jumat bulan Ramadan, 10 hari terakhir bulan Ramadan. Dia disalatkan di hari Jumat, di masjid yang baru dibangun, dan dimakamkan di tempat baru... + Jika seorang Vince belum memeluk Islam, kira-kira sedang apa dia saat ini?

- Jika kau ingin aku menjawabnya dengan jujur, Mungkin aku sudah mati terkubur, dibunuh, atau dipenjara selama 30 tahun lebih hukuman seumur hidup karena membunuhnya atau orang lain di hidupku. Tapi Allahu Akbar (Allah Maha Besar), Allah memilihku untuk Islam. Wallahi, aku keluar dari kegelapan menuju cahaya, diberi kebijaksanaan, ilmu, dan hikmah. Ah, hidup yang indah. Betapa indahnya hidup sebagai seorang muslim. Wallahi (demi Allah), wallahi (demi Allah). Apa yang paling membuatmu terkesan tentang Rasulullah? Semua tentang Rasulullah SAW sangatlah indah dan luar biasa dalam setiap makna, dalam makna yang tertinggi dan terindah.

Tak ada manusia di dunia ini, tak ada makhluk yang diciptakan, sesempurna, seindah, sebaik dan sepenuh kasih seperti beliau. Dia adalah contoh nyata seorang manusia yang baik, seorang teladan. Bisakah kita jadi seperti dia? Tak mungkin. Tapi satu hal yang menonjol dari segalanya bagiku, aku membaca biografinya, peristiwa terbelahnya bulan, kau tahu? Aku membacanya, dan, wow. Hanya dari usianya, segalanya seperti, Maksudku, tak ada satu pun yang tak bisa menyentuh kita sedalam itu. Tapi satu hal yang membuatku menangis adalah, dia berada di ranjang kematiannya. Bisa kau bayangkan saat kau akan wafat? Bayangkan kau merasa, sadar dan tak sadar.

Dia berkata pada para sahabat, “Bawa aku pada umatku. Aku ingin berbicara pada mereka.” Dan mereka berkata, “Tidak, Rasulullah SAW, tak bisa. Kau sedang tidak sehat, begini dan begitu.” Kau tahu, mereka melarangnya. Dia tetap bersikeras untuk pergi. Dan aku ingat pada bagian aku sedang membaca, mereka menggambarkan bagaimana mereka mengangkat dengan mengangkat lengannya, dan kakinya menyeret. Beliau bahkan tak bisa bergerak. Lihatlah cinta yang dimilikinya untuk umatnya. Aku saja tak bisa bangkit dari ranjang saat sedang mual. Kau paham perasaan tidak nyaman itu?

Pria ini, Rasulullah yang begitu mulia, makhluk seindah ini, tak peduli apa yang dirasakannya beliau ingin berbicara pada umatnya untuk terakhir kali. Jadi saat mereka bercerita kakinya terseret, bayangkan saja, dan membawanya ke hadapan umatnya, aku menangis tersedu-sedu. Mereka mengorbankan segalanya yang bisa kau bayangkan demi Rasulullah SAW, para sahabat, hal-hal yang tak bisa kau bayangkan demi Allah demi umat ini. Jadi apa yang harus kita lakukan untuk berterima kasih pada mereka? Jadi, bagian itu sungguh, segalanya menyentuhku, tapi bagian itu yang paling menyentuhku. Nabi Muhammad SAW, saat beliau, dia duluan yang mengucap "Assalamu'alaikum." Kau bisa melihat belakang gerahamnya.

Tapi saat beliau berperang berjuang di jalan Allah, beliau layaknya singa, seorang pejuang. Khalid bin Walid RA, Hamza, sang singa Allah. Ali RA Husein, Hasan, Abu Ubaidah, Umar bin Khattab, Utsman, Abu Bakar, ayolah. Apa kita yakin mengikuti Hollywood dan industri musik? Ada pria-pria ini. Ya Allah. + Dan ada anak muda yang meniru gaya hidup yang kau jalani, yang dulu kau jalani. Apa yang ingin kau katakan pada mereka? Orang-orang yang mencari kebahagiaan dalam hidup ini? - Tidak ada pot emas di ujung pelangi. Tak ada cahaya di ujung terowongan. Itu hanya mitos. Dan aku akan menyampaikan sesuatu yang gila dari Al-Qur'an. Ini seperti gurauan.

Tak ada loyalitas sama sekali dalam gaya hidup seperti itu. Loyalitas hanya tunduk pada orang yang paling banyak uang, dan jika kau tidak mahir menghasilkan uang, kau dianggap beban. Tapi aku ingin menyampaikan sesuatu dari Al-Qur'an. Ini akan membuat jelas bagi semua orang. Jika kau memiliki kebijaksanaan, atau kau memiliki kepekaan, sedikit kebaikan dan pemahaman untuk berpikiran terbuka, inilah ayat untuk semua kriminal di luar sana. Ini adalah ayat untuk semua milyuner di luar sana. Ini adalah ayat untuk semua raja dan siapa pun yang tertindas semua yang ingin menghasilkan uang, baik melalui gaya hidup itu atau tidak, tapi ingin masuk ke kehidupan seperti itu, kuberi tahu ayatnya.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an, ditujukan pada manusia. "Bahkan jika kalian datang pada-Ku di Hari Kiamat dengan seluruh kekayaan dunia," sekarang bayangkan, Allah mengatakan seluruhnya, di Hari Kiamat, kau datang dengan kekayaanmu dan menjadikannya tebusan, "Tolong ya Allah, masukkan aku ke surga dan kembalikan aku untuk mengulangnya." Allah berkata, "Tidak ada gunanya. Hari ini adalah Hari Kiamat." Tamat riwayatmu. Jadi, apa yang kita kejar? Uang apa yang kau kejar? Berapa juta yang kau mau? Berapa miliar yang kau mau? Ferrari apa yang kau mau? + Jadi, proyek apa yang kau jalani sekarang?

- NGO-ku namanya Sahabah, artinya para sahabat Rasulullah SAW, Angka 99, maksudnya 99 nama Allah, sifat-sifat, nama-nama Allah. Dan di belakang kaus kami, tercantum hadits yang kubilang padamu tadi bahwa sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Kami berusaha memastikan mereka ikut kickboxing, Muay Thai, berlatih bela diri. Kami melakukan kegiatan amal dan lainnya. Kami berjuang demi umat muslim dalam setiap aspek. Agama adalah segalanya bagi mereka bagi kami, untuk Palestina, kami memberi bantuan truk makanan ke sana. Itulah hal-hal yang kami lakukan. + Apa yang akan kau lakukan pada orang yang menaruh saus tomat di pasta?

- Aku ingin orang-orang yang menaruh saus tomat ke atas spageti bolognese, agar dipenjara seumur hidup dan membuang kuncinya. Penjarakan mereka. + Mungkin tempelkan wajah mereka ke saus tomat? - Tidak, tidak, penjarakan saja mereka seumur hidup. + Apakah itu suatu kejahatan? - Ya, kejahatan. Jangan, jangan taruh nanas di pizza di Italia, dan jangan campurkan saus tomat ke saus pastamu di Italia. Oke? Aku yakin orang seperti itu harus ditahan. Mungkin bukan di penjara, mungkin institusi kejiwaan, untuk menemukan apa yang salah dengan mereka.

Bagaimana bisa kau mencampur saus tomat ke sepiring spageti padahal koki sudah mengiris bawang putih, menaruh minyak zaitun di wajan, memasaknya hingga terbentuk karamel dengan pasta tomat untuk menghilangkan asamnya agar kau tak terkena heartburn, lalu memasukkan basil, saus, garam, dan bahan-bahan lainnya dan melakukan ritual memasak 20 menit. Dan setelah ritual 20 menit, dia memasaknya lagi selama 30 menit agar sausnya semakin sedap, dan dia mencicipi terus-menerus untuk mendapatkan rasa itu, itu kerja keras. Dan kau datang dengan saus tomat yang mengandung gula dan menuangnya ke atas spageti. Penjarakan, seumur hidup. Itu saja.

Dan yang menaruh nanas di atas pizza, suruh mereka menghancurkan batu di ladang selama setidaknya 15 tahun. Pizza bertoping buah. Ya Allah. + Bisakah kau berbicara bahasa Italia supaya, kau keturunan Italia 'kan? - Bahasa Italiaku kurang bagus, tapi aku coba sebisanya. Pertama, aku ingin menyapa Cava de' Tirreni, Salerno, keluargaku, keluarga Focarelli, keluarga Savastani. Cium jauh untuk kalian semua. Dan orang-orang Italia yang di Italia, bagi yang memiliki... kecerdasan dalam pikirannya, lupakan tentang Katolik Roma, lupakanlah tentang Kekristenan ini. Dengan segala hormat, ambillah Al-Qur'an, lalu baca, dan masuklah ke kehidupan umat Islam.

Dan kau akan lihat hidupmu akan selalu terasa tenang. Untuk semua keluargaku, teman-temanku di Italia, jadilah Muslim. Takbir (Allah Maha Besar)! Allahu Akbar (Allah Maha Besar)